Marketing Intelligence: Arti, Komponen, dan Tips Meningkatkannya

Marketing Intelligence: Arti, Komponen, dan Tips Meningkatkannya

Seorang pemilik bisnis sejatinya memiliki kekuasaan penuh untuk menyusun rencana bisnis agar perusahaannya dapat memengaruhi niche industri yang ia geluti dan menjadi yang terdepan dalam pangsa pasarnya. Salah satu aspek terpenting yang harus pemilik bisnis perhatikan adalah dengan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang kompetitornya (analisis kompetitor), keadaan industrinya, dan jangkauan segmentasi pasar bisnis. Nah, pemilik bisnis dapat memahami konsep marketing intelligence untuk menjawab tantangan tersebut.

Dengan informasi-informasi yang di dapatkan melalui cara bisnis ini, pemilik bisnis beserta stakeholder dapat mengevaluasi strategi pemasaran bisnis mereka. Serta tim marketing dapat mengoptimalkan perencanaan kampanye pemasarannya di masa depan (marketing forecast) berdasarkan wawasan atau insight mereka sendiri atau dari lingkup industrinya. Apalagi menurut penelitian pada situs Dashmote, marketer perusahaan yang menerapkan riset pasar, market analysis atau analisis pemasaran, dan proses analisis lainnya dengan optimal akan mengalami pertumbuhan bisnis hingga 39%.

Supaya bisnis Anda dapat berkembang (business development) sesuai dengan tujuan dan target awal bisnis, ikuti beberapa tips-tips memaksimalkan marketing intelligence pada artikel inMarketing ini, ya!

Apa Itu Marketing Intelligence?

Pertama-tama, mari kita bahas teori dasarnya terlebih dahulu. Melansir dari laman situs Marketing91, marketing intelligence adalah proses perusahaan mengumpulkan serta memanfaatkan informasi dan data yang relevan (data management) untuk menyusun strategi pemasaran terbaik bagi bisnis. Data yang di maksud adalah informasi tentang target pasar seperti persona dan perilaku konsumen, tren pasar, dan informasi lainnya.

Perusahaan dapat menggunakan data yang berasal dari MI untuk membuat keputusan bisnis yang akurat, strategi penetrasi pasar, serta menentukan peluang proses bisnis dalam merumuskan kampanye pemasaran terbaik. Dengan begitu perusahaan dapat mengoptimalkan jumlah pelanggan potensial (leads) dan mempertahankan pelanggan (customer retention) melalui upaya lead conversion, brand voice, brand awareness, dan jumlah penjualan bisnis. Dan juga membantu upaya perusahaan dalam meningkatkan performa proses penjualan (sales process).

Baca Juga:

Marketing Intelligence vs Market Research: Apa Bedanya?

Berdasarkan definisi di atas, terlihat bahwa marketing intelligence berbeda dengan market research, meskipun keduanya sama-sama penting untuk manajemen bisnis dan pengembangan strategi pemasaran tertentu.

Intelligence pemasaran berfokus pada pengumpulan data keseluruhan dari pasar untuk keberhasilan operasional perusahaan. Sedangkan market research memiliki tujuan mendapatkan insight tentang preferensi pelanggan terhadap brand (brand experience) dan produk (product insight). Sehingga sales force dapat memengaruhi keputusan pembelian pelanggan dan mengakuisisi mereka (customer acquisition) menjadi pelanggan yang membeli (sales lead).

Dengan demikian, proses di dalam MI akan mencakup hasil market research serta berfokus pada insight yang dapat di tindaklanjuti dengan analisis audiens, analisis SWOT, analisis kompetitor, business intelligence, dan web analytics.

Komponen Marketing Intelligence

Bila kita garisbawahi, marketing intelligence memberikan kemampuan dan beberapa peluang berbeda pada perusahaan untuk secara akurat mengarahkan kompleksitas jangkauan pemasaran dan KPI yang unik bagi bisnis. Dan jika intelligence pemasaran ini Anda lakukan dengan benar, maka Anda akan membutuhkan empat komponen berikut yang membantu marketer dapat merumuskan keputusan strategis yang sukses. Berikut penjelasannya.

1. Competitor Intelligence

Pada dasarnya, competitor intelligence merupakan proses mengumpulkan semua data yang relevan dari kompetitor bisnis (competitive analysis) untuk membantu marketer merancang strategi pemasaran terbaik. Selain itu, marketer dengan stakeholder perusahaan melakukan analisis SWOT perusahaan sendiri untuk memahami posisinya saat ini (brand positioning).

Tujuan utama dari menerapkan competitor intelligence adalah untuk menentukan alasan pelanggan memilih produk dan layanan mereka. Hal ini karena perusahaan akan terus berkembang secara berkelanjutan (sustainable development) sehingga marketer perlu mengumpulkan data tentang kompetitornya secara teratur.

2. Product Intelligence

Setelah menganalisis persaingan bisnis di pasar, penting untuk melihat proses produksi produk fisik bisnis atau product intelligence. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan kualitas produk (product-led growth) agar sesuai dengan harapan pelanggan (demand).

Di samping itu, memanfaatkan data yang dikumpulkan tentang perilaku dan preferensi pelanggan bertujuan untuk membuat perubahan yang diperlukan dalam produk (product lifecycle). Oleh karena itu, pastikan bahwa produk perusahaan Anda memberikan pengalaman pelanggan yang sangat baik.

Baca Juga:

3. Market Understanding

Untuk keberhasilan perencanaan penjualan dan operasi perusahaan, Anda perlu memahami pasar. Maksuknya, setelah memproduksi produk, perusahaan harus menganalisis apakah itu akan menguntungkan di pasar sasaran atau tidak.

Dengan begitu, marketing intelligence akan membantu perusahaan mengumpulkan data yang diperlukan untuk perencanaan bisnis di masa depan (business forecasting) dan membantu menghasilkan produk yang diterima dengan baik di pasar (product positioning).

4. Customer Understanding

Memahami pelanggan adalah aspek utama dalam membangun dan mengembangkan bisnis (brand extension). Oleh sebab itu, perusahaan harus tahu pola pembelian, preferensi, dan alasan pelanggan dalam mengganti produk dari brand tertentu dengan produk brand kompetitor lainnya.

Nah, agar perusahaan bisa menjadi pemimpin pasar, Anda harus membuat serangkaian strategi untuk memuaskan pelanggan selama engage dengan produk atau layanan bisnis Anda (brand engagement). Semua ini dapat Anda capai dengan mudah ketika marketer juga dapat menganalisis pasar secara menyeluruh.

Tips Meningkatkan Marketing Intelligence Bisnis

Tips Meningkatkan Marketing Intelligence Bisnis

Untuk memastikan marketing intelligence dapat berhasil diterapkan di seluruh proses pemasaran, ada beberapa tips yang perlu perusahaan lakukan, nih. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perusahaan Anda mengumpulkan data intelijen yang tepat, mencapai kesimpulan yang tepat, dan memanfaatkan wawasan yang dihasilkan secara maksimal (leveraging). Berikut ini penjelasannya.

1. Buat Tim Penjualan

Tim penjualan untuk target audience B2B dan B2C memiliki posisi unik (unique value proposition) untuk membantu upaya marketing intelligence. Oleh karena itu, Anda perlu pertimbangkan segala kemungkinan membentuk tim penjualan yang profesional dalam membangung hubungan dengan pelanggan (relationship marketing).

Dengan demikian, mereka dapat berbicara langsung dengan pelanggan dan prospek (direct marketing) secara mudah. Di samping itu, mereka sering kali akan melihat ke dalam tren industri, kekuatan dan kelemahan pesaing, dan apa yang dicari klien dalam sebuah solusi (customer advocacy).

Selain tim penjualan, Anda juga bisa menyusun dewan penasihat bisnis. Fungsinya untuk membantu tim penjualan dalam memahami minat, kebutuhan (demand management), dan permasalahan pelanggan (customer pain point). Di mana hal tersebut akan berdampak pada terciptanya brand messaging yang lebih berdampak ke pelanggan.

2. Fokus pada Data Berkualitas

Melalui perjanjian dengan mitra eksternal atau layanan pihak ketiga yang memanfaatkan perjanjian tersebut, perusahaan dapat mengakses berbagai macam data online dan offline di seluruh marketing mix. Ambil beberapa sumber data berkualitas, misalnya:

  • Daftar pelanggan yang menunjukkan lokasi geografis.
  • Jumlah konsumen yang berlangganan pada layanan bisnis, sehingga data tersebut dapat menunjukkan jangkauan iklan pemasaran bisnis.
  • Data atribusi perusahaan yang menunjukkan keterlibatan pelanggan (customer engagement) di seluruh titik kontak pelanggan (customer touchpoint) dan saluran pemasaran.
  • Pengukuran brand authority yang dilakukan melalui studi dan sumber daya pihak ketiga.

3. Gunakan Platform Analisis Pemasaran yang Tepat

Tips selanjutnya adalah gunakan alat analisis pemasaran yang melampaui pemodelan media mix dan atribusi pemasaran untuk memberi Anda lebih banyak wawasan tentang pelanggan Anda. Apakah pelanggan merespons iklan di TV atau media sosial dengan lebih baik? Atau apakah ada jenis iklan yang paling banyak mendapat perhatian dan tanggapan dari audiens Anda?

Pemasar harus mencari alat kinerja pemasaran yang fleksibel yang dapat memaksimalkan marketing intelligence serta beradaptasi dengan perubahan di pasar. Cara ini juga akan memastikan bahwa tim marketing membuat keputusan berdasarkan informasi perencanaan media untuk bergerak maju.

4. Kumpulkan Feedback Pelanggan

Menjangkau pelanggan (reach) saat ini memungkinkan pemahaman yang lebih jelas tentang persepsi seputar upaya kampanye, pengalaman pelanggan, otoritas merek, kepuasan produk, dan lain-lain. Dengan informasi ini, strategi pemasaran dapat lebih difokuskan pada area yang berpotensi membawa profit. Pertimbangkan untuk memanfaatkan alat seperti polling, survei kepuasan pelanggan, dan sarana umpan balik untuk mendapatkan feedback pelanggan dan brand equity.

Itulah penjelasan singkat tentang marketing intelligence yang perlu Anda pahami. Bagi Anda yang berencana menjalankan strategi pemasaran tertentu dan metode pemasaran lainnya, Anda bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency untuk membantu Anda menyusun perencanaan bisnis terbaik dan efektif. Anda juga bisa menerapkan strategi marketing lain, seperti growth hack marketing, inbound marketing, 360 digital marketing, serta data driven marketing yang akan membuat pertumbuhan perusahaan Anda semakin berkembang pesat.

Baca Juga: