5 Jenis Pasar Bisnis (Business Market) dan Bedanya Dengan Pasar Konsumen

5 Jenis Pasar Bisnis (Business Market) dan Bedanya Dengan Pasar Konsumen

Setiap perusahaan yang menjalankan operasi atau proses bisnis haruslah memahami jenis pasar yang akan ia masuki. Terkait hal tersebut, pemilik bisnis dan segenap stakeholder perlu menentukan business market atau pasar bisnis sebagai salah satu konsep transaksi komersial dan basis konsumen target dalam bisnis, di samping konsep pasar konsumen.

Sebab, pada dasarnya setiap perusahaan di segmen pasar tertentu akan membeli suatu produk atau layanan sebagai bahan baku produksinya (key resource). Dan sekaligus membentuk saluran distribusi penjualan produk atau layanannya untuk membantu proses produksi bisnis lain (sales process).

Dengan pemahaman teori business market, perusahaan dapat dengan mudah mengidentifikasi atau menganalisis barang apa yang bisnis mereka jual (sales analysis) dan siapa target pelanggan (leads) yang mereka tuju (customer analysis). Sehingga perusahaan tahu cara terbaik dalam memasarkan atau mempromosikan produk atau layanan (marketing strategy) yang sesuai dengan persona pelanggannya (buyer persona).

Bahkan, bukan hal yang mustahil bila nantinya perusahaan juga dapat mengetahui nilai atau manfaat pada produk (product value), pelanggan (customer value), sekaligus brand bisnisnya (brand value). Supaya Anda dapat lebih memahami keseluruhan konsep pasar bisnis, bacalah artikel inMarketing berikut ini.

Apa Itu Pasar Bisnis (Business Market)?

Apa Itu Pasar Bisnis (Business Market)?

Melansir dari situs Marketing91, business market atau pasar bisnis adalah platform sekaligus metode perusahaan dalam menjual produk atau layanannya (sales approach) kepada bisnis lain sebagai target pasarnya. Dengan kata lain, bentuk marketplace ini menjadi tempat yang ideal untuk pemasaran B2B.

Bagaimana tidak, satu perusahaan akan menawarkan produknya ke perusahaan lain yang mana produk tersebut menjadi bahan baku atau aset bisnis utama dalam pembuatan produk lanjutan (product development) untuk selanjutnya dipasarkan dan dijual kembali (remarketing) ke target pelanggan potensialnya (prospek).

Baca Juga:

Business market biasanya melibatkan dua atau lebih perusahaan yang memiliki hubungan B2B secara langsung. Secara spesifik, manajemen proses bisnis di dalamnya mencakup hubungan bisnis yang berbeda (relationship marketing), seperti supplier dengan pelanggan, distributor dengan produsen, dan lain-lain.

digital marketing agency

Konsep ini berbeda dengan pasar konsumen (consumer market) yang melibatkan proses penjualan barang dan jasa dari bisnis ke pengguna akhir atau pelanggan (pemasaran B2C). Selain itu, pasar konsumen cenderung memiliki pangsa pasar yang lebih kompetitif karena terdiri dari banyak penjual.

Kendati demikian, baik pasar bisnis dan pasar konsumen akan melewati serangkaian Moment of Truth (MOT) dalam customer journey. Mulai dari Zero Moment of Truth (ZMOT), First Moment of Truth (FMOT), hingga Second Moment of Truth (SMOT).

Dengan begitu, perusahaan-perusahaan di setiap jenis pasar tersebut akan mampu memperoleh kepuasan pelanggan yang positif, loyalitas pelanggan yang bertahan lama, dan memengaruhi niche industri tertentu (brand authority).

Karakteristik Pasar Bisnis (Business Market)

Untuk membedakannya dengan jenis pasar lain, business market memiliki sejumlah karakteristik, di antaranya adalah:

  • Umumnya melibatkan lebih sedikit penjual dan pembeli daripada pasar konsumen.
  • Pelanggannya seringkali dipengaruhi oleh tujuan dan target perusahaan daripada tujuan pribadi.
  • Perusahaan yang sedang berada di pasar ini cenderung memiliki bargaining power atau tingkat daya tawar yang lebih tinggi daripada dengan konsumen di marketplace lain.
  • Transaksi yang ada sebagian besar terjadi dengan kesepakatan kredit daripada uang tunai.
  • Melibatkan upaya pembelian oleh pelanggan yang lebih profesional (customer effort).
  • Bersifat lebih kompleks daripada pasar konsumen karena adanya berbagai jenis pembeli bisnis. Contohnya, organisasi pemerintah, reseller, dan lain-lain.
  • Mampu memfasilitasi proses bisnis di antara perusahaan yang lokasinya saling berjauhan.
  • Demand atau permintaan di pasar tetap konsisten dan tidak terpengaruh oleh perubahan harga pasar (market pricing).
  • Memiliki kemungkinan business growth dan penurunan yang mana bergantung pada jumlah pelanggan yang membeli versi final suatu produk.
  • Butuh strategi iklan dan penjualan yang paling efektif dan efisien.
  • Menyajikan dan mendorong keputusan pembelian yang lebih kompleks daripada pasar konsumen.
  • Memfasilitasi hubungan profesional jangka panjang atau berkelanjutan antara pembeli dan penjual (sustainability management).

Baca Juga:

Jenis Pasar Bisnis (Business Market)

Berdasarkan karakteristik utama, produk atau layanan yang perusahaan tawarkan, dan tipe pelanggan, business market memiliki beberapa jenis yang berbeda satu sama lain. Berikut ini penjelasannya.

1. Pasar Business-to-Business (B2B)

Seperti yang sempat disebut di awal artikel, pasar business-to-business atau B2B adalah pasar di mana bisnis akan mengiklankan dan menawarkan produk atau layanannya kepada bisnis lain sebagai target pasar utamanya (targeted advertising).

Produk atau layanan yang diperjualbelikan di pasar B2B ini digunakan oleh pembeli yang akan memproduksi barang atau layanan baru untuk dijual kembali kepada target pelanggan mereka. Contoh nyatanya adalah bisnis grosir (wholesaler) dan supplier industri di bidang furnitur atau perusahaan jasa accounting.

2. Pasar Business-to-Consumer (B2C)

Berbeda dengan pasar B2B, pasar B2C atau business-to-consumer adalah pasar di mana bisnis akan mengiklankan dan menawarkan produk atau layanannya langsung kepada end user atau pelanggan. Sebagian besar pemilik bisnis menganggap bahwa pasar B2C adalah jenis business market terbesar karena melayani banyak kelompok pelanggan potensial (mass marketing).

Hal ini disebabkan oleh perusahaan yang menggunakan jenis pasar ini akan merancang segala strategi pemasaran dan penjualan dengan mempertimbangkan masyarakat umum atau demografi populasi. Mulai dari kelompok usia, jenis kelamin, atau kelompok pelanggan dengan keminatan yang berbeda.

Ciri lain dari pasar B2C adalah proses transaksi yang terjadi di pasar ini sebagian besar didasarkan pada uang tunai dan menggunakan media mix dari saluran pemasaran yang bervariasi. Contohnya adalah bisnis toko ritel dan retailer online dari industri pakaian, fashion, grosir, otomotif, dan makanan.

3. Pasar Industri

Pasar industri adalah jenis pasar di mana bisnis menawarkan produk atau layanan mereka kepada bisnis lain yang menggunakan produk atau layanan tersebut sebagai bahan baku untuk pembuatan atau pemrosesan produk industri baru yang berkelanjutan. Dengan kata lain, perusahaan yang ada di pasar bisnis ini memiliki produk atau layanan yang tidak ideal untuk digunakan langsung oleh pelanggan akhir.

Pasar industri sering dianggap sebagai salah satu pasar bisnis terkecil. Karena produk dan layanan mereka melayani kelompok konsumen yang lebih kecil daripada demografi konsumen yang besar.

Umumnya, pasar bisnis ini digeluti oleh bisnis yang menjual produk atau layanan untuk keperluan proyek industri. Misalnya, industri pabrik besi dan baja, kayu, kaca, kilang minyak, sistem elektronik, dan industri besar lainnya.

4. Pasar Layanan (Service)

Jenis pasar bisnis selanjutnya berfokus pada menawarkan produk berbasis layanan seperti pemeliharaan (maintenance), perbaikan, dan sebagainya kepada bisnis lain. Pasar layanan ini dapat mencakup pasar B2B maupun B2C.

Oleh sebab itu, para pelaku industri jasa akan menjual layanan yang berbeda kepada pelanggan bisnis yang lebih universal. Bisnis seperti bengkel, layanan rumah tangga, layanan internet, dan sebagainya termasuk ke dalam segmen pasar ini.

5. Pasar Layanan Profesional

Pasar layanan profesional menjadi jenis business market terakhir yang banyak perusahaan terapkan. Pasalnya, pasar bisnis ini digunakan oleh perusahaan yang menawarkan layanan profesional mereka kepada bisnis lain, seperti konsultasi, marketing, dan lain-lain.

Karena perusahaan yang beroperasi di pasar layanan profesional menawarkan pekerjaan khusus, bisnis beserta karyawannya harus memiliki lisensi atau sertifikasi yang memungkinkan mereka bekerja di bidangnya. Sebut saja business analyst, data scientist, marketer, sales force, dan profesi jasa lainnya.

Sama seperti pasar layanan sebelumnya, jenis pasar bisnis ini dapat mencakup pasar B2B dan B2C. Contohnya seperti firma hukum atau digital marketing agency seperti inMarketing.

Kami menawarkan jasa konsultasi hingga penstrategian iklan dan pemasaran bisnis yang paling sesuai dengan transformasi digital saat ini. Mulai dari inbound marketing, social media marketing, growth hack, 360 digital marketing, dan data driven marketing. Dengan begitu, bisnis Anda dapat berkembang (business development) dan tumbuh (business growth) dengan lebih pesat.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.