Manfaat dan Tips Membuat Micro Content yang Efektif di Media Sosial

micro content

Konten marketing kini menjadi bagian yang sangat penting dalam pemasaran digital. Sebab melalui konten yang bagus, maka akan ada lebih banyak audiens yang tertarik terhadap brand Anda. Sehingga, konten marketing memiliki peran besar dalam meningkatkan brand engagement maupun customer engagement. Nah, salah satu jenis konten marketing yang perlu Anda maksimalkan adalah micro content.

Konten mikro menjadi salah satu jenis konten yang tengah menjadi tren marketing saat ini. Bukan tanpa alasan. Pasalnya jenis konten ini sangat efektif untuk menggaet perhatian target pasar dengan cepat. Sehingga, konten mikro menjadi salah satu lead magnet yang sangat efektif untuk mencuri perhatian para sales lead (prospek), terutama di media sosial.

Sayangnya, saat ini masih banyak perusahaan yang belum memanfaatkan konten mikro dengan maksimal pada social media marketing mereka. Padahal dengan memaksimalkannya, perusahaan akan lebih mudah dalam menjaring banyak lead baru yang berkualitas.

Lantas, bagaimana tips membuat micro content yang efektif?

Apa Itu Micro Content?

Konten mikro atau micro content adalah jenis copywriting dalam bentuk frasa atau teks pendek yang berperan untuk menyampaikan brand message atau inti dari sebuah konten secara singkat.

Biasanya, konten mikro berguna untuk menyimpulkan artikel di website perusahaan, maupun postingan blog marketing yang panjang. Sehingga, jenis content marketing yang satu ini bisa kita definisikan sebagai ringkasan, sinopsis, atau epilog singkat yang Anda tampilkan melalui media sosial. Jenis konten ini juga umum disebut sebagai storytelling untuk marketing.

Konten mikro seperti ini sangat ampuh untuk menarik perhatian lead. Sebab dengan konten mikro seperti ini, biasanya audiens akan mendapatkan gambaran luas dari postingan Anda. Konsep inilah yang membuat audiens menjadi semakin tertarik untuk membaca keseluruhan artikel atau melihat postingan.

Sehingga, dalam pembuatannya pun Anda perlu membuat persuasi copy yang menarik dan membuat audiens merasa penasaran. Biasanya, micro content seperti ini membutuhkan call to action (CTA) yang mengarahkan audiens untuk melakukan tindakan tertentu.

Manfaat Micro Content untuk Strategi Marketing

Mengutip dari Linchpinseo, konten mikro dapat memberikan pengaruh yang signifikan sebagai strategi social media marketing perusahaan. Hal ini karena micro content menjadi jenis konten yang paling sering audiens konsumsi melalui perangkat mobile mereka.

Apalagi bagi para pengguna aktif media sosial yang gemar menikmati thread di Twitter atau konten video marketing. Misalnya di Instagram, YouTube, Facebook, atau TikTok. Sehingga, pemasaran dengan konten mikro sangat efektif, mengingat media sosial menjadi saluran pemasaran yang mengalami peningkatan jumlah pengguna masif dari tahun ke tahun.

Selain itu, strategi marketing dengan konten mikro ini juga dapat memberikan sejumlah manfaat. Antara lain:

Baca Juga :

Tips Membuat Micro Content yang Efektif

tips membuat micro content

Sebagaimana penjelasan di atas, konten mikro menjadi salah satu content marketing yang efektif untuk menarik perhatian audiens secara cepat. Maka dari itu, bagi Anda yang tengah membuat content plan, ikuti tahapan berikut ini agar dapat menciptakan konten mikro yang efektif:

1. Harus Singkat dan Jelas

Sebagaimana konsep awalnya, konten mikro haruslah berisi frasa singkat dan jelas. Menurut Semrush, semakin singkat isinya maka semakin baik fungsinya untuk keperluan strategi pemasaran.

Sebab, postingan yang panjang cenderung membuat audiens mengalami kesulitan untuk menangkap inti pesan yang Anda sampaikan. Apalagi saat ini mayoritas audiens enggan membaca konten yang terlalu panjang. Bisa jadi, konten yang panjang malah akan membuat mereka kehilangan minat.

Maka dari itu, konten mikro haruslah memuat pesan yang singkat, ringkas, dan jelas.

Hindari pula penggunaan tagar yang berlebihan. Sebab menggunakan tagar atau hashtag yang banyak justru membuat konten Anda terkesan tidak orisinal dan hanya dibuat untuk keperluan marketing campaign saja, tanpa memberikan informasi yang bermanfaat.

Mungkin Anda tidak akan menemukan kesulitan ketika menerapkan tips ini di media sosial di Twitter, yang memang membatasi jumlah karakter. Namun, permasalahan seperti ini akan sangat umum Anda temukan ketika membuat konten di media sosial lainnya. Misalnya Facebook atau Linkedin.

2. Buat Konten yang Menghibur

Bila Anda perhatikan, saat ini kebanyakan audiens lebih tertarik melihat konten-konten yang lucu ketimbang educational. Terutama konten-konten berbentuk gambar atau video singkat. Sehingga, bisa kita simpulkan bahwa mayoritas audiens lebih menyukai konten yang bersifat menghibur.

Misalnya adalah GIF atau video singkat berbau meme yang banyak sekali kita temukan di Twitter, IG reels, YouTube shorts, hingga TikTok.

Maka dari itu, buatlah konten yang lucu dan menghibur sebagai salah satu magnet untuk menarik perhatian user. Namun, jangan lupa pula untuk menyisipkan konten berisi informasi dan strategi promosi (kampanye pemasaran) Anda.

Baca Juga :

3. Format Listicles dan Infografis

Listicles menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin membuat micro content dari artikel panjang. Dengan listicles, Anda akan menyampaikan inti dari artikel tersebut, sehingga audiens tidak akan merasa jenuh membacanya. Kendati demikian, tetap perhatikan bahwa Anda menyelipkan CTA yang membuat audiens tertarik untuk membaca informasi secara lengkap.

Saat membuat konten dengan format listicles, pastikan Anda menjelaskan poin-poin penting secara runut. Tujuannya adalah agar audiens tetap mendapatkan informasi yang jelas dan terstruktur. Selain itu, promosi pun akan jadi lebih ringkas dan tetap menarik.

Selain listicles, format lain yang tak kalah populer adalah infografis. Sebab, audiens akan lebih mudah mencerna informasi dalam bentuk infografis, yang pada dasarnya merupakan visualisasi dari data yang ada (data visualization). Anda bisa membuat infografis dalam bentuk gambar, GIF, atau video pendek.

Namun, pastikan Anda membuat infografis yang ringkas dan desain yang tidak terlalu mencolok.

4. Sesuaikan dengan Format Mobile

Konsep awal dari pembuatan konten mikro adalah menarik perhatian audiens di media sosial. Maka sudah tentu, mayoritas audiens tersebut akan menggunakan perangkat mobile atau smartphone. Inilah sebabnya, Anda wajib menyesuaikan format micro content dengan perangkat mobile.

Meskipun terkesan sepele, namun pengaruh format akan memberikan dampak yang signifikan pada user experience atau pengalaman pengguna. Apabila user merasa tidak nyaman, maka artinya konten mikro yang Anda buat pun tidak memberikan hasil maksimal.

Itulah ulasan singkat tentang manfaat micro content beserta tips membuatnya. Pada intinya, ini merupakan salah satu jenis strategi marketing campaign yang dapat memberikan pengaruh signifikan pada proses pemasaran, terutama menarik lead baru.

Namun, Anda juga perlu memerhatikan kebutuhan customer dan mengikuti tren yang sedang viral. Tujuannya adalah agar konten Anda selalu relevan dan tidak ketinggalan zaman.

Selain mendukung pemasaran dari segi konten marketing, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :