Mengenal Lebih Detail Perbedaan Antara Remarketing dan Retargeting Marketing

remarketing dan retargeting marketing

Sebelum Anda menentukan memilih remarketing dan retargeting, Anda juga harus ingat bahwa keduanya memiliki tujuan yang sama.

Perbedaan diantara keduanya yaitu hanya terletak pada cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Untuk lebih jelas mengenai apa itu remarketing dan retargeting ini, mari kita simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Retargeting

Retargeting adalah taktik yang digunakan dalam melakukan pendekatan kembali pada pengunjung yang sebelumnya sudah berinteraksi pada website Anda namun belum melakukan pembelian.

Untuk melakukan taktik ini maka bisa dengan menampilkan iklan Anda pada website, media sosial serta beberapa aplikasi yang sudah dikunjungi pemakai.

Iklan tersebut akan muncul dengan Google Display Network yang memiliki jangkauan hingga 90% pengguna internet. Sehingga iklan ini juga akan tetap muncul dan mengikuti pengunjung dimanapun berada.

Retargeting Ads yang ditampilkan tersebut memiliki bermacam-macam bentuk. Hal ini juga tergantung dari interaksi pengunjung pada saat mengunjungi website Anda. Dalam hal ini anda juga memerlukan artikel yang SEO Friendly agar bisa menarik natural trafik dari Search Engine.

Misalnya saat pengunjung tersebut mengunjungi website Anda dan melihat produk A dan B. Dan setelah pengunjung menutup browsernya kembali maka iklan yang akan selalu ditampilkan tersebut yaitu produk A dan B ataupun produk yang mirip atau kategori sama.

Oleh karena itulah karena agresivitas tersebut maka conversion rate Anda juga akan meningkat 50% hingga 60% apabila retargeting tersebut dilakukan tepat sasaran.

Baca Juga :

Manfaat Retargeting

1. Meningkatkan Penjualan

Dengan retargeting ini maka akan membantu meningkatkan penjualan serta pendapatan bisnis Anda. Dengan menggunakan strategi ini juga akan membantu untuk mendapatkan pelanggan yang potensial.

2. Meningkatkan pengakuan terhadap brand

Dengan melakukan strategi ini maka pengunjung pada website Anda akan selalu mengingat brand Anda dan ini berarti kesadaran mereka akan meningkat.

3. Memberikan wawasan mengenai persentase konversi

Dengan melakukan retargeting ini akan membantu marketer dalam mendapatkan pengetahuan yang lebih jelas mengenai persentase tingkat konversi untuk mendapatkan pelanggan yang potensial.

Pengertian Remarketing

Remarketing adalah suatu proses untuk menghubungi konsumen agar bisa memantik lagi niat untuk membelinya. Fokus dari remarketing ini yaitu agar bisa mempertahankan pelanggan atau customer retention.

Remarketing ini biasanya dilakukan dengan cara mengirimkan email yang masih relevan dengan pembelian konsumen sebelumnya. Sehingga Anda juga disarankan untuk memiliki email list terlebih dahulu sebelum menggunakan taktik ini

Dibawah ini akan kami berikan contoh penggunaan remarketing dengan email yang bisa dicoba :

  • Pemberitahuan promo/diskon pada produk yang masih relevan dengan pembelian pada masa lalu. Contohnya pemberian diskon untuk merk/kategori yang sama.
  • Melakukan promosi produk ataupun jasa yang digunakan sebagai pelengkap pembeliannya pada masa lalu. Contohnya , konsumen tersebut dulunya pernah membeli sepatu dan sekarang Anda menawarkan untuk membeli kaos kaki.
  • Untuk memperkenalkan produk yang baru, namun produk ini masih ada hubungannya dengan pembeliannya di masa lalu. Contohnya, konsumen tersebut dulu membeli baju dengan merk A, dan sekarang anda menawarkan baju dengan merk yang sama namun produk yang terbaru.
  • Untuk mengingatkan kepada konsumen bahwa masih terdapat produk yang tertinggal pada keranjang belanjaan. Ini terjadi kemungkinan karena konsumen lupa saat ada acara mendadak jadi belum sempat untuk melanjutkan transaksi.
  • Akan memberikan kupon potongan harga pada konsumen yang berbulan-bulan belum pernah melakukan pembelian lagi.

