Cara Menerapkan Metaverse Marketing untuk Branding

metaverse marketing adalah

Menerapkan metaverse marketing untuk branding adalah salah satu strategi pemasaran yang tidak boleh Anda lewatkan sebagai pelaku bisnis. Jika bisnis yang Anda jalankan saat ini ingin bertahan dan lebih terkenal, maka Anda tidak boleh melewatkan era metaverse marketing.

Saat ini sudah sangat banyak brand besar dan terkenal di dunia yang sedang berlomba-lomba untuk membangun real estat di dunia virtual baru yang bernama metaverse.

Melansir dari CampaignAsia, ada 5 strategi marketing dan inovasi untuk mengetahui eksperimen dalam menerapkan metaverse marketing untuk branding mana yang paling menjanjikan.

Dari eksperimen pakaian virtual, NTF, toko bermerek di dalam game, konser virtual sampai peragaan busana di dunia metaverse. Tetapi sebenarnya masih ada banyak eksperimen branding yang telah dilakukan satu tahun terakhir ini untuk mengetahui cara pemasaran ke konsumen mana yang paling efektif di dunia baru metaverse. Lalu, apa itu dunia Metaverse?

Pengertian Metaverse

Metaverse memiliki arti melampaui alam semesta. Berdasarkan etimologinya, metaverse adalah iterasi internet masa depan yang terdiri dari ruang virtual 3D yang berguna untuk berbagai hal. Secara teoritis, metaverse terdiri dari beberapa dunia virtual yang dapat dioperasikan.

Di dunia metaverse akan memungkinkan seorang user dengan mudah melakukan teleportasi dari satu pengalaman ke pengalaman lainnya dan memfasilitasi segalanya mulai dari interaksi sosial, hiburan, belanja dan juga pekerjaan.

Mengutip dari Whitepaper Metaverse, Mobile Marketing Association (MMA) dan Culture Group menggambarkan metaverse sebagai dunia virtual yang memadukan mekanisme game, massive interactive live events (MILEs), barang digital berbasis blockchain, dan perdagangan virtual (virtual commerce).

Walaupun saat ini metaverse masih hanya sebuah konsep, tetapi sebenarnya metaverse telah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, sudah banyak brand terkenal membuat pakaian avatar sejak tahun 2018 yang bekerjasama dengan beberapa game.

digital marketing agency

Contoh lain seperti barang koleksi dan NFT telah mengalami lonjakan trend yang sangat drastis beberapa tahun akhir-akhir ini. Dan karena perkembangan teknologi yang sangat cepat juga membuat massive interactive live events (MILEs) mulai berjalan pada tahap awal.

Terlepas dari statusnya yang sedang dalam tahapan pengembangan, metaverse telah menjadi salah satu tren marketing paling populer. Para inovator telah membangun pondasi awal sebelum dunia virtual ini terwujud sepenuhnya, karena jika terlambat maka akan lebih sulit mendapatkan peluang komersial.

Tapi sementara ada beberapa studi kasus brand yang telah berhasil untuk menjangkau khalayak luas. Namun, sampai saat ini nilai pemasaran jangka panjang di metaverse masih menjadi misteri. Apakah metaverse akan menjadi tempat marketing bisnis jangka panjang yang baik, atau hanya sebuah tren baru dalam dunia marketing technology.

Karena saat ini tren dunia metaverse masih unggul hanya dalam kategori tertentu seperti untuk barang dan acara virtual untuk mempertunjukan sebuah kemewahan.

Baca Juga :

Cara Menerapkan Metaverse Marketing untuk Branding

Melansir dari laman CampaignAsia, mereka telah meminta 5 pakar yang berpengalaman dan memiliki wawasan dalam dunia metaverse untuk mengidentifikasi apakah metaverse cocok untuk branding sebuah bisnis atau tidak.

Dan mereka memiliki kesimpulan dari eksperimen awal di dunia metaverse tentang cara menerapkan metaverse marketing untuk branding bisnis, seperti :

1. Branding Karakter dan Real Estate Dalam Game

Beberapa brand telah menciptakan dan membangun karakter atau real estate dalam dunia game. Dalam dunia metaverse, Brand memasukkan marketing dengan cara memberikan pengalaman pengguna (user experience) dalam permainan dalam game. Brand tidak menampilkan iklan yang mengganggu saat pengguna memainkan game.

Contoh branding karakter dan real estate dalam game bisa kita lihat dalam game seperti Animal Crossing: New Horizons dan Fortnite. Kedua game ini telah menjadi lahan subur untuk menerapkan metaverse marketing untuk branding.

Contoh brand yang menerapkan metaverse marketing untuk branding yang dilakukan oleh Sentosa Development Corporation. Perusahaan  Sentosa Development Corporation telah menciptakan replika dari Pulau Sentosa di game Animal Crossing.

Dengan teknik marketing ini, pemain game Animal Crossing akan mengunjungi dan mencoba berbagai wahana yang sama dengan yang terdapat di Pulau Sentosa aslinya.

2. Barang Digital Untuk Avatar

cara menerapkan metaverse marketing

Avatar merupakan perwujudan virtual dari fisik kita di dunia maya. Sehingga dengan adanya avatar ini menjadi peluang bisnis utama dalam dunia metaverse. Karena suatu brand akan memiliki peluang menjalankan bisnis dengan menjual produk fashion, makanan dan hampir setiap produk yang dipasarkan di dunia nyata dapat dijual ke dunia virtual.

Beberapa brand yang telah memanfaatkan barang digital untuk mereka adalah Gucci. Gucci telah merilis koleksi digital dari pakaian dan produk khasnya di Game Roblox. Selain itu brand terkenal lain seperti Louis Vuitton dan Balenciaga kabarnya juga menciptakan barang digitalnya sendiri yang dapat dibeli dalam game dan menjualnya secara terbatas.

Baca Juga :

3. Barang Koleksi dan NFT

Brand terkenal juga telah menerapkan metaverse marketing untuk branding melalui barang koleksi dan non-fungible tokens (NFT). Ini adalah salah satu ruang lain dalam dunia metaverse yang sedang berkembang pesat.

NFT adalah aset digital yang diamankan dalam sebuah wadah bernama blockchain. Saat seorang membeli NFT, mereka membeli token (entry) unik yang terdapat pada buku besar blockchain. Yang mana ini membuktikan bahwa mereka secara unik telah memiliki aset digital.

Bentuk perdagangan online satu tahun terakhir ini telah meroket popularitasnya sampai brand terkenal seperti Gucci juga menjual tas digital mereka melalui NFT dengan harga yang melebihi harga fisiknya.

4. Massive interactive live events (MILEs)

MILEs menggunakan suatu simulasi untuk menyatukan banyak pengguna untuk dapat berinteraksi dan menghadiri suatu acara atau game secara real-time. Sebagian besar MILEs saat ini memiliki konsep berbentuk game.

Contoh MILEs yang bisa kita gunakan adalah Genvid’s Rival Peak yang didistribusikan di Facebook Watch. Contoh penggunaan MILEs di industri musik telah dilakukan Travis Scott. Travis Scott telah melakukan konser langsung di Fortnite yang ditonton sebanyak 12,3 juta gamer.

Bisnis Apa Yang Cocok Menerapkan Metaverse Marketing untuk Branding?

Jika Anda bertanya bisnis apa yang cocok untuk menerapkan Metaverse Marketing untuk Branding saat ini berdasarkan studi kasus yang ada saat ini adalah brand fashion.

Tetapi seiring berkembangnya dunia metaverse yang semakin lengkap, maka akan menarik semua jenis pengguna, pengalaman dan aktivitas komersial. Jadi untuk kedepannya jika dunia metaverse sudah sempurna, maka segala jenis bisnis dapat berkembang dengan mudah seperti layaknya di dunia nyata.

Contohnya saja brand Coca-Cola yang bukan merupakan brand fashion telah berhasil dengan investasi yang mereka lakukan di metaverse NFT dengan berhasil menjual NFT sebesar $575.000 yang mereka lelang secara online di bulan juli 2021.

Jadi itulah yang dapat Anda pahami saat ini tentang perkembangan dunia metaverse. Dengan demikian, semoga Anda bisa lebih memahami cara menerapkan metaverse marketing untuk branding yang efektif saat ini.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.