Pengertian Merger dan Akuisisi dan Cara Kerjanya

merger dan akuisisi

Merger dan akuisisi merupakan istilah yang sangat umum dikenal dalam dunis bisnis. Dua hal tersebut merupakan istilah yang menjelaskan transaksi bisnis terkait kepemilikan perusahaan.

Kedua jenis transaksi ini memiliki kesamaan, tetapi merger berbeda dari akuisisi. Kedua hal tersebut saling berkaitan erat dalam upaya memperluas target pasar serta meningkatkan keuntungan dalam berbisnis.

Mengenal Merger dan Akuisisi dalam Suatu Bisnis

Sebelum masuk ke inti pembahasan mengenai pengertian merger dan akuisisi. Lebih baik jika memahami pengertian merger dan akuisisi terlebih dahulu. Inilah pengertian dan tujuan dari merger dan akuisisi tersebut.

Definisi Merger dan Akuisisi

Merger merupakan sebuah proses penyatuan dua perusahaan atau lebih yang meninggalkan satu nama perusahaan dan melebur menjadi satu. Proses ini bisa berlangsung dalam jangka waktu bulan dan tahun sesuai kesepakatan bersama.

Proses penggabungan dua perusahaan tersebut berdampak kepada seluruh pemilik bisnis.
Saham perusahaan yang bergabung tidak lagi diperdagangkan dan diterbitkan atas nama entitas lama mereka, melainkan nama entitas baru yang disepakati.

Sementara itu, akuisisi merupakan kegiatan pembelian perusahaan oleh perusahaan yang lain. Pada proses ini, perusahaan yang beli tidak mengalami peleburan sehingga tetap berdiri, melainkan hanya kepemilikannya saja yang berpindah.

Ketika akuisisi dilakukan, maka saham entitas yang telah diakuisisi akan menjadi milik pembeli dan tidak lagi diperdagangkan dengan nama sebelumnya.

Sukses tidaknya proses merger akan terlihat dari perusahaan yang akan menjadi induk. Perusahaan tersebut umumnya perusahaan yang lebih besar dan memiliki performa lebih optimal. Berita merger atau akuisisi ini berdampak pada fluktuasi harga saham.

Baca Juga:

Tujuan Merger dan Akuisisi

Terdapat beberapa alasan mengapa perusahaan melakukan merger dan akuisisi, seperti tujuan peningkatan pangsa pasar, peningkatan sinergi operasional ataupun menciptakan efisiensi yang lebih baik lagi terhadap perusahaan.

Perusahaan kecil yang membiarkan dirinya di akuisisi oleh perusahaan lebih besar, biasanya mengalami masalah finansial maupun sang pemilik tidak lagi ingin meneruskan bisnis yang selama ini dikerjakan.

Jenis Merger

Jenis-jenis merger memiliki tujuan dan bentuk yang berbeda-beda, seperti :

Penggabungan Horizontal

Jenis ini meleburkan dua perusahaan pada industri yang serupa. Di dalamnya terlibat pesaing dengan perebutan pangsa pasar yang lebih besar, sinergi merger yang menguntungkan, dan peningkatan skala ekonomi untuk peningkatan profit maksimal.

Penggabungan Vertikal

Pada jenis ini, dua bisnis yang memiliki produk jual berbeda, tetapi memiliki sumber rantai pasokan yang sama. Tujuan dari penggabungan jenis ini yaitu peningkatan efisiensi perusahaan.

Perluasan Pasar

Adalah penggabungan dua perusahaan pada industri sama tetapi pasar yang berbeda, agar mendapatkan lebih banyak pelanggan. Dengan produk/layanan yang sama. Maka marger ini akan memiliki basis klien yang lebih besar.

Merger Ekstensi Produk

Pada jenis ini terjadi pelibatan dua entitas dengan produk terkait pada industri yang sama. Umumnya kedua entitas akan saling berbagi mulai dari rantai pasok hingga jalur distribusi dengan tujuan keuntungan bersama.

Jenis Akuisisi Berdasarkan Tujuan

Selain merger, akuisisi juga memiliki beberapa jenis yang spesifik. Berikut adalah beberapa jenis akuisisi dan penjelasannya:

Konsolidasi akuisisi

Tujuan akuisisi jenis ini tergolong unik, namun berdampak besar. Pasalnya, proses akuisisi lebih mengarah kepada pengurangan pesaing pasar sehingga keuntungan dari pasar bisa masuk ke satu lini usaha meski berbeda perusahaan.

Akuisisi Berspekulasi

Akuisisi jenis ini terjadi pada saat entitas yang besar membeli bisnis yang yang bernilai di bawahnya.
Sehingga akan tercipta sebuah perusahaan dengan potensi keuntungan lebih besar.

