Kelebihan Dan Kekurangan Inorganic Growth

Inorganic Growth

Apakah kamu pernah mengenal istilah bisnis Inorganic Growth? Apa saja kelebihan dan kekurangan Inorganic Growth? Untuk jawaban lengkap tentang Inorganic Growth kamu tidak boleh melewatkan artikel dari kami di bawah ini!

Dalam perkembangan bisnis kita akan mengenal dua ukuran yaitu organic growth dan inorganic growth. Keduanya biasanya digunakan dalam dunia sales dan bisnis untuk pertumbuhan suatu perusahaan.

Organic growth akan diukur berdasarkan hasil penjualan perusahaan. Sedangkan inorganic growth adalah strategi untuk melebarkan sayap sebuah perusahaan/bisnis. Tetapi, Kamu perlu memperhatikan beberapa hal jika kamu ingin menerapkan strategi satu ini. Seperti tentang kelebihan dan kekurangan Inorganic Growth.

Pengertian Inorganic Growth

Secara sederhana menurut Indeed, Inorganic Growth merupakan pertumbuhan bisnis yang dihasilkan dari akuisisi atau merger perusahaan. Pertumbuhan bisnis ini juga bisa dihasilkan dari pembukaan cabang baru. Saat bisnismu melakukan pembukaan cabang baru, ini adalah salah satu praktek dari inorganic growth.

Dalam proses pembukaan cabang baru, akuisisi dan merger bisa dalam satu lini bisnis yang sama atau berbeda. Apabila kamu ingin memperluas jangkauan bisnis, maka kamu bisa membuka bisnis yang sama. Tetapi, jika tujuan dari bisnis kamu adalah menambahkan target pasar. Maka kamu bisa membuka lini bisnis baru.

Dengan menerapkan cara ini, kamu juga telah meningkatkan growth rate bisnismu. Tapi, penerapan strategi ini membutuhkan kehati-hatian. Ketika tidak dipertimbangkan dengan matang-matang. Bisnis yang melakukan pembukaan cabang baru, marget atau akuisisi bisa menjadi masalah baru bagi. Bukannya menaikan pertumbuhan bisnis, tetapi malah menurunkannya.

Baca Juga:

Untuk contoh perusahan yang menerapkan inorganic growth, seperti:

  • Merger : Operator Seluler 3 dan Indosat IM3, Gojek dan Tokopedia
  • Akuisisi : Instagram dan Facebook, Microsoft dan Nokia
  • Pembukaan outlet baru : Ace Hardware dan Restoran McDonald’s dari Amerika Serikat ke beberapa negara termasuk ke Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Inorganic Growth

Setelah mengetahui pengertian dan contoh perusahaan inorganic growth, sekarang kita akan membahas Kelebihan dan Kekurangan Inorganic Growth. Jika melihat kelebihan inorganic growth, perusahaan dapat meningkatkan pertumbuhan bisnisnya. Tetapi selain kelebihan, terdapat juga kekurangan dari strategi ini yang perlu kamu ketahui.

Kelebihan Inorganic Growth

Inorganic Growth adalah perluasan perusahaan dengan berpartisipasi dalam aliansi strategis atau merger/akuisisi bisnis lain. Inorganic Growth dianggap sebagai metode pertumbuhan yang lebih cepat daripada Organic Growth.

Jika sebuah perusahaan bergabung dengan perusahaan lain untuk menerapkan Inorganic Growth, pangsa pasar dan asetnya akan menjadi lebih besar. Hal ini memberikan keuntungan karena perusahaan memiliki akses ke keterampilan dan keahlian tambahan dari karyawan baru dan memiliki kemampuan untuk mengakses modal dalam jumlah yang lebih besar saat dibutuhkan.

Berikut ini adalah kelebihan Inorganic Growth lainnya yang bisa didapatkan, seperti :

  • Pertumbuhan bisnis menjadi lebih cepat
  • Aset lebih besar karena proses pembukaan outlet baru, merger ataupun akuisisi
  • Target pasar lebih luas
  • Lebih siap berkompetisi di pasar
  • Kredibilitas perusahan lebih diakui
  • Aset SDM bertambah
  • Memiliki model bisnis yang lebih beragam
  • Menambah keuntungan bisnis
  • Menambah keuntungan dari pajak

Ketika dua perusahaan bergabung maka pangsa pasar dan aset perusahaan akan meningkat
Akan mendapatkan manfaat keterampilan dan keahlian dari staf baru dan memungkinkan tambahan modal Peluang perusahaan tumbuh dan meningkatkan pangsa pasar menjadi lebih tinggi.

Kekurangan Inorganic Growth

Namun, kekurangan dalam proses penerapan Inorganic Growth dapat terjadi karena :

  • Ketidaksepakatan dalam manajemen (mungkin perbedaan budaya perusahaan)
  • Perubahan orientasi bisnis yang tidak terduga
  • Perusahaan dapat meningkatkan beban hutangnya
  • Dalam beberapa kasus, tumbuh terlalu cepat dengan potensi risiko yang signifikan

Selain kekurangan tersebut, Inorganic Growth juga memiliki kekurangan lainnya, seperti :

  • Memiliki risiko baru ketika berinvestasi di lini bisnis baru dan pembukaan cabang baru
  • Membutuhkan biaya yang lebih besar
  • Mendapatkan tantangan baru untuk mengelola bisnis
  • Kurang fleksibelnya bisnis
  • Bisnis yang dijalankan berkembang ke arah yang tidak terarah
  • Belum memiliki persiapan yang matang
  • Dibutuhkan perencanaan keuangan yang matang dan teliti
  • Penggabungan perusahaan akan memakan waktu
  • Memerlukan manajemen tambahan
  • Arah bisnis dapat berubah tiba-tiba
  • Pertumbuhan yang cepat dapat beresiko menambah hutang yang besar
  • Menyebabkan biaya awal menjadi lebih besar dan mendapatkan tantangan manajemen baru

Baca Juga:

Lebih baik mana organic growth atau Inorganic Growth?

kelebihan dan kekurangan inorganic growth
Inorganic Growth memiliki kelebihan dengan memberikan pertumbuhan lebih cepat dan pesat dari proses akuisisi. Tetapi, pertumbuhan bisnis yang stabil harus menjadi pegangan utama suatu bisnis. Karena itu bisnis membutuhkan strategi organic growth. Dengan menerapkan strategi organic growth, perusahaan bisa tetap menghasilkan walaupun ada penurunan ekonomi yang signifikan walaupun proses lebih lama.

Kekurangan menggunakan Inorganic Growth adalah memungkinkan perusahaan memiliki hutang dan harus memberikan pendanaan yang lebih besar. Perusahaan yang menerapkan organic growth harus melakukan semuanya sendiri dari awal. Seperti membentuk cara kerja, membentuk sistem, mengumpulkan modal hingga membentuk team yang solid.

Sedangkan inorganic growth lebih mudah, dikarenakan semua dana sudah tercukupi dari investor atau mitra bisnis. Jadi perusahaan hanya perlu menerapkan strategi marketing seperti promosi atau penggembangan bisnis lainnya.

Untuk keamanan jangka panjang organic growth lebih aman. Karena melakukan proses peningkatan produksi dan penjualan sendiri. tanpa harus melibatkan pihak lain atau menambah hutang.
Sedangkan untuk inorganic growth mendapatkan pendapatan secara merger atau akuisisi dengan perusahaan lain. Sehingga perusahaan akan bergantung semuanya pada perusahaan akuisisi tersebut dalam menjalankan bisnis.

Selain itu, Inorganic Growth juga tidak dapat mengatasi dengan lebih baik pertumbuhan yang kurang dari pada organic growth. Atau ketika terjadi permasalah internal di dalam perusahaan.
Jadi setelah membaca penjelasan di atas tentang organic growth dan Inorganic Growth mana yang lebih baik. Itu tergantung dari strategi bisnis kamu dan tujuan bisnis yang sedang ingin dicapai. Apakah bisnismu sedang ingin menerapkan strategi jangka panjang maupun jangka pendek.

Penerapan Inorganic Growth

Kesimpulannya setelah membaca Kelebihan Dan Kekurangan Inorganic Growth di atas. Perusahaan dapat memilih untuk tumbuh secara Inorganic Growth dalam beberapa cara termasuk memasuki membuka cabang baru atau melalui merger dan akuisisi. Untuk operasi ritel, perusahaan dapat membuka toko atau cabang baru.

Dengan membuka toko baru di lokasi yang menguntungkan, bisnis dapat memanfaatkan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi untuk meningkatkan penjualan di toko baru. Namun, ketika toko baru berada di lokasi yang tidak mampu menarik pelanggan baru atau tidak memiliki staf untuk mendukung toko tersebut, kemungkinan besar pembukaan toko baru tidak terjamin untuk pertumbuhan penjualan.

Jadi perusahaan harus lebih mempersiapkan dengan matang-matang ketika ingin menerapkan strategi Inorganic Growth. Karena menggabungkan dua perusahaan menjadi satu perusahaan membutuhkan proses, waktu, tenaga dan biaya yang lebih.

Jadi bisnis harus mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang baru dari dua budaya perusahaan yang berbeda. Agar nantinya bisa menjadi suatu perusahaan baru yang tumbuh sukses dengan cepat.

Untuk menerapkan berbagai startegi marketing, Anda perlu memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembanbangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.