Elemen dan Langkah Utama Manajemen Berbasis Nilai (Value Based Management) Dalam Bisnis

Elemen dan Langkah Utama Manajemen Berbasis Nilai (Value Based Management) Dalam Bisnis

Sebagai seorang pemilik bisnis, pernahkah Anda mendengar atau mungkin familiar dengan prinsip manajemen berbasis nilai atau value based management?

Hal ini berkaitan dengan setiap perusahaan yang umumnya akan menerapkan teori pendekatan manajemen tertentu dalam rangka meningkatkan performa bisnisnya. Misalnya saja community management, enterprise risk management, business process management, corporate social responsibility, employee activation, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, semua strategi tersebut seringkali kurang optimal karena target performanya terkadang tidak selaras dengan tujuan bisnis dalam memaksimal profit. Itulah mengapa bagi Anda yang bekerja sama dengan stakeholder perusahaan perlu melakukan manajemen berbasis nilai (value based management).

Strategi manajemen ini menyediakan metrik nilai perusahaan (enterprise value) yang tepat dan tidak ambigu untuk tujuan mengembangkan seluruh bagian organisasi (business development). Terutama pada performa finansial perusahaan selama menjalankan proses bisnisnya, mulai dari proses pengembangan produk, distribusi, pemasaran, hingga proses penjualan produk bisnis.

Untuk informasi penting lain seputar manajemen berbasis nilai, inMarketing telah merangkumnya dalam artikel berikut ini.

Apa Itu Manajemen Berbasis Nilai (Value Based Management)?

Apa Itu Value Based Management?

Hingga tahun 2022, sudah banyak perusahaan menerapkan pendekatan pengukuran kinerja bisnis dengan value based management (VBM). Sebab, konsep VBM yang juga dikenal dengan istilah manajemen berbasis nilai adalah salah satu filosofi atau pendekatan strategis di mana memungkinkan dan mendukung manajemen perusahaan untuk memaksimalkan nilai shareholder perusahaan (brand management).

Konsep value based management dikembangkan oleh konsultan manajemen terkemuka, McKinsey. Ia merumuskan pendekatan manajemen perusahaan komprehensif berdasarkan prinsip arus kas diskonto yang diukur langsung dari value creation. Selain itu, McKinsey juga memfokuskan teori tersebut untuk mengidentifikasi nilai utama di berbagai langkah dan tingkat operasi bisnis perusahaan (business process mapping). Seperti penetapan target (targeting), pengukuran performa bisnis, dan proses manajemen bisnis lainnya.

Baca Juga:

VBM berfokus pada proses menciptakan, mengelola, dan mengukur nilai shareholder tersebut (bagian dari stakeholder management). Sehingga, seluruh proses manajemennya akan membutuhkan pemahaman menyeluruh tentang daya saing bisnis selama beroperasi di pasar tertentu untuk menciptakan niche bisnis yang unik (unique value proposition).

Manfaat Manajemen Berbasis Nilai (Value Based Management)

Melalui proses manajemen berbasis nilai, manajemen perusahaan mampu memasarkan produk atau layanannya secara optimal. Sehingga pemilik bisnis beserta stakeholder dapat mencapai strategi kompetitif terbaiknya agar bisa memaksimalkan nilai dan ROI (return on investment) bisnis. Umumnya, hal tersebut akan dikaitkan dengan value chain utama bisnis pada aspek profitabilitas.

Tak hanya itu, VBM akan membantu perusahaan dalam upaya perumusan tingkat manajemen dan kontrol bisnis. Serta membantu perusahaan membangun reputasi (brand reputation) dan citra brand yang positif. Selengkapnya seputar manfaat manajemen berbasis nilai lainnya bisa Anda baca di bawah ini.

  • Membantu perusahaan menciptakan nilai bisnis (brand value) secara konstan dan berkelanjutan (business continuity).
  • Meningkatkan transparansi perusahaan di depan stakeholder maupun shareholder.
  • Mendefinisikan dan menyelaraskan kepentingan dan tujuan utama manajemen dengan stakeholder dan shareholder.
  • Memfasilitasi kelancaran arus komunikasi antara investor, analis bisnis, dan stakeholder.
  • Memudahkan penetapan strategi dan rencana bisnis (business plan) untuk meningkatkan komunikasi internal perusahaan (corporate communication).
  • Meningkatkan alokasi sumber daya bisnis (business asset) yang tepat dan optimal.
  • Membantu dan memfasilitasi penggunaan saham perusahaan yang tepat untuk tujuan merger dan akuisisi.
  • Membantu manajemen menghadapi kompleksitas segmentasi pasar, persaingan, dan risiko kerugian bisnis (risk appetite).

Baca Juga:

3 Elemen Utama Manajemen Berbasis Nilai (Value Based Management)

3 Elemen Utama Manajemen Berbasis Nilai (Value Based Management)

Selama penerapannya, value based management yang efektif akan mengacu pada tiga elemen utama berikut ini.

1. Menciptakan Nilai (Create Value)

Pertama, strategi organisasi yang berfokus pada penciptaan nilai. Maksudnya, proses pengambilan keputusan perusahaan harus fokus pada nilai tambah jangka panjang akibat dari aktivitas tertentu (biasanya diukur dengan arus kas yang didiskontokan).

Selain itu, penilaian kinerja investasi harus mempertimbangkan biaya modal organisasi di mana segala keputusan bisnis harus dibuat untuk memaksimalkan nilai pengembalian modal (internal rate of return). Dalam beberapa kasus, elemen ini mengarah pada realokasi manfaat dari kelompok stakeholder yang lebih luas kepada shareholder agar perusahaan dapat meningkatkan value bisnis di masa depan (sustainable growth).

2. Mengelola Nilai (Manage Value)

Kedua, pemimpin harus mengelola organisasi untuk memaksimalkan nilai atau manfaatnya bagi stakeholder dan pelanggan (customer value). Lebih detailnya, pola pikir dan budaya organisasi harus memungkinkan maksimalisasi nilai serta struktur tata kelola harus mendukung penciptaan dan pelacakan nilai. Lalu, kepemimpinan harus fokus dan mengomunikasikan penciptaan nilai serta organisasi harus diubah untuk mendukungnya.

3. Mengukur Nilai (Measure Value)

Ketiga, para pemimpin perusahaan harus mendefinisikan dan mengukur “nilai” dengan jelas agar bisnis bisa memaksimalkan nilainya sendiri. Umumnya, pelaku bisnis akan mendefinisikannya sebagai nilai shareholder, tetapi beberapa perusahaan juga mendefinisikan sebagai nilai stakeholder. Apa pun definisi nilai yang menjadi fokus perusahaan harus terdefinisi dengan jelas.

Langkah-Langkah Utama Manajemen Berbasis Nilai (Value Based Management)

Nah, setelah mengetahui definisi hingga elemen utama dalam manajemen berbasis nilai, kini Anda bisa terapkan langkah-langka strategis dalam menciptakan manajemen bisnis yang optimal.

1. Ketahui Tujuan Dari Maksimalisasi Nilai

Faktor utama dari manajemen ini mungkin terdiri dari serangkaian tujuan yang saling bertentangan. Misalnya, memaksimalkan PAT, mencapai tingkat kepuasan pelanggan (customer satisfaction) tertinggi, meningkatkan pangsa pasar dari penawaran produk, dan lain-lain. Akan tetapi, tujuan utama dan terpenting dari manajemen berbasis nilai adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan di benak konsumen dan stakeholder lainnya.

2. Mengidentifikasi Value Driver

Aspek penting dari organisasi yang mempengaruhi nilai bisnis di pasar disebut sebagai value driver utama perusahaan. Aspek ini sangat penting dalam mengidentifikasi manajemen berbasis nilai yang tepat. Proses identifikasi juga menghasilkan employee retention dan employee activation di berbagai tingkatan untuk memastikan kinerja karyawan selaras dengan nilai-nilai, tujuan, dan target bisnis perusahaan.

3. Mengembangkan Strategi Bisnis

Langkah selanjutnya dalam proses manajemen berbasis nilai adalah mengembangkan strategi yang terencana dengan baik di semua level perusahaan yang sifatnya konsisten dengan tujuan untuk memaksimalkan nilai. Semua strategi harus memiliki moto untuk pencapaian tingkat yang diinginkan dari penggerak nilai utama perusahaan.

4. Pengaturan Target

Langkah pengembangan strategi sepatutnya diikuti dengan membingkai target bisnis jangka pendek dan jangka panjang yang bersifat spesifik dan selaras dengan tingkat value driver yang diinginkan. Semua target harus diselaraskan dengan baik satu sama lain di semua tingkatan dan harus ditetapkan untuk variabel finansial dan non-finansial perusahaan.

5. Membuat Action Plan

Pada langkah proses manajemen berbasis nilai ini, Anda harus merancang action plan. Setelah strategi dan target Anda tetapkan dan tentukan, Anda perlu menentukan tindakan yang sejalan dengan strategi dan harus Anda lakukan untuk mencapai target.

Baca Juga: