Ketahui Perbedaan SMO dan SMM, Mana yang Lebih Efektif?

perbedaan SMO dan SMM

Dalam dunia digital marketing, salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan strategi pemasaran adalah dengan mengoptimalkan SEO (search engine optimization). SEO berperan penting untuk membantu website Anda mendapatkan ranking tinggi di mesin pencarian. Namun bukan hanya SEO saja, optimasi media sosial dengan SMO dan SMM (social media optimization dan social media marketing) juga perlu Anda lakukan.

Dengan mengoptimasinya secara berdampingan, maka bukan hal yang mustahil jika strategi marketing Anda akan menjadi lebih efektif untuk mempromosikan brand. Apalagi mengingat pemasaran di media sosial kini telah menjadi jenis strategi marketing yang wajib Anda lakukan untuk meningkatkan brand awareness dan lead conversion.

Sayangnya, hingga kini masih banyak marketer yang bingung membedakan SMO dengan SMM. Kendati sama-sama menjadi cara untuk mengoptimalisasi strategi promosi dengan memanfaatkan social media, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Bagi Anda yang masih bingung terkait perbedaan SMO dan SMM, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu SMO dan SMM?

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, rasanya hampir semua orang telah familiar dengan social media. Bahkan, jumlah pengguna media sosial dan social messaging terus mengalami lonjakan dari tahun ke tahun. Sebut saja Instagram, TikTok, Twitter, Facebook, Telegram, WhatsApp, dan lain sebagainya.

Menilik dari fenomena ini, tak ayal pemanfaatan media sosial sebagai sarana branding dan marketing campaign pun menjadi hal yang wajib setiap bisnis lakukan.

Untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan social media marketing, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Bukan hanya sekadar membuat konten marketing yang unik dan melakukan strategi marketing campaign yang menarik, Anda juga perlu mengoptimalkannya dengan SMO dan SMM. Lantas, apa perbedaan keduanya dan bagaimana cara menerapkannya?

Baca Juga:

Apa Itu SMO?

apa itu SMO

Social Media Optimization atau SMO adalah pengoptimalan media sosial untuk mengelola dan meningkatkan brand exposure serta engagement rate. Melansir dari Investopedia, pengoptimalan media sosial dapat memudahkan bisnis untuk terhubung dengan pelanggan, memudahkan relationship marketing, hingga dapat menganalisis sentimen konsumen.

digital marketing agency

Pada dasarnya, konsep optimasi ini hampir sama dengan SEO. Di mana Anda perlu melakukan riset market untuk mengetahui konten apa saja yang lebih menarik minat sales lead atau prospek, serta mengetahui platform media sosial mana yang paling efektif untuk kegiatan branding bisnis. Tujuan optimasi SMO adalah untuk menampilkan konten yang lebih tepat sasaran pada target pasar. Sehingga, Anda bisa mendapatkan engagement rate dan rasio konversi yang tinggi.

Selain itu, SMO juga menjadi metode yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan traffic website dari audiens tertarget melalui aktivitas media sosial. Karena pada dasarnya, media sosial juga berguna sebagai sumber traffic dan pemberi backlink. Sebab perlu Anda pahami, SMO tidak bisa lepas dari situs website perusahaan. Hal ini karena sejatinya SMO bertujuan untuk membantu meningkatkan traffic pada situs Anda.

Salah satu bentuk SMO adalah tombol berbagi (share) dengan beragam pilihan saluran media sosial. Biasanya, tombol ini akan sering Anda temukan di  suatu konten website yang Anda baca. Tujuannya adalah untuk memudahkan pembaca dalam membagikan informasi ke media sosial yang mereka miliki.

Dengan demikian, secara tak langsung hal tersebut dapat membantu menyebarkan brand awareness dan menarik minat orang lain untuk mengunjungi website Anda. Bentuk SMO juga dapat berupa postingan status, gambar, dan video di media sosial yang mencantumkan URL situs website sumber utamanya.

Sementara itu, terdapat beberapa keuntungan dari penerapan SMO untuk brand Anda. Antara lain:

  • Menambah reach konten dan menghasilkan engagement yang lebih tinggi (CTR, traffic, dan lain sebagainya)
  • Menilai ROI keseluruhan. Misalnya peningkatan penjualan (sales growth) melalui media sosial
  • Mengetahui konten mana yang paling efektif dan memiliki performa terbaik terhadap brand
  • Memperluas jangkauan target pasar sekaligus pangsa pasar
  • Memudahkan Anda untuk berinteraksi dengan audiens
  • Membantu Anda mendapatkan customer feedback atau umpan balik dari pelanggan

Baca Juga:

Apa Itu SMM?

apa itu SMM

Di sisi lain, melansir dari Investopedia, Social Media Marketing atau SMM adalah optimasi yang melibatkan marketing melalui media sosial. Bentuk SMM yang tentunya sudah sering Anda jumpai adalah iklan di media sosial. Misalnya Instagram Ads, Facebook Ads, Twitter Ads, dan lain sebagainya. Iklan-iklan tersebut merupakan bentuk optimasi social media marketing.

Dengan menggunakan iklan berbayar, Anda bisa memperluas jangkauan target pasar. Selain itu, strategi ini juga bertujuan untuk meningkatkan brand awareness, mendorong social media branding, menawarkan kualitas produk atau product value, hingga menarik lebih banyak lead. Hal ini akan memberikan dampak positif untuk peningkatan penjualan dan pertumbuhan bisnis kedepannya.

Namun perlu Anda ketahui, cakupan SMM bukan hanya berupa iklan berbayar saja. Secara luas, SMM juga mencakup banyak aktivitas dan strategi digital marketing campaign yang berkaitan dengan pemasaran di media sosial. Misalnya memosting konten marketing yang sesuai dengan target pasar, menjadwal waktu posting, mendorong engagement rate, menganalisis kompetitor, memantau data analitik, hingga mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif.

Kendati lebih fokus pada penggunaan media sosial, SMM bisa Anda terapkan bersama dengan strategi marketing lain. Misalnya penggunaan landing page dengan struktur SEOemail marketing, influencer marketing, dan lain-lain. Inilah sebabnya, banyak pelaku usaha UMKM, startup, hingga perusahaan besar menggunakan strategi ini.

Keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari SMM antara lain:

  • Meningkatkan brand awareness
  • Menghasilkan lead dan meningkatkan rasio konversi (conversion rate)
  • Menjalin komunikasi dengan audiens
  • Dapat membantu Anda melakukan competitive analysis (strategi analisis pesaing)
  • Membantu memantau kinerja strategi marketing

 Perbedaan SMO dan SMM

Melhat dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa sebenarnya baik SMO maupun SMM saling berkaitan satu sama lain. Sebab SMO menjadi cara SMM untuk menarik pengunjung dari aktivitas media sosial.

Apabila kita simpulkan secara sederhana, SMO adalah upaya yang untuk membantu dalam membangun identitas brand. Sedangkan SMM adalah cara untuk menjual produk. SMO adalah salah satu elemen kunci dari SMM. Begitu pula SMM yang bisa optimal dengan adanya SMO. Sehingga, keduanya sama-sama menjadi elemen penting untuk pemasaran menggunakan media sosial.

Demikian adalah penjelasan mengenai perbedaan SMO dan SMM. Keduanya sama-sama berguna untuk mengoptimasi strategi marketing dengan menggunakan media sosial. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda perlu mengoptimalkan keduanya.

Selain menerapkan SMO serta SMM, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.