Cara Menghitung Incremental Cost dan Contohnya

incremental cost adalah

Sebagai pelaku bisnis, anda perlu menghitung incremental cost. Aspek ini harus Anda pertimbangkan secara matang karena dapat mempengaruhi pengeluaran dalam berbisnis.

Jika Anda menginginkan usaha yang anda rintis berkembang dengan pesat sesuai dengan bisnis plan. Sebelum Anda mengambil keputusan untuk menambah produksi, Anda perlu menghitung incremental cost.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu incremental cost dan bagaimana cara menghitung incremental cost.

Definisi Incremental Cost

Incremental cost merupakan jumlah biaya yang diperlukan untuk menambah produksi suatu barang. Cara menghitung incremental cost adalah dengan menganalisa biaya tambahan untuk proses produksi tersebut.

Biaya tersebut meliputi harga bahan baku yang diperlukan untuk penambahan setiap unit barang yang akan diproduksi. Dengan memperhitungkan biaya incremental ini, perusahaan bisa memperoleh keuntungan.

Banyak orang yang masih bingung untuk membedakan antara variable cost dan incremental cost. Sederhananya, variable cost merupakan biaya yang dihitung dari total unit yang diproduksi.

Sedangkan biaya incremental adalah cost tambahan yang dibutuhkan untuk menambah produksi barang. Dengan kata lain, incremental cost merupakan tambahan biaya akibat dari peningkatan produksi.

Dengan menghitung incremental cost, perusahaan bisa mengambil keputusan potensial apakah harus membuat barang sendiri atau membeli dari pihak lain.

digital marketing agency

Jika memang biaya incremental perusahaan Anda sangat besar. Dan jumlah laba Perusahaan Anda hasilkan tidak dapat menutupnya. Maka perusahaan mungkin akan mengambil keputusan untuk tidak menambah kuantitas produksi atau lebih memilih untuk membeli saja produk dari produsen lain.

Cara Menghitung Incremental Cost

Agar lebih mudah memahami tentang biaya incremental ini, anda bisa menyimak analogi berikut ini. Misalnya, bisnis anda membutuhkan biaya Rp 20 juta untuk memproduksi 1000 boneka. Maka biaya yang Anda butuhkan untuk memproduksi satu buah boneka adalah Rp 20 ribu.

Lalu, jika Anda ingin meningkatkan jumlah boneka yang diproduksi menjadi 1500 buah dan biaya yang dibutuhkan adalah Rp 25 juta. Hal ini berarti biaya untuk memproduksi satu boneka akan turun menjadi Rp 15 ribu.

Biaya tambahan yang anda butuhkan untuk memproduksi boneka tersebut adalah Rp 5 juta. Jadi, biaya incremental setiap boneka adalah Rp 5 juta dibagi 500. Hasilnya adalah Rp 10 ribu.

Anda harus mengetahui variable cost dan fixed cost juga mempengaruhi hitungan ini. Sehingga hasil perhitungan biaya incremental ini bisa berubah bergantung pada nilai lainnya.

Baca Juga :

Manfaat Menghitung Incremental Cost

Tujuan perhitungan biaya incremental adalah untuk membantu perusahaan untuk lebih hemat dalam mengeluarkan biaya produksi tambahan. Perusahaan juga bisa menentukan mana yang lebih hemat antara memproduksi barang sendiri atau membelinya dari produsen lainnya.

Analisa terhadap biaya incremental ini juga berguna untuk memaksimalkan jumlah produksi dan membantu financial forecasting. Selain itu, perusahaan juga ingin tetap mendapatkan keuntungan dari penambahan produksi tersebut.

Sebagai contoh, sebuah usaha pembuatan donat biasanya memproduksi 1000 buah per hari. Namun, suatu hari ada tambahan pesanan sebanyak 200 buah.

Dengan melakukan perhitungan terhadap biaya incremental, pemilik usaha tersebut bisa mengambil keputusan apakah akan menerima pesanan tersebut atau tidak.

Perhitungan biaya tambahan ini tentu saja akan mempengaruhi harga setiap produk. Jadi Anda harus memperhitungkan biaya incremental dengan baik. Agar keuntungan Anda peroleh dapat menutup biaya tambahan tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Incremental Cost

faktor yang mempengaruhi incremental cost

Sebuah perusahaan manufaktur pasti sering membuat keputusan tentang produksi suatu barang. Jika ingin menambah jumlah barang yang diproduksi pasti akan muncul beberapa biaya tambahan. Berikut adalah beberapa kemungkinan biaya lain yang muncul.

  • Perubahan pada lini produk.
  • Biaya untuk mempekerjakan karyawan baru.
  • Penambahan mesin atau alat yang baru.
  • Biaya bahan baku tambahan.
  • Perubahan tingkat keluaran suatu produk.
  • Perubahan pada saluran distribusi.
  • Biaya untuk overhead variabel.

Untuk menghitung semua biaya tambahan tersebut dengan cara menghitung biaya eksplisit, biaya peluang implisit serta biaya masa depan.

Anda harus menghitung semua biaya untuk produksi, kemudian Anda kurangi dengan biaya saat ini. Dari hasil perhitungan ini, Anda jadikan sebagai acuan untuk menetapkan harga baru. Sehingga Anda dapat menutupi biaya incremental.

Menghitung Incremental Cost dan Incremental Revenue

Selain mempertimbangkan biaya incremental, perusahaan juga harus menghitung incremental revenue. Apa itu incremental revenue? Istilah ini mengacu pada hasil yang akan didapatkan dari penambahan produksi tersebut, baik secara bulanan (Monthly Recurring Revenue) atau tahunan.

Perusahaan bisa membandingkan incremental revenue dengan pendapatan awal mereka. Perhitungan ini bertujuan untuk mendapatkan nilai ROI. ROI adalah rasio yang menunjukkan ukuran tentang efisiensi manajemen untuk mengetahui tingkat profitabilitas dari suatu investasi. Dengan perhitungan yang tepat, bisa memutuskan apakah penambahan produksi tetap dilakukan.

Selain itu, perusahaan juga bisa menentukan harga baru agar bisa memiliki ROI yang tepat. Dapat disimpulkan bahwa biaya incremental dan juga incremental revenue saling berhubungan.

Jika biaya incremental untuk penambahan produksi lebih kecil daripada incremental revenue, maka perusahaan bisa mendapatkan laba. Namun, jika biaya incremental lebih besar maka perusahaan bisa rugi.

Oleh karena itu, analisa lengkap tentang biaya incremental bisa menjadi acuan untuk menghitung pengeluaran perusahaan. Kita juga dapat menentukan apakah biaya yang keluar sebanding dengan laba yang didapatkan perusahaan.

Baca Juga :

Contoh Incremental Cost dan Incremental Revenue

Agar lebih mudah memahami tentang biaya tambahan dan pendapatan tambahan, anda bisa menyimak ilustrasi berikut ini.

Misalnya anda memiliki usaha pembuatan sepatu. Kemudian anda ingin menambah jumlah produksi sepatu menjadi 1000 unit dengan biaya Rp 80 ribu per sepatu. Sedangkan harga jual sepatu tersebut adalah Rp 100 ribu.

Biaya Tambahan

Untuk menghitung incremental cost, Anda bisa mengalikan jumlah sepatu yang ingin diproduksi dengan biaya produksi sepasang sepatu.

1000 x Rp 80.000 = Rp 80.000.000

Jadi biaya tambahan produksinya adalah Rp 80.000.000.

Pendapatan tambahan

Untuk menghitung incremental revenue, anda bisa mengalikan jumlah sepatu yang ingin diproduksi dengan harga jualnya.

1000 x Rp 100.000 = Rp 100.000.000

Sekarang coba bandingkan antara biaya produksi tambahan dan juga pendapatan tambahannya. Mana yang lebih besar? Dari ilustrasi Kita bisa mengetahui pendapatan tambahan memiliki nilai yang lebih besar dari biaya tambahan.

Jadi dapat Kita simpulkan, untuk menambah jumlah produksi sepatu hitungan laba sebagai berikut :

Rp 100.000.000  – Rp 80.000.000 = Rp 20.000.000

Dengan contoh di atas Anda pastinya sudah dapat menganalisa perhitungan biaya tambahan. Anda dapat mendapatkan perkiraan jumlah pengeluaran. Berapa anggaran yang perlu Anda tambahkan untuk penambahan sumlah produksi satu barang. Anda juga bisa menghitung laba atau kerugian yang mungkin anda dapatkan.

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai incremental cost. Jika anda ingin meningkatkan jumlah produksi, pastikan selalu mempertimbangkan biaya tambahan ini. Karena, biaya ini pasti akan mempengaruhi jumlah pendapatan perusahaan.

Anda dapat melihat cara menghitung incremental cost dari ilustrasi sederhana di atas. Hitunglah semua faktor yang mempengaruhi biaya penambahan produksi. Jika biaya tambahan ini kurang dari pendapatan maka perusahaan anda bisa mendapatkan keuntungan.

Sebaliknya, jika biaya tambahan ini terlalu besar, maka perusahaan bisa mengalami kerugian. Untuk menyiasatinya, perusahaan bisa menaikkan harga jual barang tersebut.

Selain memperhatikan incremental cost, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.