Perbedaan Paid, Owned dan Earned Media

paid owned earned media

Anda mungkin pernah mendengar istilah “Paid, Owned, dan Earned Media” sebelumnya. Namun, apakah Anda mengetahui perbedaan antara ketiga istilah tersebut?

Mengetahui perbedaan dan bagaimana pengaruh ketiganya terhadap digital marketing campaign dapat membantu Anda menjalankan strategi pemasaran dengan lebih efektif dan efisien.

Melalui artikel berikut ini, kami akan mengulas mengenai perbedaan paid, owned, dan earned media, serta kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Apa Perbedaan Paid, Owned, dan Earned Media?

Dengan begitu banyak jenis strategi pemasaran digital saat ini, pasti Anda mengalami kesulitan untuk menentukan strategi mana yang paling cocok untuk bisnis Anda.

Di sini lah paid, owned, dan earned media layak menjadi contoh digital marketing strategy yang harus Anda pertimbangkan untuk membantu membuat dan mempertahankan strategi pemasaran yang bermanfaat. Lantas, apa perbedaan antara ketiganya?

Paid Media

Sesuai dengan namanya, media berbayar atau paid media adalah suatu paid marketing di mana marketer harus membayarkan sejumlah uang pada media.

Media berbayar ini mencakup semuanya, mulai dari digital dan tradisional marketing. Misalnya koran, radio, majalah, media sosial, paid influencer, pay per click (PPC), retargeting ads, atau pun display ads agar iklan mereka muncul di depan audiens.

Media berbayar adalah cara yang bagus untuk mendapatkan pengembalian investasi (Return on Investment) langsung. Return on investment atau ROI adalah rasio yang menunjukkan ukuran tentang efisiensi manajemen. Dengan begitu, bisa diketahui dengan jelas tingkat profitabilitas dari suatu investasi.

digital marketing agency

Pasalnya, jangkauan paid media ini sangat luas dalam sekali strategi promosi. Sehingga membantu Anda menghasilkan leads dengan cepat, mempertahankan pelanggan setia (Customer Retention Marketing), serta meningkatkan angka penjualan dan konversi.

Tak hanya itu saja, Anda juga dapat mengukur efektivitas media berbayar ini dengan cukup mudah menggunakan analitik.

Kendati memberikan kelebihan yang menjanjikan, namun bukan berarti paid media tidak memiliki kelemahan. Strategi ini cenderung memiliki kekurangan pada pola komunikasi satu arah. Padahal, suatu bisnis sangat memerlukan feedback dari target pasar agar dapat melakukan evaluasi.

Selain itu, tingkat konversi pada media berbayar lebih rendah daripada owned dan earned media. Sehingga, tipe media ini hanya cocok jika tujuan kampanye pemasaran atau marketing campaign Anda adalah meningkatkan brand awareness.

Baca Juga :

Owned Media

perbedaan paid owned earned media

Sebagaimana namanya, owned media merupakan media yang dibangun sendiri oleh sebuah brand.

Sehingga, brand tersebut juga memiliki hak penuh dalam mengelola kontennya sendiri untuk pemasaran, baik web maupun media sosial, tanpa bantuan pihak ketiga.

Contohnya adalah pemasaran melalui website perusahaan, microsite, blog marketing, Facebook marketing, Twitter marketing, Instagram marketing, hingga majalah korporasi. Anda pun tidak perlu mengeluarkan budget agar konten-konten tersebut muncul di depan audiens Anda.

Sehingga, owned media merupakan strategi pemasaran yang cerdas karena Anda dapat memulai situs web dan blog pada hari pertama bisnis dan memeliharanya sampai akhir.

Owned media termasuk organic marketing, tetapi memiliki peluang untuk tumbuh dan mendapatkan momentum dari waktu ke waktu.

Earned Media

Berbeda dari dua tipe sebelumnya, earned media adalah ketika pengikut Anda melakukan respon misalnya melakukan retweet, likes, share, dan lain-lain terhadap iklan atau konten yang Anda sampaikan melalui paid media dan owned media.

Secara sederhana, earned media merupakan para audiens, follower, atau customer yang menyebarkan iklan Anda sehingga mereka lah yang menjadi media suatu brand.

Jika di masa lalu strategi word of mouth dikenal sebagai suatu earned, namun dengan perkembangan teknologi dan maraknya media sosial, maka kini target audiens atau konsumen lah yang bertindak sebagai media.

Misalnya saja user generated content (UGC), di mana customer dapat memberikan ulasan terhadap sebuah brand secara langsung melalui media sosial. Bentuk lainnya adalah testimoni marketing, di mana customer dapat memberikan testimoni jujur setelah menggunakan produk/jasa.

Oleh karena itu, manfaat besar dari strategi ini adalah seperti iklan gratis. Bisnis Anda muncul di depan audiens tanpa perlu mengeluarkan biaya.

Namun, kelemahannya adalah Anda tidak dapat mengontrol opini orang lain. Hal ini berarti, selalu ada kemungkinan orang-orang memberikan reaksi negatif terhadap brand Anda.

Baca Juga :

Bagaimana Cara Kerja Paid, Owned, dan Earned Media?

cara menggunakan paid owned earned media

Setelah mengetahui perbedaan ketiganya, maka penting untuk mengetahui bagaimana cara menggabungkannya guna menciptakan strategi pemasaran yang efektif.

Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan contoh sebagai berikut:

Katakanlah Anda memiliki iklan yang ingin Anda publikasikan ke media sosial. Alih-alih hanya mendorongnya secara organik, Anda perlu melakukan paid marketing agar iklan muncul di platform lain.

Iklan tersebut menarik perhatian influencer media sosial dan mereka mempromosikannya di akun mereka, yang muncul di depan lebih banyak orang.

Ini merupakan kombinasi yang sempurna antara paid, owned, dan earned media untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Demikian adalah ulasan mengenai perbedaan paid, owned, dan earned media. Dengan memahami perbedaan antara ketiganya, kini Anda bisa mengetahui strategi mana yang cocok untuk mengembangkan bisnis Anda, atau mungkin Anda ingin menggabungkan ketiganya demi mendapatkan hasil yang maksimal.

Selain menerapkan strategi ini, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.