Media Coverage : Definisi, Jenis, Tips Mengoptimalkan, dan Cara Mengukurnya

media coverage adalah

Dalam dunia digital marketing, ada berbagai macam strategi pemasaran untuk memaksimalkan marketing campaign atau kampanye pemasaran yang Anda lakukan. Salah satunya adalah dengan media coverage.

Strategi marketing campaign yang satu ini bisa menggunakan berbagai macam saluran pemasaran atau marketing channel, yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Melalui artikel berikut ini, kami akan menjelaskan tentang apa saja jenis media coverage, tips memaksimalkannya, hingga cara mengukurnya.

Apa Itu Media Coverage?

Melansir dari laman AT Internet, pada dasarnya media coverage adalah konten yang menampilkan, menyebut, atau mendiskusikan brand Anda. Bentuk konten itu bisa berupa UGC, artikel, RSS feed, video, dan lain sebagainya.

Konten-konten tersebut tentunya bisa menjadi penanda market presence serta menunjukkan kecenderungan citra merek dari brand Anda. Selain itu, Anda pun bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan brand awareness, menganalisis sentimen, sekaligus sebagai branding bisnis.

Di sisi lain, menurut EWISE Communications, tujuan utama dari media coverage adalah untuk menciptakan brand image yang lebih kredibel. Dengan brand image yang positif dan tampak profesional, tentunya tingkat kepercayaan pelanggan terhadap brand (brand authority) akan semakin meningkat.

Dengan brand authority yang terbentuk, efeknya pun akan positif untuk untuk meningkatkan sales growth, profitabilitas, hingga angka konversi dan brand loyalty.

Jenis-Jenis Media Coverage

Seperti penjelasan di atas, ada beberapa jenis media coverage yang bisa Anda gunakan. Di antaranya adalah:

digital marketing agency

1. Earned Media

Jenis yang pertama adalah earned media. Melansir dari HubSpot, earned media adalah konten marketing tentang brand Anda yang tidak Anda buat sendiri.

Anda juga tak membayar pihak lain untuk membuat konten tersebut. Artinya, konten ini murni dari orang lain tanpa kendali Anda. Misalnya konten UGC dari customer yang mengulas atau memberikan testimoni tentang produk Anda di media sosial.

Contoh lainnya adalah ketika brand Anda akan mengadakan sebuah event marketing. Kemudian Anda mengirim email ke beberapa media tentang acara tersebut. Media itu pun akan meliputnya dengan sukarela. Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar media tersebut.

Namun, untuk mendapatkan liputan dari media yang bersangkutan, maka Anda perlu membangun hubungan baik atau relationship dengan para awak media.

Baca Juga :

2. Paid Media

Jenis selanjutnya adalah paid media. Berbeda dari earned media yang gratis, media coverage satu ini bersifat berbayar (paid marketing). Anda pun bisa menggunakannya di berbagai channel pemasaran.

Melansir dari Bastion Elevate, beberapa channel tersebut antara lain social media marketing, ads di search engine (misalnya google ads) atau social media (Instagram ads, Facebook ads, Twitter ads), hingga sponsorship.

Biasanya, tim marketing akan menangani saluran-saluran paid media ini sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

3. Owned Media

Jenis media coverage yang terakhir adalah owned media. Sama seperti namanya, ini merupakan saluran media yang perusahaan miliki secara langsung. Misalnya adalah konten di blog dan website perusahaan, konten di media sosial, social messaging, press release, email marketing, dan lain sebagainya.

Tips Memaksimalkan Media Coverage

Setelah mengetahui apa itu media coverage dan jenis-jenisnya, lantas bagaimana cara memaksimalkannya untuk mengoptimalkan digital marketing campaign stategy?

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda terapkan:

1. Memanfaatkan Website Perusahaan

Tips pertama adalah dapat memaksimalkan website perusahaan Anda. Selain tidak membutuhkan banyak biaya karena termasuk owned media, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan jumlah traffic website yang masuk dan rasio klik (CTR). Kelebihan lainnya adalah saluran ini bisa Anda manfaatkan dari kerja sama media eksternal atau luar.

Misalnya ketika ada berita dari perusahaan Anda, cobalah untuk menulis artikel terkait hal tersebut. Kemudian segera unggah atau posting ke website perusahaan Anda. Pastikan juga Anda telah membuat backlink yang berkualitas, memerhatikan kaidah atau struktur SEO, page speed, tampilan yang mobile friendly, serta landing page yang menarik.

Tujuannya adalah agar website Anda mendapatkan ranking di Google sehingga pengunjung mudah untuk menemukannya. Bukan cuma itu saja, Springboard Communications mengatakan bahwa menuliskan artikel di website perusahaan Anda juga sekaligus dapat meningkatkan kredibilitas Anda di mata pengunjung website.

Baca Juga :

2. Pilihkan Saluran Pemasaran dan Media yang Tepat

Selanjutnya adalah memilih saluran pemasaran atau media yang ingin Anda maksimalkan. Caranya adalah dengan melakukan market research atau riset pasar terlebih dahulu guna mengetahui siapa target pasar (audiens) Anda.

Misalnya, apabila target pasar Anda adalah kaum milenial atau gen Z, maka media sosial menjadi seperti Instagram, Facebook, hingga Twitter adalah saluran yang tepat untuk Anda pilih. Sebab, riset menunjukkan bahwa mayoritas generasi milenial dan gen Z cenderung mengalami ketergantungan untuk menggunakan media sosial.

Agar lebih maksimal, Anda juga bisa menggabungkan beberapa media sekaligus (media mix) sebagai saluran pemasaran. Misalnya selain di media sosial, Anda juga bisa mengiklankan produk melalui pemasaran tradisional di televisi, radio, atau bahkan flyer.

Selain itu, pastikan pula bahwa Anda telah memilih media yang tepat untuk bekerja sama sebagai mitra bisnis. Pilih media yang memiliki target pasar sama dengan Anda. Ini berlaku untuk paid media. Misalnya Anda memiliki niche bisnis di bidang kuliner. Maka carilah channel yang berkenaan dengan industri Anda. Contohnya channel YouTube milik seorang food blogger.

3. Membuat Digital Press Release

Press release marketing menjadi salah satu jenis strategi pemasaran yang cukup ampuh. Terutama bagi brand-brand baru yang ingin mendapatkan exposure atau brand yang sedang ingin meluncurkan produk baru (product launch). Sebagaimana melansir dari Prowly, cobalah untuk membuat press release secara digital.

Bentuknya tak hanya teks biasa, namun Anda juga bisa melengkapinya dengan video, gambar, atau aset digital lainnya agar lebih menarik.

Cara Mengukur Media Coverage

Bagaimana cara mengukur media coverage? Melansir Signal AI, beberapa cara untuk mengukurnya adalah:

Demikian adalah ulasan mengenai media coverage beserta cara mengoptimalkan dan tips mengukurnya. Di era digital seperti saat ini, brand perlu memanfaatkan media semaksimal mungkin agar bisa tetap relevan dan mendapatkan posisi di pasar (market positioning)

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.