12 Metrik Content Marketing Untuk Optimalkan Konversi Bisnis

12 Metrik Content Marketing Untuk Optimalkan Konversi Bisnis

Content marketing adalah strategi marketing yang berguna untuk menarik, melibatkan, dan mempertahankan pelanggan (customer loyalty) dengan tujuan mempromosikan brand awareness. Mulai dari membuat dan membagikan artikel, video, podcast, dan media lain yang relevan. Untuk sepenuhnya mengukur keberhasilan strategi pemasaran konten, Anda perlu memahami metrik content marketing yang membantu Anda melacak konversi dan ROI (return on investment) jangka panjang dari konten Anda.

Pada dasarnya, tanpa mengukur metrik konten yang benar, Anda tidak akan pernah tahu seberapa baik upaya pemasaran Anda di depan pelanggan. Kendati demikian, tidak semua marketer yang menggunakan content marketing tahu bagaimana melacak efektifitas konten dengan benar.

Padahal efeknya cukup berisiko untuk bisnis, yaitu bisnis dapat kehilangan pembaca sebagai target audience. Wah, gawat banget dong, ya?

Tapi untungnya, artikel ini akan menjelaskan beberapa metrik content marketing yang perlu Anda pantau untuk memastikan content marketing campaign Anda terjamin sukses.

Framework untuk Mengukur Kesuksesan Konten

Sejatinya hal pertama yang harus Anda pahami tentang metrik content marketing adalah bahwa tidak semua metrik sama-sama berguna dalam setiap tahap siklus hidup konten Anda.

Maksudnya, ketika Anda baru memulai campaign brand baru, Anda tidak benar-benar memiliki jumlah traffic yang menjanjikan untuk melacak ROI atau hanya sekedar tes untuk click-through rates (CTR).

Pada tahap ini, Anda akan melihat hasil yang jauh lebih baik dengan berfokus pada traffic generation daripada mengukur engagement atau tingkat konversi konten marketing Anda. Oleh karena itu, Anda perlu memecah setiap marketing campaign ke fase yang berbeda dan melacak berbagai metrik untuk setiap fase.

Setelah dikelompokkan, terdapat tiga fase utama yang akan menentukan masing-masing metrik content marketing, yaitu traffic generation, engagement, dan conversion. Silakan simak masing-masing fase ini secara lebih rinci pada penjelasan berikut ini.

digital marketing agency

Fase #1: Pengukuran Traffic Generation

Fase #1: Pengukuran Traffic Generation

Ketika Anda memulai contoh marketing campaign baru dari sisi konten, traffic konten Anda kemungkinan masih sangat terbatas. Pada tahap ini, Anda harus fokus untuk mendapatkan traffic website sebanyak mungkin.

Setelah Anda mendapati sejumlah audience mulai berdatangan ke situs Anda, Anda dapat mulai melacak engagement dan tingkat konversi mereka. Metrik content marketing yang paling penting dalam tahap ini adalah:

Baca Juga:

1. Pengunjung Unik

Metrik yang berkaitan dengan jumlahnya pengunjung unik yang datang ke situs Anda ini bisa dibilang angka paling penting dalam konten marketing. Pasalnya, jumlah pengunjung tersebut akan memberi tahu Anda persis apakah upaya pemasaran Anda telah berfungsi atau tidak. Semakin tinggi angka traffic pengunjung, maka semakin baik kualitas marketing Anda.

2. Tampilan Halaman (Page Views)

Metrik ini memberitahu Anda berapa banyak halaman total situs Anda yang dikunjungi audience Anda. Meskipun metrik ini sangat penting, terutama untuk perusahaan media, page views dapat menyesatkan yang mana desain situs, traffic source, dan bahkan niche industri Anda memiliki efek besar pada tampilan halaman.

3. Total Backlink

SEO (Search Engine Optimization) yang baik adalah produk sampingan dari content marketing campaign yang sukses. Namun, perlu Anda ketahui bahwa untuk mendapatkan SEO yang baik, Anda memerlukan banyak backlink.

Melacak jumlah website yang menghubungkan kontennya ke situs Anda memberi Anda ukuran yang baik dari upaya distribusi konten Anda. Dalam kebanyakan kasus, semakin tinggi jumlah backlink yang mengarah ke situs Anda, maka semakin baik peringkat website Anda di SERP (search engine result page).

4. Sumber Traffic

Cari tahu dan analisislah dari sumber apa pelanggan Anda akan datang ke website Anda. Apakah hanya mengandalkan search engine? Atau mungkin mereka juga mengunjungi website Anda dari sumber rujukan atau mungkin salah satu platform media sosial bisnis Anda?

Setelah Anda berhasil menemukan sumber utama channel marketing Anda, mulailah untuk mempromosikan konten Anda sesuai platformnya. Misalnya, jika Anda mendapatkan sebagian besar traffic web Anda dari Twitter, itu berarti followers media sosial bisnis Anda engaged dengan konten Anda. Setelah itu, postinglah lebih banyak konten yang menarik pengguna Twitter.

Perlu Anda ingat bahwa fase pertama dalam metrik content marketing ini biasanya membutuhkan waktu 1-3 bulan atau sampai Anda telah membangun perpustakaan konten dan menarik beberapa traffic.

Fase #2: Pengukuran Engagement

metrik content marketing Fase #2: Pengukuran Engagement

Setelah Anda memiliki traffic yang baik, saatnya Anda terlibat atau engage dengan pengguna Anda secara teratur dan mengubahnya menjadi “pembaca” bukan hanya pengunjung. Untuk ini, Anda perlu melacak metrik content marketing dari sisi engagement, seperti:

Baca Juga:

1. Bounce Rate

Bounce rate didefinisikan sebagai persentase pengunjung ke website tertentu yang menavigasi dari situs setelah melihat hanya satu halaman. Jika persentase bounce rate situs Anda turun, maka pembaca Anda lebih engage dengan konten Anda.
Tapi, jangan berharap bounce rate situs Anda turun dalam semalam. Metrik ini bekerja secara lambat untuk menganalisis dan mendistribusikan konten yang tepat untuk engagement bisnis lebih lanjut.

2. Pengunjung Baru vs Pengunjung Lama

Metrik ini cukup jelas, yaitu melacak jumlah orang yang kembali ke situs Anda dan pengunjung yang baru datang ke situs Anda (customer retention). Orang-orang yang kembali ke situs Anda adalah hal yang baik karena dapat menunjukkan bahwa konten Anda menarik dan bermanfaat.

3. Waktu yang Pengunjung Habiskan di Website

Maksud dari metrik ini adalah jumlah waktu yang pengguna habiskan untuk mengunjungi dan mengakses website Anda. Jika mereka menghabiskan banyak waktu di website, maka biasanya itu berarti Anda memiliki konten yang mereka sukai.

Anda juga dapat menggali lebih dalam dan mencari tahu halaman apa yang paling banyak pengguna gunakan. Jika pengguna Anda menghabiskan banyak waktu untuk jenis halaman tertentu, sebaiknya buat lebih banyak konten seperti itu.

4. Social Shares

Pantau jenis konten apa yang pengguna Anda bagikan ke media sosial dari website Anda. Bisa jadi infografis, gambar, postingan panjang atau postingan pendek pada website Anda.

Sebab, logikanya orang hanya berbagi konten dengan sukarela ketika mereka benar-benar menyukainya. Oleh karena itu, penting sekali untuk sesekali menganalisis jumlah social share di setiap bagian content Anda.

5. Jumlah Komentar

Komentar mewakili komitmen yang jauh lebih besar daripada jumlah share atau like. Orang-orang akan mengomentari artikel hanya jika mereka merasa bahwa konten tersebut sangat berguna.

Memonitoring jumlah komentar yang masuk adalah cara terbaik untuk melacak keterlibatan konten Anda. Dan juga, dengan mengundang pengguna untuk berbagi cerita atau ide mereka di website Anda, Anda dapat membuka diskusi publik dengan mudah. Metrik ini sangat penting jika Anda ingin membangun komunitas.

Fase kedua ini dapat berlangsung selama 3-6 bulan dalam content marketing campaign Anda.

Fase #3: Pengukuran Conversion

Fase #3: Pengukuran Conversion

Sekarang setelah Anda telah mengembalikan pembaca yang menyukai konten Anda, saatnya untuk mengubahnya menjadi leads dan pelanggan. Fokus Anda dalam fase ini harus mengukur efisiensi konten Anda dalam proses mengubah pembaca menjadi pelanggan prospek. Berikut adalah metrik content marketing yang akan membantu strategi marketing Anda.

1. Opt-in Rates

Ketika pengguna mengisi formulir opt-in Anda, itu adalah indikasi yang jelas mereka ingin tetap terhubung dan update dengan konten Anda. Metrik ini adalah keunggulan terbaik bagi konten Anda karena berpotensi dapat mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan yang membayar di masa depan.

2. Click-Through Rate

Click-through rate didefinisikan sebagai proporsi pengunjung ke halaman web yang mengikuti tautan hypertext ke situs tertentu. Tautan hypertext ini dapat berupa CTA (call-to-action) yang Anda inginkan agar diklik pengguna aktif.

Misalnya, Anda memiliki artikel tentang “digital marketing agency” dengan lead magnet di bagian bawah halaman web. Maka Anda perlu mencantumkan click-through rate ke halaman unduh lead magnet website Anda.

3. ROI (Return on Investment)

Bisa dibilang metrik ini adalah metrik yang paling penting dan juga metrik yang paling sulit untuk diukur.
Sebab, pada dasarnya ROI mudah dimengerti. ROI adalah total pendapatan yang dihasilkan melalui content marketing serta total investasi dalam pembuatan dan distribusi konten.

Untuk mengukur ROI, Anda perlu memiliki dua hal, yaitu Customer Lifetime Value (CLV) dan cara untuk melacak perjalanan pelanggan (customer journey) Anda .

Jika Anda sudah memiliki sistem CRM (customer relationship management), Keduanya akan membantu Anda mengetahui konten apa yang membantu Anda membuat penjualan akhir. Di sisi lain, dengan mengetahui CLV Anda dapat menghitung pengembalian aktual dari setiap penjualan.

Penutup Metrik Content Marketing

Mengukur keberhasilan content marketing Anda sangat penting jika tujuan Anda adalah untuk mendapatkan lebih banyak traffic dan menghasilkan lebih banyak penjualan. Pada saat yang sama, penting untuk mengukur metrik content marketing yang tepat pada tahap yang tepat.

Fokuslah pada pelacakan traffic ketika Anda baru memulai campaign baru. Lalu setelah Anda mendapatkan sejumlah pengunjung, maka mulailah melacak engagement rate konten Anda.

Akhirnya, setelah Anda memiliki pembaca yang engage dengan konten Anda secara teratur, Anda dapat fokus pada pelacakan tingkat konversi dan mencari tahu ROI campaign Anda.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.