Pahami Perilaku Konsumen untuk Tingkatkan Kesuksesan Bisnis

perilaku konsumen adalah

Perilaku konsumen atau customer behavior tentunya bukanlah hal yang mudah untuk Anda prediksi. Hal ini karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan pola customer behavior.

Kendati demikian, bukan berarti hal tersebut tidak bisa dipelajari. Pasalnya, customer behavior menjadi salah satu aspek yang mempengaruhi kesuksesan suatu bisnis.

Bahkan, bukan hal yang mustahil apabila hal ini menyebabkan terjadinya Osborne Effect. Yaitu fenomena ketika calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli suatu produk akibat strategi marketing yang salah.

Melalui artikel berikut ini, kami akan menjelaskan tentang apa itu perilaku konsumen hingga faktor yang mempengaruhinya.

Apa Itu Perilaku Konsumen?

Perilaku konsumen adalah studi tentang individu dan organisasi, serta bagaimana mereka memilih dan menggunakan produk. Ini merupakan bagian dari riset pasar yang bertujuan untuk memahami motivasi dan pola tingkah laku seseorang sebagai konsumen.

Riset pasar adalah kegiatan mengumpulkan informasi tentang target pasar dan menganalisis data tersebut untuk memberikan jawaban atas masalah yang timbul dalam bisnis.

Dengan riset pasar yang tepat, maka Anda akan mengetahui bagaimana kecenderungan customer behavior ke depannya. Hal ini bisa Anda jadikan sebagai salah satu bekal untuk melakukan strategi pemasaran yang tepat sasaran.

Sementara itu, melansir dari Brandwatch, consumer behavior meliputi 5 hal berikut.

  • Bagaimana pengaruh lingkungan terhadap perilaku konsumen?
  • Apakah strategi promosi dan campaign produk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen?
  • Apa pendapat konsumen seputar kompetitor produk Anda?
  • Di antara banyak alternatif yang ada, bagaimana konsumen memilih produk?

Menurut Chron, saat menjalankan studi ini, ada beberapa metode yang bisa Anda pakai. Di antaranya adalah:

  • Survei
  • Focus group discussion
  • Riset etnografi

Baca Juga :

Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen

Melansir dari Cooltrack, perilaku konsumen tak hanya berguna untuk pengembangan suatu bisnis atau pun peluncuran produk baru. Masih ada banyak manfaat consumer behavior untuk bisnis Anda. Beberapa di antaranya adalah:

1. Memahami perbedaan berbagai kelompok konsumen

Sebuah produk bisa memiliki berbagai macam konsumen. Setiap konsumen pun tentu akan berbeda-beda. Kebutuhan serta keinginan mereka juga tak sama.

Untuk mengetahui perbedaan tersebut, mempelajari perilaku konsumen adalah jawabannya.

2. Merancang strategi marketing yang sesuai

Ada berbagai macam jenis strategi pemasaran yang bisa Anda gunakan untuk melakukan branding bisnis. Branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi dari perusahaan untuk membangun dan membesarkan brand.

Agar strategi pemasaran Anda berhasil untuk membangun branding, maka tentunya Anda harus memahami bagaimana perilaku konsumen tersebut. Nantinya, tiap strategi pemasaran bisa dibuat khusus untuk kelompok konsumen tertentu, sesuai dengan karakteristik yang telah Anda petakan (STP) sebelumnya.

STP artinya strategi yang terbagi menjadi tiga tahapan pemasaran, yaitu Segmentation, Targeting, dan Positioning.

3. Memprediksi tren pasar

Dari waktu ke waktu, tren pasar terus berubah. Perubahan ini bisa terus Anda ikuti dengan mempelajari perilaku konsumen.

Hal ini karena pada dasarnya konsumen memiliki kecenderungan takut jika ketinggalan suatu tren di pasaran (FOMO).

FOMO adalah singkatan dari Fear Of Missing Out yang memiliki arti merasa takut atau gelisah ketinggalan momen tertentu. Atau dalam prakteknya, FOMO juga diartikan sebagai takut ketinggalan jaman.

Dengan mempelajari hal tersebut, maka Anda bisa membuat produk yang sesuai perkembangan tren. Alhasil, Anda tak perlu membuang banyak sumber daya untuk mengembangkan produk yang kurang tepat karena tak sesuai dengan target pasar.

4. Meningkatkan daya saing dengan kompetitor

Mempelajari perilaku konsumen tak hanya membuat Anda memahami audiens. Namun, Anda juga bisa melakukan analisis terhadap kompetitor, seperti:

  • Apakah pelanggan membeli produk dari pesaing?
  • Mengapa konsumen membeli produk dari pesaing?
  • Menurut konsumen, apa yang membedakan produk Anda dan produk pesaing?

Kalau sudah mengenal kompetitor, Anda bisa membuat rencana bisnis yang lebih matang. Bahkan, Anda juga dapat membuat produk yang lebih unggul. Dengan begitu, daya saing Anda pun bisa meningkat.

5. Meningkatkan customer service

Tiap konsumen membutuhkan bentuk layanan yang berbeda. Nah, perbedaan itu bisa Anda pelajari lewat consumer behavior. Dengan begitu, Anda bisa menerapkan strategi proactiv customer service yang berkualitas dan tepat sasaran. Karena semuanya sesuai dengan kebutuhan tiap pelanggan.

Baca Juga :

Tipe-Tipe Perilaku Konsumen

tipe perilaku konsumen

Berikut ini adalah beberapa tipe perilaku konsumen yang perlu Anda ketahui:

1. Perilaku membeli yang kompleks (complex buying behavior)

Sebelum membeli produk, konsumen cenderung berpikir panjang. Misalnya, seorang konsumen ingin membeli laptop seharga puluhan juta rupiah. Tentu ia akan berpikir panjang sebelum memutuskan untuk melakukan proses pembelian. Sebab, produk tersebut relatif mahal.

Inilah yang dimaksud dengan complex buying behavior.

2. Perilaku membeli yang mengurangi perbedaan (dissonance-reducing buying behavior)

Melansir dari Britannica, konsumen akan sangat terlibat dalam proses pembelian. Akan tetapi, mereka kesulitan menentukan perbedaan antar brand. Kesulitan ini disebut juga dengan disonansi atau mengurangi perbedaan.

Misalnya, seorang customer ingin membeli susu. Menurutnya tak ada perbedaan antara kandungan susu A dan B. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

3. Perilaku membeli yang telah terbiasa (habitual buying behavior)

Customer behavior yang satu ini umumnya dipengaruhi oleh brand authority. Yaitu kekuatan brand atau produk dalam menarik pasar dan mendapatkan kepercayaan pelanggan.

Misalnya, seorang konsumen ingin membeli sabun. Selama ini, ia telah terbiasa membeli sabun merk A dan tidak ingin melirik merk lainnya karena sudah merasa cocok. Inilah habitual buying behavior. Di mana pembelian cenderung berdasarkan kebiasaan dan membuat mereka menjadi customer setia.

4. Perilaku mencari keragaman produk (variety seeking behavior)

Pada tipe ini, konsumen cenderung suka membeli produk yang berbeda.

Akan tetapi, ini dilakukan bukan karena mereka tidak puas dengan produk sebelumnya. Perilaku tersebut didasari oleh motivasi untuk mencari variasi dari produk yang telah mereka miliki.

Misalnya, seorang konsumen membeli produk merk A. Selanjutnya, ia penasaran denga produk B dan membelinya. Bukan karena produk A tidak bagus untuknya, melainkan ia tertarik karena kampanye marketing produk lainnya. Inilah arti dari variety seeking behavior.

Baca Juga :

Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen

Berikut ini adalah sejumlah faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen :

1. Faktor pribadi

Faktor pribadi merupakan minat dan pendapat seseorang sebagai konsumen. Secara khusus, faktor ini juga dipengaruhi oleh demografi seperti usia, jenis kelamin, budaya, profesi, latar belakang, dan lain-lain.

2. Faktor psikologis

Faktor psikologis merupakan respons dan sikap individu terhadap campaign pemasaran Anda serta kebutuhan pribadi sebagai seorang konsumen. Jadi, jika strategi marketing Anda kurang berhasil, bisa jadi ada kesalahan dalam kampanye pemasaran yang Anda lakukan.

Kampanye pemasaran atau campaign adalah strategi dalam mempromosikan suatu aspek tertentu dari bisnis. Namun, terkadang kegagalan pemasaran juga terjadi karena kebutuhan konsumen.

Bisa jadi, produk Anda tak terlalu banyak diminati oleh mayoritas konsumen, atau mungkin ada yang salah dalam penargetan pasar yang Anda lakukan.

3. Faktor sosial

Faktor ini meliputi pengaruh lingkungan, pengaruh media sosial, kelas sosial, pendapatan, tingkat pendidikan, dan lain-lain. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk melakukan riset pasar serta segmentasi sebelum meluncurkan suatu produk atau jasa.

Hal ini supaya produk atau jasa yang ingin Anda luncurkan benar-benar tepat sasaran dan menyasar konsumen yang tepat. Agar bisnis semakin berkembang, perlu strategi business development yang baik untuk menghasilkan banyak leads yang bisa Anda konversi menjadi pelanggan potensial.

Leads adalah sekumpulan pelanggan yang menanggapi atau menunjukkan minat pada produk atau layanan bisnis setelah membaca sebuah kampanye pemasaran. Nantinya, leads ini bisa menjadi pelanggan potensial dan berpotensi untuk membeli produk atau layanan Anda.

Demikian ulasan mengenai perilaku konsumen yang perlu Anda ketahui untuk mengembangkan bisnis.

Selain mempelajari customer behavior, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :