Mengenal Red Ocean Strategy dan Perbedaannya dengan Strategi Blue Ocean

red ocean strategy adalah

Dalam lingkup strategi bisnis, istilah red ocean strategy tentunya cukup familiar untuk para pebisnis. Ini merupakan salah satu strategi di mana perusahaan berupaya untuk bersaing di segmen pasar yang memiliki banyak kompetitor.

Sekilas, strategi bisnis yang satu ini terdengar cukup riskan, bahkan seolah menantang perusahaan karena risk appetite atau tingkatan risikonya yang tinggi. Peluang keberhasilannya pun tidak menentu. Bahkan, salah-salah bisa saja membuat perusahaan justru merugi akibat daya saing yang kalah kuat dari kompetitor.

Bayangkan saja. Dengan kondisi pasar yang memiliki banyak pesaing, mau tak mau perusahaan harus melakukan upaya yang lebih keras untuk memenangkan persaingan. Bukan hanya menyusun perencanaan bisnis (business plan) yang matang, melainkan juga harus menganalisis risiko pada setiap proses bisnis yang dilalui.

Untuk memahami lebih lanjut tentang strategi red ocean, simak ulasannya melalui artikel inMarketing berikut ini!

Apa Itu Red Ocean Strategy?

Melansir dari Harappared ocean strategy adalah sebuah strategi agar suatu produk dapat bertahan dan menghasilkan profit dalam situasi pasar yang kompetitif.

Biasanya, perusahaan yang menerapkan strategi ini telah memiliki manajemen risiko yang bagus dan telah memiliki identitas brand di kalangan target pasar. Sehingga mereka berani untuk bersaing dengan banyaknya kompetitor. Sebab tujuan dan target utama mereka adalah untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, dan unggul dalam kompetisi.

Maka tak heran jika biasanya perusahaan-perusahaan dengan strategi red ocean ini memiliki unique value yang membuat mereka stand out (menonjol) di tengah persaingan. Misalnya pricing yang lebih murah, kualitas produk (product value) yang bagus, hingga citra merek dan brand presence yang kuat sebagai competitive advantage.

Selain itu, secara umum bisnis yang menggunakan strategi ini juga memiliki ciri-ciri khusus, berkaitan dengan keputusan bisnis yang mereka ambil. Antara lain:

digital marketing agency

Baca Juga :

Perbedaan Red Ocean Strategy dan Blue Ocean Strategy

Dalam dunia bisnis, selain red ocean tentu Anda kerap mendengar strategi blue ocean.

Berkebalikan dengan red ocean, Launch Market menyatakan bahwa blue ocean adalah strategi bisnis di mana perusahaan akan berupaya untuk menciptakan permintaan yang belum pernah ada sebelumnya, ketimbang bersaing secara ketat dengan kompetitor.

Sehingga, alih-alih terjun langsung dan berusaha mendapatkan posisi di pasar (market positioning), blue ocean lebih fokus untuk mencari peluang pasar baru. Sehingga, perusahaan yang menerapkan strategi ini biasanya akan menghindari kompetisi dengan para pesaing.

Melansir dari lama Blue Ocean Strategy, ciri kondisi pasar blue ocean sendiri memang tidak memiliki persaingan yang ketat. Istilah ini pun digunakan karena konsep utamanya adalah untuk mencari potensi pasar yang lebih luas dan masih sepi peminat.

Namun, perlu Anda catat bahwa meskipun strategi ini terdengar cukup menjanjikan ketimbang red ocean, namun faktanya blue ocean juga memiliki potensi risiko yang besar. Bahkan, strategi ini kurang cocok apabila diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang sudah memiliki nama di pasar.

Sehingga, wajar apabila perusahaan yang menerapkan strategi blue ocean biasanya adalah bisnis kecil ataupun startup yang memiliki visi kuat untuk berinovasi dan bersiap untuk agile.

Untuk memudahkan pemahaman terkait perbedaan red dan blue ocean strategy, perhatikan tabel berikut ini:

red ocean blue ocean

Perbedaan red ocean dan blue ocean

Contoh Penerapan Red Ocean Strategy

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, strategi red ocean sendiri umumnya akan diterapkan oleh perusahaan besar yang sudah terkenal atau memiliki brand presence yang kuat. Biasanya, perusahaan-perusahaan ini sudah mengetahui dengan jelas siapa target pasar mereka, tipe konsumen seperti apa yang mereka sasar, serta pain point dan kebutuhan konsumen yang ada di pasar.

Hal tersebut menjadi acuan penting yang berguna untuk pengambilan keputusan bisnis. Berikut ini adalah contoh perusahaan yang menerapkan strategi red ocean yang bisa Anda pelajari:

Baca Juga :

Apple

Hampir semua orang setuju bahwa Apple merupakan perusahaan teknologi yang menguasai pangsa pasar smartphone dan perangkat cerdas lainnya. Perlu Anda ketahui pula bahwa Apple termasuk salah satu perusahaan yang berhasil dalam mengimplementasikan strategi red ocean.

Melansir dari laman Stratup Talky, perusahaan raksasa ini meluncurkan iPhone pada tahun 2007 silam. Itu merupakan momen di mana pasar telepon genggam masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan seperti Sony, Nokia, dan Motorola. Namun, Apple dengan percaya diri tetap menembus pasar tersebut.

Sebab Apple menawarkan produk yang memiliki kualitas lebih baik ketimbang yang ada di pasaran saat ini. Sebagai catatan, di momen tersebut perangkat iPhone sudah memiliki teknologi 2G, yang tidak ditemukan pada produk-produk kompetitor kala itu.

Dengan teknologi canggih yang menjadi product-led growth, Apple pun dengan mudah menembus pasar smartphone dan terus berupaya untuk menguasai segmen pasar tersebut hingga kini. Seiring dengan strategi bisnis dan branding yang kuat, kemampuan dalam menonjolkan kualitas produk dan terus berinovasi pun membuat Apple mampu membangun customer base yang luas.

Sehingga tak heran apabila brand yang satu ini mampu meningkatkan angka customer loyalty dan brand loyalty dengan signifikan tiap tahunnya. Bahkan menurut data Statista, penjualan iPhone berhasil menyumbang keuntungan hingga 51.99% di kuartal tahun 2022.

RyanAir

Contoh berikutnya adalah maskapai penerbangan asal Eropa, RyanAir. Perusahaan ini juga mengimplementasikan strategi red ocean untuk mengakuisisi lebih banyak konsumen di segmen pasar penerbangan.

Namun, berbeda dengan Apple yang menonjolkan kualitas produk, RyanAir memilih untuk menggunakan pricing strategy sebagai lead magnet utama. Sebab maskapai ini menjadi layanan penerbangan yang menawarkan tarif termurah ketimbang para kompetitornya. Strategi ini mendulang kesuksesan, di mana Statista mencatat bahwa dalam RyanAir mampu meningkatkan revenue hingga 134% dalam waktu 10 tahun.

Itulah ulasan mengenai red ocean strategy beserta contoh dan perbedaannya dengan strategi blue ocean. Perlu Anda pahami bahwa pada dasarnya strategi ini memang memiliki risiko yang cukup tinggi, sehingga tak heran apabila perusahaan-perusahaan besar lah yang lebih sering menerapkannya.

Kendati demikian, strategi ini terbukti dapat membantu peningkatan growth rate dan CAGR, serta mendukung perkembangan dan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Kuncinya adalah dengan mengetahui keunggulan produk dan menjadikannya sebagai unique selling point, sehingga membedakannya dari pesaing (diferensiasi).

Selain itu, perusahaan juga perlu melakukan competitive analysis atau analisis pesaing sebelum mengimplementasikan strategi ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi pasar serta keunggulan dan kelebihan kompetitor.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.