Ketahui Osborne Effect, Kesalahan Strategi Marketing yang Bisa Membuat Bisnis Bangkrut

osborne effect adalah

Apakah Anda pernah mendengar istilah Osborne Effect?

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia bisnis, istilah yang satu ini pastinya sudah tidak asing lagi. Efek Osborne sendiri merupakan salah satu fenomena pada perilaku konsumen yang dapat merugikan perusahaan.

Hal ini lantaran perilaku konsumen merupakan hal yang perlu tidak bisa diprediksi dan akhirnya malah membuat perusahaan melakukan kesalahan besar dalam strategi pemasarannya. Kesalahan ini terjadi pada beberapa perusahaan besar, salah satunya adalah Nokia.

Maka dari itu, kenali apa itu Osborne Effect, contohnya, serta cara menghindarinya.

Apa Itu Osborne Effect?

Osborne Effect adalah fenomena ketika calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli suatu produk ketika mengetahui akan ada produk lainnya yang lebih canggih dalam waktu dekat akibat strategi marketing yang salah.

Sedangkan menurut Webopedia, Osborne Effect adalah fenomena yang terjadi akibat salah menilai waktu yang tepat untuk merilis informasi tentang produk baru sebuah perusahaan.

Istilah ini berawal di tahun 1981. Pada waktu itu, Adam Osborne meluncurkan komputer pertama yang bernama Osborne 1. Penjualannya sangat sukses, namun sayangnya hanya untuk waktu yang singkat saja.

Kemudian pada tahun 1983, Osborne berencana untuk meluncurkan komputer yang lebih canggih lagi, yang bernama Osborne Executive.

Sebelum Osborne Executive dirilis, sang CEO mengundang sejumlah jurnalis untuk mengintip terobosan barunya itu. Saat itu, Osborne juga mewajibkan mereka untuk tidak membocorkan informasi tersebut. Akan tetapi, beritanya justru tersebar sebelum waktunya.

Hal ini membuat distributor dan orang-orang lainnya membatalkan pemesanan mereka untuk Osborne 1 yang sebenarnya masih cukup populer di pasaran. Ini merupakan hal yang wajar, mengingat konsumen cenderung menginginkan barang terbaru yang paling canggih.

Publik pun pada akhirnya lebih menginginkan Osborne Executive yang memiliki fitur lebih canggih. Keputusan pasar besar-besaran ini membuat tingkat penjualan perusahaan Osborne menurun dengan sangat drastis.

Untuk membuat orang-orang tetap membeli Osborne 1, perusahaan membuat potongan harga dengan harapan penjualan bisa membaik. Sayangnya, strategi ini tetp tidak mengubah apapun hingga pada akhirnya perusahaannya bangkrut.

Nah, fenomena inilah yang terkenal dengan istilah Osborne Effect.

Baca Juga :

Contoh Osborne Effect

Salah satu contoh Osborne Effect yang cukup terkenal adalah pada perusahaan Nokia pada tahun 2011 lalu.

Tentu, ada banyak faktor yang cukup kompleks yang menyebabkan jatuhnya perusahaan ini. Namun, efek Osborne menjadi salah satu pemicunya.

Di kuartal kedua tahun 2011, Nokia mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan teknologi operating system smartphone mereka yang berbasis Linux. Nokia juga mengumumkan akan merilis Windows Phone yang lebih canggih.

Akibat berita tersebut, penjualan Nokia langsung menurun sebesar 11%. Pasalnya, banyak calon konsumen yang mengurungkan niatnya untuk membeli smartphone Nokia terbaru dan lebih tertarik untuk menunggu Windows Phone yang katanya akan segera rilis di pasaran.

Bahkan, perkiraan kerugian yang mereka alami dari bulan Januari hingga Juni 2011 adalah sebesar 141 juta euro.

Lantas, bagaimana cara menghindari fenomena ini agar tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan?

Cara Menghindari Osborne Effect

cara menghindari osborne effect

Tentunya tidak ada bisnis yang ingin bangkrut atau gulung tikar karena salah dalam melakukan strategi marketing. Untuk itu, maka fenomena Osborne Effect ini sebisa mungkin harus Anda hindari. Bagaimana caranya?

Menurut Strixus, Osborne Effect adalah fenomena yang bisa perusahaan cegah dengan strategi yang tepat. Hal-hal ini cukup sederhana namun bisa berdampak secara signifikan dalam menghindari kesalahan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda terapkan untuk menghindari fenomena Osborne Effect tersebut:

1. Jaga kerahasiaan dengan baik

Untuk menghindari Osborne Effect hal yang wajib dilakukan setiap saat adalah menjaga kerahasiaan produk mendatang sebaik mungkin hingga waktu yang tepat datang.

Caranya, perusahaan harus menyusun rencana dengan matan. Misalnya menentukan timeline perilisan sehingga bisa memperkirakan kapan bisa mengumumkan dengan jelas produk tersebut pada target pasar. Lakukan juga rolling announcement, yaitu pengumuman secara bertahap.

Awalnya, hanya berikan informasi yang sangat terbatas namun jelas. Semakin dekat waktu rilis, maka detail produk yang dibagikan pun bisa semakin banyak.

Baca Juga :

2. Tetapkan harga yang sesuai

Salah satu hal yang menyebabkan Osborne Effect adalah karena produk yang baru tak hanya lebih canggih, tetapi juga lebih ekonomis atau bahkan lebih murah. Nah, hindarilah strategi tersebut.

Jika konsumen menyadari bahwa membeli produk yang akan datang merupakan keputusan yang lebih ekonomis, tentu mereka akan membatalkan keinginan membeli produk yang sudah rilis di pasaran saat ini. Tentu saja, hal tersebut bisa membuat penjualan Anda menurun.

Misalnya, saat ini ada banyak sekali produk elektronik seperti smartphone yang menyediakan fitur canggih namun memiliki harga miring. Bahkan, perilisannya pun hanya berjarak singkat dari seri sebelumnya. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan.

Selain bisa berpotensi merusak harga pasar, strategi ini juga mampu meningkatkan risiko adanya efek Osborne. Apalagi mengingat konsumen cenderung tak ingin ketinggalan tren di pasaran (FOMO).

FOMO adalah singkatan dari Fear Of Missing Out yang memiliki arti merasa takut atau gelisah ketinggalan momen tertentu. Atau dalam prakteknya, FOMO juga diartikan sebagai takut ketinggalan jaman.

3. Tekankan perbedaan

Cara lain untuk menghindari fenomena ini adalah dengan menekankan bahwa produk yang akan dirilis bukannya lebih baik dari yang sebelumnya, tetapi berbeda.

Dengan begitu, leads akan merasa perlu mempertimbangkan mana yang lebih cocok untuknya alih-alih memilih yang lebih bagus atau terbaru.  Leads adalah sekumpulan pelanggan yang menanggapi atau menunjukkan minat pada produk atau layanan bisnis setelah membaca sebuah kampanye pemasaran.

Sementara kampanye pemasaran atau campaign adalah strategi dalam mempromosikan suatu aspek tertentu dari bisnis. Nantinya, leads ini bisa menjadi pelanggan potensial dan berpotensi untuk membeli produk atau layanan Anda.

4. Ketahui perilaku konsumen

Sebagai ulasan di atas, perilaku konsumen bukanlah hal yang bisa Anda prediksi dengan mudah. Namun, Anda bisa mencari tahu kecenderungan perilaku konsumen dengan melakukan market research atau riset pasar.

Riset pasar adalah kegiatan mengumpulkan informasi tentang target pasar dan menganalisis data tersebut untuk memberikan jawaban atas masalah yang timbul dalam bisnis.

Dengan riset pasar yang tepat, maka Anda akan mengetahui bagaimana kecenderungan perilaku customer ke depannya. Hal ini bisa Anda jadikan sebagai salah satu bekal untuk melakukan strategi pemasaran yang tepat sasaran.

Itulah ulasan mengenai Osborne Effect beserta contoh dan cara menghindarinya. Dengan mengetahui fenomena ini, maka usahakan untuk memilih jenis strategi pemasaran yang tepat agar bisnis Anda tetap lancar dan terhindar dari risiko kebangkrutan.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :