Cara Menghitung dan Strategi Meningkatkan Inventory Turnover

Cara Menghitung dan Strategi Meningkatkan Inventory Turnover

Dalam mengelola usaha di niche industri penjualan retail dan grosir, Anda harus memperhatikan faktor pengelolaan persediaan. Sebab, jika Anda tidak mengelola proses pengadaan hingga distribusi persediaan barang dengan baik, maka dapat menyebabkan penumpukan jumlah stok barang di gudang yang mungkin lebih besar atau lebih kecil daripada penjualan (Bullwhip Effect). Untungnya, inventory turnover atau perputaran persediaan akan membantu Anda menjawab tantangan tersebut.

Teori analisis preskriptif ini dipercaya dapat mencegah bisnis Anda untuk mengeluarkan banyak biaya penyimpanan akibat penumpukan barang persediaan. Serta menghindari kemungkinan kehilangan penjualan akibat barang persediaan yang sedikit atau tidak memenuhi jumlah permintaan pelanggan (demand generation). Karena pada dasarnya, teori tersebut akan melacak seberapa tinggi atau rendahnya perputaran persediaan barang dalam periode penjualan tertentu.

Ketahui informasi selengkapnya seputar cara hitung dan strategi meningkatkan inventory turnover dengan membaca artikel dari inMarketing berikut ini.

Apa Itu Inventory Turnover?

Sebelum mengetahui apakah rasio perputaran persediaan bisnis Anda telah efektif atau belum, Anda harus ketahui apa itu inventory turnover.

Menurut Brightpearl, inventory turnover adalah pengukuran efektivitas penjualan bisnis atau berapa kali barang persediaan bisnis terjual selama periode penjualan tertentu (satu bulan, tiga bulan, atau satu tahun). Dengan kata lain, inventory turnover mempertimbangkan faktor harga pokok penjualan (cost of goods sold) dan relativitas persediaan rata-rata selama periode waktu tertentu.

Teori perputaran persediaan ini juga terkadang dikenal dengan istilah inventory turn, stock turnover, atau stock turn. Analisis inventory turn ini cukup efektif untuk menilai daya saing bisnis dan kinerja pemangku kepentingan (stakeholder) intra-industri.

Perlu Anda pahami bahwa rasio perputaran persediaan dapat sangat bervariasi berdasarkan bidang industrinya. Rasio turnover yang lambat menunjukkan penjualan yang lemah atau adanya kemungkinan kelebihan persediaan. Sedangkan rasio turnover yang terlalu cepat menunjukkan penjualan yang kuat dan kemungkinan akan menyebabkan kekurangan persediaan.

Misalnya saja industri dengan volume permintaan tinggi namun margin rendah — seperti retail dan supermarket — cenderung memiliki rasio perputaran persediaan yang tinggi. Sehingga mereka perlu meningkatkan kualitas barang untuk tetap bisa stabil di pangsa pasarnya.

digital marketing agency

Baca Juga:

Cara Menghitung Inventory Turnover

Cara Menghitung Inventory Turnover

Seperti yang sempat disinggung pada definisi di atas, rasio stock turnover mempertimbangkan penghitungan berdasarkan harga pokok penjualan (cost of goods sold) dan total penjualan dalam kurun waktu tertentu. Berikut ini rumusnya:

Berdasarkan COGS

Inventory Turnover = COGS : nilai rata-rata persediaan

Berdasarkan Total Penjualan

Inventory Turnover = Total penjualan : rata-rata jumlah persediaan

Di mana penghitungan rata-rata jumlah persediaan adalah:

Rata-rata jumlah persediaan = (Jumlah persediaan di awal periode + Jumlah persediaan di akhir periode) : 2

Menurut teori dasarnya, rasio perputaran persediaan yang optimal atau ideal adalah di kisaran 2 sampai 6. Jika rasio perputaran persediaan Anda berada di kisaran tersebut, maka dapat menunjukkan bahwa tingkat persediaan dan tingkat penjualan Anda seimbang. Sehingga, Anda akan memiliki jumlah persediaan yang tepat untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Sedangkan rasio perputaran persediaan yang lebih rendah dari 2 dapat menunjukkan bahwa penjualan lemah dan permintaan produk berkurang. Hal ini dapat mengakibatkan kelebihan persediaan di gudang, pemborosan ruang, dan sumber daya dalam management warehouse.

Di sisi lain, rasio perputaran persediaan yang lebih tinggi dari 6 mengindikasikan bahwa jumlah konsumen melebihi manajemen pasokan (supply chain). Itu berarti tingkat pembelian inventaris Anda mungkin sebenarnya terlalu rendah, yang mengakibatkan hilangnya peluang penjualan — atau pengalaman pelanggan yang negatif dari pengiriman yang tertunda.

Pentingnya Menghitung Inventory Turnover

Pada dasarnya, memahami inventory turnover dengan cermat adalah kunci untuk operasi manajemen inventaris yang efisien agar Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk bisnis Anda di masa mendatang (business forecasting). Baik dari segi kuantitas atau jumlah pembelian persediaan (economic order quantity), pilihan manufaktur, harga, dan bahkan pemilihan jenis strategi pemasaran Anda. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Meningkatkan Keuntungan Bisnis

Keuntungan pertama memahami inventory turnover adalah membantu Anda dapat meningkatkan profitabilitas atau keuntungan bisnis.

KPI ini adalah salah satu indikator terpenting dalam pertumbuhan bisnis penjualan retail karena meningkatkan perputaran persediaan yang mendorong keuntungan bisnis Anda. Bisnis dengan perputaran persediaan yang tinggi akan mampu mengurangi biaya penyimpanannya dan dapat memenuhi sebagian besar permintaan pelanggan yang terus berkembang.

Baca Juga:

2. Mampu Membuat Keputusan Bisnis Terbaik

Selain itu, Anda juga lebih mudah membuat keputusan bisnis yang lebih baik. Pasalnya, pemahaman inventory turnover akan membuat Anda tahu apa barang baru yang perlu Anda pesan atau barang yang perlu Anda pesan ulang.

Bahkan, turnover ini membantu Anda memahami unit mana yang berkinerja buruk sehingga dapat menemukan strategi untuk menyelesaikannya. Misalnya, dengan meninjau harga awal, memberikan diskon atau potongan harga, dan lain-lain. Dan terakhir, Anda akan dapat mengantisipasi terjadinya permintaan hingga pesanan dengan lebih akurat berdasarkan keputusan manufaktur dan produksi sebelumnya.

3. Menilai Kinerja Perusahaan

Analisis inventory turnover adalah salah satu cara untuk menilai kinerja bisnis dalam hal seberapa cepat persediaan terjual dan seberapa efektif memenuhi permintaan pasar. Kebanyakan bisnis akan mengandalkan perputaran persediaan untuk mengevaluasi efektivitas produk yang berperan sebagai sumber pendapatan (revenue) utama bisnis.

Tujuan lain dari pemeriksaan perputaran persediaan adalah untuk membandingkan bisnis dengan kompetitor dalam industri yang sama (analisis kompetitor). Perusahaan mengukur efisiensi operasional mereka berdasarkan apakah turnover mereka setara dengan, atau melampaui, tolak ukur rata-rata yang ditetapkan per standar industri (business benchmarking).

3 Cara Terbaik Meningkatkan Inventory Turnover

Setelah mengetahui cara menghitung dan alasan pentingnya memahami perputaran persediaan barang, Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa cara berikut untuk mengoptimalkan proses bisnis Anda. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Analisis Posisi Barang di Pasaran

Seiring dengan pergerakan produk pada siklus hidupnya (product life cycle), permintaan barang pada segmentasi pasar tertentu juga akan berubah. Mengutip dari Eazystock, Anda dapat fokus pada barang yang memasuki tahap penurunan tren pasar.

Strategi yang bisa Anda coba adalah mengurangi jumlah pemesanan ulang dan jumlah stok aman. Anda juga bisa menggunakan marketing campaign atau taktik penetapan harga untuk meningkatkan permintaan dan memindahkan stok lebih cepat sebelum kehilangan daya beli pelanggan prospek Anda (leads generation).

2. Meningkatkan Perkiraan Permintaan Pasar

Untuk meningkatkan stock turnover, Anda juga harus menerapkan prinsip statistik perkiraan permintaan (demand forecasting).

Pertama, Anda perlu mempertimbangkan jenis permintaan barang berdasarkan posisinya dalam product life cycle.

Kedua, Anda harus mengidentifikasi karakteristik barang dengan pola permintaan tren musiman (seasonal trends).

Ketiga, Anda harus menyempurnakan parameter perkiraan Anda untuk mencerminkan volatilitas permintaan di pasar. Misalnya, tetapkan periode perkirakan yang lebih lama untuk segmentasi pasar yang penjualannya lambat dan periode yang jauh lebih pendek jika permintaan pasar tidak stabil.

Terakhir, dapatkan insight terkait permintaan kualitatif, seperti menyesuaikan prakiraan untuk promosi atau aktivitas pesaing.

3. Kelola Persediaan Berlebih Dengan Mendistribusikan Kembali Stok

Cara selanjutnya yang cukup efektif untuk mengoptimalkan inventaris adalah dengan mengoptimalkan jumlah dan tingkat stok di setiap gudang melalui redistribusi (jika memiliki lebih dari satu gudang inventaris). Proses ini menghilangkan kebutuhan untuk mendapatkan lebih banyak inventaris dari supplier dan membantu menjaga jumlah barang tetap rendah dan ideal (konsep lean startup).

Demikian penjelasan tentang inventory turnover yang bisa inMarketing berikan untuk menambah wawasan berbisnis Anda. Seperti yang sempat disebutkan di atas, konsep turnover dalam pengadaan produk ini memainkan peran penting untuk kesuksesan bisnis, tak terkecuali penerapan strategi marketing.

Anda bisa menerapkan beberapa strategi marketing yang efektif diimplementasikan untuk pemasaran brand (branding). Mulai dari growth hack marketing, inbound marketing, 360 digital marketing, serta data driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat. Jika Anda belum familiar dengan penerapan terbaik strategi-strategi pemasaran tersebut, Anda bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis Anda.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.