Pentingnya Memahami Nilai Pasar (Market Value) Perusahaan Sebelum Berinvestasi

Pentingnya Memahami Nilai Pasar (Market Value) Perusahaan Sebelum Berinvestasi

Di tengah perkembangan transformasi digital, tak sedikit perusahaan atau bisnis perorangan dari beragam niche berupaya meningkatkan kualitas dan keunggulan kompetitif bisnisnya. Tak hanya untuk mendapatkan profit atau keuntungan penjualan bisnis (sales pipeline) dan mengonversi pelanggan potensial (prospek), melainkan juga untuk menarik investor. Nah, sebagai investor pemula maupun profesional, Anda perlu melihat dan memahami nilai pasar atau market value dari perusahaan yang Anda tuju terlebih dulu.

Faktor ini penting untuk setiap investor perhatikan karena keberadaannya dapat menggambarkan keseluruhan perkembangan bisnis sebagai langkah awal analisis bisnis dan pengambilan keputusan pembelian saham. Tidak ada investor yang menginginkan membeli saham dari perusahaan yang mengalami kerugian (pure risk) secara stagnan.

Apabila investor berhasil menganalisis market value dengan tepat, bukan tak mungkin bila mereka membantu mendorong ROR (rate of return) seperti ROI (return on investment) atau ROE (return on equity) yang maksimal. Lantas, apa yang dimaksud dengan nilai pasar? Mengapa nilai ini begitu penting dalam proses investasi bisnis?

Apa Itu Nilai Pasar (Market Value)?

Apa Itu Nilai Pasar (Market Value)?

Menurut situs Marketing91, market value atau nilai pasar adalah harga atau jumlah yang aset, brand, atau bisnis perusahaan miliki di pasar target yang mana biasanya merujuk pada market capitalization atau kapitalisasi pasar. Anda bisa memahami market value sebagai nilai yang mewakili harga perusahaan di pasar bisnis yang ada.

Misalnya, Anda menjual mobil Anda dengan harga Rp300 juta. Namun tidak ada calon pelanggan atau leads yang bersedia membeli mobil Anda dengan harga tersebut karena mereka menganggap mobil Anda lebih cocok dijual dengan harga Rp200 juta. Jadi, harga yang calon pelanggan inginkan untuk membeli mobil itulah nilai pasar yang Anda miliki.

Dari contoh di atas, terlihat bahwa market value bersifat dinamis karena bergantung pada berbagai faktor. Mulai dari kondisi operasi fisik, iklim ekonomi, profitabilitas bisnis, dan lingkungan pasar bisnis. Sehingga, nilai pasar yang ada tidak merepresentasikan perceived value ataupun intrinsic worth dari suatu aset bisnis (brand equity).

Baca Juga:

Market value yang juga dikenal dengan istilah Open Market Valuation (OVM) menggambarkan nilai perusahaan atau aset bisnis di pasar keuangan. Jika sebuah perusahaan memiliki market valuation atau penilaian pasar yang baik, maka itu menjadi pertanda baik dari pendekatan investor terhadap segala kemungkinan yang bisnis miliki.

digital marketing agency

Market value suatu perusahaan merupakan indikasi yang baik dari persepsi investor tentang prospek bisnisnya. Pasalnya, nilai pasar ditentukan oleh valuasi atau kelipatan harga/nilai yang investor berikan kepada perusahaan.

Seperti earnings per share (EPS), book value per share, market value per share, price-to-sales atau penetapan harga jual, price earnings ratio, dan enterprise value-to-EBITDA. Semakin tinggi valuasi, semakin besar pula nilai pasarnya.

Hubungan Nilai Pasar (Market Value) Dengan Harga Pasar (Market Price)

Beberapa investor dan bahkan stakeholder perusahaan sering mengaitkan market value sebagai market price atau harga pasar.

Singkatnya, market price atau harga pasar adalah harga pertukaran barang yang di tentukan oleh permintaan (demand) dan penawaran (supply). Artinya, harga atau jumlah yang pembeli bayar harus sama persis dengan apa yang penjual terima.

Nilai pasar suatu barang sama dengan harga pasarnya hanya jika ada pasar yang adil. Agar pasar dapat beroperasi di bawah kondisi yang adil atau efisien, perusahaan harus memenuhi kriteria berikut:

  1. Tidak memiliki faktor distress yang dapat menyebabkan penjual maupun pembeli mengambil keputusan yang salah.
  2. Masing-masing penjual dan pembeli memiliki waktu, informasi, dan eksposur pasar yang cukup atau bahkan lengkap untuk melakukan riset pasar atau market research dan memahami segala potensi beserta risikonya.
  3. Masing-masing penjual dan pembeli menetapkan harga akhir sesuai kesepakatan bersama dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Baca Juga:

Cara Menghitung Nilai Pasar (Market Value)

Untuk mendapatkan hasil market value bisnis, Anda perlu menghitung dengan rumus berikut ini.

Market value = jumlah saham yang beredar (outstanding share) x harga saham saat ini

Namun, Anda juga bisa menghitung market value dengan cara lain. Di antaranya adalah:

  1. Discount Cash Flow, merupakan metode yang di gunakan untuk mengukur nilai investasi berdasarkan pengeluaran kas masa depan.
  2. Capitalized Earning, merupakan metode yang digunakan untuk menentukan nilai perusahaan dengan menghitung nilai keuntungan yang diharapkan di masa mendatang (financial forecasting). Perhitungan ini didasarkan pada pendapatan saat ini dan keuntungan yang diantisipasi di mana hal itu merupakan perkiraan potensi return on investment (ROI) tertentu.
  3. Membandingkan perusahaan publik merupakan salah satu bagian dari analisis komparatif di mana mencakup proses analisis perusahaan publik yang beroperasi di sektor dan lokasi yang sama. Dan perusahaan tersebut biasanya juga memiliki tingkat pendapatan (revenue) dan kapitalisasi pasar yang sama.
  4. Analisis transaksi preseden adalah metode penilaian di mana nilai perusahaan di anggap sebagai indikator harga yang dibayarkan untuk perusahaan serupa. Metode ini paling sering di gunakan sebelum kesepakatan merger dan akuisisi prospektif. Sehingga, analisis transaksi preseden menciptakan perkiraan nilai saham dalam kasus investasi.
  5. Fair Market Value, merupakan pendekatan nilai pasar yang menghitung aset dan kewajiban (liabilities) yang perusahaan miliki. Nilai ini mencakup aset tidak berwujud, kewajiban yang tidak tercatat, dan aset di luar neraca.

Penutup: Kelebihan dan Kekurangan Nilai Pasar (Market Value)

Bagaimana, apakah Anda sudah memahami penjelasan penting tentang market value atau nilai pasar di atas?

Pada intinya, nilai pasar dapat memberi gambaran singkat apakah saham atau nilai investasi yang perusahaan miliki bernilai terlalu rendah atau terlalu tinggi. Di mana hal tersebut sangat bergantung pada perbedaan antara nilai wajar dan nilai pasar itu sendiri.

Selain itu, market value juga membantu investor dan trader lebih mudah menjual dan membeli saham berdasarkan temuannya pada perkiraan keuntungan dari pemutusan antara dua harga di pangsa pasar bisnis.

Akan tetapi, untuk menetapkan market value, perusahaan Anda harus memiliki data historis yang berguna dalam perbandingan antara satu saham nilai pasar dengan saham lainnya.

Tanpa nilai yang sebanding, nilai perusahaan bukanlah indikator yang berguna. Apakah pelaku pasar harus tertarik pada saham tersebut atau sebaliknya. Sehingga, perusahaan harus memiliki tolok ukur yang berguna untuk mengukur market value lainnya.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.