Manfaat dan Contoh Penerapan Psychological Pricing untuk Tingkatkan Penjualan Produk

Pricing strategy atau strategi penetapan harga memang menjadi salah satu aspek terpenting untuk meningkatkan angka konversi maupun sales growth. Inilah sebabnya, perusahaan perlu mempertimbangkan jenis pricing yang paling tepat. Sebab, kesalahan dalam menentukan harga bisa berakibat pada penurunan profitabilitas perusahaan. Salah satu strategi penetapan harga yang bisa Anda coba adalah psychological pricing.

Sesuai dengan namanya, jenis pricing yang satu ini memengaruhi alam bawah sadar atau psikologi seseorang. Dengan memanfaatkannya, maka strategi ini secara tak langsung akan memengaruhi emosional seseorang dan turut menentukan keputusan tindakan, termasuk pengambilan keputusan dalam berbelanja (consumer decision).

Inilah sebabnya, banyak brand yang menggunakan strategi penetapan harga psychological pricing ini untuk mendorong kesuksesan proses penjualan.

Dalam penerapannya pun, ada berbagai macam cara yang bisa perusahaan gunakan. Tetapi pada umumnya, perusahaan akan menetapkan harga ganjil. Sebab, seseorang cenderung membulatkan angka ganjil ke digit yang lebih rendah. Hasilnya, konsumen akan merasa bahwa mereka mendapatkan harga yang lebih murah.

Contohnya adalah suatu produk yang memiliki label harga Rp20.999. Psikologis seseorang akan secara cepat memproses bahwa harga produk tersebut adalah sebesar Rp20 ribu karena mereka cenderung hanya melihat harga di depan. Padahal, harga tersebut sebenarnya sama saja dengan Rp21 ribu.

Kendati konsepnya cukup sederhana, namun rupanya strategi ini mampu memberikan hasil yang maksimal untuk mendongkrak penjualan dan lead conversion. Bagi Anda yang ingin menerapkan strategi pricing yang satu ini, simak ulasan lengkap terkait psychological pricing melalui artikel berikut!

Memahami Psychological Pricing

Melansir dari Shopify, psychological pricing adalah strategi penetapan harga berdasarkan teori bahwa harga tertentu bisa memberikan dampak psikologis terhadap seseorang.

Strategi ini sudah populer sejak akhir tahun 1990-an. Di mana terdapat sekitar 60% harga produk yang menggunakan akhiran 9 dan 30% berakhir dengan angka 5. Sisanya adalah 7% menggunakan akhiran 0, dan 3% lainnya adalah kombinasi dari angka-angka lain. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pricing tersebut memang efektif untuk meningkatkan penjualan perusahaan.

digital marketing agency

Cara kerja psychological pricing ini hampir serupa dengan emotional marketing, yang mana memanfaatkan alam bawah sadar seseorang untuk memengaruhi pengambilan keputusan. Sehingga dalam penerapannya, strategi pricing ini memerhatikan sejumlah aspek psikologis dalam diri seseorang, yaitu:

1. Lebih Memikirkan Kerugian Ketimbang Keuntungan

Salah satu aspek psikologis dalam diri manusia adalah cenderung lebih memikirkan kerugian ketimbang keuntungan. Hal ini akan membuat seseorang mencari keuntungan (meskipun sedikit) ketika mengambil keputusan. Terutama saat melakukan pembelian.

Contohnya adalah mayoritas pembeli akan memilih produk dengan harga Rp20.999 ketimbang produk lain dengan range harga serupa. Hal ini lantaran mereka akan berpikir bahwa harga acuan dari nominal tersebut adalah sebesar Rp20.000. Padahal, nyatanya mereka hanya mendapatkan untung sebesar Rp1 ketimbang produk lain yang memiliki harga Rp21.000.

Kendati begitu, sebagian besar orang menganggap bahwa pilihan mereka termasuk dalam tindakan meminimalisir dan memanajemen risiko kerugian.

2. Mengabaikan Beberapa Digit Terakhir pada Label Harga

Sama halnya dengan poin pertama, psikologis manusia cenderung mengabaikan digit terakhir pada label harga. Inilah kenapa, banyak yang menganggap bahwa harga Rp20.999 jauh lebih murah ketimbang Rp21.000, meskipun faktanya hanya selisih Rp1 saja. Dengan anggapan mendapatkan harga yang lebih murah inilah, maka pembeli akan tertarik untuk membeli sebuah produk.

Baca Juga :

Manfaat Penerapan Psychological Pricing

Dalam penerapannya, strategi penetapan harga psikologis ini dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan. Antara lain :

  • Meningkatkan sales growth atau angka penjualan
  • Menarik lebih banyak sales lead atau prospek untuk membeli
  • Meningkatkan conversion rate
  • Konsumen akan menganggap bahwa harga produk jauh lebih murah
  • Membantu dalam proses product positioning
  • Menjadi salah satu upaya untuk memenangkan persaingan dan meningkatkan daya saing di pasar
  • Membuat produk tampak lebih unggul ketimbang kompetitor

Contoh  Psychological Pricing

contoh psychological pricing

Untuk menerapkan jenis strategi penetapan harga yang satu ini, ada beberapa contoh yang bisa Anda pelajari. Di antaranya adalah:

1. Buy 1 Get 1

Ini adalah contoh yang paling umum dan sudah sering diterapkan. Melalui strategi ini, pelanggan akan lebih mudah tertarik untuk membeli sebuah produk. Sebab, mereka akan mendapatkan total 2 produk hanya dengan membayar satu produk saja.

Dengan iming-iming mendapatkan 1 produk gratis, maka seseorang cenderung akan tertarik untuk melakukan pembelian. Padahal, mungkin saja sebelumnya ia tidak berpikir akan membeli produk tersebut. Sehingga, strategi ini bisa menjadi lead magnet yang sangat menguntungkan.

Anda bisa memaksimalkan strategi yang satu ini dengan mengombinasikannya bersama psychological pricing. Mengingat sebagian besar orang cenderung mengabaikan harga pada digit akhir, maka strategi bisnis yang satu ini pun akan berjalan dengan semakin optimal.

Baca Juga :

2. Harga Diskon

Strategi ini bisa Anda gunakan apabila ingin memberikan penurunan harga terhadap produk yang Anda jual. Namun berbeda dari strategi penurunan harga pada umumnya, Anda bisa mengombinasikannya dengan psychological pricing untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Caranya adalah dengan menunjukkan perbandingan visual. Maksudnya, Anda tidak perlu menghapus harga yang lama, melainkan menampilkannya bersama harga baru yang lebih murah. Tujuannya adalah agar orang-orang bisa melihat penurunan harga yang Anda berikan.

Anda bisa menyilang atau mencoret harga yang lama untuk menunjukkan bahwa harga tersebut tidak berlaku lagi. Namun, pastikan agar konsumen tetap dapat mengetahui berapa harga lama tersebut untuk membandingkannya dengan harga baru.

Selain itu, Anda juga bisa semakin menonjolkan penawaran tersebut dengan memberikan periode diskon. Misalnya hanya berlaku untuk 10 pembeli pertama, atau sampai pada tanggal tertentu. Hal ini secara tak langsung akan memengaruhi psikologis pembeli untuk segera membeli produk tersebut.

Biasanya, strategi promosi penetapan harga ini sangat efektif untuk seasonal product pada momen seasonal marketing. Contohnya adalah baju Lebaran menjelang Hari Raya Idulfitri, atau perlengkapan sekolah menjelang tahun ajaran baru.

3. Comparative Pricing

Contoh yang ketiga adalah harga komparatif. Strategi ini bisa Anda pakai jika sedang menawarkan produk yang sejenis atau saling mensubstitusi satu sama lain. Misalnya produk fashion seperti pakaian.

Teknik penetapan harga komparatif adalah dengan cara meletakkan merek produk yang berbeda di samping merek produk yang menjadi target. Biasanya, penjual akan menunjukkan kesamaan atau kemiripan dari produk tersebut satu sama lainnya, beserta narasi tentang product value.

Kemudian, target pasar akan melihat perbedaan dari segi harga. Sehingga, mayoritas dari mereka cenderung akan lebih memilih produk yang harganya lebih murah ketimbang produk lainnya, sebab memiliki kualitas yang hampir sama.

Demikian adalah penjelasan mengenai psychological pricing beserta manfaat dan contoh penerapannya. Perlu Anda ketahui bahwa pada dasarnya, semua strategi penetapan harga memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun, yang perlu Anda tekankan adalah kesesuaian strategi yang Anda pilih dengan kebutuhan dan niche bisnis.

Sebab penetapan harga adalah salah satu elemen krusial yang berperan penting untuk menentukan kesuksesan dan kelangsungan suatu bisnis (continuity). Bahkan, pricing menjadi elemen penting dalam strategi bauran pemasaran, baik 4P maupun 7P. Sehingga, Anda perlu mempertimbangkannya dengan teliti.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.