Pemasaran Tidak Langsung (Indirect Marketing): Definisi dan Jenis Strategi Pemasarannya

Pemasaran Tidak Langsung (Indirect Marketing): Definisi dan Jenis Strategi Pemasarannya

Dalam teori pemasaran, strategi pemasaran 4P di golongkan ke dalam dua kategori utama, yaitu pemasaran langsung (direct marketing) dan pemasaran tidak langsung (indirect marketing). Kedua konsep tersebut menjadi bukti beragamnya variasi metode dan teknik pemasaran untuk membuat kampanye pemasaran terbaik dan menarik minat target audience, selain inbound marketing dan outbound marketing.

Sebab, pada dasarnya pemasaran tidak langsung adalah strategi di mana Anda menempatkan perusahaan dan brand Anda pada posisi yang mudah pelanggan temukan (brand positioning). Bukan perusahaan yang menemukan target pasar yang potensial (lead) untuk menjadi pelanggan yang membeli (sales lead). Sehingga, target audience tersebut berkemungkinan besar untuk terlibat dengan brand Anda (brand engagement) melalui brand message yang Anda buat.

Walaupun istilah tersebut mungkin terdengar seperti jargon, pengkategorian metodologi pemasaran ini membantu marketer memahami dan menjelaskan apa tujuan dan target bisnis yang ingin mereka capai. Kira-kira, apa saja strategi yang bisa Anda terapkan ketika menggunakan teknik indirect marketing? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Pemasaran Tidak Langsung (Indirect Marketing)?

Secara harfiah, indirect marketing atau pemasaran tidak langsung adalah cara pemasaran yang tidak hanya berfokus pada proses penjualan produk atau layanan bisnis, melainkan juga mendapatkan kepercayaan dari pelanggan (customer loyalty).

Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan pengalaman pelanggan dengan brand Anda (brand experience) dan memelihara calon pelanggan (lead nurturing) untuk akhirnya membeli produk dari brand Anda. Sehingga akan mendorong peningkatan kepuasan pelanggan terhadap brand Anda. Selain itu, indirect marketing membantu Anda menjaga hubungan dengan pelanggan (relationship marketing), membangun brand authority di pangsa pasar terbaik, dan menghasilkan brand awareness.

Baca Juga:

Konsep marketing ini menjadi pilihan lain setelah menggunakan direct marketing atau pemasaran langsung. Direct marketing adalah aktivitas pemasaran bisnis secara tradisional yang mengandalkan komunikasi tertentu (marketing communication) untuk menjangkau target audience dengan maksud membuat mereka membeli produk atau layanan Anda. Dalam praktiknya, pemasaran langsung melibatkan saluran pemasaran, mulai dari telepon, email marketing, telemarketing, iklan PPC, dan lain-lain.

Dengan demikian, direct marketing memiliki sales funnel yang lebih singkat dan spesifik daripada indirect marketing yang butuh sales funnel lebih lama. Karena indirect marketing berkaitan dengan jenis-jenis yang akan kami jelaskan sesaat lagi.

Jenis Strategi Pemasaran Tidak Langsung (Indirect Marketing)

Strategi pemasaran tidak langsung yang baik menggabungkan strategi berbeda yang berguna dalam menumbuhkan brand awareness secara efektif. Untuk itu, berikut ini beberapa bentuk pemasaran tidak langsung yang dapat Anda gunakan untuk bisnis Anda.

1. Content Marketing

Content marketing adalah proses perencanaan, pembuatan, pendistribusian, pembagian, dan penerbitan konten yang bermanfaat dan mendidik pelanggan (konsep educational marketing) melalui saluran pemasaran. Contohnya, seperti media sosial, blog, website, podcast, video, press release, publikasi cetak (newsletter), konten paid ads, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk menjangkau audiens segmentasi pasar bisnis serta meningkatkan penjualan, keterlibatan (customer engagement), dan loyalitas pelanggan terhadap brand (brand loyalty).

2. SEO

SEO atau Search Engine Optimization adalah aktivitas yang dilakukan untuk menempatkan situs website bisnis pada posisi teratas dalam daftar hasil pencarian Google (Google ranking) dan mesin pencari lainnya (SERP). Dengan SEO, situs online bisnis Anda berkesempatan tampil sebagai hasil yang paling relevan dan berperingkat tertinggi saat calon pelanggan menelusuri layanan Anda.

Baca Juga:

Secara teori, SEO terbagi menjadi dua kategori, yaitu on-page dan off-page. On-page SEO bermanfaat untuk membuat website Anda mudah Google pahami. Sebab, on-page SEO mengacu pada pembuatan konten website yang relevan dengan keyword tertentu. Di mana keyword tersebut mewakili pertanyaan yang target audience cari saat mencoba mempelajari lebih lanjut tentang produk atau pasar Anda.

Sedangkan off-page SEO mengacu pada penautan website bisnis yang memiliki reputasi bagus (brand reputation) di website lain. Dengan kata lain, off-page SEO membantu promosi website untuk mendapatkan peringkat terbaik dalam hasil pencarian dengan melakukan backlink, link building, dan lain-lain. Oleh karena itu, SEO menjadi bagian penting dari setiap strategi pemasaran digital.

3. Public Relation (PR)

Cara yang paling berharga pada indirect marketing dalam jangka waktu yang panjang adalah dengan memanfaatkan public relation sebagai bukti sosial atau social proof di iklan dan halaman web Anda. Social proof adalah ketika Anda menunjukkan betapa mengesankan citra brand Anda dengan menampilkan pers atau klien terkenal. Sehingga mempengaruhi pola pikir dan tindakan pelanggan prospek untuk membeli produk atau layanan dari brand Anda.

4. Social Media Marketing

Strategi pemasaran media sosial dapat menjadi salah satu bentuk pemasaran tidak langsung yang paling efektif dalam mengembangkan bisnis. Sebab, pemasaran ini bisa Anda lakukan tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. namun menghasilkan ROI yang tinggi.

Jika Anda membuat konten media sosial yang bermanfaat dan layak untuk target audience bagikan ke orang lain. Maka Anda berkesempatan menambah nilai (brand value) dan konsistensi bisnis terhadap pelanggan. Social media marketing adalah cara yang ampuh untuk menumbuhkan bisnis dalam faktor brand loyalty dan menghasilkan leads pemasaran untuk meningkatkan konversi bisnis.

5. Program Loyalty dan Referral Marketing

Program referral dan loyalitas sama-sama merujuk pada pemberian reward kepada pelanggan ketika mereka melakukan transaksi pembelian dengan suatu brand. Hal ini akan mendorong pola pikir pelanggan untuk membelanjakan lebih banyak uangnya untuk membeli produk Anda daripada produk dari pesaing.

6. Influencer Marketing

Influencer marketing adalah salah satu jenis kemitraan pada social media marketing yang mempromosikan produk menggunakan endorsement dari seorang influencer. Contohnya, publik figur, atlet olahraga, pemimpin wilayah, atau inluencer mikro. Influencer marketing mencakup berbagai kegiatan seperti:

  • Co-created content, atau konten pemasaran apa pun yang Anda buat bersama dengan influencer dan Anda publikasi melalui channel media bisnis Anda (owned media).
  • Konten bersponsor adalah konten yang di buat oleh influencer pada lini bisnis B2B untuk menginformasikan produk atau layanan dalam membantu pelanggan dalam keputusan pembelian.
  • Advertisement atau iklan, baik secara online maupun offline. Dalam hal ini, Anda akan memiliki influencer yang langsung mempromosikan produk Anda dan mendorong audiens untuk membelinya.
  • Ambassador, merupakan pilihan endorsement dengan influencer yang akan bekerja sama dalam jangka waktu yang lama. Dalam hal ini, Anda akan bermitra dengan mereka yang akan berperan sebagai juru bicara bisnis Anda (brand ambassador).

Sebagai penutup artikel tentang pemasaran tidak langsung kali ini, perlu Anda ingat bahwa setiap niche bisnis dapat memasukkan strategi pemasaran tidak langsung ini ke dalam strategi pemasaran mereka secara keseluruhan. Manfaat terbesar dari indirect marketing adalah Anda dapat memilih apa yang ingin Anda lakukan dan bahkan melengkapinya dengan upaya marketing lainnya.

Baca Juga: