Kenali Perbedaan Process Mapping dan Process Modelling, Jangan Sampai Keliru!

process mapping vs process modelling

Membuat model bisnis menjadi salah satu bagian kunci dari keseluruhan proses bisnis. Dalam prosesnya pun, perlu ada beberapa tahapan untuk bisa merancang bisnis yang ideal dan dapat memenuhi market orientation. Tak terkecuali process mapping dan process modelling.

Secara sekilas, kedua proses ini tampak sama. Apalagi keduanya sama-sama bertujuan untuk efisiensi business process management. Padahal, sejatinya memetakan dan membuat permodelan bisnis merupakan hal yang berbeda.

Dengan mengetahui perbedaan keduanya, maka perusahaan bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menerapkannya. Maka dari itu, simak perbedaan proses mapping dan proses modelling selengkapnya melalui artikel inMarketing berikut ini!

Process Mapping dan Process Modelling

Sebelum mengetahui perbedaan antara keduanya, Anda perlu memahami terlebih dahulu pengertian kedua proses ini. Gunanya adalah untuk mengetahui gambaran luas tentang apa itu proses mapping dan proses modelling.

Melansir dari Project Managerprocess mapping adalah teknik untuk memetakan atau membuat visualisasi sebuah workflow dari proses bisnis. Dari peta tersebut, Anda bisa menjelaskan dengan singkat dan langsung tentang bagaimana alur sebuah business process.

Dalam praktiknya, mapping ini akan sangat membantu bisnis untuk melakukan pengawasan dan pelaporan. Bukan cuma itu saja, proses audit dan evaluasi pun akan jauh lebih mudah dengan adanya peta ini. Sebab, peta ini akan membuat proses bisnis tertata secara visual sehingga setiap pemangku kepentingan (stakeholder) dapat memahami dan melaksanakan fungsinya sesuai dengan nilai perusahaan, serta tujuan dan target bisnis.

Sedangkan di sisi lain, process modelling adalah representasi grafis dari proses bisnis dan beragam aktivitas di dalamnya. Model bisnis ini akan membantu perusahaan dalam membuat flowchart atau diagram yang berisi insight seputar proses bisnis. Mulai dari proses perencanaan bisnis, marketing operations, hingga sales process.

Contohnya adalah aktivitas apa saja yang terjadi dalam proses bisnis, peralatan atau tools apa saja yang berperan dalam proses bisnis, siapa yang bertanggung jawab dalam setiap aktivitas bisnis, timeline keseluruhan proses (waktu produksi, lead time, atau TTV), hingga tingkat kesuksesan maupun kegagalan dari proses bisnis itu sendiri.

digital marketing agency

Sementara menurut Simplicable, model bisnis ini juga bisa menjadi dasar utama dalam prose perbaikan workflow bisnis secara terus menerus.

Inilah yang menjadi perbedaan utama dari proses mapping dan proses modelling.

Baca Juga :

Perbedaan Process Mapping dan Process Modelling

perbedaan process mapping dan process modelling

Setelah mengetahui definisi di atas, tentunya Anda sudah memiliki gambaran terkait perbedaan mapping dan modelling secara keseluruhan. Sejatinya, keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda.

Mapping cenderung lebih fokus untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan aktivitas dalam business process, serta membantu dalam mendukung pembuatan model proses bisnis. Sedangkan modeling menjelaskan bagaimana jalannya suatu proses bisnis, dan siapa yang bertanggung jawab dalam setiap aktivitasnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa perbedaan utama antara process mapping dan modelling menurut Indeed:

1. Fungsinya

Seperti penjelasan di atas, mapping berguna untuk mendokumentasikan suatu proses bisnis yang sedang terjadi. Jadi, mapping ini akan membantu Anda untuk lebih memahami proses bisnis secara keseluruhan. Namun, Anda tidak memiliki kesempatan untuk mengorganisir proses bisnis yang sedang berjalan.

Sedangkan modelling berfungsi untuk memvisualisasikan proses bisnis untuk project management atau mengoptimalkan suatu workflow bisnis. Dengan demikian, modelling akan membantu Anda untuk menganalisis proses bisnis sekaligus mengefektifkannya.

2. Fokus Utama

Perbedaan kedua terletak dari fokus utama masing-masing proses. Dalam proses mapping, fokusnya adalah untuk menggambarkan alur yang terjadi dalam sebuah proses bisnis dengan sejelas mungkin. Sehingga, pengerjaan suatu proyek akan menjadi lebih terstruktur dan sesuai dengan alur yang telah ditetapkan.

Sedangkan di sisi lain, fokus dari proses modelling adalah untuk menjelaskan keterkaitan hubungan dalam sebuah proses bisnis. Misalnya hubungan antara setiap proses, hubungan antara proses bisnis dengan lingkungan bisnis, maupun hubungan proses bisnis dengan perusahaan.

Bukan cuma itu saja. Modelling juga akan memberikan informasi seputar waktu dan biaya yang bisnis butuhkan (business cost). Sehingga, perusahaan bisa merancang cost management plan dengan lebih efektif dan efisien.

Baca Juga :

3. Informasi yang Disampaikan

Proses mapping dan modelling juga memiliki perbedaan yang signifikan dari segi informasi yang disampaikan. Informasi dalam mapping lebih berkaitan dengan seluruh proses bisnis yang berjalan, sehingga akan memberikan gambaran umum secara menyeluruh.

Sedangkan modelling menyampaikan informasi seputar hubungan antara setiap aktivitas dalam proses itu sendiri, beserta hasil atau outputnya. Selain itu, modelling juga bisa memasukkan strategi bisnis ke dalam proses tersebut. Dengan demikian, perusahaan bisa memprediksi (forecast) hasil yang akan diperoleh ketika menjalankan strategi tersebut.

4. Adaptasi

Kedua proses ini juga memiliki perbedaan dalam hal adaptasi. Mapping cenderung lebih fokus untuk memberikan sebuah kejelasan dari proses bisnis yang sedang berjalan saat ini, ketimbang adaptasi kedepannya. Artinya, ketika sebuah proyek atau proses bisnis telah berubah, maka mapping juga tidak berlaku lagi.

Sedangkan sebaliknya, modelling sangat mudah beradaptasi, bahkan dapat merefleksikan sebuah perubahan dalam alur bisnis. Inilah mengapa, proses modelling bisa perusahaan gunakan secara terus menerus, seiring dengan perubahan era. Termasuk di era transformasi digital atau digitalisasi bisnis seperti saat ini.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa pada dasarnya process mapping dan modelling adalah dua hal yang berbeda. Kendati demikian, keduanya sama-sama memegang peranan penting untuk mendukung kesuksesan aktivitas dan pertumbuhan bisnis.

Sejumlah manfaat dari penerapan kedua proses ini di antaranya adalah membantu meningkatkan performa bisnis secara keseluruhan, mendesain proses bisnis yang lebih efektif, mendukung proses keputusan bisnis yang lebih tepat, menjadi acuan business metrics, mendukung terwujudnya total quality management (TQM), hingga meningkatkan employee engagement dan retention.

Selain mapping dan modelling, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis dan mendukung business continuity. Beberapa strategi yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.