6 Tahapan Loyalty Loop dan Perbedaannya dengan Marketing Funnel

loyalty loop adalah

Dalam dunia pemasaran, mungkin sebagian besar marketer lebih familiar dengan istilah marketing funnel ketimbang loyalty loop. Padahal, kedua skema ini memiliki pengaplikasian yang hampir sama. Tujuannya pun sama-sama untuk meningkatkan sales growth dalam proses penjualan dan sales cycle.

Kendati demikian, loyalty loop lebih cenderung fokus untuk mendorong pelanggan setia (customer loyal) untuk melakukan pembelian berulang atau repeat purchase. Sehingga, angka revenue bisnis dan profitabilitas akan semakin meningkat.

Selain itu, skema marketing ini juga cukup efektif untuk menarik sales lead baru untuk melakukan pembelian (sebagai lead magnet). Ini karena customer loyal akan memberikan advocacy dan testimoni untuk menjaring lebih banyak lead agar menggunakan produk.

Lantas, apa saja tahapan dalam strategi pemasaran yang satu ini dan perbedaannya dengan marketing funnel biasanya? Simak ulasan lengkapnya melalui artikel inMarketing berikut ini!

Apa Itu Loyalty Loop?

Melansir dari Rockcontentloyalty loop adalah skema pemasaran yang pada dasarnya diadaptasi dari skema marketing funnel.

Skema ini sebenarnya termasuk dalam customer journey, sama halnya seperti marketing funnel. Skema pemasaran ini terbagi atas beberapa tahap yang bertujuan untuk mendatangkan sales lead dan meningkatkan conversion rate (angka konversi lead). Selain itu, skema ini juga berguna untuk menjaga konsumen agar tetap loyal pada brand (brand loyalty).

Menurut Business 2 Community, bisnis yang menerapkan skema marketing akan lebih mudah melakukan tracking untuk menggiring customer mereka ke fase retensi (customer retention). Bahkan, marketing funnel dianggap sudah kurang sesuai dengan perkembangan marketing technology seperti saat ini.

Tahapan Loyalty Loop

tahapan loyalty loop

Skema loyalty loop pada dasarnya hampir sama dengan marketing funnel. Hanya saja, terdapat beberapa tahapan tambahan, yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi di era transformasi digital seperti saat ini. Apa saja tahapan tersebut?

digital marketing agency

1. Consideration (Pertimbangan)

Tahap pertama adalah consideration atau pertimbangan. Sesuai dengan namanya, pada tahapan ini customer akan mulai mempertimbangkan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Biasanya, customer akan membandingkan produk Anda dengan sejumlah produk lain dari brand milik kompetitor. Sebab, customer akan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan mampu mengatasi kesulitan (pain point) mereka.

Baca Juga :

2. Evaluation (Evaluasi)

Tahap berikutnya adalah evaluation atau evaluasi. Dalam tahapan ini, customer akan mengevaluasi beberapa produk yang sudah mereka pertimbangkan sebelumnya.

Di tahap evaluasi, biasanya customer akan mencari informasi lebih jauh terkait produk. Mulai dari mencari informasi di internet, hingga mencari testimoni atau ulasan dari orang terdekat.

Umumnya, sebagian besar customer juga akan mencari review produk yang ingin mereka beli di social media. Misalnya melalui UGC (user generated content). Ada pula customer yang yang melihat review produk di market place atau e-commerce sebelum mengambil keputusan untuk membeli.

3. Buy (Pembelian)

Setelah mempertimbangkan dan mengevaluasi, maka customer akan masuk dalam tahap pembelian. Biasanya saat melakukan evaluasi, customer akan membeli produk yang menurut mereka dapat memberikan manfaat terbaik (customer value) dan memiliki kualitas produk yang lebih unggul ketimbang milik kompetitor.

4. Enjoyment (Menikmati Produk)

Setelah melakukan pembelian, customer akan mulai merasakan customer experience atau pengalaman pelanggan. Inilah yang kita sebut sebagai tahap enjoyment atau fase ketika customer menikmati produk yang mereka beli.

Dalam fase ini, customer yang telah memutuskan untuk melakukan pembelian akan merasakan pengalaman positif atas brand. Pengalaman positif ini akan memengaruhi customer satisfaction (kepuasan pelanggan). Pada tahap ini pula, customer sudah memiliki ketertarikan untuk melakukan repurchase atau pembelian ulang.

5. Advocacy (Merekomendasikan Produk)

Tahap selanjutnya adalah customer advocacy. Yakni tahap di mana customer akan mulai merekomendasikan produk atau layanan ke orang-orang terdekatnya, atau kepada publik. Misalnya melalui word of mouth, testimoni, UGC, atau review di berbagai saluran pemasaran.

Advocacy ini akan mendatangkan lead potensial baru. Di sisi lain, customer yang merekomendasikan produk tersebut akan memiliki potensi untuk menjadi customer loyal, sekaligus meningkatkan angka retensi pelanggan.

Baca Juga :

 

 

6. Bond (Ikatan dengan Produk)

Sedangkan tahapan terakhir dari skema loyalty loop adalah bond. Sebagaimana namanya, ini adalah tahap ketika customer memiliki ikatan dengan produk dan termasuk dalam kategori customer loyal.

Dalam fase ini, customer sudah percaya dan memiliki ikatan dengan brand Anda (brand engagement). Dengan demikian, customer loyal tersebut akan selalu memilih produk milik Anda ketimbang dari milik kompetitor. Sehingga, angka repeat purchase dari customer bisa naik apabila bisnis memiliki banyak customer yang masuk ke dalam fase ini.

Perbedaan Loyalty Loop dan Marketing Funnel

Setelah mengetahui pengertian dan tahapan dalam loyalty loop, lantas apa perbedaanya dengan marketing funnel?

Skema marketing funnel terbagi menjadi enam tahapan. Yaitu awareness, interest, consideration, intent, evaluation, dan purchase. Selama melalui tahapan pra pembelian, lead potensial akan membandingkan produk bisnis Anda dengan milik kompetitor. Setelah mempertimbangkan dan menemukan produk terbaik menurut mereka, barulah mereka akan melakukan pembelian.

Di sisi lain, berbeda dengan loyalty loop, dalam skema ini customer hanya akan sekali saja melakukan proses perbandingan produk. Tahapan ini pun hanya terjadi ketika customer belum pernah sama sekali untuk melakukan pembelian produk (tahap consideration dan evaluation).

Ketika sudah melakukan pembelian, customer tidak akan melakukan perbandingan produk lagi. Setelah tahap pembelian pun, perusahaan akan berupaya untuk menjaga customer sebagai pelanggan yang loyal, sekaligus meningkatkan angka retensi. Sehingga, skema marketing ini tidak hanya berakhir pada proses pembelian saja, melainkan juga meningkatkan loyalty untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar bagi bisnis.

Itulah ulasan singkat mengenai loyalty loop beserta tahapan-tahapannya. Pada dasarnya, pengaplikasian skema ini akan memberikan banyak manfaat untuk bisnis. Antara lain membantu mendapatkan insights dan gambaran akurat tentang target pasar untuk mengubah mereka menjadi customer loyal, mendorong repeat purchase, hingga membantu bisnis untuk meningkatkan brand awareness. Sebab, customer loyal akan merekomendasikan produk atau layanan Anda pada orang lain.

Di sisi lain, Anda juga bisa mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan layanan digital marketing agency. Beberapa strategi yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

 

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.