Mobile First Marketing : Definisi, Manfaat, dan Tips Memaksimalkannya

mobile first marketing adalah

Bicara soal perkembangan teknologi dan tren marketing, tampaknya kita tidak boleh luput membahas mobile first marketing. Terlebih mengingat bahwa dengan semakin canggihnya teknologi, keinginan manusia untuk serba praktis pun turut meningkat. Inilah kenapa, mobile first menjadi salah satu hal yang wajib Anda perhatikan.

Melansir dari thenextscoop, penelitian menunjukkan ada lebih dari 3,8 miliar pengguna perangkat seluler di seluruh dunia pada tahun 2021. Dari jumlah tersebut, 61% orang lebih suka mencari bisnis dan produk melalui perangkat seluler. Selain itu, ada lebih dari 85% orang yang berekspektasi bahwa situs website mobile perusahaan harus sebagus situs website desktop.

Hasil penelitian tersebut tentu menunjukkan betapa pentingnya mobile first dalam keseharian konsumen masa kini. Sebab sebagaimana yang kita tahu, konsumen bisa melakukan apapun menggunakan smartphone mereka. Mulai dari streaming film, belanja online, menggunakan social media, melakukan strategi promosi bisnis online, hingga strategi marketing campaign.

Kemampuan perangkat seluler yang luas telah mengubah kehidupan sehari-hari. Baik atau buruk, perangkat seluler telah merevolusi masyarakat modern dengan memengaruhi gaya hidup bisnis dan konsumen.

Inilah yang menyebabkan mobile first marketing menghasilkan banyak buzz dalam beberapa tahun terakhir. Istilah ini bukan hanya merujuk pada desain mobile friendly yang mendukung kenyamanan UI dan user experience saja. Melainkan lebih ke arah bagaimana bisnis menyusun strategi agar situs web atau sarana komunikasi digital lain yang mereka gunakan menjadi lebih mobile friendly.

Sehingga, mobile first marketing adalah strategi untuk mendukung pengalaman pelanggan (customer experience) yang akan berinteraksi dengan bisnis melalui berbagai perangkat. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda pahami dari mobile first marketing.

Mengapa Mobile First Marketing Sangat Penting?

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi telah memengaruhi hampir semua aspek dalam kehidupan masyarakat. Sehingga tak heran apabila penggunaan smartphone untuk memudahkan pekerjaan dan aktivitas manusia pun kian marak.

Bahkan menurut survei dari Gallup, lebih dari setengah pemuda di dunia mengaku tidak dapat membayangkan hidup tanpa ponsel mereka. Ini menunjukkan bahwa pengaruh tren digital telah benar-benar menjadi kebutuhan penting bagi sebagian besar orang. Bahkan, survei yang sama juga menjabarkan bahwa penggunaan smartphone telah secara drastis mengubah kebiasaan dalam masyarakat.

digital marketing agency

Mulai dari kebiasaan belanja, cara mengumpulkan informasi, dan metodologi mereka dalam melakukan pembelian. Bahkan saat ini mayoritas konsumen mengambil keputusan pembelian berdasarkan kemampuan untuk mengakses ketersediaan layanan atau produk dalam basis nanodetik. Artinya, konsumen cenderung lebih menyukai produk yang mudah untuk diakses, memiliki page speed yang cepat, dan nyaman dari segi penampilan maupun penggunaan.

Menilik dari hal tersebut, maka semua bisnis juga harus melakukan penyesuaian strategi pemasaran seiring dengan perkembangan teknologi. Inilah pentingnya memprioritaskan mobile first dalam marketing strategy dan marketing plan. Sebab secara tak langsung, kemudahan akses mobile akan sangat memengaruhi tingkat penjualan (sales growth), serta pengambilan keputusan konsumen dalam marketing funnel.

Baca Juga :

Tips Membangun Strategi Mobile First Marketing

tips mobile first marketing

Sebelum membangun strategi mobile first, Anda perlu mengetahui kebiasaan konsumen menggunakan perangkat mobile mereka terlebih dahulu. Thenextscoop mengatakan bahwa saat ini rata-rata konsumen menghabiskan lebih dari 100 menit waktu mereka di depan layar ponsel per hari.

Kepraktisan menjadi alasan utama kenapa konsumen lebih menyukai perangkat mobile. Selain itu, kemudahan dalam mengakses berbagai platform juga menjadi salah satu faktor pendukungnya. Inilah sebabnya, aplikasi media sosial (Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, Snapchat) menjadi platform yang paling populer bagi pengguna seluler.

Sehingga, jelas sekali bahwa strategi marketing yang mengutamakan mobile first dalam merancang pengalaman yang bersifat customer centric menjadi hal yang wajib Anda perhatikan. Lantas, bagaimana cara membangun strategi mobile first marketing yang optimal?

1. Optimalkan situs untuk mobile

Langkah pertama dalam menciptakan strategi pemasaran mobile first adalah memastikan bahwa target pasar atau audiens dapat melihat konten atau informasi apa pun dengan jelas melalui perangkat seluler. Sehingga, Anda perlu mengoptimalkan situs website atau blog perusahaan untuk perangkat seluler. Maksimalkan desain dengan skala yang tepat agar sesuai dengan ukuran layar yang lebih kecil.

Sebab situs yang tidak mobile friendly akan memaksa audiens untuk memperbesar dan memperkecil gambar produk. Bahkan, mereka bisa mengalami kesulitan menemukan bilah navigasi. Akibatnya, mereka bisa sangat membuat frustrasi dan kemungkinan akan menyebabkan audiens keluar dari situs dan meningkatkan angka bounce rate.

Kunci untuk situs web yang mobile friendly adalah menggunakan desain web yang responsif. Desain web responsif ini memastikan konten dapat terkonversi secara efektif dari perangkat ke perangkat, berapa pun ukurannya.

Baca Juga :

2. Merancang konten unik untuk pengguna mobile

Strategi yang kedua adalah merancang konten unik yang khusus untuk pengguna perangkat mobile. Strategi ini sebenarnya mengadaptasi tradisional marketing yang cenderung membuat konten berbeda sesuai dengan media atau saluran pemasaran yang mereka gunakan. Misalnya iklan di televisi akan berbeda dengan iklan di radio, baliho, atau flyer.

Menariknya, survei menunjukkan bahwa strategi ini ternyata cukup efektif menarik minat sales lead atau prospek. Sebagai contoh, selama product launch model kendaraan terbaru, Ford menciptakan mobile first marketing yang unik. Di mana strategi ini memanfaatkan kemampuan mengirim pesan di perangkat seluler.

Jika ada lead ingin tahu tentang salah satu kendaraan dan menginginkan informasi lebih lanjut, mereka hanya perlu mengirim pesan teks satu kata. Setelah lead mengirim pesan, mereka akan mendapatkan informasi yang relevan tentang kendaraan. Kemudian lead akan mengisi data berupa nama dan kode pos apabila tertarik.

Informasi ini kemudian akan diteruskan ke dealer terdekat dari lokasi lead, sehingga marketer akan lebih mudah menjangkau dan melakukan nurturing. Strategi Ford ini tidak hanya memanfaatkan perangkat seluler untuk keuntungan mereka, tetapi juga merampingkan tahapan penjualan (sales funnel) bagi konsumen.

3. Integrasikan dengan media sosial

Tips selanjutnya adalah mengintegrasikan strategi mobile first marketing dengan media sosial. Sebab sebagian besar pengguna seluler akan menghabiskan waktu untuk memantau aplikasi media sosial. Sehingga, mengintegrasikannya akan menjadi langkah yang tepat untuk meningkatkan brand awareness.

Bentuk integrasi yang bisa Anda lakukan bukan hanya memanfaatkan platform iklan atau bisnis (Instagram Ads, Facebook Ads, Twitter Ads, hingga Instagram Business). Namun juga Anda harus membuat konten marketing yang mengikuti tren saat ini. Sebab mayoritas pengguna media sosial terbukti memiliki kecenderungan FOMO atau takut jika ketinggalan tren-tren terbaru yang up to date.

Selain itu, Anda juga dapat mencoba influencer marketing, video streaming marketing, atau mengaktifkan fitur e-commerce di profil media sosial.

Itulah pembahasan singkat mengenai mobile first marketing dan strategi untuk membuatnya. Dengan perkembangan teknologi yang semakin memudahkan semua pekerjaan manusia, maka tak heran apabila mayoritas pengguna seluler lebih sering mengandalkan perangkat mereka.

Mengimbangi fenomena tersebut, maka sebagai marketer Anda juga harus berpikir kreatif untuk tetap menjangkau semua target pasar. Salah satunya adalah dengan menerapkan mobile first marketing, sehingga Anda bisa menjangkau pengguna seluler sebagai target pemasaran.

Dengan tetap mengikuti inovasi strategi pemasaran mobile first terbaru, Anda dapat mulai menghasilkan lebih banyak prospek, meningkatkan rasio konversi, dan mendukung pertumbuhan bisnis kedepannya.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.