Memahami Karakteristik Intrapreneur dan Bedanya dengan Entrepreneur

Dalam mewujudkan rencana dan strategi bisnis yang ada, karyawan atau stakeholder perusahaan tertentu di haruskan memiliki sikap dan performa kerja yang optimal (employee activation). Tujuannya untuk mengelola proses bisnis (business process management) yang berkembang secara berkelanjutan dan menciptakan daya saing bisnis yang menguntungkan. Tak jarang perusahaan juga menerapkan strategi pengelolaan karyawan (employee retention), salah satunya adalah intrapreneur.

Istilah ini kembali diperbincangkan oleh sejumlah kalangan pengusaha selama beberapa waktu terakhir. Karena keberadaannya berperan penting dalam pengelolaan sumber daya atau aset bisnis (resource management). Serta menjadi bidang kemampuan yang sangat perusahaan butuhkan untuk menyelesaikan proyek bisnis (project management) sekaligus menyadari potensi atau performa bisnis yang sebenarnya (gap analysis).

Berkat kerjasamanya dengan sponsor bisnis tertentu (partnership), segala aktivitas intrapreneurs umumnya hanya akan memicu risiko bisnis yang lebih kecil daripada yang biasa dilakukan oleh entrepreneur. Dengan begitu, perusahaan dapat mengembangkan berbagai strategi produk (product development), membentuk model bisnis baru, dan bahkan menemukan cara kerja bisnis yang lebih produktif (business mapping).

Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan intrapreneurs? Apa yang membedakannya dengan bentuk kerja karyawan lainnya?

Apa Itu Intrapreneur?

Apa Itu Intrapreneur?

Menurut laman situs Feedough, intrapreneur adalah seorang atau sekelompok karyawan dengan keterampilan kewirausahaan tertentu yang memiliki tugas dan wewenang untuk mengembangkan ide, produk atau proyek inovatif bisnis demi meningkatkan pertumbuhan bisnis.

Istilah intrapreneurs sendiri dicetuskan oleh Gifford Pinchot III dan Elizabeth S. Pinchot pada tahun 1978 dengan menggabungkan kata “internal” dan “entrepreneur”. Namun, perlu diingat bahwa intrapreneurs bukanlah gelar atau bahkan posisi dalam sebuah perusahaan, melainkan sebuah pola pikir. Di mana intrapreneurs diberi otonomi untuk mengerjakan proyek bisnis yang mungkin berdampak besar bagi perkembangan bisnis perusahaan.

Baca Juga:

Harapannya intrapreneurs dapat menganalisis dan memahami tren bisnis untuk merencanakan masa depan perusahaan (business continuity plan). Di mana mereka akan mensintesis temuan atau wawasannya dengan membuat business case atau pitch deck untuk tetap menonjolkan keunggulan kompetitif di depan kompetitor.

digital marketing agency

Umumnya, karyawan yang berperan sebagai intrapreneur akan memiliki akses ke sumber daya dan kapabilitas perusahaan yang terbaik. Tujuannya untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam mengenali dan mengambil keputusan guna memecahkan masalah penting bisnis.

Itulah mengapa seringkali tujuan kerja seorang intrapreneur adalah mempelajari kebijakan, teknologi, aplikasi, sistem, dan proses untuk mengidentifikasi brand audit. Dan jika implementasinya berhasil, sangat mungkin intrapreneurs menjadi entrepreneur dan mengembangkan bisnis untuk mendapatkan profitabilitas sebanyak-banyaknya.

Perbedaan Intrapreneur dan Entrepreneur

Berhubung konsep intrapreneurs ada kaitannya dengan entrepreneur, banyak pelaku bisnis kesulitan dalam membedakan keduanya. Sebab, pada dasarnya, cara kerja, keterampilan, dan semangat kerja keduanya cukup mirip, namun tetap terlihat beda.

Biasanya seorang intrapreneur adalah individu yang memiliki motivasi tinggi, keahlian khusus, kemampuan dalam kepemimpinan, dan visi yang luas serta inovatif untuk kemajuan bisnis perusahaan (corporate communication). Sedangkan seorang entrepreneur merencanakan pengembangan perusahaan dari siklus hidup bisnis bawah ke atas.

Di samping itu, seorang entrepreneur memiliki kebebasan penuh dalam pengambilan keputusan yang digunakan untuk membangun perusahaan dan produknya dari awal. Sementara pengalaman intrapreneurs kurang kebebasan tetapi mereka memiliki visi yang lebih luas dalam pengambilan keputusan. Sebab, intrapreneurs berhak untuk menciptakan produk baru untuk brand yang sudah ada serta dapat memanfaatkan brand equity dan brand positioning yang ada.

Baca Juga:

Karakteristik Intrapreneur

Karakteristik Intrapreneur

Intrapreneur sering kali menjadi pemimpin eksekutif perusahaan dari waktu ke waktu. Mereka akan memajukan bisnis dan naik ke puncak dengan pemahaman yang mendalam tentang bisnis dari semua tingkatan.

Sehingga, tak heran jika intrapreneurs akan mencerminkan hampir semua karakteristik entrepreneurs paling sukses saat ini. Adapun karakteristik intrapreneur tersebut adalah:

  • Berjiwa kewirausahaan di mana karyawan akan mengambil kepemilikan dalam peran mereka seolah-olah itu adalah bisnis mereka sendiri. Selain itu, intrapreneurs juga secara proaktif akan mencari cara untuk menambah nilai bisnis.
  • Seorang intrapreneur adalah pemimpin bisnis yang memikul beban produk baru di pundaknya sambil membimbing dan memimpin timnya dalam mengejar kesuksesan. Mereka mengidentifikasi dan memelihara bakat sedemikian rupa sehingga bisnis dan tim perusahaan dapat memenuhi tujuan mereka secara bersamaan.
  • Memiliki cara berkomunikasi yang kuat. Intrapreneurs mampu bertemu dengan orang-orang di mana pun mereka berada dan berkomunikasi secara efektif dalam segala situasi. Baik itu dengan klien, investor, mitra bisnis atau partnership, dan lain-lain.
  • Kerja progresif. Dengan kata lain, intrapreneurs mampu menetapkan tujuan bisnis, selalu belajar dari setiap pengalaman dalam hidup, membaca buku, atau bahkan pergi ke seminar.
  • Berani terlibat dengan segala upaya pengembangan perusahaan (employee engagement) serta selalu bersemangat dan mengekspresikan diri melalui hobi atau aktivitas tertentu.
  • Mampu bekerja secara sinergis di mana intrapreneurs memiliki cara jitu untuk menyatukan tim, dan membuat setiap individu lebih berharga dalam budaya perusahaan.
  • Intrapreneur memiliki keterampilan pemecahan masalah yang kreatif (root cause analysis), karena umumnya upaya menjalankan bisnis yang efektif dan berkelanjutan membutuhkan perspektif unik.

Penutup

Itulah penjelasan singkat tentang intrapreneur yang perlu pebisnis ketahui. Pada awalnya, usaha untuk memperlihatkan pola pikir intrapreneurial tidaklah mudah. Sebab, mengembangkan etos kerja yang sejajar dengan entrepreneur terhebat saat ini membutuhkan banyak usaha, walaupun sejatinya siapa pun dapat melakukannya.

Dan seringkali intrapreneur adalah pihak yang selalu mencari inovasi, tidak hanya pada saat pengembangan produk baru. Tetapi juga pada saat merencanakan dan menjalankan strategi pemasaran, promosi, dan strategi bisnis lainnya yang diperlukan untuk berhasil memasarkan produk (product marketing) atau layanan bisnisnya (services marketing) di segmen pasar terbaik.

Apabila bisnis Anda berencana mengoptimalkan kerja intrapreneur dalam pemasaran brand (branding) tapi bingung mulai dari mana, jangan ragu untuk mempertimbangkan menggunakan jasa inMarketing sebagai digital marketing agency terbaik di Indonesia.

Kami akan memfasilitasi bisnis Anda dengan pilihan-pilihan strategi pemasaran, seperti strategi inbound marketing, social media marketing, content marketing, growth hack marketing, 360 digital marketing, dan data-driven marketing. Silakan hubungi customer support kami di sini untuk mendapatkan penawaran eksklusif lainnya.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.