Manfaat dan Cara Menerapakan Value Chain

value chain

Operasional perusahaan akan berjalan dengan baik, jika perusahaan terus melakukan analisis dan strategi untuk meningkatkan keuntungan. Analisis Value Chain adalah salah satunya.

Value Chain sangat bermanfaat untuk memanfaatkan sumber daya perusahaan dengan lebih baik. Untuk itu, simak pembahasan mengenai value chain.

Mengenal Lebih Dekat Value Chain

Sebagai perusahaan yang selalu ingin meningkatkan nilai produknya, maka harus mengenal lebih dahulu apa itu Value Chain dan apa tujuannya. Pengertian dan tujuan Value Chain akan di bahas berikut ini.

Pengertian Value Chain

Value Chain adalah sebuah proses meningkatkan keuntungan perusahaan. Yang mana pada setiap kegiatan bisnis, dilakukan agar mampu meningkatkan nilai dan keuntungan dari barang maupun jasa yang diproduksinya.

Dalam strategi ini selain melakukan proses peningkatan nilai barang dari kegiatan internal, juga melakukannya dari sisi eksternal. Sisi eksternal bisa di lakukan dari kegiatan distribusi ke pemasok dan kegiatan dengan entitas di luar perusahaan.

Baca Juga:

Tujuan Value Chain

Tujuan utama Value Chain adalah untuk meningkatkan nilai dan keuntungan suatu produk.
Strategi ini juga memiliki tujuan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan perusahaan. Terutama yang berhubungan dengan produk.

Strategi Value Chain

value chainDalam Value Chain terdapat beberapa strategi yang dapat perusahaan terapkan dalam meningkatkan nilai produknya. Apa saja? Simak penjelasan berikut ini.

1. Strategi Keunggulan Bersaing

Strategi keunggulan bersaing adalah suatu keberhasilan perusahaan yang bisa dilihat dari daya saing dan profitabilitas yang tinggi. Hal tersebut bisa diperoleh perusahaan ketika perusahaan bisa mengembangkan kompetensinya di pasar.

Perusahaan yang memiliki keunggulan ini artinya bisa memahami perubahan yang terjadi di pasar, dan perusahaan mampu memilih strategi yang efektif untuk mengatasi perubahan tersebut. Sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan ekonomis.

2. Strategi Keunggulan Biaya

Keunggulan biaya merupakan strategi yang penting untuk dimiliki perusahaan.
Perusahaan harus menawarkan produk/layanan berkualitas. Dan diimbangi dengan harga yang kompetitif.

Tapi perusahaan juga harus mempertimbangkan elemen lainnya. Seperti biaya produksi, pemasaran dan harga jual yang tepat.

Karena faktor harga produk adalah yang menjadi pertimbangan utama konsumen.
Strategi keunggulan biaya penting. Karena ini bisa menghasilkan diferensiasi produk.

Ketika suatu perusahaan sudah memiliki keunggulan biaya, perusahaan akan dapat berinovasi terhadap produk dengan tetap mempertahankan posisi biaya.

3. Strategi Diferensiasi

Saat ini perusahaan memang harus tetap berinovasi dalam pengembangan produknya. Perusahaan di tuntut untuk membuat produk yang berbeda dan memiliki ciri khas dari produk kompetitornya.

Selain itu, strategi ini juga perlu dilakukan oleh perusahaan yang telah memiliki produk tertentu. Hal yang perlu dilakukan adalah dengan selalu mengembangkan produk, baik berupa penambahan fitur maupun membuat produk baru yang lain.

Manfaat Value Chain

value chainValue Chain berfungsi sebagai strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai produknya. Namun terdapat beberapa fungsi lain, yang akan dibahas berikut ini.

1. Efisiensi Produksi

Value Chain memang sangat berfungsi dari sisi produksi. Perusahaan yang menggunakan strategi ini, tentu dapat melakukan proses produksi dengan lebih efisien.

Strategi ini berfungsi agar selama proses produksi, tidak terjadi pemborosan. Yaitu dengan cara melakukan pengukuran jumlah dan biaya produksi. Perusahaan dapat menekan biaya produksi dengan tetap mempertimbangkan kualitas.

2. Penelitian dan Pengembangan

Fungsi lain dari Value Chain adalah untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk. Perusahaan dapat mengukur apakah produk yang telah beredar sudah sesuai dengan kebutuhan dan daya beli target pasarnya atau belum.

Hasil penelitian bisa berupa masalah yang terjadi di lapangan, yang biasanya karena harga yang tinggi dan kualitas barang yang kurang sesuai. Penelitian tersebut untuk kemudian dijadikan sebagai bahan pengembangan.

Pengembangan bisa berupa diferensiasi produk dan harga. Selain itu perusahaan bisa melakukan peningkatan kualitas produk dengan harga yang bisa bersaing.

3. Pemasaran Perusahaan

Kegiatan pemasaran adalah tonggak utama perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Melalui strategi ini, perusahaan akan banyak memperoleh keuntungan dengan strategi pemasaran yang dilakukannya.

Misalnya dari sisi produksi perusahaan bisa terus berusaha dalam meningkatkan Value produk, dari segi kualitas dan harga. Perusahaan bisa melakukan diferensiasi produk agar bisa terus bersaing di pasar.

Selain itu, strategi ini juga dapat bermanfaat dari sisi distribusi produk. Contohnya seperti perusahaan bisa menentukan saluran distribusi mana yang efektif dan efisien dalam berkontribusi dalam meningkatkan value produk.

Baca Juga:

Kegiatan dalam Value Chain

Pada Value Chain, maka akan menemukan istilah kegiatan utama dan kegiatan pendukung. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasannya.

1. Kegiatan Utama

Adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan peningkatan nilai suatu produk barang atau jasa. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang penting.

Aktivitas utama termasuk di antaranya adalah proses produksi, penyimpanan, penerimaan dan pendistribusian, promosi, pemeliharaan dan pelayanan produk. Kegiatan tersebut adalah kegiatan kunci dari sebuah perusahaan.

2. Kegiatan Pendukung

Kegiatan pendukung dalam strategi ini berfungsi sebagai pelengkap dan untuk membantu kegiatan utama dalam mencapai tujuan. Contoh kegiatan pendukung adalah pengelolaan sumber daya manusia, pengadaan teknologi dan sebagainya.

Cara Menerapkan Value Chain

value chain

Agar kegiatan bisnis perusahaan dapat menghasilkan banyak value , maka perlu mengetahui cara menerapkan Value Chain. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.

1. Merumuskan Prosedur dari Kegiatan Utama

Hal pertama untuk menerapkan strategi ini mulailah dengan merumuskan prosedur dalam kegiatan utama. Lakukan proses produksi, distribusi dan pengembangan produk dengan memanfaatkan sumber daya sebaik mungkin.

Rumuskanlah kebutuhan biaya untuk memproduksi barang atau jasa. Perhatikan juga dari sisi harga agar produk bisa bersaing di pasar.

2. Merumuskan Prosedur dari Kegiatan Pendukung

Merumuskan prosedur dari kegiatan pendukung  agar kegiatan pendukung tersebut bisa secara efektif membantu kegiatan utama. Rumuskan sumber daya manusia, infrastruktur seperti apa yang dibutuhkan.

3. Lakukan Pengembangan

Proses produksi dan pemasaran dalam strategi ini memungkinkan perusahaan untuk lebih mengenal keunggulan dan kelemahan produknya. Untuk itu, perusahaan dapat menentukan strategi pengembangan yang tepat.

Lakukanlah pengembangan baik dari segi produk yaitu melalui inovasi dan diversifikasi. Juga bisa dari sisi biaya dan harga, agar biaya yang keluar lebih efisien, namun tetap membuat harga produk terjangkau.

4. Implementasikan pada Perusahaan

Langkah terakhir adalah menerapkan temuan untuk mengembangkan nilai perusahaan. Pada tahapan ini, perusahaan harus mampu menerapkan strategi yang cocok dalam setiap proses bisnisnya.
Sekian pembahasan tentang Value Chain. Analisis ini penting bagi perusahaan yang ingin setiap proses bisnisnya bisa mendatangkan value terhadap produk dan keuntungan yang diperoleh.

Untuk menerapkan strategi digital marketingpada bisnis, Anda perlu memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembanbangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga: