Memahami Pentingnya Manajemen Distribusi (Distribution Management) Dalam Kesuksesan Proses Bisnis

Pelaku bisnis dari berbagai niche industri sejatinya akan memiliki tantangan tersendiri dalam mengelola perusahaannya (brand management) dengan langkah strategis tertentu (strategic management). Salah satu tantangan yang paling terasa adalah manajemen distribusi atau distribution management.

Seperti namanya, bagian integral dari manajemen proses bisnis, supply chain, dan sekaligus marketing ini menjadi penentu bagaimana sebuah perusahaan dapat menjual dan memasarkan produk (product marketing) atau layanan (services marketing) yang berkualitas baik secara efektif kepada pelanggan prospeknya (leads). Sehingga, perusahaan tidak akan kehilangan basis pelanggan di segmen pasar terbaik dan bahkan pangsa pasarnya (market share).

Tak hanya itu, distribution management juga akan mendorong lean manufacturing atau kesempatan perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan tepat waktu dan mengurangi jumlah waste. Alhasil, stakeholder perusahaan dapat meraih banyak profitabilitas dan/atau tujuan bisnis lainnya.

Nah, dalam penerapannya, manajemen distribusi terdiri dari beberapa jenis strateginya serta berlandaskan pada sejumlah faktor atau aspek yang akan memengaruhi keseluruhan strategi bisnis. Kira-kira apa saja, ya?

Apa Itu Manajemen Distribusi (Distribution Management)?

Apa Itu Manajemen Distribusi (Distribution Management)?

Sebelum masuk ke pembahasan jenis-jenis strateginya, Anda perlu ketahui apa makna dari sistem manajemen distribusi.

Menurut laman situs Marketing91, distribution management atau manajemen distribusi adalah suatu proses bisnis yang perusahaan terapkan dalam mengatur perencanaan, pengimplementasian, dan pengendalian ketersediaan dan penyaluran produk atau layanan ke konsumen akhir.

Proses ini memerlukan tahap pengumpulan data yang berguna untuk mengidentifikasi pertumbuhan (growth strategy) dan peluang kompetitif bisnis di pasar. Dengan begitu, perusahaan dapat menjual produk atau layanan terbaiknya kepada target pelanggan di waktu yang paling tepat dan dengan cara yang lebih efisien serta strategis untuk memenuhi kebutuhan pelanggan bisnis.

Baca Juga:

digital marketing agency

Management distribusi merujuk sebagai bagian dari sistem logistik yang lebih besar untuk mengelola pengiriman barang dari supplier ke produsen, kemudian ke wholesaler (grosir) atau retailer (pengecer), dan akhirnya ke pengguna akhir sebagai pelanggan bisnis. Alhasil, proses manajemen ini melibatkan elemen-elemen majamemen seperti:

Umumnya, proses management distribusi di mulai dengan tahap perencanaan distribusi. Di mana manajer distribusi menentukan mana produk atau layanan yang akan di distribusikan, lalu juga menetapkan cara pendistribusiannya.

Kemudian, manajer mengembangkan strategi dan rencana distribusi untuk selanjutnya mengimplementasikan pendistribusian melalui saluran distribusi tertentu. Perlu Anda ingat bahwa semakin banyak sumber daya yang bisnis rencanakan dan butuhkan (resource planning), maka semakin penting pula untuk bisnis mengotomatisasi management distribusinya.

Mengapa Manajemen Distribusi Begitu Penting Bagi Bisnis?

Apabila proses-proses management distribusi berjalan dengan lancar dan efektif, maka perusahaan berkesempatan meraih keuntungan-keuntungan seperti:

Baca Juga:

Akan tetapi, proses pelaksanaan dan pengelolaan management distribusi tidak begitu mudah, terlebih bagi bisnis berskala kecil dan menengah (UKM/UMKM).

Sebab, pengelolaan distribusi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memantau dan memperbarui proses manajemen, sehingga biaya perawatannya cenderung lebih mahal. Selain itu, perusahaan akan lebih sulit mengubah saluran distribusi yang di gunakan jika proses distribusi tidak berjalan efektif.

Faktor yang Memengaruhi Manajemen Distribusi (Distribution Management)

Faktor yang Memengaruhi Manajemen Distribusi (Distribution Management)

Nah, supaya bisnis Anda terhindar dari kemungkinan kerugian akibat manajemen distribusi yang tidak efektif, Anda perlu amati faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan pengelolaan distribusi berikut ini.

  1. Daya tahan produk, apakah mudah rusak atau tidak
  2. Peramalan product mix (demand forecasting)
  3. Perilaku (customer behavior) dan permintaan pelanggan (demand)
  4. Pengoptimalan pengiriman (shipping)
  5. Ukuran dan lokasi pabrik produsen
  6. Jenis produk atau layanan yang di produksi
  7. Peraturan perundang-undangan di negara tempat produk tersebut di jual.
  8. Adanya kemungkinan penarikan produk (product recalls) atau terdapat masalah pada pengemasan

Jenis Strategi Manajemen Distribusi (Distribution Management)

Melansir dari situs Netsuite, manajemen distribusi memiliki tiga jenis strategi utama yang bisa pelaku bisnis terapkan dalam kegiatan industrinya. Di antaranya adalah:

1. Manajemen Distribusi Massal (Mass Distribution Management)

Management distribusi massal mengacu pada proses pemasaran dan distribusi produk atau layanan bisnis ke pasar massal, terlepas dari lokasi geografis atau persona target pelanggan. Contohnya, perusahaan yang memproduksi alat tulis akan menjual produknya ke konsumen umum dengan pemahaman bahwa semua orang membutuhkan alat tulis di rumahnya.

2. Manajemen Distribusi Selektif (Selective Distribution Management)

Berkebalikan dengan mass distribution, management distribusi selektif mengacu pada proses pengelolaan dan pendistribusian produk atau layanan bisnis ke kelompok penjual tertentu. Contohnya, perusahaan produsen obat-obatan akan menjual produknya ke sektor ritel apotek dan klinik yang di awasi instansi negara.

3. Manajemen Distribusi Eksklusif (Exclusive Distribution Management)

Strategi distribution management yang terakhir ini juga berbeda dengan kedua jenis sebelumnya. Di mana manajemen distribusi eksklusif mengacu pada proses pendistribusian produk atau layanan ke kelompok penjual yang sangat terbatas atau eksklusif.

Contohnya, perusahaan brand-brand bonafit seperti Toyota yang hanya akan menjual kendaraannya ke dealer resmi Toyota. Atau brand Chanel yang juga hanya akan menjual produk tas dan dompet ke sebagian kecil toko retail khusus barang mewah.

Itulah ulasan singkat mengenai manajemen distribusi yang bisa kami jelaskan untuk Anda. Pada intinya, manajemen distribusi dalam sebuah proses bisnis perusahaan merupakan upaya pengaturan yang menyangkut perencaan aspek ketersediaan dan penyaluran barang kepada konsumen.

Konsep management ini juga mencakup kegiatan yang sangat penting untuk membantu proses pemasaran yang perusahaan jalankan. Tanpa adanya management distribusi yang baik, maka tentunya strategi pemasaran dan proses penjualan akan terhambat.

Dapatkan informasi lain seputar marketing dan business plan dengan subscribe website inMarketing. Digital marketing agency inMarketing juga menawarkan layanan digital marketing terbaik di era digitalisasi bisnis seperti sekarang. Mulai dari growth hack marketing, inbound marketing, 360 digital marketing, serta data-driven marketing untuk membantu perusahaan berkembang dengan pesat.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.