Pentingnya Micromarketing Dalam Menjangkau Segmen Pasar Terbaik

Pentingnya Micromarketing Dalam Menjangkau Segmen Pasar Terbaik

Perkembangan teknologi yang serba digital seperti sekarang memengaruhi proses (business process) dan kinerja bisnis sejumlah perusahaan untuk menerapkan beberapa strategi pemasaran digital. Sama halnya dengan pemasaran tradisional, pemasaran digital memiliki tujuan utama untuk menjangkau (reach) pangsa pasar yang luas dan mempromosikan produk atau layanan kepada target pasar dengan mudah, praktis, dan cepat. Nah, salah satu strategi marketing terbaik yang masih banyak marketer terapkan adalah pemasaran mikro atau micromarketing.

Jenis pemasaran ini membuat marketer perlu mempertimbangkan metrik pemasaran khusus yang berguna dalam membedakan segmen pasar yang mereka targetkan. Dan dengan micromarketing, marketer yang bekerja sama dengan CRO (customer relation officer), tim customer service, dan/atau bahkan stakeholder perusahaan dapat mencocokkan karakteristik konsumen dengan produk yang perusahaan tawarkan (customer-centric).

Melalui artikel ini, inMarketing akan mengajak Anda untuk memahami apa itu micromarketing, jenis, manfaatnya untuk proses penjualan dan pemasaran, kelebihan dan kekurangannya, serta langkah sukses membangun micromarketing. Baca sampai habis, ya!

Apa Itu Micromarketing?

Menurut Marketing Tutor, pemasaran mikro atau micromarketing adalah jenis marketing strategy yang berguna untuk memasarkan produk atau layanan secara langsung (product strategy) kepada target pelanggan potensial (leads) yang sesuai dengan niche pasar dan informasi analisis perilaku pelanggan bisnis (consumer behavior).

Singkatnya, mikromarketing ini diterapkan dalam rangka memenuhi tuntutan dan kebutuhan (demand) sebagian kecil konsumen di pasar (demand management). Di mana kelompok kecil konsumen tersebut dapat perusahaan jangkau dengan menawarkan konten yang spesifik dan berkualitas (content marketing) atau advertising untuk memperoleh pengalaman pemasaran yang dipersonalisasi (experiential marketing).

Baca Juga:

Dengan micromarketing, bisnis perusahaan dapat membangun hubungan pribadi dengan pelanggan (relationship) dan menghasilkan lebih banyak penjualan (incremental sales) di industri yang kompetitif. Kendati perusahaan tersebut tidak memiliki resource atau anggaran yang banyak.

Contohnya, strategi pemasaran mikro tetap dapat memengaruhi perkembangan brand perusahaan (brand development) yang tidak mengeluarkan banyak biaya untuk beriklan di saluran pemasaran tertentu atau menggunakan sponsorship yang bekerja sama dengan influencer atau brand ambassador.

Selain itu, pemasaran mikro juga akan membantu perusahaan dapat menciptakan produk (product development) yang sesuai kebutuhan pelanggan, mempromosikan produk dengan lebih efektif, serta mendistribusikan produk secara lebih mudah (supply chain management).

Jenis Micromarketing

Jenis Micromarketing

Secara teori, pemasaran mikro memiliki beberapa jenis strategi pemasaran sederhana yang dibedakan berdasarkan aspek-aspek tertentu. Di mana Anda atau pemilik bisnis lainnya dapat mempertimbangkannya saat mengembangkan (business development) hingga menumbuhkan bisnis (business growth).

1. Berdasarkan Lokasi (Location)

Jenis micromarketing pertama mengacu pada upaya perusahaan dalam menargetkan sejumlah prospek di lokasi atau area tertentu yang juga memperhitungkan kelompok usia dan jenis kelamin.

2. Berdasarkan Pekerjaan (Job Title)

Selanjutnya, micromarketing yang berbasis pekerjaan membuat marketer menargetkan konsumen dengan jabatan atau tingkat pekerjaan tertentu. Misalnya, manajer pemasaran, manajer sumber daya manusia, dan jabatan kerja lainnya.

3. Berdasarkan Jenis Industri

Saat perusahaan Anda memilih jenis strategi pemasaran mikro ini, maka Anda memilih untuk menargetkan penjualan produk atau layanan bisnis ke prospek di sektor industri tertentu.

4. Berdasarkan Ukuran (Size)

Ketika Anda menargetkan bisnis dengan format pemasaran tertentu, maka itu termasuk ke dalam jenis pemasaran mikro ini. Dalam hal ini, perusahaan memilih audiensnya berdasarkan ukuran atau jumlah yang menguntungkan.

5. Berdasarkan Loyalitas Merek (Brand Loyalty)

Jenis micromarketing ini digunakan untuk menargetkan pelanggan brand yang paling setia (customer loyalty) serta menargetkan pelanggan berdasarkan riwayat pembelian produk atau layanan brand sebelumnya (brand loyalty).

Baca Juga:

6. Berdasarkan Pelanggan Saat Ini

Menargetkan pelanggan yang telah dimiliki saat ini atau pelanggan yang berbeda berdasarkan segmentasi perilaku (behavioral segmentasi) untuk peningkatan penjualan (upselling) atau pembelian kembali (repeat purchase).

7. Berdasarkan Hubungan

Pada jenis mikromarketing ini, marketer memilih untuk memasarkan produk atau layanan bisnis dengan menargetkan prospek pasar yang terhubung dengan merek (brand engagement). Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan brand awareness perusahaan.

Micromarketing vs Macromarketing

Bila kita berbicara tentang micromarketing, maka tak akan jauh-jauh dari konsep pemasaran makro atau macromarketing. Karena memang, keduanya memiliki keterkaitan dari segi istilah. Kendati demikian, keduanya menjelaskan proses yang berbeda.

Seperti yang telah dijelaskan di awal artikel, pemasaran mikro menargetkan segmen audience yang spesifik dari niche pasar tertentu (niche marketing), lalu bisnis mengonversinya (lead conversion) menjadi pelanggan yang membeli (sales lead).

Nah, berbeda dengan pemasaran makro yang mana didedikasikan khusus untuk berfokus pada sebagian besar pelanggan. Dengannya, sebuah bisnis memetakan (business process mapping) atau mengelola proses bisnis (business process management) untuk memilih strategi yang dapat membantu perusahaan menjangkau pasar massal (mass marketing).

Kelebihan dan Kekurangan Micromarketing

 

Dari perbandingan micromarketing dengan macromarketing, terlihat bahwa micromarketing adalah pemasaran yang lebih tertarget (STP Marketing) dan terkonsentrasi (concentrated marketing) untuk mencapai visi dan misi perusahaan (corporate communication).

Namun, tak dipungkiri pula jika pemasaran mikro dapat membawa kerugian bagi proses bisnis. Adapun penjelasan selengkapnya mengenai kelebihan dan kekurangan micromarketing dapat Anda simak berikut ini.

Kelebihan Micromarketing

Kekurangan Micromarketing

Langkah Membangun Strategi Micromarketing yang Sukses

Nah, supaya perusahaan tidak menghadapi risiko-risiko di atas, perusahaan perlu terapkan beberapa langkah membangun strategi micromarketing terbaik berikut ini. Cara-cara tersebut nantinya akan membantu perusahaan mencapai tujuan dan target bisnis serta menjadikan pemasaran mikro sebagai strategi digital marketing terbaik.

1. Tentukan Persona Pembeli (Buyer Persona)

Langkah pertama dan terpenting untuk membangun strategi pemasaran mikro yang sukses adalah memahami pembeli Anda. Sebab, jika Anda ingin brand Anda terhubung dengan konsumen, maka Anda perlu tahu siapa mereka.

Cara terbaik untuk memahami konsumen adalah dengan memiliki buyer persona yang mewakili rata-rata pelanggan ideal untuk audiens yang berbeda. Dengan mengambil persona tersebut dan mengembangkannya lebih jauh menjadi persona pembeli khusus, hal tersebut akan membantu Anda memahami perilaku, demografi, minat, dan kepribadian dari niche pasar yang ingin Anda targetkan.

2. Rencanakan Detail Kampanye Pemasaran

Setelah Anda mengidentifikasi buyer persona yang ingin bisnis targetkan dengan kampanye pemasaran mikro, Anda harus mencari cara terbaik untuk menjangkau pelanggan. Serta merencanakan pesan serta konten pemasaran yang ingin Anda kembangkan untuk mendapatkan hasil terbaik.

Ada banyak cara berbeda untuk mendekati audiens Anda dalam pemasaran dan penjualan (sales approach), di antaranya adalah dengan menggunakan:

Setiap audiens Anda akan memiliki respons yang berbeda terhadap pendekatan di berbagai titik kontak kampanye Anda (customer touchpoint). Jadi, pastikan untuk memetakan segala jenis kemungkinan respons pelanggan pada buyer persona untuk memperoleh gambaran customer journey bisnis Anda.

3. Jalankan dan Analisis Kampanye

Setelah Anda menentukan langkah-langkah kampanye, kini saatnya untuk menerapkan kampanye di depan pelanggan potensial. Jika Anda baru pertama kali akan menjalankan kampanye micromarketing, maka pastikan untuk selalu menganalisis hasil pemasaran untuk mengetahui segmen pasar mana yang tidak membawa hasil yang optimal.

Pemasaran mikro mengharuskan pemilik bisnis dan marketer untuk memahami audiensnya dan merencanakan pesan terbaik yang akan menghubungkan bisnisnya dengan pelanggan secara lebih eksklusif. Jika strategi-strategi di atas tidak Anda jalankan sebagaimana mestinya, maka akan berakibat pada penurunan penjualan dan kerugian bisnis.

Dengan demikian, pembuatan buyer persona, perencanaan strategi campaign, hingga menganalisis pemasaran adalah cara terbaik untuk menciptakan micromarketing yang paling optimal. Dan juga, micromarketing adalah usaha yang bersifat terus-menerus (business continuity) serta membutuhkan banyak waktu untuk melihat apa yang berhasil dan apa yang tidak, sehingga akan membantu Anda merencanakan lebih banyak kampanye dengan sukses di masa mendatang.

Baca Juga: