6 Tahapan Product Life Cycle Untuk Perencanaan Sales Terbaik

6 Tahapan Product Life Cycle Untuk Perencanaan Sales Terbaik

Tren masyarakat yang selalu datang silih berganti membuat pelaku bisnis harus selalu memiliki perencanaan sekaligus gambaran seberapa lama produknya bernilai di mata konsumen (product value). Dalam merencanakan strategi pemasaran, pebisnis profesional juga akan melakukan perencanaan bisnis yang berfokus pada pergerakan produk di pangsa pasar konsumen. Itu semua bermuara pada satu istilah, yaitu product life cycle.

Sama seperti berbagai jenis pemasaran, produk juga melewati berbagai tahapan yang sangat penting dalam bisnis merencanakan segala tindakan (action plan) pemasaran dan penjualannya. Tergantung strategi product life cycle yang Anda tawarkan, Anda akan sekaligus menyempurnakan cara pemasaran (marketing mix) dan jumlah penjualan (sales mix) secara optimal di setiap tahap hidup produk.

Jika dilakukan dengan baik, pelacakan siklus hidup produk atau layanan bisnis menjadi langkah strategis dalam menentukan pendapatan (revenue) dan keberlanjutan manajemen bisnis (sustainability management). Alhasil, bisnis dapat selalu menemukan solusi untuk membuat produk dan strategi penjualannya unik daripada kompetitor (unique selling point) dan retensi pelanggan akan selalu ada.

Pada artikel ini, Anda akan memahami lebih dalam seputar product life cycle yang penting untuk strategi pemasaran dan kesuksesan bisnis.

Apa Itu Product Life Cycle?

Jika Anda bekerja dengan tim penjualan, maka Anda pasti mengetahui tentang model siklus hidup produk atau product life cycle.

Sederhananya, product life cycle adalah tahapan evolusi yang dilalui suatu produk selama keberadaannya di tengah masyarakat, dimulai dari pengembangan dan berakhir pada fase penurunan. Pemilik bisnis dan marketer menggunakan siklus hidup produk untuk membuat keputusan dan strategi penting tentang anggaran periklanan, harga produk, dan pengemasan.

Istilah product life cycle mengacu pada lamanya waktu suatu produk diperkenalkan kepada konsumen ke pasaran sampai dikeluarkan dari daftar penjualan. Dengan kata lain, siklus ini berguna agar bisnis tahu kapan produk baru bisa menggeser produk lama untuk keluar dari pasaran. Siklus hidup produk juga lebih akrab dengan istilah perjalanan produk, konsepnya mirip dengan customer journey.

Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus pun ada banyak, mulai dari:

digital marketing agency
  • Kemajuan teknologi
  • Pergeseran tren
  • Kemunculan kompetitor yang lebih impresif
  • Faktor politik dan stabilitas ekonomi negara

Baca Juga:

Tahapan Product Life Cycle

Mengutip dari Hubspot, tahapan umum dari siklus hidup produk terdiri dari empat tahap utama, yaitu Introduction, Growth, Maturity, dan Decline. Namun, mereka menyadari bahwa pelaku bisnis juga perlu mengidentifikasi tahapan pengembangan produk atau Development dan saturasi produk atau Saturation.

Berikut ini kami paparkan karakteristik tiap tahapan agar Anda bisa mencapai tujuan pemasaran bisnis secara efektif.

1. Development (Pengembangan)

Tahap pengembangan atau Development dalam product life cycle adalah tahap penelitian sebelum produk Anda meluncur ke target pasar. Tahapan ini mengacu pada usaha perusahaan Anda dalam mendatangkan pihak kemitraan, investor, mengembangkan prototipe, menguji efektivitas produk, dan menyusun strategi peluncuran produk.

Perusahaan akan menghabiskan banyak biaya untuk produksi (bahkan juga ada biaya tambahan produksi tertentu) tanpa menghasilkan pendapatan karena produk belum dipasarkan. Tahapan ini bisa berlangsung lama, tergantung dari kerumitan produk, seberapa baru produk tersebut, persaingannya, dan sistem produksi yang Anda terapkan. Apakah itu make to stock, make to order, assemble to order, atau engineer to order.

Ketika suatu produk dalam tahap pengembangan, maka produk belum memerlukan upaya penjualan oleh sales force, tetapi promosi harus sudah dimulai. Dengan memulai siklus dari Development, Anda dapat mulai membangun citra awal produk Anda agar mulai berkomunikasi tahap awal dengan konsumen atau industri lain (brand voice). Anda juga dapat mempublikasikan penelitian atau testimoni konsumen awal dengan tujuan membangun brand awareness dan brand authority.

2. Introduction (Pengenalan)

Tahap pengenalan atau Introduction adalah saat produk pertama kali diluncurkan di pasar. Tahap ini melibatkan proses saat tim marketing mulai membangun product awareness dan menjangkau pelanggan potensial atau leads. Dengan kata lain, tahapan ini menjelaskan bagaimana leads diarahkan untuk mengkonfirmasi pembelian.

Saat produk rilis, tingkat penjualan masih rendah dan permintaan konsumen (demand generation) meningkat secara perlahan. Hal ini karena perusahaan masih fokus pada upaya periklanan dan strategi marketing campaign tertentu yang juga berdampak pada besarnya biaya pengiklanan.

Anda bisa mempromosikan produk atau layanan menggunakan strategi traditional marketing, inbound marketing dan content marketing yang juga bisa memanfaatkan digital marketing. Pada tahap ini, perusahaan melakukan upaya pengujian jalur distribusi dan mencoba untuk mengedukasi pelanggan potensial tentang produk (educational marketing) melalui berbagai channel pemasaran, misalnya media sosial, blog, dan forum online lainnya.

Baca Juga:

Upaya mengedukasi sangat penting pada tahap ini karena target konsumen Anda harus tahu apa yang mereka beli sebelum membelinya. Selain itu, tahap ini juga akan mengarahkan Anda dalam mengetahui pengalaman pelanggan terhadap produk. Jika strategi pemasaran Anda berhasil, produk akan mampu tumbuh dan berkembang ke arah yang menguntungkan bisnis.

3. Growth (Pertumbuhan)

Tahapan Product Life Cycle GrowthSelama tahap pertumbuhan atau Growth, konsumen telah melihat dan menerima produk di pasar sehingga ada kemungkinan pelanggan mulai membelinya. Itu berarti permintaan dan keuntungan bisnis berangsur tumbuh pada kecepatan tertentu.

Karakteristik utama tahap ini adalah keterukuran penjualan dan pemeliharaan jumlah yang pebisnis investasikan dalam pemasaran. Itu semua hasil dari upaya bisnis dalam mengembangkan perencanaan promosi produk agar meningkatkan popularitas produk dan menambah brand value.

Tahapan ini juga akan memperlihatkan seperti apa keberhasilan konversi lead bisnis. Selain itu, tahap pertumbuhan adalah ketika pasar untuk produk tersebut berkembang luas dan kompetisi mulai terjadi. Sehingga dapat meningkatkan profit margin (leverage) bisnis.

Meluasnya perkembangan penjualan produk tak lepas dari usaha pemasarannya, bahkan strategi sederhana seperti word of mouth bisa sangat berpengaruh. Oleh karena itu, penting bagi Anda memiliki strategi untuk mempertahankan pelanggan loyal bahkan ketika kompetitor melihat kesuksesan Anda dan mulai menginginkannya pula (ambush marketing).

4. Maturity (Pendewasaan)

Tahap pendewasaan atau kematangan atau Maturity adalah ketika penjualan mulai turun dari periode pertumbuhan yang cepat. Ketika sudah mencapai tahap Maturity, produk perusahaan tidak mungkin lagi tumbuh, tapi mereka dapat berusaha untuk mengindari kemunduran yang signifikan.

Misalnya, pada momen ini, perusahaan mulai menurunkan harga produk dengan tujuan agar tetap kompetitif di antara persaingan yang terus berkembang. Dengan demikian, tahap ini mengacu pada upaya bisnis dalam mempertahankan hasil penjualan dan pemasaran yang baik dari waktu ke waktu.

Maturity membuat perusahaan mulai bekerja lebih efisien dan belajar dari kesalahan yang dibuat pada tahap Introduction dan Growth. Selain itu, marketing campaign mereka berfokus pada perbandingan produk daripada berusaha untuk memberi product awareness.

Sehingga perusahaan akan meningkatkan fitur produk sambil menurunkan harganya dan distribusi menjadi lebih intensif. Selama tahap Maturity, produk mulai memasuki tahap yang paling menguntungkan karena biaya produksi turun tapi penjualan meningkat.

Beberapa perusahaan juga mendapati dirinya telah memiliki penjualan yang lebih stabil dan produk telah mendapatkan pangsa pasarnya. Kendati demikian, justru Anda harus menjadikan bisnis Anda unik dan memimpin niche bisnis sehingga Anda dapat membedakan diri dengan brand lainnya.

5. Saturation (Kejenuhan)

Selama tahap kejenuhan atau Saturation, kompetitor mulai mengambil sebagian pangsa pasar dan produk tidak akan mengalami pertumbuhan maupun penurunan penjualan. Biasanya, Saturation adalah titik ketika sebagian besar konsumen menggunakan suatu produk, tetapi ada banyak perusahaan yang bersaing.

Ketika konsumen telah jenuh dengan brand dan produk Anda, Anda harus fokus pada peningkatan dalam fitur, brand awareness, harga, dan layanan pelanggan. Pada momen ini, Anda ingin produk Anda menjadi brand pilihan sehingga Anda tidak memasuki tahap penurunan atau Decline.

6. Decline (Penurunan)

Jika produk Anda tidak menjadi brand pilihan di pasar konsumen, Anda biasanya akan mengalami penurunan atau Decline. Penjualan akan menurun selama persaingan yang semakin ketat sehingga Anda sulit mengatasinya.

Tahapan ini akan semakin parah ketika tren baru muncul seiring berjalannya waktu dan zaman. Jika perusahaan Anda mengalami tahap ini, mungkin Anda akan menghentikan produksi, menjual perusahaan, atau mengulangi siklus dengan cara tertentu.

Walaupun begitu, Anda tetap bisa fokus untuk menekankan keunggulan solusi Anda untuk berhasil keluar dari tahap ini. Untuk memperpanjang siklus hidup produk, Anda dapat menerapkan strategi periklanan baru, mengurangi harga, menambahkan fitur baru untuk meningkatkan value proposition, menjelajahi pasar baru, atau menyesuaikan kemasan brand (rebranding atau brand refresh).

Itulah penjelasan seputar product life cycle yang bisa inMarketing sampaikan kepada Anda. Jika Anda sedang mengembangkan produk baru atau bekerja dengan brand yang matang dan mapan, Anda dapat menggunakan tahapan product life cycle sebagai panduan untuk contoh marketing campaign Anda.

Setiap tahapnya akan menentukan bagaimana Anda akan memberi tahu audiens Anda tentang produk. Selain itu juga menentukan bagaimana Anda memposisikan brand di pasar dan bagaimana Anda memutuskan untuk bergerak maju setelah tahap Decline. Dengan mengingat siklus hidup produk Anda, Anda dapat berinvestasi dalam marketing campaign yang lebih baik sehingga menghasilkan ROI (return on investment) yang lebih tinggi.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.