Product Enablement: Pengertian, Manfaat, dan Pilar Konsepnya

Product Enablement: Pengertian, Manfaat, dan Pilar Konsepnya

Perusahaan yang fokus mengembangkan hingga menjual produk fisik (product development) seringkali menerapkan berbagai jenis strategi bisnis dalam hal pemasaran (marketing strategy). Misalnya penyebaran kampanye marketing dan penggunaan marketing tools untuk mengenalkan produk hingga memengaruhi pengambilan keputusan pembelian pelanggan prospek. Kendati demikian, dengan semakin kompetitifnya pangsa pasar bisnis (market share), perusahaan juga perlu mempertimbangkan pendekatan product enablement.

Product enablement lebih mengacu pada operasional bisnis internal di mana perusahaan memaksimalkan upaya employee onboarding pada setiap anggota sales force terkait proses penjualan produk. Selain itu, pendekatan ini juga merupakan proses bisnis yang penting dalam manajemen produk dan lead management. Dengan begitu, perusahaan berkesempatan untuk bisa meningkatkan produktivitas dan performa bisnisnya.

Bagi Anda selaku pemilik atau stakeholder bisnis yang ingin meningkatkan strategi produk bisnis, baik itu pada produk unggulan maupun produk pelengkap lainnya. Tak ada salahnya untuk mengimplementasikan konsep product enablement yang inMarketing jelaskan pada artikel berikut ini.

Apa Itu Product Enablement?

Menyadur dari laman situs Indeed, product enablement adalah proses yang membantu perusahaan dari berbagai niche dan skala bisnis (baik itu perusahaan startup atau bisnis UKM/UMKM) untuk mendidik karyawannya. Dalam mengenal, memahami, dan memperoleh wawasan terbaik tentang produk bisnis (product insight). Baik itu pada produk prototype, produk MVP (minimum viable product), atau produk akhir.

Sehubungan dengan sales enablement yang mana berfokus pada penyediaan resource yang tim penjualan perusahaan butuhkan untuk menjual produk dengan sukses. Product enablement membuat perusahaan menyediakan informasi dan resource bisnis (business asset) yang bisa diterapkan ke setiap departemen dalam organisasi perusahaan.

Baca Juga:

Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengembangkan tim enablement yang bertanggung jawab dalam pembuatan program pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan pengetahuan produk (product knowledge) pada setiap karyawan yang bekerja di berbagai unit bisnis. Terutama ketika perusahaan baru saja meluncurkan produk dalam kurun waktu satu bulan pertama.

Sebut saja program pelatihan khusus departemen atau tim customer service agar dapat menjawab pertanyaan pelanggan secara efektif dan sekaligus menginisiasi komunikasi yang berkelanjutan dengan pelanggan (brand communication). Contoh lainnya adalah program pelatihan agar tim marketing dan sales force dapat membantu pelanggan mempelajari lebih lanjut tentang produk dan memahami cara menggunakan produk (customer insight), baik sebelum atau setelah membeli produk. Dengan begitu, perusahaan dapat memaksimalkan product lifecycle.

digital marketing agency

Product Enablement vs Product Marketing, Apakah Sama?

Product Enablement vs Product Marketing

Terkadang, product enablement yang diterapkan pada pelanggan akan disamakan dengan strategi pemasaran produk atau product marketing. Padahal, terdapat sejumlah perbedaan yang signifikan di antara keduanya.

Product marketing berfokus pada pembuatan resource dan materi promosi yang persuasif (persuasive ads) untuk mendukung tim penjualan dapat menutup penjualan dengan pelanggan (closing sales). Selain itu, product marketing juga memiliki tanggung jawab yang spesifik untuk menjelaskan buyer persona dari pelanggan bisnis. Hal tersebut berbeda dengan product enablement yang berfokus pada penciptaan resource untuk kebutuhan pelatihan seluruh anggota tim internal perusahaan.

Manfaat Product Enablement

Menurut kebanyakan profesional bisnis, alasan utama suatu perusahaan menerapkan program pelatihan product enablement adalah untuk meningkatkan employee relations dan komunikasi antar departemen internal perusahaan (corporate communication). Dengan demikian, perusahaan dapat berkesempatan untuk memperoleh manfaat-manfaat sebagai berikut:

Baca Juga:

Konsep Dasar Product Enablement

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penerapan rencana product enablement yang sukses mengharuskan tim perusahaan membuat materi resource dan dokumen yang berfokus pada beberapa bidang utama. Nah, umumnya setiap tim yang menerapkan product enablement perlu mempelajari empat konsep berikut ini.

1. Product Positioning

elemen product positioning

Konsep pertama mengacu pada product positioning atau strategi yang perusahaan lakukan untuk membuat pelanggan atau konsumen selalu mengingat produknya (brand recognition) dan memiliki ekspektasi lebih terhadap produk (customer delight).

Supaya perusahaan dapat memposisikan produk di segmen pasar yang sukses (market positioning), setiap departemen internal perusahaan perlu memahami bagaimana cara menciptakan product mindset yang menjawab kebutuhan pelanggan dan product-market fit. Atau bagaimana pelanggan atau prospek yang berinteraksi dengan produk dapat memperoleh manfaat (product value) dan pengalaman terbaik selama penggunaan produk tersebut (product experience).

Tim enablement perusahaan dapat menggunakan landasan pertimbangan tersebut untuk mengembangkan dokumen dan resource yang membantu anggota departemen lainnya untuk mempelajari cara mempromosikan produk dan terhubung dengan calon pelanggan (customer relations). Misalnya, meskipun mungkin ada tagline atau keyword tertentu yang tim marketing gunakan dalam kampanye iklan, tim enablement perlu menyusun topik percakapan santai untuk tim penjualan agar interaksi dengan pelanggan (customer touchpoint) selama customer journey terasa lebih alami.

2. Pitch

Saat membuat dokumen dan materi pelatihan tentang cara mempromosikan produk (konsep sales pitch), tim enablement harus memfokuskan manfaat dan kualitas produk (product-led growth), bukan fitur produk. Konsep ini akan membantu karyawan memahami bagaimana produk tertentu dapat membantu memecahkan masalah umum pelanggan dan mengapa pelanggan mungkin ingin menggunakan produk tersebut.

Pertimbangkan untuk menyertakan studi kasus dan testimoni pelanggan pada saat merencanakan product enablement agar produk mudah diingat oleh pelanggan. Pahami pula bahwa resource promosi yang dikembangkan dapat bervariasi untuk berbagai departemen dan anggota tim perusahaan.

Misalnya, tim enablement dapat merekam serangkaian video untuk tim penjualan tentang tutorial cara mempromosikan produk. Contoh lainnya adalah tim enablement yang memberikan reviews dan feedback pelanggan kepada tim penelitian dan pengembangan supaya perusahaan memahami tantangan spesifik yang perlu produk atasi.

3. Gamification

Pada konsep ini, tim enablement perusahaan memberi kesempatan bagi karyawan dari departemen lain untuk mendapatkan pengalaman langsung pada saat menggunakan produk yang perusahaan jual (user experience). Misalnya dengan menyelenggarakan demo produk, usability testing, atau mendorong employee activation untuk menggunakan produk dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah cara terbaik untuk memperkenalkan produk kepada karyawan baru, membiasakan mereka dengan fitur-fitur canggih, dan membantu karyawan memahami customer value.

4. Program

Konsep terakhir dalam product enablement adalah pemberian program berupa panduan yang dapat membantu tim perusahaan mengidentifikasi produk atau layanan mana yang dapat pelanggan manfaatkan (product research).

Untuk membuat program enablement yang sukses, perusahaan perlu mempertimbangkan setiap kebutuhan dari pelanggan yang berbeda. Setelah itu, tim enablement mengidentifikasi bagaimana cara agar mereka dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan begitu, produktivitas perusahaan dalam hal layanan pelanggan akan meningkat dan time to market bisnis dapat lebih maksimal.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.