Memahami Jenis Product Classification dan Manfaatnya untuk Bisnis

product-classification

Dalam proses pengembangan produk, klasifikasi produk atau product classification adalah salah satu hal yang wajib Anda pahami sebelum memutuskan strategi promosi.

Selain itu, proses klasifikasi ini juga menjadi salah satu elemen utama untuk memahami perilaku konsumen (consumer behavior). Sehingga, strategi marketing campaign atau kampanye pemasaran yang Anda lakukan bisa lebih tepat sesuai target pasar.

Hal ini karena klasifikasi produk akan memengaruhi cara perusahaan dalam melakukan strategi pemasaran. Sehingga dapat berimbas pada sales process, seperti dalam aspek pricing strategy hingga pendistribusian. Maka dari itu, melalui artikel berikut ini, kami akan mengajak Anda untuk lebih memahami tentang apa itu product classification beserta jenis dan manfaatnya untuk pertumbuhan bisnis.

Apa Itu Product Classification?

Melansir dari HubSpot, klasifikasi produk atau product classification adalah cara menyusun atau mengklasifikasi produk ke dalam beberapa kategori berdasarkan pada beberapa aspek. Misalnya perilaku pembelian konsumen, pengambilan keputusan pembelian (consumer decision making), harga, hingga kesamaan dengan merek kompetitor.

Dengan adanya proses klasifikasi ini, perusahaan dan marketer akan semakin mudah dalam menargetkan kebutuhan customer atau market orientation. Klasifikasi ini juga akan sangat membantu dalam merancang iklan (advertising campaign) dan marketing campaign untuk keperluan promosi produk/layanan.

Klasifikasi produk sendiri terbagi atas beberapa jenis. Sehingga perusahaan dan marketer perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan atau niche bisnis masing-masing. Apa saja?

Baca Juga :

Jenis-Jenis Product Classification

Melansir dari Matrix Marketing, ada beberapa karakteristik yang bisa Anda gunakan sebagai acuan untuk mengklasifikasikan produk. Berikut ini adalah jenis-jenis klasifikasi produk yang perlu Anda pahami :

1. Convenience Goods

Jenis yang pertama adalah convenience goods atau barang kebutuhan sehari-hari. Biasanya, barang-barang seperti ini bersifat fast-moving atau cepat habis karena memang tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan harian.

Konsumen pun tidak akan berpikir panjang saat akan membeli jenis produk seperti ini. Misalnya adalah detergent, sabun mandi, tisu, pasta gigi, sabun cuci piring, hingga bahan makanan dan sembako. Contohnya beras, gula, minyak, garam, dan lain sebagainya.

Umumnya, perusahaan yang memproduksi barang-barang convenience ini cenderung lebih gencar melakukan promosi karena konsumen selalu membutuhkan produk-produk tersebut. Kendati demikian, produk dari brand yang sudah terkenal dan memiliki identitas (brand identity) cenderung lebih populer di pasaran.

Hal ini karena produk-produk tersebut berasal dari brand yang sudah memiliki citra merek dan reputasi (brand reputation) sehingga para konsumen lebih memilihnya karena faktor kepercayaan (brand authority). Maka dari itu, kompetitor dengan produk serupa perlu melakukan usaha pemasaran yang lebih inovatif dan menarik agar sales lead atau prospek lebih terpikat.

2. Shopping Goods

Jenis selanjutnya adalah shopping goods. Berbeda dengan convenience goods yang merupakan barang cepat habis, jenis produk yang satu ini biasanya akan membuat konsumen menghabiskan banyak waktu untuk berpikir dan membandingkannya terlebih dahulu. Apalagi jika produk tersebut memiliki harga yang cenderung mahal.

Contoh dari shopping goods adalah kendaraan, pakaian, hingga perabotan rumah tangga (seperti kulkas, mesin cuci, televisi, meja kursi, tempat tidur, dan lain sebagainya). Sebelum membeli barang-barang seperti ini, umumnya konsumen akan melakukan riset market terlebih dahulu. Misalnya untuk membandingkan kualitas produk (product value) dan harga barang dengan milik kompetitor.

Bagi Anda yang menjual produk dengan klasifikasi shopping goods, maka lakukanlah analisis kompetitor (competitive analysis) dan gunakan strategi marketing yang berdasarkan pada manfaat (value based). Sehingga, Anda perlu menonjolkan nilai dan kualitas produk, serta apa yang menyebabkannya lebih unggul ketimbang milik pesaing.

3. Specialty Goods

Jenis selanjutnya adalah speciality goods. Sesuai dengan namanya, jenis yang satu ini merupakan produk khusus yang hanya akan perusahaan promosikan pada konsumen tertentu saja.

Produk-produk seperti ini biasanya bersifat eksklusif atau khusus. Contohnya adalah brand pakaian dan perhiasan mewah yang menyasar konsumen dari kalangan menengah keatas.

Umumnya, specialty goods sudah memiliki pelanggan setia yang loyal terhadap brand (brand loyalty). Sehingga saat ada jenis produk yang baru dirilis (product launch), mereka tak akan segan untuk langsung membelinya guna menambah koleksi. Maka dari itu, promosinya juga spesifik pada segmen pasar tertentu saja.

Biasanya, perusahaan yang menjual produk dengan klasifikasi seperti ini akan fokus pada strategi customer retention dan customer relationship management. Tujuannya adalah agar hubungan dengan pelanggan selalu terjaga dengan baik, sehingga pelanggan akan terus melakukan repurchase (repeat purchase).

Baca Juga :

4. Unsought Goods

Jenis product classification yang terakhir adalah unsought goods. Ini adalah jenis barang yang tak memiliki banyak peminat, bahkan cenderung jarang ada yang mencarinya. Contoh barang-barang unsought adalah alat pemadam kebakaran, detector metal, dan lain sebagainya.

Untuk menjual produk-produk seperti ini, maka butuh strategi pemasaran yang lebih kompleks. Perusahaan perlu meningkatkan brand awareness agar konsumen lebih menyadari presence atau kehadiran dari produk tersebut.

Manfaat Product Classification untuk Pertumbuhan Bisnis

Klasifikasi produk dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam proses pertumbuhan bisnis (business growth). Antara lain :

Demikian adalah ulasan mengenai product classification beserta jenis-jenis dan manfaatnya untuk pertumbuhan bisnis. Pada dasarnya, klasifikasi produk menjadi bagian penting agar perusahaan bisa mempromosikan produk sesuai dengan target pasar. Sehingga sales process dan marketing process pun bisa berjalan dengan lebih optimal.

Selain melakukan klasifikasi produk, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :