5 Pilar Total Quality Management (TQM) Dalam Pengembangan Bisnis

5 Pilar Total Quality Management (TQM) Dalam Pengembangan Bisnis

Secara teori maupun praktikal, sebuah perusahaan dari berbagai niche dan ukuran perlu menciptakan daya saing bisnis yang unggul dan terbaik di setiap segmen target pasarnya. Para ahli manajemen biasanya akan menyarankan strategi seperti Total Quality Management (TQM) untuk meningkatkan manajemen kualitas bisnis, di samping juga ada strategi Porter’s Five Forces. Nah, khusus penerapan TQM, seorang manajer bisnis harus mengacu pada lima pilar Total Quality Management.

Kelima pilar ini berperan penting dalam pemberian pelayanan pelanggan yang totalitas dan proaktif (proactive customer service) melalui serangkaian tahapan pengelolaan kualitas dan efektivitas proses bisnis. Contohnya dengan melakukan manajemen proses bisnis, pengelolaan karyawan (employee retention), hingga meningkatkan suasana lingkungan bisnis.

Dengan harapan bahwa bisnis dapat mencapai segala tujuan dan target kesuksesan proses bisnisnya, baik untuk masa kini dan di masa mendatang. Mulai dari proses pengembangan produk, penjualan, operasional pemasaran, manajemen lead dan prospecting, hingga manajemen hubungan pelanggan (CRM).

Selain itu juga dapat membantu perusahaan untuk terus mampu memenuhi kebutuhan atau permintaan pelanggan (demand management) dengan biaya yang paling rendah dan peningkatan kinerja bisnis, kualitas produk hingga layanan secara kreatif dan inovatif (product-led growth).

Lantas, apa saja lima pilar Total Quality Management yang penting sebagai acuan pengembangan (business development) dan pertumbuhan bisnis yang sukses? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel di bawah ini.

5 Pilar Total Quality Management (TQM)

5 Pilar Total Quality Management (TQM)Sebelum masuk ke pembahasan lima pilar TQM, Anda perlu pahami pengertian dasarnya. Menurut Investopedia, Total Quality Management adalah konsep manajemen kualitas bisnis (brand audit) di mana perusahaan meningkatkan sistem penjualan dan operasinya yang berorientasi pada pelanggan (customer oriented).

Baca Juga:

Dengan TQM, perusahaan dapat mendorong kepuasan pelanggan yang maksimal sehingga profitabilitas bisnis dan angka retensi pelanggan (customer retention) terus meningkat. Konsep ini juga dinilai dapat meningkatkan product value, menyederhanakan supply chain management, memastikan employee activation yang bermutu, dan meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience).

digital marketing agency

Nah, dalam penerapan TQM, perusahaan harus berpegang teguh pada lima pilar utama yang juga akan mendukung metrik-metrik bisnis seperti KPI (key performance indicator) pada setiap manajemen perusahaan. Misalnya, KPI marketing, KPI sales, performance appraisal, dan lain-lain.

Berikut adalah kelima pilar Total Quality Management yang berperan penting menjadi tolok ukur kualitas perusahaan terbaik (business benchmark).

1. Keterlibatan Manajemen (Management Commitment)

Pilar TQM pertama adalah memastikan adanya keterlibatan manajemen perusahaan secara penuh (brand engagement) sebagai salah satu sumber daya (key resources) dan management leadership dalam bisnis. Dengan komitmen keterlibatan tersebut, manajemen perlu menetapkan kebijakan mutu yang baik (quality policy).

Kebijakan mutu menyatakan sekumpulan kebijakan atau aturan internal perusahaan termasuk tujuan dan misi dan visinya (corporate communication). Untuk bisa menghasilkan produk dan layanan yang berkualitas dan berkomitmen penuh kepada pelanggan (customer centric).

Umumnya, susunan kebijakan mutu yang harus perusahaan tetapkan terdiri dari:

Isi kebijakan mutu harus diketahui dan dipahami oleh semua stakeholder dan karyawan perusahaan.

Pasalnya, susunan kebijakan yang dipikirkan dengan hati-hati dan dipantau secara berkala akan membuat proses produksi dan operasi bisnis lebih lancar. Lalu juga dapat meminimalkan kesalahan produksi dan mengurangi pemborosan (warehouse management).

Baca Juga:

2. Fokus Pada Pelanggan (Customer Focus)

Khusus pada bisnis UKM/UMKM, kekuatan bisnisnya terletak pada kedekatannya dengan pelanggan (customer engagement) karena ukuran perusahaan dan basis pelanggan yang lebih kecil.

Pilar Total Quality Management dengan berfokus pada pelanggan mungkin tidak menjadi masalah besar jika UKM menyadari pentingnya dan secara aktif berpartisipasi dalam mencari kepuasan (customer satisfaction), kebutuhan, dan harapan pelanggan (Moment of Truth). Misalnya, dengan rutin mengadakan survei kepuasan pelanggan, analisis kompetitor, dan menganalisis feedback pelanggan.

Apalagi terdapat fakta bahwa kepuasan dan kualitas pelanggan adalah dua masalah pelanggan teratas yang mana ditentukan oleh customer acknowledgment dan brand awareness itu sendiri. Dengan begitu, perusahaan dapat memperoleh customer value dan customer loyalty yang juga mendukung sales growth.

3. Biaya Untuk Kualitas Perusahaan (Quality Costs)

Pemantauan biaya kualitas merupakan indikator kinerja bisnis yang juga sangat penting sebagai pilar Total Quality Management. Hal ini akan membantu perusahaan melacak sekaligus menghindari adanya biaya-biaya yang dikeluarkan secara berlebihan (incremental cost) dalam memproduksi barang atau layanan berkualitas buruk (cost of goods sold).

Rincian biaya dalam fixed cost tersebut dapat diminimalisir dengan mengidentifikasi penyebab ketidaksesuaian dan kegagalan melalui pelaksanaan kegiatan pencegahan (cost benefit analysis). Selain itu perusahaan juga bisa merekrut lebih banyak pengawas kualitas atau dengan memperketat standar mutu bisnis.

4. Sistem Mutu Bisnis (Quality Systems)

Pada dasarnya, setiap perusahaan dapat mengembangkan sistem kualitas atau mutu bisnisnya sendiri untuk memastikan bahwa prinsip, prosedur, dan proses bisnis sesuai dan memadai untuk visi, misi, hingga operasi bisnisnya (business process modelling).

Bisa dalam bentuk business case, business model canvas, lean canvas, value proposition canvas, business plan, dan jenis lainnya. Dokumen-dokumen tersebut diperlukan karena mobilitas pekerja dan untuk memastikan bahwa prosedur dan praktik selalu ditingkatkan dan diperbarui.

Berbeda dengan pembagian kerja dalam manajemen ilmiah (marketing data science), TQM membutuhkan integrasi tugas dan pekerjaan ke dalam tahap atau proses yang berbeda yang dilakukan oleh pekerja individu atau oleh tim ketika prosesnya kompleks.

5. Peningkatan yang Berkelanjutan (Continuous Improvement)

Pilar Total Quality Management terakhir ini adalah upaya analisis keunggulan dan kepuasan pelanggan (customer analysis) secara berkelanjutan (sustainability management).

Tolok ukur ini berkembang menjadi standar yang semakin tinggi dan harapan yang lebih besar dalam mempertahankan posisi brand di pasar. Dengan kata lain, setiap perusahaan yang ingin memimpin pangsa pasar harus secara aktif terlibat dalam TQM untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas bisnis di posisi pasar yang terbaik.

Setiap stakeholder perusahaan harus responsif dalam mengatasi segala kendala dalam strategi produk dan bisnis secara keseluruhan. Tentu saja hal ini harus diimbangi dengan upaya perusahaan yang memberi kesempatan pada karyawannya untuk berkontribusi di setiap proses bisnis.

Untuk itu, langkah terbaik yang bisa perusahaan lakukan untuk peningkatan yang berkelanjutan (business continuity) adalah dengan melakukan analisis kompetitor, melakukan market research, analisis pasar, hingga memenuhi permintaan pelanggan dan market orientation.

Itulah sedikit ulasan dari inMarketing mengenai lima pilar Total Quality Management (TQM) untuk bisnis perusahaan.

Pada intinya, penerapan TQM dapat memberikan keuntungan nyata dalam setiap tahapan bisnis. Baik dari segi peningkatan produktivitas kegiatan bisnis maupun karyawan.

Dengan penerapan TQM yang tepat, perusahaan dapat membangun sekaligus meningkatkan reputasi dan citra brand yang positif di pasar.

Di sisi lain, Anda juga bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mendukung perkembangan bisnis.

Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 digital marketing, serta data driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.