Product Discovery: Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkahnya

Product Discovery: Pengertian, Manfaat, dan Langkah-Langkahnya

Pengembangan produk atau product development merupakan salah satu aspek dalam operasional bisnis yang harus di perhatikan oleh perusahaan retail dari niche bisnis mana pun. Kendati demikian, apa pun jenis produk atau fitur yang akan di buat, pengembangan produk bukanlah proses bisnis yang mudah karena tim produk membutuhkan banyak upaya riset pasar atau market research, waktu, dan biaya operasional bisnis (business cost). Untungnya saat ini tim produk dapat memahami konsep dasar product discovery untuk bisa menghadapi tantang tersebut.

Secara garis besar, proses product discovery membuat tim produk dan perusahaan secara keseluruhan dapat mengidentifikasi kebutuhan pelanggan terhadap produk dan bahkan memberikan solusi atas kebutuhan tersebut (customer advocacy). Baik itu dengan produk fisik, produk berupa perangkat lunak atau website, dan proyek rancangan user experience.

Ketahui informasi tentang product discovery selengkapnya dengan membaca artikel inMarketing di bawah ini!

Apa Itu Product Discovery?

Menurut situs Maddevs, product discovery adalah metode untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelanggan (customer acknowledgement) agar dapat mengembangkan produk yang sepenuhnya memenuhi kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain, perusahaan menjalankan strategi produk untuk memecahkan masalah dengan tepat, untuk basis pelanggan yang tepat, dan pada waktu yang tepat (time to market).

Pada awal tahun 2000-an, konsep ini di berlakukan sebagai respons atau reaksi terhadap kebutuhan pengembangan produk tradisional. Namun, seiring dengan perkembangan zaman yang mana identik dengan penggunaan teknologi digital yang berfokus pada pelanggan (customer-centric). Product discovery menjadi bagian dari software development lifecycle (SDLC) yang mana juga di dukung oleh konsep user experience (UX) dan design thinking.

Dengan menerapkan penemuan produk, tim produk perusahaan dapat mengidentifikasi atau menganalisis adanya peluang potensial (gap analysis) dalam product roadmap. Lalu mampu mengembangkan dan meluncurkan produk yang layak (product value) dan bernilai bagi pelanggan (customer value) di samping menghindari pemborosan sumber daya dan aset bisnis. Sehingga, perusahaan memiliki hubungan yang erat dengan target pelanggan (customer relations).

Baca Juga:

Framework Beserta Teknik dalam Product Discovery

Framework Beserta Teknik dalam Product Discovery

Melansir dari laman panduan milik Maze, umumnya product discovery terdiri dari empat tahapan berikut ini.

digital marketing agency

1. Pelajari dan Pahami Pelanggan

Sebelum mulai mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam product roadmap atau bahkan memutuskan masalah mana yang ingin di selesaikan (decision making). Perusahaan perlu meluangkan waktu yang cukup untuk berkomunikasi dengan pelanggan selaku end user produk (brand communication), caranya dengan:

  • Melakukan interview atau mengajukan pertanyaan kepada pelanggan secara langsung untuk mendapatkan beberapa kesimpulan terkait customer experience dan customer pain point.
  • Mengumpulkan user story atau kumpulan deskripsi non-formal yang tim produk gunakan untuk menjelaskan satu atau lebih fitur pada sistem perangkat lunak secara sederhana (product classification). Hingga pada akhirnya dapat menemukan persamaan yang jelas dalam setiap hasil interview pelanggan.
  • Membuat customer journey maps yang merupakan representasi visual keseluruhan customer journey selama menggunakan produk atau layanan.
  • Melakukan product analytics atau proses menganalisis dan memahami bagaimana pelanggan berinteraksi dan terlibat dengan produk atau layanan (customer engagement).
  • Melakukan competitor analysis atau analisis kompetitor dengan berfokus pada penemuan keunggulan kompetitif dari kompetitor sekaligus gap analysis.
  • Melakukan design thinking atau prosedur berulang nan strategis untuk memecahkan masalah bisnis dengan mengenali kebutuhan klien atau pengguna. Baik itu dengan penggunaan model untuk konstruksi, struktur bisnis, pengembangan AI (Artificial Intelligence), mencapai tujuan bisnis, dan aktivitas bisnis lainnya.

Informasi-informasi dari cara-cara di atas akan membantu tim produk memahami dan menyimpulkan customer experience maupun customer pain point. Sehingga perusahaan mampu membangun solusi yang jelas dan sesuai dengan customer feedback.

Baca Juga:

2. Tentukan dan Putuskan Jenis Permasalahan Pelanggan

Setelah berhasil mendapatkan sejumlah informasi dan feedback pelanggan, tim produk harus memprioritaskan masalah yang paling krusial dari pelanggan. Dengan begitu, perusahaan dapat membentuk hipotesis yang jelas dan luas yang mana nantinya menjadi dasar dari solusi pengembangan produk atau layanan.

Ada pun teknik yang bisa di gunakan dalam tahapan ini meliputi:

Walaupun terkesan mudah, tahapan ini mewajibkan tim produk untuk menentukan hipotesis yang paling tepat. Selain itu, meskipun perusahaan telah mengamati dan memahami perilaku pengguna (consumer behavior), mereka masih memerlukan beberapa upaya lainnya untuk menentukan kebutuhan pelanggan dengan benar.

3. Ideasi dan Prioritaskan Kebutuhan Produk

brainstorming

Nah, jika dua tahapan sebelumnya membahas perihal upaya pemahaman masalah pelanggan. Maka tahapan ini mengharuskan tim produk untuk mulai menyelesaikan tiap-tiap rumusan masalah tersebut dengan sekreatif dan sesolutif mungkin.

Mulailah dengan brainstorming yang mana sebelumnya harus mengumpulkan tim produk terbaik (konsep employee onboarding). Lalu, beri mereka waktu untuk berpikir supaya mereka dapat mengumpulkan ide sebanyak mungkin.

Kemudian, secara bertahap persempit dan prioritaskan jenis ide mana yang menjadi fokus utama pengembangan produk bisnis. Setelah berhasil menghimpun beberapa opsi yang solid, rencanakan bagaimana setiap solusi dapat bekerja dalam praktiknya (action plan) dengan menetapkan skor untuk nilai kelayakan.

4. Buat Prototype dan Uji Produk

Sehubungan dengan tahapan ketiga, pembuatan prototype produk atau fitur baru menjadi tahapan terakhir dalam proses penemuan produk yang perlu tim produk pahami. Baik itu pada produk unggulan atau produk tambahan lainnya. Umumnya, perusahaan hanya perlu membuat MVP (Minimum Viable Product) yang mana tetap berfungsi dengan baik. Atau sekedar mockup produk yang di buat dengan menggunakan tools desain produk.

Apabila pembuatan prototype selesai, lanjutkan untuk menjangkau pengguna (prospecting) dengan melakukan beberapa pengujian prototype yang mencakup usability testing. Serta mengumpulkan feedback pengguna untuk mengetahui apakah produk telah memiliki product experience yang baik dan sesuai dengan product-market fit.

Jika respons pengguna ternyata memvalidasi hipotesis dan iterasi awal, maka perusahaan dapat di katakan siap untuk memulai pengembangan produk yang lebih komprehensif. Jika tidak, maka tim produk harus terus membuat dan menyempurnakan prototype sampai mereka yakin bahwa solusi yang mereka berikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Itulah penjelasan singkat mengenai product discovery yang perlu Anda pahami. Sejatinya, tahapan proses penemuan produk yang harus perusahaan lakukan mungkin akan berbeda dari segi penamaannya. Akan tetapi, keseluruhan kerangka kerja atau framework mengikuti product lifecycle yang sama. Oleh karena itu, penerapan proses product discovery menjadi suatu strategi product differentiation yang berharga untuk perusahaan internalisasi sedini mungkin.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.