Panduan lengkap Conversion Tracking

conversion tracking

Bagi pemilik blog, website dan marketplace, Kamu wajib membaca Panduan lengkap Conversion Tracking. Perkembangan teknologi di dunia digital marketing memang cepat sekali perubahannya. Google selain menyediakan layanan untuk sekedar mempromosikan produk, juga menyediakan layanan untuk tracking.

Layanan tracking pada google di kenal dengan Conversion Tracking. Untuk lebih jelas tentang panduan lengkap Conversion Tracking. Silahkan baca informasi Conversion tracking di bawah ini.

Tentang Conversion Tracking

Conversion Tracking adalah layanan yang digunakan untuk mengukur performa aktivitas yang dilakukan di internet. Biasanya di gunakan untuk mengukur performa blog, website sampai marketplace.

Salah satu fitur untuk mengukur performa adalah Conversion Tracking. Fitur ini memiliki fungsi untuk mengukur kinerja performa iklan. Atau sebuah campaign digital marketing. Baik melalui website ataupun media online lainnya.

Cara mengukur performanya juga berbeda-beda sesuai dengan tujuannya. Semisal dalam website e-commerce, konversi bisa mengukur terkait jumlah pembelian produk. Berbeda jika dalam situs blog, maka konversi bisa melihat dari jumlah kunjungan, lama berkunjung dan sebagainya. Segala aktivitas yang menimbulkan pergerakan dapat di sebut dengan konversi.

Pentingnya melakukan Conversion Tracking tentu untuk mengetahui tingkat performa yang di hasilkan dari aktivitas di media online. Hasilnya juga bisa digunakan menjadi bahan evaluasi. Yang dapat meningkatkan kinerja dan aktivitas penjualan perusahaan.

Setelah mengetahui pengertian Conversion Tracking, penting untuk diketahui manfaat dan panduan lengkap Conversion Tracking. Hal tersebut dapat membantu dalam memahami lebih dalam tentang Conversion Tracking.

Baca Juga:

Manfaat Conversion Tracking

conversion tracking

Sebelum mengetahui panduan lengkap Conversion Tracking, alangkah lebih baiknya jika mengetahui berbagai macam manfaat dari proses tracking. Simak penjelasan berikut ini.

1. Dapat Mengetahui Preferensi Pelanggan atau Pengunjung

Ketika mengaktifkan fitur conversing tracking. Kita bisa dengan mudah mengetahui minat paling disukai oleh pengunjung.

Minat pengunjung dilihat berdasarkan jumlah kata kunci yang paling banyak diketikan.
Dengan mengetahui minat pengunjunggun ini. Kita dapat memperbaharui konten iklan atau website sesuai minat pengunjung. Agar traffic kunjungannya semakin banyak.

2. Bahan Evaluasi

Melalui Conversion Tracking, pengguna iklan atau pengelola website dapat memantau prospek usaha atau webnya. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah kunjungan, pencarian kata kunci dan jumlah pembelian produk.

Mengetahui prospek usaha atau konten sangatlah penting, karena jika terdapat penurunan performa, perusahaan dapat segera melakukan evaluasi. Mengetahui prospek sangat penting. Karena ini dapat meningkatkan perkembangan website dan bisnis.

3. Mengoptimalkan Aktivitas Sesuai dengan Sasaran

Akan menjadi masalah jika perusahaan tidak melakukan kegiatan promosi sesuai sasaran bisnisnya.
Dengan memanfaatkan conversion tracking, kita dapat mengoptimalkan aktivitas bisnis atau web agar tepat sasaran.

Karena di dalam conversion tracking, kita dapat melihat siapa saja yang berinteraksi dengan aktivitas yang kita lakukan. Sehingga dapat dilakukan klasifikasi siapa sasaran yang cocok dan mempunyai minat pada aktivitas tersebut.

4. Melihat Interaksi Pelanggan atau Pengunjung

Selain itu, conversion tracking juga bermanfaat untuk melihat jumlah pelanggan. Artinya kita dapat mengetahui pengunjung yang melakukan interaksi dengan aktivitas yang kita bagikan. Interaksi dapat berupa komentar, jumlah dan waktu kunjungan, like konten hingga pembelian produk. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat dalam menilai prospek aktivitas yang dibagikan.

Bagi pemilik website atau blog, manfaat ini sangat diperlukan. Karena interaksi yang positif dan interaktif dari pengunjung sangat bermanfaat bagi perkembangan website atau blog.

Baca Juga:

Langkah Melakukan Conversion Tracking di WordPress

Dalam praktiknya, melakukan Conversion Tracking harus dilakukan dengan tool pendukung. Ada beragam jenis tool pendukung untuk Conversion Tracking. Namun, yang paling recommended adalah menggunakan Google Analytics.

Google Analytics menjadi tool yang paling direkomendasikan karena tool tersebut dapat menampilkan informasi hasil tracking secara beragam. Sehingga memudahkan pengelola web dalam memantau aktivitas pengunjungnya secara lebih rinci.

Di internet, banyak sekali yang menggunakan layanan WordPress dalam membagikan konten. Untuk itu simak penjelasan berikut untuk mengetahui tentang panduan lengkap Conversion Tracking di WordPress.

1. Buat akun Google Analytic

Membuat akun Google Analytic terbilang mudah. Kamu cukup melewati 6 langkah mudah sebagai berikut.

– Pertama- tama, harus masuk web Google Analytic melalui tautan https://analytics.google.com/analytics/web/provision/#/provision dengan akun google.

– Setelah masuk ke web Google Analytics, kemudian masuk ke menu pengaturan dan pilih tab admin. Kemudian klik Create Account.

conversion tracking

– Buat nama akun dengan mengetik pada kolom yang tersedia. Kemudian klik Next.

conversion tracking

– Isilah kolom time zone, currency dan property name sesuai profil sebenarnya. kemudian klik Next.

conversion tracking

 

– Isilah kolom yang berfungsi untuk menentukan kategori industri, ukuran business size, dan alasan menggunakan Google Analytics. Jika sudah, Klik Create.

conversion tracking
– Selanjutnya, akan muncul terms of service atau persetujuan penggunaan Google Analytics. Pilih negara Indonesia. Jika sudah, klik I Accept.

conversion tracking
2. Menghubungkan Website dengan Google Analytics

Hubungkanlah dengan website, agar Google Analytics dapat melakukan konversi . Caranya sebagai berikut:

– Di halaman Admin, pilih Data Streams, lalu pilih Web

conversion tracking

– Pada halaman selanjutnya, ketikkan Stream Name dan URL website. Kemudian, pilih Create Stream.

conversion tracking
Dengan menyelesaikan 2 langkah di atas, website sudah terhubung dengan Google Analytics, dan dapat membantu proses Conversion Tracking. Namun, untuk dapat aktif, pengguna harus menunggu selama 2 x 24 jam.

Setup Goal di Google Analytics

Setelah website terhubung dengan google analytics, proses Conversion Tracking tidak dapat langsung dilakukan. Perlu dilakukan satu aktivitas lagi yakni Setup Goal di Google Analytics, dalam panduan lengkap proses Conversion Tracking.

Sebelum melakukannya, tentukan dahulu tujuan melakukan proses Conversion Tracking, agar proses setup bisa dilakukan dengan lancar. Lalu bagaimana cara melakukan Setup Goal di Google Analytics? Berikut Langkah-langkahnya.

1. Masuk pada pengaturan Google Analytics dan pilih Goals.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah masuk pengaturan google analytics. Di sana akan terdapat banyak menu, dan pilihlah menu goals, seperti gambar di bawah ini.

conversion tracking
2. Klik + New Goal

Setelah memilih goals, halaman akan otomatis diarahkan ke halaman lain. Kemudian klik + New Goal

conversion tracking
3. Tentukan Nama Goal

conversion tracking
Langkah ketiga adalah menentukan nama goal atau tujuan dari konversi, misalnya Konversi dari Formulir Kontak. Kemudian, tipe goal-nya pilihlah Destination dan lanjutkan klik Continue.

4. Inputkan Slug URL Halaman Konversi

conversion tracking
Langkah terakhir di kolom Destination ketikan slug URL halaman konversi dan klik Save.
Jika Langkah-langkah di atas telah dilaksanakan, maka dapat dilakukan aktivitas Conversion Tracking terhadap performa aktivitas yang dilakukan di internet. Performa dapat dilihat dengan melihat jumlah kunjungan, waktu kunjungan dan sebagainya.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian, manfaat dan panduan lengkap Conversion Tracking. Semoga artikel ini dapat membantu pembaca yang sedang mencari referensi tentang hal tersebut. Untuk menerapkan conversion tracking Anda perlu memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembanbangkan bisnis.

Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga: