Manfaat dan Cara Menggunakan Conversational Copywriting

conversational copywriting adalah

Apabila kamu ingin lebih dekat dengan audiens tak ada salahnya untuk mencoba conversational copywriting ini. Walaupun akan membuat audien dengan brand makin akrab, namun perusahaan B2B ini juga bisa memanfaatkan teknik ini.

Lalu apa sebenarnya conversational copywriting itu? Untuk lebih jelasnya mengenai conversational copywriting ini bisa disimak ulasan berikut ini.

Pengertian Conversational Copywriting

Salah satu teknik menulis copy yang dinamakan dengan conversational copywriting. Hal ini menunjukkan bisa menulis layaknya berbicara, seperti yang dilansir dari copywriter. Disadari ataupun tidak bahasa dalam menulis serta mengobrol ini tentu saja memiliki perbedaan. Karena saat kamu sedang berbicara bahasa yang digunakan biasanya lebih dekat dan akrab, dan pada saat mengetik rasa ini menjadi berkurang bahkan bisa hilang.

Maksudnya disini kamu juga tak harus menulis semua ucapanmu. Karena pada saat sedang mengobrol akan terasa aneh jika diketik. Sehingga harus ada penyesuaian.
Jadi supaya kamu bisa memahami teknik ini dengan lebih dalam lagi maka kami juga akan memberikan panduan dalam penulisan. Yang mana panduan ini disadur dari seorang copywriter yang bernama Mundell yang terbit di ProBlogger.

1. Sesuaikan dengan pasar

Cara berbicara setiap orang tentulah berbeda. Pengaruh tersebut juga tergantung dari usia, tingkat pendidikan, sampai dengan hobi yang mereka punyai. Lalu bagaimana dengan audiensmu? Apakah kamu tahu bagaimana gaya mereka pada saat berbicara?

Penulisan copy juga harus kamu sesuaikan dengan ini.
Apabila audiens yang kamu miliki adalah remaja SMU tentu saja mereka kurang tertarik apabila gaya bahasa yang digunakan yaitu bahasa laki-laki dewasa yang sudah menikah.
Sehingga kamu juga harus mencari tahu terlebih dahulu mengenai gaya bicara audiens mu. Jika sudah maka kamu bisa melakukan conversation copywriting yang sesuai dengan ciri khas obrolan mereka.

2. Gunakan cerita

Dalam penulisan copy conversational ini juga bisa menggunakan storytelling. Apabila diceritakan dengan kisah-kisah maka akan bisa lebih meningkatkan engagement yang terjadi pada audiens dan merekmu.

3. Jaga panjang kalimat

Disadari ataupun tidak, kalimatmu saat berbicara tentu saja cenderung lebih pendek. Sehingga kamu juga harus memperhatikan akan hal ini. Dalam satu kalimat pakailah maksimal 13 kata. Namun kamu juga bisa menyesuaikan aturan ini dengan situasi masing-masing.

Baca Juga:

4. Hindari jargon

Seseorang akan terlihat menjadi lebih pintar dan profesional apabila sering bicara istilah asing. Akan tetapi sayangnya hal ini juga tak sejalan dengan tujuan dari conversational copywriting.
Karena kamu justru terlihat sedang menulis bukannya sedang mengobrol. Sehingga kamu juga harus memilih kata-kata yang tepat. Dan sebaliknya kamu juga harus menghindari jargon yang terlalu rumit. Namun gunakan kata-kata yang umum dipakai dan sering terdengar oleh audiens.

Manfaat menggunakan Teknik Conversational Copywriting

conversational copywriting

Jadi kamu sudah tahu alasan mengapa kamu juga harus menggunakan teknik ini. Adapun menurut Marketing Buzz, manfaat dari teknik conversational copywriting itu adalah sebagai berikut :

1. Tepat untuk menulis web

Saat kita sedang membaca tulisan online, seringnya kita terburu-buru. Bukannya kita memperhatikan kata per kata namun justru banyak orang yang membacanya dengan cepat.
Sehingga kamu juga perlu untuk membuat tulisan agar bisa menjadi seperti obrolan.
Dengan menggunakan teknik menulis ini maka audiensmu kemungkinan besar akan menyimak tulisan dengan baik. Dan kebiasaan membaca dengan cepat juga akan berkurang.

2. Menunjukkan empati

Saat kamu memulai membaca maka kamu juga terlihat lebih memperhatikan mereka. Jadi membuatmu juga akan makin dekat dengan audiens.
Tentu saja ini juga bisa menjadi nilai tambah bagi merekmu. Saat banyak audiens yang mendekat maka akan berubah menjadi leads, sampai akhirnya mereka melakukan pembelian terhadap produk mu.

3. Dekat dengan audiens, sekalipun bagi perusahaan B2B

Kebanyakan orang tahu bahwa perusahaan B2B ini merupakan perusahaan yang serba resmi. Namun sepertinya anggapan ini menjadi kurang tepat. Dengan menggunakan teknik conversational copywriting ini maka bisa mendekatkan kepada audiens. Tentu saja kamu juga harus menjadikan penggunaan bahasanya agar terlihat profesional. Untuk itu kamu juga bisa menggunakan bahasa santai namun tetap terlihat resmi. Dan jagalah semuanya agar tetap dengan tone of voicemu.

Aspek-aspek Pada Conversational Copywriting

Saat melakukan conversational copywriting ini ada beberapa aspek penting yang bisa kamu gunakan diantaranya yaitu :

1. Memahami untuk siapa kamu akan menulis
2. Mengetahui alasan orang membaca kontenmu ( tujuan mereka)
3. Memahami hal apa yang akan kamu cari ( apa yang Anda ingin audiens lakukan)

Melalui gaya penulisan percakapan juga kan medekkanmu serta terhubung dengan pembaca. Jadi kamu seolah-olah sedang berbicara dengan orang yang kamu kenal.
Nah tentunya orang juga akan melakukan pembelian pada seseorang yang mereka kenal, percayai serta sukai.

Baca Juga:

4 Tips Menggunakan Teknik Conversational Copywriting

Jadi setelah kau tahu bagaimana cara menggunakan teknik conversational copywriting ini maka kamu juga harus meningkatkan keterampilan menulis percakapan dengan 5 tips berikut ini :

1. Perhatikan bagaimana orang berbicara

Tujuan kamu dalam penulisan ini yaitu hampir mirip dengan melakukan percakapan dua arah. Jadi bukalah tulisan akademis maupun formal.
Biasanya saat kamu akan berbicara maka kamu juga kan menggunakan kata ganti seperti “aku” dan “kita”.

Meskipun ini seperti menyalahi aturan tata bahasa yang sudah kamu pelajari , namun dengan menggunakan cara ini maka merupakan yang paling cocok saat kamu ingin menulis conversational copywriting. 

2. Kenali audiens dan situasi

Saat kamu akan menulis dengan menggunakan teknik copywriting, pastinya kamu juga kan memahami target adri audiensamu. Jadi kamu juga harus memposisikan bahwa kamu adalah audiens nya.

3. Gunaan kalimat pendek

Adapun prinsip dari copywriting ini yaitu less is more. Jadi sangat jarang sekali kita bisa menemukan copywriting yang panjang. Kamu juga harus fokus pada intinya serta sebaiknya menghindari menulis paragraf yang lebih dari empat ataupun lima kalimat.

4. Ketahui kapan kamu menggunakan bahasa formal

Walaupun tulisan yang kamu buat nantinya seperti percakapan namun ada kalanya kamu juga harus diperhatikan sedikit gaya tulisan formalitas. Misalnya saat kamu akan menulis mengenai topik informasi keuangan, hukum maupun medis. Tentunya kamu juga harus memperhatikan sedikit gaya bahasa formal lebih ke rah profesional sehingga akan membuatmu lebih dipercaya lagi.

Baca Juga:

Conversational Copywriting salah satu teknik yang efektif

Ada beberapa yang harus kamu perhatikan agar conversational copywriting yang kamu gunakan menjadi lebih efektif :
1. Sesuai dengan target
Saat kamu akan menggunakan teknik ini kamu juga harus selalu memperhatikan pangsa pasar mu. Berapa usianya, tingkat pendidikan hingga apa hobinya.
Misalnya saat target market kamu usianya sekitar 40 an maka kamu juga harus menghindari gaya bahasa gaul seperti saat berbicara dengan anak SMA.
2. Gunkan gaya bercerita
Kita Juga bisa menggunakan story telling atau gaya bercerita. Cerita apa saja mengenai produk yang akan kamu jual.
3. Sangat bagus untuk penulisan konten website
Teknik ini juga cocok digunakan untuk penulisan website resmi pada produk kamu.
4. Lebih dekat dengan Audience
5. Dengan menggunakan teknik ini maka membuatmu lebih dekat dengan audience.

Untuk menerapkan conversational copywriting Anda perlu memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembanbangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.