Panduan Cara Meningkatkan Volume Penjualan (Sales Volume)

Panduan Cara Meningkatkan Volume Penjualan (Sales Volume)

Dalam setiap metode penjualan, volume penjualan atau sales volume adalah salah satu metrik atau KPI penjualan yang perlu tim penjualan atau salesforce analisis untuk mengukur efektivitas pengelolaan penjualan. Karena pada dasarnya sales volume meliputi jumlah unit barang yang berhasil bisnis jual kepada konsumennya selama periode pelaporan penjualan tertentu. Sehingga, tak sedikit perusahaan harus memahami betul cara meningkatkan volume penjualan yang efektif tergantung pada tingkat penjualan yang diinginkan.

Walaupun sales volume tidak langsung memperlihatkan hasil penjualan dari tiap closing sales atau pendapatan bersih bisnis per produk (revenue per unit). Tetapi metrik ini dapat membantu tim penjualan sekaligus marketer untuk menggunakan saluran pemasaran sesuai perilaku dan kebiasaan pelanggan dalam pembelian produk. Dengan begitu, perusahaan dapat memengaruhi pelanggan untuk mengambil keputusan pembelian produk dengan lebih cepat dan menjadikan tiap-tiap pelanggannya sebagai sales lead terbaik.

Bahkan, beberapa kasus menemukan bahwa dengan mengetahui sekaligus meningkatkan volume penjualan. Tim penjualan, tim produksi, hingga stakeholder perusahaan yang terlibat dapat mengidentifikasi kualitas atau nilai produknya (product research) dan memperkirakan segala aspek penjualan (sales forecasting).

Cara Meningkatkan Volume Penjualan (Sales Volume)

Pada dasarnya, volume penjualan berfokus pada jumlah produk yang terjual ketimbang pada keuntungan moneter bisnis. Di mana nantinya perusahaan dapat merencanakan penjualan maupun strategi bisnis lainnya (business plan) yang tepat demi tercapainya tujuan bisnis dalam hal penjualan.

Apabila masing-masing bisnis dari niche dan ukuran apapun (baik perusahaan besar, startup, atau bisnis UKM/UMKM) fokus meningkatkan proses penjualan (sales growth) maupun angka return on sales (ROS). Maka mereka akan memiliki tolok ukur kesuksesan yang berbeda (business benchmark) dalam hal tujuan penjualan dan caranya tersendiri untuk memaksimalkan profitabilitas.

Baca Juga:

Lantas, bagaimana cara terbaik untuk mewujudkan peningkatan sales volume dalam sales funnel yang paling tepat? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel inMarketing di bawah ini!

1. Tingkatkan Performa Karyawan Perusahaan

Cara Meningkatkan Volume Penjualan Tingkatkan Performa Karyawan Perusahaan

Sebelum berfokus melaksanakan segala pendekatan penjualan kepada pelanggan, perusahaan harus mengoptimalkan performa karyawannya terlebih dahulu (employee activation), khususnya anggota tim penjualan. Sebab, merekalah yang menjadi “pintu utama” terjadinya proses transaksi bisnis dengan pelanggan potensial.

digital marketing agency

Manager perusahaan perlu membangun dan mengelola komunikasi antar karyawan yang harmonis di lingkungan bisnisnya (employee relations) untuk mendukung employee retention dan menghindari employee turnover. Dengan begitu, karyawan dapat memiliki dorongan untuk berdedikasi penuh dalam melayani pelanggan (employee engagement) dengan memahami produk yang akan mereka jual (product knowledge). Serta berupaya menciptakan penjualan yang melampaui target awal sebanyak-banyaknya (incremental sales).

2. Ciptakan Produk Berkualitas Unggulan

Apabila manager perusahaan berhasil meraih tingkat totalitas performa karyawan yang diinginkan. Maka perusahaan akan dengan mudah mengembangkan produk yang berkualitas unggul dari para kompetitor (product differentiation). Dan pastinya berkesempatan meningkatkan volume penjualan semaksimal mungkin.

Ketahui unique value proposition produk atau faktor yang membuat produk tampak menonjol dalam pangsa pasar bisnis (market share). Hal ini dapat memudahkan tugas tim penjualan dalam meluncurkan produk. Sekaligus membantu tim marketer dalam membuat iklan pemasaran yang sangat fokus pada kualitas produk (product-led growth).

3. Ketahui Kebutuhan dan Permasalahan Pelanggan

Ketika tujuan penjualan bisnis adalah meningkatkan volume penjualan, tim strategi bisnis harus mengutamakan product roadmap atau strategi produk yang dikembangkan untuk memecahkan masalah pelanggan atau bahkan memenuhi kebutuhan pelanggan. Alih-alih terlalu mengutamakan produksi produk unggulan atau produk flagship perusahaan.

Baca Juga:

Itulah mengapa perusahaan harus menganalisis pelanggan dari segi buyer persona dan alasan mereka dalam membeli produk tertentu (buy journey). Bila perlu, kumpulkan sejumlah feedback pelanggan terhadap produk yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis. Serta mengoptimalkan pelayanan untuk menyelesaikan masalah, pertanyaan, dan kebutuhan pelanggan selama interaksi penjualan (first call resolution).

4. Pertahankan Prospek Terbaik (Qualified Leads)

Sejatinya, tidak semua pembeli potensial akan menjadi pelanggan. Kendati demikian, tim penjualan harus tetap memastikan untuk tidak kehilangan prospek yang tertarik dengan produk (customer turnover) atau tidak mempertahankan keberadaan pelanggan (customer retention) dengan membiarkan mereka melupakan produk atau bahkan brand.

Oleh sebab itu, kualifikasi lead potensial dengan lead scoring dan jalankan strategi lead nurturing sedemikian rupa untuk membangun hingga mengembangkan sales culture dan hubungan yang baik dengan pelanggan (konsep relationship management). Lalu, jika leads menunjukkan keminatannya terhadap brand (customer engagement), maka segera hubungi mereka. Bisa melalui kampanye email, sales call, pengoptimalan penggunaan chatbots, penawaran yang dipersonalisasi (personal selling), atau iklan bertarget (targeted ads).

5. Jalankan Program Loyalitas Pelanggan

customer loyalty program adalah

Melansir dari situs SendPulse, cara meningkatkan volume penjualan yang juga tak boleh terlupakan adalah dengan memberi tahu pelanggan bahwa perusahaan akan selalu menghargai pilihan mereka (customer acknowledgment). Melalui upaya membangun loyalitas pelanggan akan dapat memungkinkan brand perusahaan untuk meningkatkan retensi dan penjualan bisnis serta memfasilitasi strategi word-of-mouth.

Untuk tujuan ini, buatlah program loyalitas pelanggan. Misalnya dengan memberi pelanggan poin untuk menggunakan atau membeli produk dan layanan. Atau bisa juga dengan memberikan diskon atau cashback dan program membership kepada pelanggan dengan kriteria tertentu. Bila perlu, marketer juga bisa menyebarkan sejumlah jenis email marketing, seperti email survei pelanggan, lead nurturing email, email newsletter, dan email rekomendasikan produk yang mungkin pelanggan sukai.

Dengan demikian, perusahaan berkesempatan untuk mempertahankan pelanggan lama, menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan, menciptakan keunggulan kompetitif dan daya saing bisnis terbaik di segmen pasar tertentu, serta mewujudkan customer advocacy.

6. Maksimalkan Sales Cycle

Upaya hard selling tidaklah selalu menjadi strategi penjualan yang harus tim penjualan lakukan. Sebagai alternatif, terapkan cara-cara tertentu untuk mempercepat customer journey dalam sales cycle yang telah bisnis rancang.

Misalnya dengan mempersingkat demo atau uji coba gratis pada produk yang dijual, membangun brand awareness dan brand experience dengan menyediakan sistem check-out yang praktis, dan meningkatkan social selling. Semakin cepat tim penjualan dapat mengakuisisi dan mengonversi prospek untuk membeli produk bisnis, semakin cepat pula volume penjualan bisnis akan meningkat.

7. Optimalkan atau Ubah Strategi Pemasaran yang Digunakan

Tak afdol rasanya apabila saat bisnis berupaya meningkatkan volume penjualan tidak di imbangi dengan mengoptimalkan strategi pemasaran. Atau bahkan mengubah satu jenis teknik pemasaran ke teknik lain yang paling berkontribusi dalam meningkatkan penjualan (marketing attribution).

Cara ini dapat membantu tim penjualan sekaligus pemasaran dalam mengevaluasi touchpoint pelanggan dan memberikan wawasan terbaik tentang bagaimana, di mana, dan kapan konsumen akan berinteraksi dengan pesan brand (branding).

Dengan begitu, marketer dapat menentukan saluran penjualan dan kampanye pemasaran atau iklan promosi (ads campaign) mana yang memiliki dampak terbesar dalam mempengaruhi keputusan pelanggan untuk berkonversi dengan bisnis (conversion funnel).

Itulah panduan singkat dalam meningkatkan volume penjualan yang perlu Anda praktikkan pada bisnis. Selain untuk mengukur efektivitas penjualan produk, sales volume juga sering menjadi bahan pertimbangan para investor dalam menilai kesehatan dan performa bisnis yang sedang berkembang (business development) atau perusahaan yang sedang terikat dalam kontrak tertentu.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.