Marketing Forecast: Pengertian, Manfaat, dan Langkah Menerapkannya

Marketing Forecast: Pengertian, Manfaat, dan Langkah Menerapkannya

Setiap perusahaan yang ingin meraih keberhasilan proses bisnis dalam upaya pengembangan bisnis sejatinya disarankan untuk memahami dan menerapkan strategi forecasting dan perencanaan bisnis. Sebut saja sales forecasting yang mana membuat perusahaan memperkirakan pendapatan penjualan (revenue) dan sales growth di masa mendatang. Akan tetapi, sebelum pemilik bisnis atau sales force melakukan serangkaian perencanaan penjualan tersebut, tim marketing harus menentukan perkiraan proses pemasaran yang juga disebut dengan marketing forecast.

Sebagai salah satu strategi analisis data bisnis, baik itu secara deskriptif, prediktif, atau preskriptif, perencanaan pemasaran ini memungkinkan tim marketing mendapatkan gambaran awal dari hasil riset pasar bagaimana segmen pasar dalam menyikapi pemasaran di masa depan. Sehingga, harapannya brand Anda dapat menentukan pendekatan terbaik dan menciptakan citra (brand image) atau kesan yang bagus bagi target pelanggan (brand experience).

Di balik kegunaannya yang begitu penting dan krusial dalam pemasaran bisnis, penerapannya tidaklah sederhana dan butuh banyak keterlibatan sumber daya. Anda atau tim marketing butuh tools dan beberapa tahapan penerapan marketing forecast yang akan inMarketing jelaskan pada artikel ini.

Apa Itu Marketing Forecast?

Apa Itu Marketing Forecast?

Melansir dari laman situs Indeed, perkiraan pemasaran atau marketing forecast adalah strategi analisis dalam marketing (marketing analysis) dengan berbasis data (data-driven marketing) yang memprediksi tren, karakteristik, jumlah, nilai target pasar (customer value), dan hasil aktivitas pemasaran Anda di masa depan. Contohnya, memprediksi conversion rates, page view, reach dan impression, serta metrik engagement lainnya.

Ibaratkan forecast pemasaran itu pondasi dasar rumah. Anda mungkin tidak melihatnya secara langsung tetapi hal tersebut mendukung semua struktur bangunan yang terlihat.

Oleh karena itu, bila tidak ada perkiraan pemasaran dalam pengembangan brand bisnis, maka itu akan membuat proses pemasaran Anda secara struktural terganggu. Serta membuat perusahaan cenderung membuang-buang sumber daya dan/atau aset bisnisnya yang berharga.

Baca Juga:

Adapun beberapa manfaat utama yang akan Anda dapatkan ketika menyusun marketing forecast adalah sebagai berikut.

Macam Tools Untuk Marketing Forecast

Sebelum masuk ke bagian langkah-langkah penerapan marketing forecast, Anda memerlukan tiga macam tools yang berguna untuk mengambil data yang diperlukan (data mining), menjalankan forecasting, dan mengoptimalkan kampanye pemasaran untuk meningkatkan kinerja bisnis. Ketiga macam tools tersebut adalah:

1. Analisis Pemasaran (Marketing Analytics)

Tools analisis pemasaran berguna untuk mencatat semua data yang Anda butuhkan untuk forecast, mengukur performa, dan mengoptimalkan kampanye pemasaran. Apabila Anda hanya melacak kinerja website bisnis Anda, tools online seperti Google Analytics lebih dari cukup untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk memprediksi kinerja kampanye (data wrangling).

2. Forecasting Software

Sesuai nama istilahnya, software forecasting berguna untuk mensimulasikan kampanye yang telah dibuat agar dapat memperkirakan hasil dan memilih ide-ide kampanye yang paling efektif. Anda bisa gunakan software dari TrueNorth yang mana merupakan platform manajemen pemasaran yang bertindak sebagai pusat kendali untuk semua perkiraan, perencanaan, penerapan, dan pengoptimalan pemasaran bisnis Anda.

3. CRO Software

Tools terakhir adalah conversion rate optimization (CRO). Software ini berfungsi untuk mengoptimalkan kampanye dan menerapkan perubahan yang mungkin diperlukan. Melalui upaya pengoptimalan kampanye pemasaran dan segala nilai konversinya, bisnis Anda dapat memperkirakan arah pertumbuhan (business growth) dan perkembangan bisnis yang berkelanjutan (sustainable development).

Baca Juga:

Langkah-Langkah Marketing Forecast

Nah, selanjutnya Anda bisa terapkan beberapa langkah-langkah berikut sebagai upaya marketing forecast yang akurat dan tepat sasaran.

1. Tentukan Sasaran atau Tujuan Pemasaran

Proses forecasting yang efektif dimulai dengan menetapkan sasaran pemasaran yang spesifik dan terukur. Ingatlah bahwa sasaran pemasaran berbeda dengan tujuan pemasaran dalam konsep marketing strategy.

Sasaran pemasaran atau marketing goal adalah hasil luas pemasaran berjangka panjang yang ingin Anda capai. Contohnya, meningkatkan pendapatan, mengurangi customer churn, meningkatkan engagement sekian persen, dan lain-lain.

Sedangkan tujuan pemasaran atau marketing objective mengacu pada tindakan spesifik dan terukur yang harus marketer selesaikan untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya, jika tujuan Anda adalah meningkatkan marketing qualified leads, maka salah satu tujuannya mungkin untuk meningkatkan open rates email sebesar 30%.

2. Pilih KPI & Metrik Marketing yang Tepat

Sistem forecasting yang baik bergantung pada kualitas data atau nilai KPI (key performance indicator) dan metrik pemasaran yang Anda masukkan ke dalam tools forecasting. Hal ini akan mempengaruhi pengukuran kinerja kampanye dan pelacakan pencapaian sasaran yang lebih akurat. Perlu Anda ingat pula bahwa antara KPI dan metrik tidaklah sama.

Sebab, setiap KPI adalah metrik tetapi tidak setiap metrik adalah KPI. Jadi tentukan jenis metrik atau titik data apa pun yang relevan dengan analisis Anda. Dan juga tentukan KPI sebagai pengukuran kinerja yang paling penting yang mana selaras dengan tujuan pemasaran Anda.

3. Tetapkan dan Alokasikan Anggaran Bisnis

Menetapkan anggaran adalah bagian penting dari perencanaan pemasaran dan juga penting untuk forecasting yang akurat. Alokasi anggaran adalah variabel kunci dalam memperkirakan kampanye, mengoptimalkan kinerja, dan memprediksi hasil saat Anda menyesuaikan alokasi anggaran untuk menemukan ROI terbaik secara menyeluruh.

Secara teori, ada dua cara umum yang bisa Anda lakukan untuk menentukan jumlah anggaran yang akan dialokasikan untuk strategi kampanye bisnis. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Benchmark budget: Strategi pengalokasian di mana bisnis menentukan persentase pendapatan tetap sebagai anggaran pemasaran mereka.
  • Goal-based budget: Strategi pengalokasian di mana sasaran pemasaran Anda menentukan strategi yang dapat diterapkan untuk mencapainya dan menetapkan anggaran yang diperlukan untuk mewujudkannya.

4. Buatlah Konten Kampanye

Selanjutnya, Anda bisa mulai membuat konten kampanye pemasaran yang sesuai dengan budget dan tujuan bisnis. Baik apakah itu untuk mengurangi load time pada landing page, mengurangi bounce rate, meningkatkan CTR (click-through rate), atau meningkatkan traffic pada website. Apalagi saat ini content marketing sama-sama penting seperti halnya melakukan social media marketing sebagai pilihan pemasaran tidak langsung yang efektif bagi bisnis.

5. Ketahui Segala Jenis Pengeluaran Bisnis Anda

Untuk mendapatkan marketing forecast yang akurat, Anda harus memperhitungkan semua pengeluaran yang relevan untuk setiap kampanye (operating expense). Kesalahan yang dilakukan banyak perusahaan dan marketer adalah mengabaikan pengeluaran dan meremehkan biaya tertentu hanya untuk mencapai hasil yang mereka perkirakan secara lebih maksimal. Anda harus memasukkan setiap pengeluaran, termasuk upah karyawan, biaya produksi sumber daya, biaya tambahan, dan biaya lain yang berdampak pada pencapaian tujuan Anda dalam waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga: