Manfaat dan Jenis-Jenis Kemitraan dalam Bisnis

kemitraan dalam bisnis

Saat ini, banyak strategi bisnis yang bisa menjadi pilihan. Salah satu strategi yang sudah di atur oleh pemerintah melalui PP no 17 tahun 2013 adalah kemitraan dalam bisnis. Bisnis kemitraan dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Mengenal Lebih Dekat Kemitraan dalam Bisnis

Sebelum membahas lebih jauh terkait kemitraan dalam bisnis, alangkah lebih baik jika mengenal dengan dekat dahulu apa itu kemitraan dan mengapa perlu melakukan kemitraan. Simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Kemitraan dalam Bisnis

Kemitraan dalam bisnis merupakan strategi bisnis yang mana terdapat suatu perjanjian formal di dalamnya. Terdapat dua orang atau lebih pada model bisnis ini, dimana orang-orang tersebut akan saling bekerja sama.

Pola Kerjasama dalam kemitraan adalah kesepakatan bersama untuk menjalankan dan berbagi keuntungan maupun kerugian secara bersama-sama dari proses bisnis. Pada dasarnya konsep kemitraan adalah gotong royong dalam bisnis.

Masing-masing anggota kemitraan juga wajib menyetorkan sejumlah modal, yang kemudian modal tersebut dijadikan sebagai modal pengembangan bisnis. Jadi seluruh mitra yang tergabung menjadi pemilik bersama bisnis yang dijalankan.

Baca Juga:

Mengapa Perlu Melakukan Kemitraan dalam Bisnis?

Jawaban untuk menjawab pertanyaan di atas ada dua. Pertama di era saat ini, suatu perusahaan akan semakin sulit berkembang dan bertahan jika hanya berdiri sendiri. Karena proses usaha yang kompleks mengharuskan adanya keterlibatan pihak lain.

Kedua adalah karena saat ini sudah menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Dimana pada era ini teknologi informasi dan komunikasi berkembang begitu cepat. Hal tersebut menyebabkan bisnis harus selalu melakukan pengembangan.

Jenis-Jenis Kemitraan dalam Bisnis

Sebelum memutuskan untuk melakukan kemitraan dalam bisnis, sebaiknya kenali dulu jenis-jenis kemitraan. Bersumber dari The Balance Small Business, ada beberapa jenis kemitraan sebagai berikut:

1. General Partnership

Jenis yang pertama ada kemitraan yang bersifat umum. Anggota-anggota yang tergabung dalam jenis kemitraan ini semuanya berperan aktif dalam menjalankan proses bisnis.

Seluruh tanggung jawab, pembagian keuntungan atau kerugian sudah ditetapkan melalui dasar hukum. Sehingga seluruh anggota partnership harus bertanggung jawab sesuai apa yang tertulis dalam hukum.

2. Limited Partnership

Jenis yang kedua adalah limited partnership atau kemitraan terbatas. Dalam jenis ini, anggota akan terbagi menjadi dua yaitu aktif dan pasif. Anggota aktif adalah yang bertanggung jawab terhadap proses bisnis, tetapi anggota pasif sebaiknya.

Pembagian keuntungan dalam kegiatan kemitraan jenis ini dibagi sama rata. Namun, dari segi penyetoran modal, biasanya anggota pasif akan menyetor modal lebih banyak.

3. Limited Liability Partnership

Semua jenis kemitraan memang memiliki dasar hukum. Jenis kemitraan Limited Liability Partnership atau Kemitraan tanggung jawab terbatas merupakan jenis kemitraan yang mana ada beberapa atau semua mitra memiliki kewajiban terbatas.

Ciri khas dari kemitraan jenis ini adalah apabila ada satu atau beberapa orang yang tersandung masalah hukum yang berkaitan dengan bisnis yang dilakukan, maka pihak lain tidak akan ikut terseret.

Manfaat Kemitraan dalam Bisnis

kemitraan dalam bisnis
Terdapat beberapa manfaat yang bisa didapatkan perusahaan ketika memutuskan melakukan kemitraan dalam bisnis. Berikut pembahasannya.

1. Memadukan Beragam Keahlian dan Pengetahuan

Bermitra dengan pihak lain, memungkinkan perusahaan akan terisi oleh orang-orang dengan berbagai keahlian dan pengetahuan. Hal tersebut tentunya bisa menjadi keunggulan dari sisi Sumber Daya Manusia perusahaan.

Jika suatu perusahaan terisi oleh orang-orang yang memiliki keberagaman, memungkinkan proses sharing skill and knowledge semakin berkembang. Hal tersebut tentu saja bermanfaat untuk pengembangan proses bisnis.

2. Memperluas Jangkauan Bisnis

Keuntungan lain dari kerjasama bisnis ini adalah terdapat berbagai tenaga kerja. Tidak hanya menjadikan lebih produktif, tapi memiliki menjadi perusahaan dapat cepat menerima peluang pengembangan bisnis.

Jangkauan bisnis dari kemitraan jelas akan lebih luas. Hal tersebut karena ada banyak pihak yang bersama-sama berusaha untuk menciptakan daya beli konsumen sebanyak mungkin.

3. Lebih Banyak Modal

Mempunyai mitra bisnis mempunyai banyak manfaat dari segi modal. Dari kemitraan akan ada tambahan modal yang disetor oleh para anggota mitra, sehingga jika dihimpun modal tersebut lebih besar daripada tampan kemitraan.

Selain itu, perusahaan yang mempunyai kemitraan, akan semakin terpercaya oleh investor. Fungsi investor dalam bisnis adalah sebagai pihak yang bisa memberikan tambahan modal untuk pengembangan usaha.

Tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor, dengan mempunyai mitra juga dapat menciptakan kepercayaan pihak bank. Hal tersebut membuat tambahan modal semakin mudah ketika akan mengajukan kredit bank untuk tambahan modal.

Prinsip- Prinsip Kemitraan

Terdapat beberapa prinsip yang harus dipegang teguh saat melakukan kemitraan dalam bisnis. Apa saja? Berikut penjelasannya.

a. Prinsip Saling Memerlukan

Kemitraan menurut John L. Mariotti adalah proses yang dimulai dengan perusahaan mengenal siapa calon mitranya. Yaitu dengan mengetahui kelemahan sekaligus kekuatan usahanya.

Mengenal latar belakang dari calon mitra memungkinkan perusahaan dapat memanfaatkan kelebihan yang calon mitra untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi.

Prinsip saling memerlukan adalah apabila terdapat pola kemitraan antara perusahaan besar dan kecil. Perusahaan besar dapat memanfaatkan tenaga kerja dari perusahaan yang lebih kecil.

Sedangkan prinsip saling memerlukan dari perusahaan kecil ke perusahaan yang lebih besar adalah, karena biasanya perusahaan kecil masih terbatas dari segi teknologi dan permodalan,dapat terbantu dari sarana mitranya.

Baca Juga:

b. Prinsip Saling Memperkuat

Prinsip kemitraan berikutnya adalah saling memperkuat. Kemitraan umumnya dilakukan oleh perusahaan besar dengan perusahaan yang lebih kecil. Prinsip saling memperkuat bisa dilakukan oleh kedua mitra tersebut.

Pada dasarnya, tujuan melakukan kemitraan adalah untuk mendapatkan keuntungan dari mitra yang terpilih. Di balik itu, sebenarnya sesame mitra bisa saling menguatkan bisnis satu sama lain.

Contoh implementasi dari prinsip ini adalah perusahaan besar yang memberi nilai tambah dan ilmu-ilmu untuk perusahaan kecil yang menjadi mitranya, sehingga perusahaan tersebut juga mempunyai nilai yang lebih.

Contoh lainnya adalah perusahaan kecil bisa memperkuat posisi perusahaan besar dengan cara membantu dari sisi tenaga kerja dan peningkatan citra. Tentu saja hal tersebut harus dilakukan dengan pola kerjasama yang sehat.

c. Prinsip Saling Menguntungkan

Salah satu tujuan dari kegiatan bisnis adalah mencari keuntungan. Oleh sebab itu, maka strategi kerjasama ini juga harus mencapai tujuan tersebut dengan cara menjalin Kerjasama yang win-win solution.

Proses kemitraan akan menjadi menguntungkan, jika masing-masing mitra sadar dan melakukan tanggung jawabnya sesuai kesepakatan. Melakukan proses kemitraan yang sehat, membuat bisnis semakin sehat juga.

Saling menguntungkan dalam melakukan kemitraan bisa Anda lakukan dengan cara antar mitra saling berkolaborasi untuk mengembangkan produk sesuai dengan standar dan kebutuhan konsumen.

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan Kemitraan dalam Bisnis. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi untuk pembaca terkait pengetahuan tentang kemitraan. Untuk menerapkan strategi marketing Anda perlu memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembanbangkan bisnis.

Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga: