Tips Mengurangi Bounce Rate Pada Website

mengurangi bounce rate

Jika kamu memiliki masalah dengan bounce rate tinggi, mungkin kamu memerlukan tips mengurangi bounce rate di website wordpress.

Bounce rate adalah salah satu metrik yang sangat penting dari sebuah situs web dan dalam teknik SEO. Indikator ini menunjukkan seberapa interaktif pengguna di sebuah situs web.

Indikator ini ditentukan saat pengunjung masuk sebuah website dan tinggal berlama-lama atau segera keluar dari website tersebut.

Pada artikel ini, Kami akan membahas secara detail apa itu Bounce Rate, dan tips mengurangi Bounce Rate.

Apa itu Bounce rate?

Bounce rate didefinisikan sebagai persentase pengunjung yang meninggalkan situs web tanpa melakukan tindakan apapun, seperti mengklik tautan, mengisi formulir, melakukan pendaftaran atau melakukan pembelian.

Sebagai contoh : Ketika Kamu mengunjungi homepage sebuah website tetapi Kamu tidak mengklik atau pindah ke posting atau halaman lain tetapi segera keluar, itu disebut bounce rate.

Mengapa Bounce Rate Begitu Penting Untuk Sebuah Website?

Ada 3 alasan utama mengapa bounce rate penting untuk sebuah website :

Seseorang yang keluar dari website Kamu miliki kemungkinan tidak akan menghasilkan konversi apa pun. Jadi ketika Kamu mengetahui cara menghentikan mereka keluar, maka tingkat konversi akan meningkat.

Tingkat bouncing memiliki efek pada peringkat mesin pencari. Backlinko pernah memiliki penelitian yang menunjukkan bahwa bounce rate dan peringkat halaman teratas terkait erat

Bounce rate yang tinggi menunjukkan bahwa website mu memiliki masalah dengan konten, tata letak halaman, pengalaman pengguna,dan lainnya.

Berapa Rata-Rata Bounce Rate Yang Normal?

Menurut laporan dari GoRocketFuel.com , rata-rata bounce normal suatu website adalah antara 41 dan 51%.

Namun, rata-rata bounce rate sangat bergantung pada niche website dan dari mana lalu lintas pengunjung website berasal.

Setiap industri dan jenis website akan memiliki rata-rata bounce rate yang berbeda, misalnya sebuah blog atau berita akan memiliki bounce rate yang lebih tinggi dari website e-commerce.

Seperti yang Kamu lihat, situs web layanan akan memiliki bounce rate terendah (10-30%).

Sedangkan blog dan memiliki Bounce Rate hingga 90%. Jadi jika Kamu bertanya-tanya apakah bounce ratenya bagus.

Selain itu, sumber lalu lintas pengunjung web juga merupakan faktor yang mempengaruhi bounce rate.

Riset dari ConversionXL menunjukkan bahwa lalu lintas pengunjung dari email dan referal dari website lainnya memiliki bounce rate terendah.

Bounce rate VS Exit Rate

Exit Rate mirip dengan Bounce rate , tapi keduanya memiliki perbedaan utama:

  • Bounce rate merupakan sebuah persentase orang yang mengunjungi halaman dan meninggalkannya.
  • Exit Rate merupakan sebuah persentase orang yang meninggalkan halaman tertentu.

Misalnya, seseorang mengunjungi Laman A dari Website mu setelah itu dia menekan tombol back pada browser setelah beberapa detik maka inilah yang disebut bouncing

Jika ada seseorang mengunjungi berkunjung ke halaman A dari sebuah website, setelah itu dia mengklik link menuju Halaman B. Dan setelah membaca konten yang berada di Halaman B, mereka menutup browsernya.

Karena orang tersebut mengklik sesuatu di halaman A, itu berarti bouncing tidak terjadi di halaman A. Dan karena mereka tidak mengunjungi Halaman B pada awalnya, bounce juga tidak terjadi di B.

Artinya orang itu telah meninggalkan website mu di halaman B, yang meningkatkan exite rate dari halaman B di Google Analytics.

Dan jika Kamu melihat halaman di website mu dengan exit rate yang tinggi, perbaiki kelemahan ini.

cara mengurangi bounce rate

Tips Mengurangi Bounce rate di Website Perusahaan

1. Memberikan Sesuatu Yang Bermanfaat Bagi Pengguna

Tips mengurangi Bounce Rate pertama adalah memberikan sesuatu bermanfaat untuk para pembaca dan pelanggan website mu. Hidup adalah untuk berbagi bahkan di internet. Dibandingkan membaca artikel SEO yang membosankan, yang terkadang pengguna tidak membutuhkannya. Buatlah sebuah event atau berikan sesuatu yang berarti bagi pembaca.

Contoh : Kamu memberikan beberapa software gratis atau berlangganan ecourse gratis 1 bulan untuk pembaca atau pelanggan setia yang mau berbagi dan berkomentar di salah satu postingan website.

Selain itu kamu juga bisa memberikan beberapa tips dan trik rahasia untuk melakukan sesuatu untuk dijadikan sebuah konten, sehingga pembaca merasa artikel tersebut sangat bermanfaat mereka.

2. Optimalkan Kecepatan Pemuatan Halaman Website

Di era 4.0 ini, website yang lambat dan super lemot seharusnya tidak ada. Apalagi di era mobile first index, performa kecepatan loading sebuah website sangat penting.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika situs web membutuhkan waktu >3 detik untuk dimuat , bounce rate akan lebih tinggi.

Jadi bagaimana Kamu tahu jika website kamu miliki memiliki pemuatan halaman yang cepat?

  • Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencoba buka incognito atau browser baru.
  • Kamu tinggal hitung sampai 3 dan apakah loading website selesai kurang dari 3 detik.

Ada juga beberapa Tools untuk mengecek kecepatan loading website seperti:

Karena kita mengoptimalkan sebuah website untuk Google, jadi yang terbaik adalah menggunakan tools Page Speed Google.

Menggunakan Plugin Cache adalah salah satu cara sederhana namun efektif untuk situs web apa pun.

Tools ini membantu mengurangi beban di server dan situs web akan memuat lebih cepat di browser pengguna.

Kamu bisa mencoba menggunakan plugin bernama Swift Performance, karena ini sangat membantu sebuah website meningkatkan kecepatan loading halaman.

3. Gunakan Plugin Kompresi Gambar

Tips mengurangi Bounce Rate selanjutnya adalah menggunakan plugin kompresi gambar. Mengkompresi gambar tidak hanya akan membuat halaman dimuat lebih cepat, tetapi juga akan mengurangi beban di server dan menurunkan bounce rate.

TinyPng adalah tools gratis untuk kamu yang dapat digunakan untuk mengurangi ukuran gambar hingga 80%.

Jika kamu lebih suka menggunakan plugin untuk mengkompres gambar untuk menghemat lebih banyak waktu (cukup klik)

Kamu dapat menginstal WP SmushIt. Kamu juga dapat menggunakan kedua tools ini.

Kompres gambar dengan tinypng sebelum mengunggah, dan dengan WP SmushIt setelah Kamu mengunggahnya.

4. Tingkatkan Pengalaman Pengguna

Selain waktu buka halaman, ada beberapa tips mengurangi Bounce Rate lain untuk meningkatkan pengalaman pengunjung ketika mereka datang ke website mu.

  • Mengoptimalkan Website Untuk seluler

Sekarang adalah era indeks mobile-first , google akan memberikan preferensi atau nilai yang lebih tinggi ke situs web dengan kecepatan tinggi dan pengalaman penggunaan yang baik di seluler.
Jika pengguna menggunakan perangkat seluler untuk mengakses situs web, mereka ingin membuka halaman yang dioptimalkan untuk seluler.

Kamu perlu memastikan bahwa situs WordPress mu dioptimalkan untuk perangkat seluler dan telah menggunakan theme wp yang responsive.

Atau Kamu harus menginstal Google AMP , untuk membawa pengalaman baru pengunjung website mu melalui ponsel.

  • Redirect Error 404

Pastikan semua halaman error 404 dialihkan ke halaman lain. Jika tidak, pengunjung akan segera menekan tombol back dan membuat bounce rate website meningkat.

Cara termudah adalah dengan membeli dan menginstall Plugin Yoast SEO Premium karena sudah memiliki fitur redirect error 404. Jangan abaikan redirect halaman error 404 untuk mengurangi bounce rate.

  • Artikel Dengan Format Yang bagus

Halaman harus mudah dibaca untuk pengguna dari segala usia. Font tidak boleh terlalu kecil atau terlalu besar dan harus mudah dibaca. Heading dan Subheading tersebar merata.

Dalam artikel harus memiliki Bullet dan Table Of Content agar pengunjung dapat dengan mudah menemukan apa yang mereka butuhkan.

5. Tingkatkan Tautan Internal

Tautan internal adalah salah satu tips mengurangi bounce rate terbaik yang wajib diterapkan. Mengapa? Karena ketika pengguna mengklik tautan internal, konten kamu sangat berharga bagi pengguna.

Dengan meningkatkan tautan internal pada suatu halaman maka akan sangat membantu kamu mengurangi bounce rate.

Jika Kamu memiliki navigasi pengguna yang baik, Kamu juga akan memiliki tingkat konversi yang baik di toko online.

Dengan meningkatkan tautan internal pengunjung akan terus membaca lebih banyak konten di situs web Kamu miliki. Ingatlah untuk menempatkan tautan internal secara alami dan relevan dengan apa yang kamu tulis.

Selain dengan cara di atas tips mengurangi bounce rate lainnya bisa kamu terapkan dengan :

  • Meningkatkan keterlibatan pengunjung dengan membuat komunitas/forum
  • Membuat artikel terkait
  • Memperbarui konten lama
  • Menginstall plugin untuk mengurangi bounce rate seperti Adjusted Bounce Rate atau Reduce Bounce Rate.
  • Menggunakan Plugin Zero Bounce Rate

Pelajari juga strategi growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing untuk memastikan jangkauan media marketing digital bisa lebih akurat.