5 Istilah Umum Dalam Dunia Digital Marketing

istilah umum digital marketing

Perkembangan teknologi yang begitu pesat harus selalu dimanfaatkan dengan baik oleh pengusaha. Untuk pemasarannya sendiri sudah banyak yang menggunakan Digital Marketing. Akan tetapi kita juga perlu memahami banyak istilah umum dalam dunia Digital Marketing saat ini.

Untuk lebih jelasnya akan kami berikan lima istilah yang seringkali terdengar di dalam dunia Digital Marketing.

1. Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence (AI)

Istilah umum dalam dunia Digital Marketing yang pertama yaitu Artificial Intelligence. Istilah ini populer sejak tahun 2017 dan makin berkembang dalam praktik pemasaran.

AI ini merupakan bidang ilmu komputer yang menciptakan mesin cerdas agar bisa bekerja serta bereaksi sama seperti manusia. Hal ini akan membuat aktivitas seperti respon pengenalan suara, perencanaan hingga penyelesain masalah bisa dilakukan dengan otomatis.

Pada dunia Digital Marketing, bagi pemasaran yang menggunakan AI ini akan mendapatkan manfaat yang besar karena dengan AI akan efektif untuk meningkatkan performa bisnisnya.

Ada 3 tahapan pengalaman konsumen yang dihasilkan AI adalah sebagai berikut :

  • Menarik perhatian konsumen
    AI menggunakan Pemrosesan bahasa alami/NLP dan Generalisasi bahasa alami/NLG bisa mengotomisasi serta akan mempercepat pembuatan strategi konten bagi pemasaraan. Dengan konten tersebut maka diharapkan konsumen lebih banyak yang tertarik pada produk bisnis Anda.
  • Konversi
    Dengan menggunakan AI maka bisa untuk mempersonalisasi serta menguji landing page agar bisa meningkatkan konversi pemasaran. Landing Page yaitu halaman situs yang otomatis akan dikunjungi oleh pelanggan setelah mereka meng klik Adword, Ad Banner dan lain-lain yang sudah dibuat.
    Dan untuk konversi ini yaitu hasil dari keputusan pengunjung web agar langsung membeli produk yang Anda jual setelah selesai mengunjungi web tersebut.
  • Memberikan kepuasan pelanggan
    AI ini mempunyai fitur yang bisa digunakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dengan cara memberikan informasi pada pembeli lebih dari apa yang diinginkan pembeli.

Baca Juga :

2. Pemasaran Kontekstual (Contextual Marketing)

Pemasaran Kontekstual berfungsi untuk memberikan konten yang tepat disaat yang tepat yang didasarkan pada preferensi pelanggan potensial. Berdasarkan pertimbangan target perilaku pelanggan serta agar bisa membangkitkan kesadaran brand maka pemasaran kontekstual ini akan bisa memberikan hasil yang efektif untuk pemasaran bisnis.

Tentunya hal ini juga akan meningkatkan keakuratan dari target iklan Anda. Informasi ini bisa didapatkan pada hasil pencarian terbaru di Google.
Manfaat Pemasaran Kontekstual bagi Pemasar :

  • Efektivitas biaya
    Sebagai pemasar maka anda tak harus mempunyai dana investasi besar. Namun yang dibutuhkan hanyalah mengumpulkan data yang tepat yang disebut juga dengan Culture Relationship Management (CRM).
  • Target Traffic
    Dengan melakukan fokus terhadap perilaku serta demografi tertentu maka Anda juga bisa memprospek bisnis Anda saat calon pelanggan akan membuat suatu keputusan dalam pembelian.
  • Pengalaman pelanggan (user experience) yang disempurnakan
    Dalam melakukan pemasaran kontekstual ini sifatnya sangat personalisasi. Pesan pemasaran yang dikirimkan sebaiknya secara tepat waktu dan strategis. Tentunya hal itu lebih efisien dibandingkan dengan pemasaran yang dilakukan secara “membombardir”.
  • Peningkatan Keterlambatan pelanggan
    Anda tidak bisa begitu saja mengenalkan brand di depan pelanggan. Akan tetapi Anda juga bisa mengajak pelanggan untuk berpartisipasi aktif terhadap brand Anda dengan memanfaatkan pemasaran kontekstual
  • Tidak Mengganggu Konsumen
    Apabila dilakukan pada waktu dan kondisi yang tepat maka pemasaran tersebut tidak terlihat seperti iklan. Namun merupakan solusi bagi mereka yang membutuhkan.
  • Penjualan dan pendapatan lebih besar
    Untuk pemasaran Anda juga bisa dikondisikan sesuai dengan target yang tepat. Ini bisa membuat tingkat konversi menjadi lebih tinggi serta juga bisa meningkatkan penjualan.

digital marketing adalah

3. Biaya Per Akuisisi (BPA)

Istilah umum dalam dunia Digital Marketing selanjutnya adalah BPA. BPA ini adalah ukuran biaya agar bisa memperoleh pelanggan dengan cara klik tautan serta melakukan pembelian pada web bisnis Anda.

Jadi dengan kata lain, BPA ini merupakan pengembalian dari investasi pemasaran.

Berikut ini merupakan pengertian khusus dari BPA :

BPA merupakan nilai rata-rata sehingga mencakup semua strategi. Jadi makin kecil maka akan semakin baik. Langkah pertama untuk menyusun strategi kampanye pemasaran digital yang efektif yaitu dengan memahami perjalanan pembelian konsumen serta digital funnel.

Pada setiap kampanye ini tentunya memiliki tujuan, sehingga BPAnya harus tinggi atau nol. Hal ini dikarenakan tujuannya bukan untuk menjual namun untuk menarik arahan atau basis pemasaran ulang.

4. Lookalike Audience

Fitur Lookalike Audience yang ada pada platform Facebook merupakan istilah umum dalam dunia Digital Marketing sebagai opsi penargetan pelanggan lanjutan untuk layanan periklanan yang melebihi kemampuan dasar penargetan. Hal itu berdasarkan pada minat, perilaku serta data demografis.

Dengan menggunakan Lookalike Audience ini maka kita bisa menemukan orang-orang baru yang memiliki kemiripan dengan pelanggan tetap Anda dengan menggunakan sampel persentase orang di negara maupun daerah lokal bisnis.

Fitur Lookalike Audience memiliki manfaat sebagai berikut :

  • Pengguna Facebook menonton sekitar 100 juta jam video yang ada di facebook setiap harinya. Hal ini serupa dengan AI, jadi dengan menggunakan fitur ini maka kita akan menemukan pelanggan yang menonton seperti video pemasaran milik Anda.
  • Membantu menyiapkan calon pelanggan yang sama dengan pelanggan yang ada pada daftar email bisnis Anda. Kemudian menggunakannya sebagai sumber dalam menemukkan calon pelanggan yang serupa.
  • Bisa menemukan calon pelanggan yang serupa dengan pelanggan tetap yang menyukai halaman facebook bisnis kita. Jadi Anda mempunyai banyak penggemar halaman facebook dan aktif maka Lookalike ini merupakan fitur yang tepat untuk mencari calon pelanggan serupa.

Baca Juga :

5. Quality Score

Quality score merupakan peringkat yang diberikan Google Adwords. Peringkat ini berisi informasi mengenai data relevansi serta kualitas kata kunci (keywords) yang dipakai dalam melakukan kampanye Pay per click (PPC).

Quality Score ini juga banyak dipengaruhi oleh Click-Throuh Rates (CTR) , relevansi Ad Copy, kualitas serta relevansi Landing Page dan lain-lain.

Quality Score ini sangat penting bagi keberlangsungan bisnis Anda karena :

  • Dengan meningkatkan Quality Score maka bisa menurunkan Biaya Per Klik (BPK)
  • Saat BPK turun, Biaya per konversi juga turun
  • Apabila biaya konversi turun maka pendapatan bisa ditingkatkan serta membantu biaya per akuisisi (BPA).

Apabila iklan memiliki posisi yang teratas maka sudah bisa dipastikan bahwa Quality Score nya tinggi. Dan sebaliknya jika Quality Score rendah maka menjadikan posisi iklan rendah atau tidak akan muncul sama sekali.

Itulah lima istilah umum dalam dunia Digital Marketing yang perlu Anda pahami. Hal itu bertujuan agar bisa menurunkan BPA serta bisa meningkatkan konversi sehingga pendapatan menjadi meningkat.