Nostalgia Marketing, Strategi Pemasaran Jitu di Bulan Ramadan

nostalgia marketing adalah

Setiap pebisnis tentunya tengah menyiapkan strategi marketing terbaik untuk meningkatkan jumlah penjualan atau sales growth di bulan Ramadan. Salah satu strategi pemasaran yang wajib Anda perhitungkan di bulan puasa ini adalah nostalgia marketing. Terutama bagi Anda yang menyasar target pasar kaum millenial.

Strategi yang satu ini terbukti paling efektif untuk menarik perhatian lead, terutama para kaum millenial. Terlebih, data sensus penduduk menunjukkan bahwa saat ini ada lebih dari 25,87% generasi millenial di Indonesia. Dari jumlah tersebut, mayoritas sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Inilah yang menyebabkan banyak bisnis menjadikan generasi millenial sebagai target pasar.

Apabila Anda juga membidik target pasar serupa, maka cobalah terapkan strategi pemasaran yang satu ini untuk meningkatkan profit dan revenue di bulan Ramadan.

Apa Itu Nostalgia Marketing?

Ada banyak strategi marketing Ramadan yang bisa Anda terapkan. Namun di antara berbagai perencanaan dan strategi marketing tersebut, pemasaran nostalgia alias nostalgia marketing menjadi salah satu yang harus Anda pertimbangkan.

Melansir dari AdRoll, nostalgia marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan konsep positif dan keakraban dari dekade sebelumnya. Artinya, strategi ini juga turut memainkan emosional pelanggan atas nostalgia masa lalu sebagai bagian dari pemasaran.

Strategi ini terbukti efektif untuk membangun kepercayaan pelanggan terhadap brand (brand authority) dengan cara menghidupkan kembali memori mereka di masa lalu. Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa tujuan strategi ini adalah membangun kampanye pemasaran atau strategi marketing campaign yang mengaitkan brand dengan segala hal yang pelanggan sukai di masa lalunya.

Contohnya adalah bisnis jajanan era 90-an yang kini kembali menjadi viral. Bisnis tersebut memanfaatkan aspek nostalgia dan membangkitkan memori para generasi millenial untuk merasakan momen di masa lampau. Sebab dulunya, jajanan tersebut merupakan makanan yang sering mereka temui saat usia anak-anak.

Menariknya, mengutip dari HubSpot, survei menunjukkan bahwa perasaan nostalgia ini bisa membuat sales lead bersedia menghabiskan uang lebih banyak untuk melakukan pembelian. Inilah sebabnya, banyak brand yang mulai menerapkan strategi marketing ini, termasuk di bulan Ramadan. Lantas, bagaimana cara menerapkan strategi ini?

digital marketing agency

Tips Menerapkan Nostalgia Marketing yang Efektif

Marketing strategy dan marketing plan menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap perencanaan bisnis (business plan) dan strategi business development. Tak terkecuali untuk menghadapi ketatnya persaingan pasar di bulan Ramadan.

Untuk menghadapi demand atau permintaan pasar yang cenderung melambung tinggi pada bulan Ramadan, Anda harus memiliki strategi marketing yang tepat. Salah satunya adalah nostalgia marketing.

Melansir dari Sprout Social, berikut ini beberapa cara efektif menerapkan strategi pemasaran nostalgia:

Baca Juga :

1. Maksimalkan Media Sosial

menerapkan nostalgia marketing

Anda ingin menyasar target pasar generasi millenial yang saat ini sudah akrab dengan tren digital marketing, termasuk pemasaran media sosial (social media marketing). Oleh sebab itu, untuk memaksimalkan strategi pemasaran nostalgia yang Anda lakukan, maka Anda juga perlu memaksimalkan penggunaan media sosial.

Survei menunjukkan bahwa media sosial sangat melekat pada generasi millenial. Maka dari itu, Anda bisa menyiapkan kampanye pemasaran nostalgia lewat media sosial untuk menggaet kaum millenial.

Terlebih, studi menunjukkan bahwa lebih dari 70% pelanggan lebih suka menemukan produk yang mereka cari melalui media sosial. Menilik dari hal tersebut, tentunya strategi ini akan sangat menguntungkan bagi Anda.

Untuk memaksimalkannya, Anda bisa membuat konten marketing Ramadan yang membangkitkan memori dan nostalgia target pasar. Misalnya dengan membuat konten video marketing tentang meriahnya suasana Ramadan di kampung saat kecil. Jika konten marketing Anda mampu membawa kenangan masa lalu dari pelanggan, tentu sentimen pelanggan terhadap citra brand akan semakin positif.

Dengan begitu, brand awareness pun akan semakin meningkat. Peluang Anda untuk mengkonversi lebih banyak lead (lead conversion) pun juga akan turut terbuka lebar. Kendati begitu, jangan lupa untuk memantau kinerja strategi marketing bulan Ramadan Anda dengan melakukan social listening. Sebab jika kampanye sukses, tentu pelanggan akan memberikan pendapat yang positif.

2. Bawa Kembali Produk yang Pernah Populer di Masa Lalu

Inti dari nostalgia adalah membangkitkan kenangan lama. Oleh karena itu, Anda perlu memperkenalkan kembali produk yang dulunya pernah populer untuk mengajak pelanggan bernostalgia.

Perlu Anda ketahui bahwa tren marketing memang akan selalu mengalami perubahan. Begitu pula dengan tren belanja masyarakat. Apalagi saat ini mayoritas orang memiliki kecenderungan FOMO (fear of missing out), yaitu takut ketinggalan tren terkini.

Kendati demikian, survei membuktikan bahwa produk-produk dari masa lalu rupanya menjadi barang yang kian diminati seiring dengan pergeseran era. Bahkan tak jarang, banyak pelanggan yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan kembali produk yang dulu pernah populer pada masanya.

Nah, Anda pun bisa memanfaatkan fenomena ini untuk kembali memperkenalkan produk-produk yang pernah populer tersebut. Kendati begitu, pastikan Anda memberikan inovasi atau varian baru dari jenis produk tersebut. Tujuannya adalah untuk rebranding atau memberikan kesan brand refresh, sehingga pelanggan akan semakin tertarik.

Contohnya adalah tren makanan ringan lidi-lidian yang kini kembali viral dengan berbagai varian rasa dan kemasan baru.

Baca Juga :

3. Lakukan Riset Agar Strategi Nostalgia Marketing Tetap Relevan

Kunci dari keberhasilan strategi pemasaran adalah tetap relevan dan terhubung dengan target pasar. Supaya nostalgia marketing yang Anda lakukan tetap relate dengan tren marketing saat ini, maka Anda perlu melakukan market research atau riset pasar.

Cari tahu apa yang bisa membuat target pasar Anda merasa bernostalgia dengan masa lalu. Kemudian lakukan riset tentang konten yang tepat untuk meraih perhatian mereka. Jika perlu, Anda bisa melakukan segmentasi STP, hingga menganalisis consumer behavior atau perilaku pelanggan.

Anda juga bisa membuat buyer persona supaya kampanye pemasaran Anda lebih customer centric dan sesuai dengan market orientation.

4. Tentukan Brand Guideline dan Brand Voice dengan Cermat

Tips selanjutnya adalah menentukan brand guideline dan brand voice dengan cermat. Sebab jika Anda ingin membangkitkan memori dan kenangan target audiens, maka pastikan Anda mencermati setiap detailnya dengan rinci. Misalnya Anda ingin membuat iklan bertema suasana Ramadan tahun 90-an. Maka Anda harus paham seperti apa tone warna atau jenis pengambilan gambar yang populer saat itu.

5. Inovatif dan Kreatif

Tips yang terakhir adalah tetap inovatif dan kreatif. Ini merupakan salah satu elemen penting untuk mendukung kesuksesan nostalgia marketing. Sebab pada dasarnya, bukanlah hal yang mudah untuk membangkitkan kenangan masa lalu seseorang melalui sebuah marketing content, terlebih di bulan Ramadan.

Apalagi mengingat banyaknya persaingan dari brand-brand yang juga menerapkan berbagai strategi promosi dan marketing untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas. Jadi, pastikan Anda tetap kreatif dan inovatif dalam melakukan strategi marketing bulan Ramadan.

Demikian adalah tips menerapkan nostalgia marketing sebagai strategi pemasaran bisa Anda coba di bulan Ramadan. Perilaku konsumtif masyarakat saat bulan Ramadan dapat menjadi kesempatan besar bagi Anda untuk mempromosikan produk dan meningkatkan penjualan.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.