Akuisisi Akselerasi

Akuisisi ini berlangsung pada perusahaan besar yang membeli bisnis lebih kecil. Tujuan akuisisi ini adalah meningkatkan akses pasar.

Akuisisi Perolehan Sumber Daya

Sesuai dengan namanya, akuisisi jenis ini bertujuan untuk memperoleh sumber daya dari suatu perusahaan. Jadi perusahaan bisa mendapatkan SDA dan SDM tambahan.

Cara Kerja Merger dan Akuisisi

merger dan akuisisi

Merger dan akuisisi terjadi melalui sebuah negosiasi panjang yang memakan banyak waktu.
Perusahaan yang lebih besar melakukan pertimbangan pertama. Kemudian perusahaan yang diakuisisi akan memberikan pertimbangan yang relevan.

Pembuatan Strategi Merger atau Akuisisi

Pertama perusahaan harus membuat strategi merger dan akuisisi. Kedua perusahaan membutuhkan dokumen strategi bersama. Isi dokumen tersebut tentang langkah yang harus dilaksanakan selanjutnya. Setelah proses merger atau akuisisi telah terjalin.

Pengembangan Persyaratan

Langkah kedua menentukan pengembangan persyaratan. Perusahaan membuat kriteria tujuan yang dilakukan setelah proses merger dan akuisisi.

Di dalamnya mempertimbangkan beberapa aspek penting, seperti kebutuhan sumber daya hingga pangsa pasar yang menjadi kekuatan perusahaan.

Identifikasi Target

Perusahaan yang mengakuisisi harus melakukan identifikasi target. Sehingga target setelah proses akuisisi akan lebih jelas.

Tahap ini akan mempermudah terciptanya hubungan baik di kedua perusahaan. Sehingga dapat menyatukan visi yang satu arah.

Perencanaan Akuisisi

Pada tahap ini, pihak pengakuisisi sudah memiliki setiap bahan yang dibutuhkan. Pihak pengakuisisi bisa mulai menghubungi calon perusahaan untuk melakukan negosiasi. Hal ini tentunya menjadi proses yang penting antara kedua belah pihak.

Penilaian

Lanjut dengan masuk ke tahap penilaian. Nilai perusahaan diakuisisi akan dihitung. Baik dari nilai aset dan aspek kesehatan perusahaan. Hal ini bertujuan agar mendapatkan nilai yang sesuai dengan kesepakatan. Terutama dari kedua belah pihak yang terlibat.

Negosiasi

Pada tahap ini, kedua belah pihak akan melakukan negosiasi yang logis. Keduanya akan menentukan nilai dengan berdasarkan hasil penilaian sebelumnya. Proses ini menjadi kesempatan kedua belah pihak untuk mendapatkan keuntungan bersama.

Baca Juga:

Uji Tuntas

Kegiatan ini melibatkan analisis menyeluruh dari pihak pengakuisisi terhadap perusahaan target. Auditor resmi akan memeriksa seluruh keuangan, pangsa pasar, personel, kapasitas produksi, dan hal-hal penting lain untuk mencegah kecurangan.

Pembuatan Perjanjian Jual Beli

Tahapan ini sudah masuk ke pada tahap akhir proses merger dan akuisisi. Pada tahap ini, kedua belah pihak melakukan verifikasi sebelum nantinya terjadi kesepakatan bersama melalui hitam di atas putih.

Diskusi Opsi Pembiayaan

Setelah perjanjian jual beli sudah selesai dibentuk, maka pembicaraan selanjutnya adalah bagaimana pembayaran dilakukan. Pihak pengakuisisi akan menawarkan opsi-opsi pembayaran yanama.

Penutup

Setelah semua langkah diatas telah selesai, dan perjanjian telah resmi ditandatangani, maka selanjutnya penggabungan perusahaan sesuai dengan pedoman kesepakatan mereka akan mulai dilakukan.

Cara Kerja Valuasi

Valuasi merupakan sebuah proses penentuan tingkat kualitas dan kuantitas skala ekonomi suatu perusahaan melalui penilaian setiap aspek bisnis. Penilaian ini terjadi pada saat kedua belah pihak bergabung dan diakuisisi oleh entitas lain.

Salah satu metode yang digunakan yaitu kapitalisasi pasar, dengan cara memantau jumlah keseluruhan saham yang dipasarkan. Metode lain yang bisa digunakan adalah melalui portofolio perusahaan pada arus kas dan nilai likuidasinya.

Demikian artikel singkat mengenai merger dan akuisisi. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi bagi para pengamat bisnis dan pelaku usaha yang hendak melakukan merger dan akuisisi.

Untuk menerapkan strategi marketing Anda perlu memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembanbangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga: