Contoh Key Resources dan Peran Pentingnya dalam Business Model Canvas (BMC)

key resources adalah

Business model canvas (BMC) merupakan suatu kerangka kerja yang dapat memudahkan business plan atau perencanaan bisnis. Dengan membuat bisnis model canvas, maka proses bisnis akan semakin mudah dan efisien. BMC sendiri terdiri dari 9 elemen yang merepresentasikan business process management dan saling terhubung satu sama lain. Salah satunya adalah key resources.

Sesuai dengan namanya, ini merupakan sumber daya yang perusahaan perlukan untuk melakukan aktivitas dan proses bisnis. Mulai dari SDM, CBA, pengelolaan bahan baku, stok barang, dan lain sebagainya. Lantas, apa itu key resources?

Apa Itu Key Resources?

Key resources adalah salah satu elemen dalam bisnis model canvas yang merupakan sumber daya suatu bisnis. Seperti yang kita ketahui, sumber daya adalah bagian penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan bisnis (business continuity). Dengan pengelolaan sumber daya yang baik, maka proses bisnis pun akan berjalan dengan maksimal dan efektif.

Key resources terdiri atas:

  • Aset fisik: Yaitu fasilitas suatu usaha. Misalnya gedung, pabrik, kendaraan operasional, mesin atau alat-alat produksi, dan lain sebagainya.
  • SDM atau Sumber Daya Manusia : Yaitu tenaga kerja atau karyawan yang berhubungan langsung dengan proses operasional bisnis.
  • Keuangan atau Financial : Yaitu sumber keuangan suatu usaha. Misalnya saham, obligasi, atau business aset lainnya.
  • Hak kekayaan mutlak : Yaitu meliputi brand identity atau merek, hak paten, database perusahaan, copyright, dan informasi perusahaan

Contoh key resources

Untuk lebih memudahkan pemahaman tentang key resources, berikut ini adalah contoh yang bisa Anda pahami:

Key resources dari BMC dengan niche bisnis kuliner brownies. Maka aset fisiknya adalah pabrik yang memproduksi brownies. Hak intelektualnya yaitu paten merek brownies tersebut. Sedangkan SDMnya adalah karyawan yang bekerja di bisnis tersebut, dengan financial berupa modal awal dengan jumlah Rp 50 juta.

Baca Juga :

Perbedaan Key Resources, Key Activities, dan Key Partnership

Dalam business model canvas, terdapat tiga istilah yang hampir serupa. Yaitu key resources, key activities, dan key partnership. Lantas, apa perbedaan antara ketiganya? Simak penjelasannya berikut ini!

Key Activities

Apa itu key activities? Key activities adalah aktivitas bisnis atau seluruh kegiatan yang berkaitan langsung dengan operasional suatu produk. Tujuannya adalah untuk menghasilkan value proposition. Apabila key resources berhubungan dengan sumber daya, maka key activities lebih berfokus pada kegiatan bisnis yang Anda lakukan.

Sehingga, ini adalah elemen yang menjelaskan bagaimana kegiatan penjualan dan operasi bisnis Anda berjalan. Contohnya aktivitas marketing campaign dan promotion mix yang perusahaan terapkan untuk meningkatkan brand awareness.

Kategori key activities terdiri dari:

Contoh key activities

Key activities untuk BMC dengan niche bisnis kuliner brownies. Maka product developmentnya adalah pengadaan bahan baku untuk pembuatan brownies. Promosinya melalui digital dan tradisional marketing. Misalnya beriklan di Google Ads atau social media (Instagram Ads, Twitter Ads, Facebook Ads).

Kemudian contoh platformnya yaitu memaksimalkan website dengan konten-konten yang menggunakan SEO, SEM, dan lainnya.

Key Partnership

Yakni daftar sumber daya dari luar yang perusahaan butuhkan agar bisnis berjalan dengan baik, termasuk mitra bisnis (partnership) dan lingkungan bisnis. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari kegiatan bisnis itu sendiri.

Sehingga, elemen ini lebih mengarah pada manajemen suatu barang atau layanan dalam bisnis dengan cara menjalin hubungan baik dengan mitra lainnya. Contoh key partners adalah supplier, digital marketing agency, konsultan, dan lain-lain.

Jadi, apabila key resources berkaitan dengan sumber daya suatu bisnis, maka key partnership berhubungan dengan mitra bisnis yang perusahaan miliki.

Baca Juga :

Manfaat Menerapkan Bisnis Model Canvas (BMC)

Pada dasarnya, key resources hanyalah satu dari 9 elemen dalam BMC yang perlu Anda maksimalkan. Elemen ini juga saling terhubung dan berkesinambungan dengan elemen lainnya untuk mendukung kesuksesan bisnis. Manfaat dari BMC sendiri antara lain:

1. Mempermudah Pemahaman terhadap Proses Bisnis

Manfaat yang pertama adalah memudahkan pemahaman proses bisnis. Sebab BMC berbentuk gambar atau visual, sehingga business process modelling akan lebih mudah dipahami. Bisnis model canvas ini dapat membantu Anda dalam menentukan alur bisnis dan hal-hal yang berkaitan dengan operasional lainnya.

2. Menyederhanakan Business Plan

Berikutnya adalah menyederhanakan business plan atau perencanaan bisnis. Dengan adanya framework yang sederhana dan jelas, maka Anda pun tidak perlu membuat perencanaan bisnis yang kompleks. BMC ini juga membantu untuk menganalisis data dan aktivitas bisnis dengan lebih baik.

3. Menjadi Tolok Ukur Kesuksesan Bisnis

Manfaat ketiga adalah dapat menjadi business metrics atau tolok ukur kesuksesan bisnis. Ketika Anda memiliki target dan tujuan dalam menjalani bisnis, tentunya Anda ingin membuat business mapping dengan terstruktur, bukan? Nah, BMC bisa menjadi solusinya. Sebab BMC bisa mengukur seberapa efektif kegiatan bisnis Anda, begitu pula dengan performa bisnis pada setiap elemennya.

Demikian adalah ulasan mengenai key resources sebagai salah satu elemen dalam BMC. Selain menyusun BMC untuk pengembangan bisnis, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :