Performance Appraisal untuk Mengukur Kinerja Karyawan dan Perbedaannya dengan KPI

performance appraisal adalah

Performance appraisal tentunya menjadi istilah yang sudah sering Anda dengar sebagai seorang karyawan.

Namun, tak jarang masih banyak karyawan yang belum mengetahui fungsi dari performance appraisal tersebut. Bahkan, ada pula yang bingung membedakannya dengan Key Index Performance (KPI).

Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Karena KPI adalah indikator yang mengukur kinerja atau efisiensi kerja seseorang atau unit bisnis tertentu.

Sedangkan proses appraisal ini menjadi penilaian penting atas kinerja karyawan yang sangat berdampak pada pendapatan dan karir ke depannya. Lantas, apa itu performance appraisal dan apa perbedaannya dengan KPI?

Apa Itu Performance Appraisal?

Menurut Investopedia, performance appraisal adalah salah satu pendekatan yang mana performa kerja seorang karyawan akan mendapatkan evaluasi.

Biasanya, istilah ini sering terkenal juga sebagai performance review, performance evaluation, atau employee appraisal. Ini merupakan salah satu bagian dari pengembangan karir yang di dalamnya terdiri dari tinjauan rutin atas kinerja karyawan dari suatu perusahaan.

Penilaian tersebut akan dilakukan secara berkala, baik itu secara per empat bulan, enam bulan, ataupun per tahun. Evaluasi tersebut bermanfaat untuk memberikan umpan balik atau pekerjaan karyawan, menentukan besaran tingkat kenaikan gaji dan bonus, atau bahkan menjadi acuan untuk keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Jenis Performance Appraisal

Berikut ini adalah beberapa jenis performance appraisal yang perlu Anda ketahui :

1. Penilaian Tradisional

Jenis penilaian yang satu ini adalah adalah di mana para atasan akan melakukan diskusi dengan karyawan di dalam suatu meeting tatap muka untuk membahas performa kerja pada periode sebelumnya. Periode yang biasanya perusahaan gunakan adalah satu tahun sebelumnya.

Diskusi akan mereka lakukan dengan berdasarkan pengamatan atasan terkait kemampuan karyawan dan performa tugas sesuai dengan deskripsi pekerjaan masing-masing. Lalu, performa mereka akan mendapatkan penilaian, dan hasilnya nanti akan disesuaikan dengan tingkat kenaikan persentase gaji.

Baca Juga :

2. Self-appraisal

Self-appraisal di dalam proses pelaksanaan performance appraisal bertujuan agar bisa memotivasi karyawan untuk terus bertanggung jawab dalam melakukan penilaian kerja untuk diri mereka sendiri.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara menilai pencapaian atau kegagalan serta memotivasi manajemen karyawan. Pendekatan ini juga berguna agar bisa mempersiapkan karyawan saat membahas berbagai poin evaluasi dengan atasannya.

Cara ini bisa beriringan dengan pendekatan evaluasi lain, namun tidak bisa digunakan untuk mengganti penilaian performa karyawan oleh atasannya.

3. Employee-initiated review

Dengan pendekatan ini, biasanya karyawan akan mendapatkan informasi bahwa mereka bisa meminta peninjauan dari para atasan mereka.

Pendekatan ini dilakukan bukan untuk mengganti proses performance appraisal, melainkan untuk mendorong sikap manajemen diri pada karyawan tersebut.

4. Feedback 360 derajat

Feedback 360 derajat yang terdapat di dalam proses performance appraisal berfokus pada feedback terkait kinerja karyawan oleh atasan, rekan kerja, pelanggan, ataupun karyawan tersebut sendiri.

Cara ini juga mampu menghasilkan umpan balik dari karyawan pada performa manajemen atau yang lebih sering disebut dengan upward appraisal. Sehingga, pihak perusahaan pun bisa melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik itu dari sisi manajerial ataupun kinerja para pegawai.

Baca Juga :

Fungsi Performance Appraisal

fungsi performance appraisal

Selain untuk meninjau kinerja seorang karyawan, berikut ini adalah fungsi lain dari performance appraisal :

1. Memberikan Umpan Balik

Fungsi pertama dari performance appraisal yang harus Anda ketahui adalah mampu memberikan feedback yang baik. Feedback memang menjadi salah satu aspek penting dalam sebuah perusahaan agar bisa mengetahui performa rekan kerja.

Dengan saling berbagi jenis pendekatan, maka kegiatan ini dilakukan dengan melalui proses penilaian kinerja, perkembangan karyawan, tanggung jawab, dan berbagai hal lainnya, dalam kurun waktu tertentu.

Berdasarkan data karyawan, maka perusahaan bisa menggunakan informasi tersebut untuk bisa meningkatkan kinerja karyawan di masa depan.

2. Memfasilitasi Keputusan Promosi

Fungsi kedua dari performance appraisal adalah untuk membantu memfasilitasi kebutuhan promosi atau pengembangan karir karyawan. Hal ini sangat diperlukan oleh siapapun agar bisa terus maju dan berkembang pada suatu perusahaan.

Untuk lebih mudah dalam memutuskan hal ini, maka perusahaan bisa melihat informasi ataupun data penilaian performa. Terlebih lagi, perusahaan yang sedang mencari posisi penting, sehingga mereka akan lebih teliti dalam melakukan promosi karyawan.

3. Menjadi Acuan untuk Keputusan PHK

Penilaian ini juga berguna untuk membantu perusahaan dalam membuat keputusan terkait lanjut atau tidaknya seorang karyawan bekerja di perusahaan tersebut.

Hal ini karena perusahaan memerlukan data performa karyawan untuk menilai kinerja mereka. Namun, PHK bisa tetap dilakukan bila kondisi ekonomi perusahaan tidak memadai dan terpaksa untuk lebih berhemat. Untuk itu, performance appraisal memiliki peran yang sangat penting untuk memastikannya.

Baca Juga :

4. Membantu Perbaikan Kinerja

Ada kalanya seorang karyawan pernah melakukan kesalahan, namun hal itu tidak boleh membuatnya tersudut dan tidak mendapatkan kesempatan untuk memperbaikinya.

Nah, performance appraisal ini memiliki fungsi untuk memotivasi karyawan tersebut agar mengetahui apa kekurangannya dan bagaimana cara memperbaiki kinerjanya. Untuk bisa menginformasikan performanya saat ini, maka perusahaan harus melakukan suatu penilaian kinerja.

5. Membantu Memotivasi Orang dengan Kinerja Terbaik

Performance appraisal juga bisa berguna untuk mengetahui karyawan yang mempunyai performa kerja paling baik. Karena pada dasarnya, bila seorang karyawan mengetahui bahwa performa kerjanya adalah yang terbaik, maka ia akan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

6. Pendukung Perencanaan Tenaga Kerja

mendukung perencanaan tenaga kerja

Saat suatu perusahaan sedang berada pada masa sulit ataupun ingin merevisi struktur organisasinya, umumnya perusahaan akan memilih karyawan yang hanya mempunyai performa terbaik saja.

Pihak manajemen perusahaan akan melakukan penilaian secara rutin agar mereka mempunyai karyawan dengan talenta yang tepat demi kemajuan perusahaan. Maka, tentunya perusahaan akan menentukan siapa saja saja dari karyawan yang mempunyai performa paling baik dan berbakat.

7. Menentukan Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan Individu

Kebanyakan perusahaan membuat suatu pelatihan ataupun pengembangan karyawannya. Dari hal ini, maka perusahaan bisa menentukan siapa saja yang memang memerlukan pelatihan dari performance appraisal.

Berdasarkan penilaian tersebut, maka nantinya perusahaan bisa mengetahui dengan detail karyawan yang memang tidak baik dalam keahlian tertentu, sehingga memerlukan pelatihan agar bisa terus berkembang.

Baca Juga :

8. Peningkatan Kinerja Organisasi Secara Keseluruhan

Fungsi performance appraisal yang terakhir adalah untuk meningkatkan performa perusahaan secara menyeluruh.

Dengan melakukan kegiatan penilaian secara rutin, maka nantinya perusahaan bisa melakukan komunikasi secara sekaligus terkait harapan kinerja untuk setiap karyawan serta pencapaian yang ingin mereka raih bersama.

Perbedaan Performance Appraisal dengan KPI

Perbedaan kedua metode terletak pada maksud dan tujuan objek penilaian objek.

Jika appraisal memiliki tujuan penilaian terhadap cara kerja, komunikasi, dan partisipasi dari objek, maka KPI berfokus pada seberapa banyak yang pencapaian karyawan selama dalam kurun waktu tertentu.

Performance appraisal ini bertujuan mencari tahu letak masalah yang ada dalam perusahaan, departemen, hingga tim. Sehingga perusahaan dapat mengetahui tepatnya persis permasalahan yang terjadi, dan masalah apa yang akan mereka hadapi. Maksud dan tujuan appraisal adalah bisa mendeteksi beberapa masalah sekecil dan sedini mungkin.

Sementara KPI berusaha mencari tahu sebanyak apa yang telah dicapai oleh karyawan. Apakah kinerja nya sudah sesuai dengan standar atau target perusahaan. Untuk melakukan KPI, maka perusahaan perlu membuat sebuah standar yang bisa dijadikan patokan yang bisa mengukur prestasi dari seorang karyawan secara objektif.

Kesimpulan

Itulah ulasan mengenai performance appraisal dan fungsinya. Kegiatan penilaian ini perlu Anda lakukan secara rutin untuk mengetahui bagaimana kinerja karyawan dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Hal ini karena keberhasilan ataupun kegagalan setiap perusahaan bisa dilihat dari cara kerja karyawan yang ada di dalamnya. Dengan sumber daya dan performa yang baik, maka besar kemungkinan suatu bisnis bisa mengalami perkembangan secara signifikan.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :