Pahami 7 Metrik Video Marketing Untuk Memahami Performa dan Engagement Bisnis

Pahami 7 Metrik Video Marketing Untuk Memahami Performa dan Engagement Bisnis

Di tengah pertumbuhan tren digital marketing dan popularitas platform media sosial berbasis audio-visual, video marketing menjadi salah satu jenis pemasaran andalan para marketer dalam mempromosikan atau mengkampanyekan produk atau layanan bisnis (marketing campaign) ke dalam konten video. Marketer tidak hanya sekedar merencanakan, mengembangkan, dan mempublikasikan konten video ke target audiens sebagai prospek (content plan & strategy). Melainkan juga perlu menelaah sejumlah metrik video marketing untuk mengukur seberapa baik performa strategi pemasarannya.

Pasalnya, dalam hasil penelitian yang dilakukan HubSpot, lebih dari 50% konsumen lebih tertarik melihat konten video milik brand yang disukai melalui internet daripada mengakses konten berbasis teks dan grafis biasa. Sehingga, metrik-metrik dalam digital marketing inilah yang menjadikan fokus bisnis dalam mengembangkan konten pemasaran yang mana dapat menyalurkan emosi (emotional marketing) dan nilai bisnis kepada konsumen.

Dengan begitu, sejumlah stakeholder dapat lebih mudah mengambil keputusan tentang jenis konten mana yang paling memengaruhi engagement target pelanggan serta penyusunan rencana pengembangan bisnis yang berkelanjutan dan up-to-date (business continuity plan). Di mana nantinya akan mendorong peningkatan brand awareness dan loyalitas konsumen (customer loyalty) dengan lebih optimal.

Mari kita bersama-sama mengenal beberapa metrik video marketing yang penting untuk membantu kesuksesan proses bisnis dan keseluruhan pertumbuhan bisnis dengan membaca artikel di bawah ini.

1. Engagement

engagement sebagai metrik video marketing

Dalam teori pemasaran, engagement menjadi metrik atau indikator utama yang dapat mengukur dan menilai seberapa baik interaksi target audiens dalam merespons sajian konten pemasaran dan berkomunikasi dengan brand. Sama seperti jenis digital marketing lainnya, engagement pada konten video mencakup jumlah komentar dan likes.

Kendati demikian, metrik engagement memberi marketer gambaran data kualitatif yang berharga tentang seberapa baik user experience dan umpan balik target audiens (customer feedback) dan juga sebagai kesimpulan akhir dari analisis kompetitor. Dengan begitu, marketer dapat memutuskan topik video mana yang akan menjadi fokus kampanye pemasaran di masa mendatang (marketing forecast) yang sesuai dengan persona audiens.

Baca Juga:

Berhubung strategi video marketing pastinya akan memanfaatkan saluran pemasaran berbasis internet, marketer dapat melihat lebih jelas nilai brand loyalty dari audiensnya melalui tingkat engagement. Bahkan, bukan hal yang tak mungkin metrik engagement menjadi faktor pendorong pertumbuhan reputasi brand yang lebih kredibel.

digital marketing agency

2. Conversion Rate

Metrik selanjutnya yang strategi video marketing miliki adalah tingkat konversi atau conversion rate. Singkatnya, conversion rate adalah besaran persentase pengunjung yang mengakses konten digital bisnis untuk memenuhi kebutuhan audiens dalam menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi (customer pain point).

Sedangkan dalam konsep khusus video marketing, conversion rate berguna dalam mengukur seberapa baik konten video dapat membujuk atau mengonversi audiens menjadi leads atau pelanggan potensial (lead conversion).

Conversion rate cukup mudah diukur ketika marketer menjalankan kampanye iklan video dengan mengandalkan tracking untuk melihat dari mana jumlah klik dan konversi konten berasal. Contohnya dengan memasang tombol CTA atau call-to-action di akhir video. Itulah mengapa metrik ini juga perlu dioptimalkan atau biasa dikenal dengan conversion rate optimization (CRO).

3. Click-Through Rate (CTR)

Berkaitan dengan metrik konversi pada poin kedua, CTR atau click-through rate juga mempengaruhi performa video marketing. Sederhananya, CTR adalah rasio jumlah klik terhadap jumlah impression yang biasanya diperoleh melalui pemasangan CTA. Atau juga bisa berasal dari landing page yang terhubung dengan video yang mana mengarahkan audiens ke promosi bisnis.

KPI marketing ini berguna untuk mengukur seberapa baik konten video mendorong audiens untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan tujuan pemasaran bisnis. Sehingga, tinggi rendahnya CTR bergantung pada lokasi penempatan CTA pada konten video. Jika CTR rendah, maka pertimbangkan untuk mengubah penempatan CTA di video pemasaran.

Baca juga:

4. Jumlah Views

Metrik video marketing lainnya adalah jumlah views. Tentunya metrik ini juga erat kaitannya dengan metrik-metrik lainnya, seperti metrik engagement dan conversion rate yang mencakup tujuan pemasaran menggunakan konten video. Jika tujuan video adalah untuk mendorong proses penjualan dan percepatan closing sales, marketer akan menganggap pemasaran telah berhasil meskipun jumlah viewsnya rendah.

Bila dilogika, jumlah views akan dihitung berdasarkan kapan saja video tersebut ditonton oleh audiens. Namun kenyataannya, setiap platform media sosial memiliki perhitungannya sendiri dalam mengukur jumlah view atau penayangan.

Ambil contoh platform YouTube yang menghitung jumlah viewsnya berdasarkan tindakan audiens dalam menonton video di satu perangkat terhitung selama 30 detik. Lalu TikTok yang akan menghitung jumlah views berdasarkan play rate video di halaman FYP audiens. Dan Instagram yang menghitung views dari durasi tonton audiens selama 3 detik pertama.

Oleh sebab itu, Anda perlu perhatikan perencanaan video marketing dengan memposting konten di waktu-waktu ideal yang sesuai dengan persona dan behavior audiens.

5. Jumlah Pertumbuhan Follower atau Subscriber

Jumlah Pertumbuhan Follower atau Subscriber

Percaya atau tidak, pertumbuhan jumlah follower atau subscriber pada media sosial juga dapat menjadi ukuran seberapa berkualitasnya kinerja video pemasaran. Pasalnya, jumlah tersebut dapat menunjukkan bahwa video pemasaran bisnis berhasil menjangkau audiens baru dan menarik mereka menjadi pelanggan (customer acquisition).

Metrik ini bisa dipicu oleh watch time atau rata-rata waktu yang audiens habiskan untuk menonton video (lead time). Watch time akan membantu marketer memahami apakah konten video beresonansi dengan audiens bisnis. Sehingga akan mempengaruhi psikologi audiens untuk mengikuti media sosial bisnis.

Tetapi, perlu Anda ketahui bahwa watch time adalah salah satu jenis vanity metric yang tidak bisa membantu marketer dalam memahami keseluruhan kinerja strategi pemasaran video.

6. Reach dan Impression

Dalam hal memantau kinerja video marketing di berbagai platform media sosial dan website, reach dan impression adalah metrik-metrik yang harus diperhitungkan.

Bagaimana tidak, metrik reach menunjukkan berapa banyak pengguna platform digital yang telah melihat postingan konten atau kampanye iklan bisnis. Baik itu pada jenis iklan sosial, iklan native, iklan tertarget, atau iklan komparatif. Sedangkan metrik impression mengacu pada jumlah view atau berapa kali konten tampil, tayang, atau muncul di depan target audiens. Tak peduli apakah konten tersebut di klik atau tidak.

Walaupun merujuk pada hal yang berbeda, keduanya dapat menjadi tolok ukur atau insight dalam perencanaan dan pembuatan postingan konten digital di masa mendatang. Anda bisa cantumkan tag, hashtag dan keyword utama yang relevan dengan konten agar brand dapat menjangkau lebih banyak audiens.

7. Social Shares

Metrik video marketing terakhir yang tak kalah penting adalah jumlah social shares atau share of voice (SOV). Sebab, pada dasarnya tujuan utama dari pengembangan konten video adalah tingkat sharing satu audiens ke audiens lainnya.

Audiens yang tertarik dan menyukai konten video akan cenderung ingin orang lain yang ia kenal juga melihatnya. Semakin banyak dan sering video di bagikan, semakin banyak pula orang yang melihatnya serta semakin luas jangkauan bisnis dan traffic media sosial.

Hal tersebut akan mempengaruhi peningkatan brand awareness dan brand engagement secara tidak langsung. Untuk menghasilkan lebih banyak social shares pada video, pastikan untuk menayangkan video dengan jelas di setiap marketing funnel.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.