Perbedaan Relationship Marketing dan Transactional Marketing

Perbedaan Relationship Marketing dan Transactional Marketing

Ketika bisnis berusaha untuk menjadi kompetitif sekaligus menguntungkan, Anda perlu membangun hubungan positif antara brand dan pelanggan untuk mencapai tujuan tersebut. Kendati demikian, dengan daya saing bisnis yang semakin tinggi membuat beberapa perusahaan menargetkan pelanggan untuk tujuan memperoleh jumlah penjualan dan keuntungan bisnis. Itulah mengapa Anda harus memilih dan memahami perbedaan relationship marketing dan transactional marketing.

Dalam beberapa tahun ke belakang sudah banyak perusahaan yang menyadari pentingnya relationship marketing sebagai strategi pemasaran jangka panjang dan berkelanjutan yang membuat pelanggan Anda senang dan bersedia kembali lagi. Ada banyak contoh relationship marketing milik beberapa perusahaan besar yang mampu membawa citra dan brand value-nya cukup tinggi. Hal itu juga berlaku bagi “penganut” transactional marketing dengan segala keuntungan maksimal yang akan bisnis dapatkan.

Bila Anda ingin mengetahui secara lengkap bagaimana perbedaan relationship marketing dan transactional marketing dan contoh relationship marketing terbaik dari brand-brand besar, maka wajib baca artikel di bawah ini.

Definisi Singkat Relationship Marketing dan Transactional Marketing

Relationship marketing bertujuan untuk membangun hubungan jangka panjang yang kuat antara brand dan pelanggan yang mengarah pada penjualan berulang dan peningkatan loyalitas pelanggan.
Relationship marketing fokus untuk bisa berkomunikasi antara pelanggan dan bisnis, lalu melacak aktivitas mereka menggunakan sistem CRM dan menyesuaikan pesan dan iklan kepada pelanggan berdasarkan profil pelanggan mereka. Bisnis yang menggunakan relationship marketing akan menekankan layanan pelanggan (customer service) untuk meningkatkan customer retention dan customer satisfaction.

Baca Juga:

Sedangkan transactional marketing adalah strategi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan volume transaksi point-of-sale. Pendekatan ini berfokus pada melakukan penjualan daripada membentuk hubungan dengan pelanggan. Sehingga setelah suatu bisnis menyelesaikan transaksi dengan pelanggan, bisnis tersebut tidak ada interaksi lebih lanjut dengan pelanggan, selain bantuan customer service.

Transactional marketing mengikuti empat elemen pemasaran tradisional yang dikenal dengan marketing 4P (product, price, place, dan promotion). Dengan demikian, bisnis akan berfokus pada penyediaan produk berkualitas tinggi untuk pelanggan dengan harga yang menguntungkan namun menarik.

Perbedaan Relationship Marketing dan Transactional Marketing

Perbedaan Relationship Marketing dan Transactional Marketing

Memang, relationship marketing dan transactional marketing hampir mirip karena kedua strategi tersebut sama-sama bertujuan untuk menghasilkan penjualan. Tetapi keduanya memiliki penerapan strategi untuk bisnis dengan cara yang berbeda. Berikut adalah perbedaan utama antara relationship marketing dan transactional marketing.

digital marketing agency

1. Objektivitas Pemasaran

Transactional marketing didasarkan pada hitungan penjualan tunggal yang mana melibatkan peningkatan penjualan melalui pemasaran massal dan promosi produk.

Sebaliknya, relationship marketing mendorong loyalitas pelanggan dengan menawarkan produk dan layanan yang ideal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan cara melakukan bisnis secara berkala untuk memaksimalkan customer value.

2. Durasi Keuntungan

Transactional marketing mengacu pada keuntungan jangka pendek, yaitu melakukan serangkaian penjualan yang fokus utamanya adalah harga dan memaksimalkan keuntungan.

Berbeda dengan ketika sebuah perusahaan menggunakan pendekatan relationship marketing yang mana perusahaan akan berkonsentrasi pada brand loyalty. Selain itu, juga berfokus pada pengembangan ikatan yang kuat dan tahan lama dengan pelanggan, klien, mitra dan bisnis yang dapat mempengaruhi bisnis secara langsung atau tidak langsung.

3. Interaksi Dengan Pelanggan

Dalam transactional marketing, kontak atau interaksi pelanggan sangat sedikit. Sebab strategi tersebut menekankan pada transaksi penjualan yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi dan volume penjualan individu.

Sedangkan dalam relationship marketing interaksi pelanggan sering terjadi. Karena relationship marketing adalah tentang mengembangkan ikatan yang kuat dengan pelanggan dengan menyediakan informasi yang mereka butuhkan dan minati, melalui komunikasi terbuka.

Baca Juga:

4. Target

Transactional marketing menekankan pada peningkatan efisiensi dan kuantitas keseluruhan penjualan individu. Sedangkan perbedaan relationship marketing dan transactional marketing adalah lebih tentang membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Contoh Relationship Marketing Strategy Pada Beberapa Brand Besar

Contoh Relationship Marketing Strategy Pada Beberapa Brand Besar

Interaksi manusia sangat penting, bahkan di era digital marketing seperti sekarang. Dengan begitu banyak pilihan yang bisa pelanggan pilih untuk setiap pembelian, relationship marketing dan penggunaan personalized experiences serta komunikasi one-to-one menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Dan sekarang setelah Anda memahami konsep relationship marketing dan transactional marketing, mari beralih ke contoh relationship marketing terbaik dari beberapa perusahaan ternama ini.

1. Amazon

Bukan Amazon yang sungai itu, ya. Amazon yang dimaksud pada artikel ini adalah salah satu retailer online terbesar di dunia yang sangat apik merencanakan relationship marketing-nya. Pasalnya, Amazon secara praktis menetapkan standar untuk layanan pelanggan dalam e-commerce di samping ia terus menghasilkan income bersih puluhan miliar dollar.

Amazon menjadi e-commerce pertama yang memperkenalkan sistem review di website mereka pada 1995. Hebatnya, ulasan pelanggan telah menjadi faktor utama kesuksesan global brand tersebut. Mereka membantu pelanggan dalam pembuatan keputusan berdasarkan kebutuhan tertentu.

Selain itu, Amazon memiliki banyak pelanggan karena faktor mudahnya pelanggan dapat mengembalikan produk apa pun ketika barang yang sampai dalam kondisi tidak baik. Hal inilah yang membuat pelanggan terus datang kembali karena mereka selalu bisa mengajukan pengembalian. Bahkan, Amazon tidak hanya mengirimkan barang baru secara gratis, tapi juga membiarkan pelanggannya menyimpan barang yang asli juga.

Dan terakhir, Amazon menggunakan strategi data-driven marketing berupa riset web dan big data untuk memastikan sebagian besar interaksi terbaik dengan pelanggan. Perwakilan customer service harus menerima panggilan layanan pelanggan dengan menyapa orang-orang menggunakan nama mereka. Dengan memanfaatkan informasi yang tersedia akan membuat pelanggan merasa lebih nyaman.

2. HubSpot

Contoh brand lain yang maksimal menerapkan relationship marketing adalah HubSpot. Bagi Anda yang belum terlalu familiar, HubSpot adalah perusahaan digital yang aktif mengembangkan produk software untuk Customer Relationship Management (CRM), inbound marketing, dan sales. Karena niche industri yang HubSpot geluti memiliki persaingan yang ketat, Hubspot berhasil menonjol dengan membangun hubungan jangka panjang terbaik dengan kliennya.

Pertama, HubSpot menawarkan banyak koleksi sumber belajar agar klien mereka memiliki akses ke semua jenis informasi yang mereka butuhkan. HubSpot memiliki komunitas di mana Anda bisa berdiskusi dan mencari solusi, lalu laman basis pengetahuan yang powerful dan intuitif, dokumentasi developer, blog pelanggan, dan bahkan Anda berkesempatan bekerja dengan mitra HubSpot yang telah tesertifikasi.

Kedua, mereka memiliki cukup banyak jenis software tools untuk memberikan fasilitas tambahan bagi pelanggan yang sudah ada dan calon pelanggan. Mulai dari software marketing plan generator, online form builder gratis, software live chat gratis, email signature generator, website grader, dan lain-lain.

Dan terakhir, tak lupa HubSpot menyediakan tools CRM 100% gratis agar Anda dan pemilik bisnis lainnya bisa membangun dan memelihara hubungannya dengan pelanggan.

Penutup: Best Practice Relationship Marketing

Untuk memodelkan strategi relationship marketing pada contoh-contoh di atas, prioritaskan untuk fokus pada kebutuhan pelanggan. Dengarkan dan tanggapi masukan pelanggan untuk menginformasikan langkah perusahaan selanjutnya.

Lalu bersikaplah informatif, jujur ​​dalam membagikan informasi dari satu pelanggan ke pelanggan lain. Tambahkan pengalaman yang dipersonalisasi, misalnya berikan promosi yang disesuaikan khusus untuk minat dan kebutuhan individu, bukan audiens yang lebih luas.

Setelah itu, tunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda menghargai mereka. Misalnya dengan menawarkan program loyalitas, promo spesial ulang tahun, atau hadiah untuk umpan balik dan interaksi pelanggan. Dengan begitu, Anda bisa mengevaluasi seberapa berhasilnya Anda untuk mempertahankan pelanggan. Pastikan pelanggan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan sehingga mereka ingin melanjutkan kesediaan mereka untuk terus bersama brand Anda.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.