Kenali 3 Jenis Market Temperature untuk Tingkatkan Lead Conversion

market temperature adalah

Sebagai marketer, penting bagi Anda untuk memahami market temperature atau temperatur pasar guna meningkatkan angka konversi. Sesuai dengan namanya, istilah ini merujuk pada pola pasar yang kita targetkan dan memiliki kaitan erat dengan lead atau calon pelanggan.

Sebagaimana yang kita ketahui, sales lead atau prospek tidaklah selalu menjanjikan dan menghasilkan peningkatan penjualan (sales growth). Bahkan menurut data dari Forbes, sebanyak 92% orang tidak melakukan pembelian setelah mengunjungi saluran pemasaran (website, blog, e-commerce, bahkan profil bisnis di social media).

Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka hanya sekadar tertarik, alih-alih berniat untuk membeli. Pada tahap seperti inilah, Anda perlu mengetahui temperatur pasar guna melakukan retargeting dan mengarahkan lead tersebut melalui strategi pemasaran dan penjualan yang tepat. Dengan pengarahan atau melakukan lead nurturing yang efektif, kemungkinan untuk meningkatkan lead conversion pun juga akan semakin tinggi.

Bukan hanya itu saja. Memahami market temperature juga akan membantu Anda untuk mengetahui posisi bisnis di pasar (market positioning), mendapatkan jangkauan pasar dan market share yang lebih luas, membantu proses perencanaan bisnis (business plan) dan business development, hingga meningkatkan revenue bisnis dan growth rate perusahaan.

Lantas, apa itu market temperature dan bagaimana cara memaksimalkannya?

Apa Itu Market Temperature?

Melansir dari Forbes, temperatur pasar atau market temperature adalah istilah untuk menunjukkan kondisi temperatur dari pasar yang kita targetkan. Artinya, tidak semua prospek siap untuk membeli produk yang Anda tawarkan. Sehingga Anda perlu mengetahui kondisi temperatur pasar dan melakukan riset market lebih mendalam sebagai solusi.

Sebab dalam berbisnis dan mendapatkan pangsa pasar yang luas, Anda perlu menggiring target pasar Anda untuk memahami produk yang Anda tawarkan dengan melalui tahapan penjualan dan marketing funnel. Sebelum akhirnya mereka melakukan aksi berupa pembelian atau bahkan menjadi pelanggan potensial.

Tahapan tersebut meliputi menyebarkan kesadaran merek atau brand awareness, melakukan pengarahan dengan cara sales approach atau menjelaskan tentang product value, menunjukkan manfaat atau benefit apa saja yang bisa customer dapatkan dari produk Anda (customer value), mengkonversi mereka menjadi pelanggan, hingga mengubah mereka menjadi customer loyal dan meningkatkan angka retensi.

digital marketing agency

Semua itu tak lepas dari bagaimana cara Anda memahami temperatur pasar. Sebab dengan memahaminya, Anda akan mengetahui strategi marketing dan strategi bisnis apa yang harus Anda lakukan berdasarkan tipe lead. Sebagaimana yang kita ketahui, lead terbagi menjadi tiga jenis. Yakni cold lead (belum tertarik untuk melakukan pembelian), warm lead (tertarik dan mencari tahu kelebihan produk atau membandingkannya dengan kompetitor), serta hot lead (lead yang bisa Anda konversi).

Serupa dengan ketiga jenis sales lead tersebut, temperatur pasar juga terbagi menjadi tiga kategori. Yakni cold market, warm market, serta hot market. Lantas, apa perbedaan antara ketiganya?

Baca Juga :

Jenis Market Temperature

jenis market temperature

Setiap pasar memiliki temperaturnya masing masing. Mengetahui temperatur pasar dapat memudahkan Anda dalam proses penawaran produk dan mengetahui strategi promosi yang tepat. Market temperature terbagi ke dalam tiga jenis yaitu cold, warm, dan hot. Berikut adalah perbedaan ketiganya:

1. Cold Market

Sama halnya dengan cold lead, cold market adalah kondisi di mana target pasar Anda terdiri dari orang-orang yang belum mengetahui tentang brand Anda. Sehingga pada jenis ini, Anda perlu melakukan strategi pemasaran untuk meningkatkan kesadaran merek atau brand awareness.

Ada banyak strategi yang bisa Anda gunakan untuk menarik perhatian calon pelanggan baru. Misalnya menerapkan strategi marketing campaign seperti mengadakan kontes berhadiah (contest marketing campaign). Atau menggunakan berbagai saluran pemasaran untuk memperluas jangkauan lead. Baik pemasaran digital maupun tradisional.

Contohnya melalui social media marketing, buzz marketing, social selling, tradisional marketing, influencer marketing, e-commerce, hingga optimasi website perusahaan dengan SEO. Selain itu, Anda juga bisa melakukan kegiatan branding untuk mengenalkan bisnis Anda. Misalnya social media branding, mengadakan event untuk meningkatkan branding bisnis, hingga melakukan press release marketing saat product launch.

Anda juga bisa memasang iklan agar lebih banyak orang yang mengetahui produk yang Anda tawarkan. Contohnya memasang native ads di Google, memasang iklan di media sosial (Facebook Ads, Instagram Ads, Twitter Ads, bahkan LinkedIn Ads dan YouTube Ads).

Saat lead tersebut merasa tertarik, maka Anda harus mengarahkan mereka dengan cara menunjukkan keunggulan produk. Jelaskan brand value yang bisa customer dapatkan setelah menggunakan produk Anda. Dengan strategi-strategi tersebut, Anda bisa menggiring audiens di tahap cold market menjadi warm market.

2. Warm Market

Jenis selanjutnya adalah warm market. Yakni lead yang sudah mengetahui tentang brand Anda dan tertarik untuk menggunakannya. Ciri paling utama dari warm market adalah ketika lead mulai menanyakan tentang produk yang Anda tawarkan untuk memperoleh informasi.

Misalnya mereka mulai menghubungi Anda melalui social messaging (WhatsApp, Telegram, dan lain sebagainya). Atau mungkin menghubungi melalui dm di media sosial (Instagram, Twitter, Facebook, TikTok). Bisa juga mereka akan langsung menghubungi kontak customer service yang Anda cantumkan dalam kampanye pemasaran untuk mendapatkan penjelasan secara lebih jelas.

Agar lebih mudah dalam menarik warm market, Anda bisa menerapkan strategi agar mereka semakin penasaran dan yakin untuk menggunakan produk Anda. Misalnya dengan membagikan konten marketing yang menarik, memberikan testimoni dari orang-orang yang pernah menggunakan produk Anda, atau mungkin membagikan unggahan dari UGC (user generated content).

Strategi lain yang bisa Anda coba adalah melalui lead nurturing email, mengirimkan email marketing, atau melakukan retargeting ads (contohnya retargeting facebook ads). Kalau perlu, Anda juga bisa membandingkan keunggulan produk Anda ketimbang milik kompetitor. Namun sebelum melakukannya, Anda perlu menerapkan strategi analisis pesaing atau competitive analysis guna mengetahui kelemahan dan kekurangan kompetitor. Mulai dari bargaining power hingga kualitas produk dan jenis strategi marketing yang mereka gunakan.

Baca Juga :

3. Hot Market

Jenis yang terakhir adalah hot market. Yakni kondisi di mana target pasar Anda sudah mengenal brand dan melakukan pembelian. Pada tahap ini, Anda perlu melakukan upaya agar mereka kembali menggunakan produk Anda (melakukan pembelian berulang) dalam customer lifecycle dan memercayai produk (brand authority).

Beberapa strategi yang bisa Anda gunakan adalah dengan meningkatkan customer experience menjadi lebih baik. Misalnya dengan melakukan strategi relationship marketing melalui customer service yang proaktiv, pelayanan dan kualitas produk yang semakin bagus, atau meningkatkan efektivitas mobile first untuk mendukung kenyamanan UI dan UX (user experience).

Saat pelanggan mendapatkan pengalaman yang berkesan selama melalui customer journey, maka Anda pun bisa meningkatkan peluang retensi. Ini akan sangat menguntungkan bagi bisnis. Sebab pelanggan yang setia terhadap brand (brand loyalty) menjadi salah satu faktor penentu dalam proses pertumbuhan bisnis dan membantu mempertahankan bisnis dalam jangka panjang.

Selain itu, penerapan strategi upselling, cross selling dan down selling juga bisa Anda lakukan untuk mendorong customer terus berbelanja. Mengajak mereka berafiliasi menjadi mitra bisnis seperti reseller dan dropshipper juga bisa mengoptimalkan hot market yang Anda miliki sekarang. Tawarkan pula keuntungan atau program tertentu agar mereka tertarik. Misalnya melalui customer loyalty program.

Itulah pembahasan mengenai jenis market temperature yang perlu Anda pahami. Menemukan target pasar berkualitas memang bukanlah hal yang mudah, sehingga Anda butuh adanya perencanaan dan strategi marketing yang baik untuk mengoptimalkannya.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.