Pengertian Inside Sales dan Outside Sales dan Perbedaannya

inside sales dan outside sales

Istilah sales dalam dunia bisnis memang sudah tidak asing. Bahkan sudah sangat familiar dalam kegiatan bisnis. Namun, sudahkah Anda mengetahui pengertian inside sales dan outside sales?

Kedua metode ini sama-sama penting dalam dunia sales. Melalui ulasan di bawah ini, Anda akan mempelajari dua metode inside sales dan outside sales beserta perbedaannya.

Apa Itu Inside Sales dan Outside Sales?

1. Insiden Sales

Inside sales adalah sebuah metode penjualan barang atau jasa secara tidak langsung. Artinya, pihak sales menawarkan produk secara online atau via telepon.

Jadi, inside sales memang cukup bergantung pada teknologi, seperti email, internet, dan telepon. Misalnya melalui email marketing, hingga social media marketing (Instagram marketing, Twitter marketing, Facebook marketing).

Penjualan virtual adalah istilah untuk metode sales satu ini. Sekarang ini sebagian besar perusahaan memanfaatkan metode inside sales karena lebih menghemat waktu dan biaya. Sales tidak perlu bertemu dengan konsumen secara langsung.

2. Outside Sales

Sementara itu, outside sales merupakan metode penjualan produk atau jasa dengan menemui konsumen secara langsung atau direct marketing. Pada dasarnya, outside sales memang bekerja di lapangan atau di luar kantor.

Persusahaan akan mempersiapkan tim penjualan khusus outside. Metode ini akan membuat sales sering keluar kantor untuk bertemu para konsumen. Pertemuan langsung dengan konsumen juga bermafnaat menjaga hubungan baik dengan konsumen (relationship marketing).

Setelah memahami pengertian inside sales dan outside sales, kini Anda akan mempelajari perbedaan kedua metode tersebut.

Baca Juga :

Perbedaan Inside Sales dan Outside Sales

Pada dasarnya, terdapat enam aspek yang membedakan antara inside sales dan outside sales yaitu sebagai berikut.

1. Peralatan

Kedua metode sales ini menggunakan peralatan yang berbeda. Inside sales menggunakan peralatan seperti aplikasi CRM (Customer Relationship Management). CRM merupakan strategi yang tepa dalam bisnis karena menggabungkan beberapa elemen sekaligus.

Di antaranya teknologi, manusia, dan proses. Adapun strategi pemasaran yang ideal untuk inside sales bisa dengan mengirim penawaran barang via email. Cara lainnya adalah dengan SMS, panggilan suara, dan platform lainnya yang memungkinkan.

Sementara itu, outside sales membutuhkan beberapa peralatan tambahan agar produk atau jasanya dapat terpublikasi lebih luas. Misalnya dengan membuka stand di suatu acara, mengadakan pertemuan khusus melalui event marketing, dan memberikan selebaran.

2. Siklus Penjualan Produk atau Jasa

Inside sales begitu memprioritaskan penilaian dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, sebagian besar perusahaan yang menggunakan inside sales cenderung memiliki siklus penjualan produk yang singkat.

Hal ini karena frekuensi pertemuan langsung dengan pelanggan lebih sulit dilakukan. Namun, metode ini memang tidak berfokus pada hubungan jangka panjang dengan konsumen. Dengan metode ini biaya menjadi lebih hemat.

Hal ini berbeda dengan outside sales yang menggunakan siklus penjualan yang relatif panjang. Hal ini karena hubungan yang sudah terjalin merupakan hasil presentasi beberapa elemen. Di antaranya mengenai tenis, kegunaan, dan detail produk.

Tak heran jika relasi yang dibangun bersama konsumen dipelihara sedemikian rupa agar perusahaan tetap survive. Pemeliharaan relasi ini tentu membutuhkan dana yang lebih besar. Pada dasarnya, relasi yang kuat antara penjual dan pembeli menciptakan siklus penjualan yang juga panjang.

3. Dana

Masih berkaitan dengan siklus penjualan, dari segi biaya pun outside sales lebih menguras dana perusahaan. Sedangkan inside sales lebih irit. Karena jenis strategi pemasaran dan peralatannya bisa disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

Tidak hanya itu, inside sales hanya membutuhkan beberapa peralatan berupa laptop/PC, akses internet, nomor pelanggan, dan alamat email pelanggan.

Peralatan tersebut bisa digunakan untuk jangka panjang, sedangkan biayanya jauh lebih sedikit.

Sementara itu, metode outside sales membutuhkan biaya yang lebih besar. Hal ini karena terdapat pelanggan yang menjadi target pasar perusahaan. Perusahaan pun harus menyiapkan anggaran untuk transportasi, akomodasi, uang makan, dan biaya sewa untuk tempat tertentu.

4. Kapabilitas

Dari segi kapabilitas, metode inside sales membuat perusahaan memiliki kesempatan untuk menjaga relasi dengan banyak orang. Mereka bisa menawarkan produk pada pelanggan hanya dengan akses internet atau telepon.

Aktivitas penawaran barang pun bisa dilakukan setiap hari kepada ratusan hingga ribuan pelanggan setiap harinya melalui digital marketing campaign.

Sementara itu, metode outside sales lebih terbatas karena tim marketing di perusahaan terkait hanya bisa menawarkan produk pada pelanggan tertentu.

Proses penawaran produk waktunya juga terbatas. Jadi sales harus benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Dengan waktu terbatas, sales juga harus membuat konsumen tertarik. Selain membuat mereka tertarik, sales juga lebih membutuhkan banyak waktu. Terutama untuk menjelaskan dengan jelas detail produk.

Baca Juga :

5. Skill/Kemampuan

Sebenarnya, tim penjualan dari inside sales dan outside sales memiliki skill yang tidak jauh berbeda. Skill yang dimiliki seperti :

  • Kemampuan berkomunikasi yang baik
  • Mengenali produk dengan detail
  • Dapat mempresentasikan produk dengan baik
  • Membuat pelanggan memahami produk dengan baik
  • Membuat pelanggan tertarik dengan produk/layanan

Meski demikian, tim inside sale harus memiliki keahlian dalam berkomunikasi secara virtual. Syarat ini begitu krusial karena mereka akan banyak menggunakannya dalam menawarkan produk.

Kemampuan berkomunikasi virtual seperti :

  • Berkomunikasi melalui media sosial
  • Mengelola website bisnis
  • Berinteraksi melalui pesan teks
  • Membuat dan membalas email

Sedangkan tim outside sale lebih mengutamakan penampilan yang rapi, gestur tubuh, dan ekspresi yang digunakan.

Baik inside sale maupun outside sale, keduanya harus menawarkan produk atau jasanya secara menarik, rinci, dan menjual.

Mana yang Lebih Baik: Inside Sales vs Outside Sales?

Setelah mengetahui pengertian inside sales dan outside sales beserta perbedaannya, mungkin Anda ingin menggunakan salah satu metode tersebut dalam perencanaan bisnis. Pada dasarnya, kedua metode penjualan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Sebagian perusahaan memang mengutamakan metode inside sales, sedangkan sebagian lainnya memanfaatkan outside sales. Lalu, sebenarnya metode penjualan mana yang terbaik?

Kedua metode ini sama baiknya, tergantung dari bisnis apa yang Anda jalankan. Kamu harus menentukan sendiri metode paling cocok untuk digunakan dalam penjualan.

Jadi, Anda bisa menyesuaikan dengan jenis produk atau jasa yang ditawarkan. Jangan lupa pula untuk mempertimbangkan kemampuan perusahaan. Jangan sampai memaksakan metode penjualan tertentu apabila perusahaan belum menyanggupinya

Pebisnis juga harus mempertimbangkan beberapa aspek sebelum menawarkan produk atau jasa. Misalnya biaya produk, biaya yang ingin dihabiskan dalam penjualan, dan bagaimana transaksinya dilakukan.

Pebisnis tidak boleh abai dengan aspek-aspek tersebut jika ingin mengetahui metode penjualan mana yang paling sesuai. Dengan mengetahui metode penjualan yang paling pas, produk atau jasa yang ditawarkan akan lebih efektif dan tepat sasaran.

Tidak hanya sampai aspek saja, pebisnis juga harus mempertimbangkan peralatan apa saja yang harus disiapkan jika memilih metode penjualan tertentu. Mengingat tanpa peralatan memadai, metode penjualan yang dilakukan kecil kemungkinan untuk berhasil.

Jadi, apakah Anda sudah memahami pengertian inside sales dan outside sales? Keduanya memiliki karakteristik tersendiri sehingga bisa diterapkan dalam perusahaan.

Baca Juga :