Remarketing ini bisa meyakinkan konsumen 81% agar bisa melakukan pembelian kembali. Dengan ini pendapatan yang kita peroleh juga akan mengalami peningkatan.

Manfaat Remarketing

Manfaat lainnya yang bisa kita peroleh dalam menggunakan strategi remarketing ini yaitu :

1. Jangkauan pelanggan meningkat

Menurut Lyfe Marketing ini sebanyak 70 persen sampai 89 persen pengguna tidak melakukan tindakan apa pun dan langsung keluar sesudah mengunjungi halaman website.

Dengan data tersebut maka Anda juga bisa melihat bawa remarketing ini memiliki peranan yang sangat penting agar jangkauan pelanggan bisa meningkat.

Disaat ada calon konsumen yang melakukan interaksi di website Anda tanpa melakukan apa-apa , Anda bisa melakukan remarketing serta menampilkan kampanye iklan.

2. Hubungan dengan pelanggan lebih terjaga

Keuntungan lainnya yang bisa kita dapatkan dari remarketing ini yaitu tanpa disadari hubungan dengan para pelanggan bisnis Anda akan lebih terjaga.

Hal ini disebabkan karena pelanggan yang telah berinteraksi dengan website bisnis Anda seringkali lupa serta meninggalkan begitu saja tanpa ingat nama brand nya.

Setelah itu saat Anda memasukkannya ke dalam daftar target remarketing lalu menampilkan iklan untuknya maka mereka menjadi ingat kembali yang kemungkinan besar akan terjadi transaksi.

Aktifitas seperti ini penting sekali untuk dilakukan dalam upaya untuk melakukan branding produk Bisnis Anda miliki.

3. Relevansi Iklan Meningkat

Saat Anda melakukan remarketing ini maka Anda juga dapat memasangkan sebuah iklan yang berhubungan dengan yang sudah dibuka pelanggan sebelumnya pada website Bisnis Anda.

Misalnya, pengguna membuka iklan produk A di website Anda, kemudian iklan yang muncul yaitu iklan yang terkait dengan produk A yang dimaksud.

Sehingga tentunya hal itu akan menarik pelanggan untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan.

Siapa tahu sebelumnya memang belum ada ketertarikan untuk membeli produk Anda dikarenakan sebab tertentu. Anda bisa merancang strategi ini bersama digital marketing agency agar pola strategi marketing untuk perusahaan anda bisa tercapai dengan baik.

Baca Juga :

manfaat remarketing dan retargeting marketing

Tips Untuk Memaksimalkan Proses Remarketing

1. Frekuensi Iklan Dibatasi

Apabila Anda berkeinginan untuk menyampaikan pesan yang bagus serta tepat sasaran pada calon pelanggan maka sebaiknya munculnya iklan tersebut lebih dibatasi.

Hal ini disebabkan karena seringnya munculnya iklan tersebut bisa mengganggu calon konsumen.

2. Buatlah Analisis

Berikutnya yaitu dengan melakukan analisis. Teruslah untuk melakukan eksperimen yang terkait dengan pengalaman pelanggan.

Anda juga bisa menggunakan tool analytic agar bisa membantu dalam mengetahui performa website Anda. Disini kita juga bisa mencari tahu apa yag bisa dimaksimalkan dan digunakan untuk menarik para pengunjung agar lebih banyak.

Persamaan dan Perbedaan Remarketing dan Retargeting

Setelah Anda sudah membaca ulasan diatas, kemungkinan Anda juga sudah mulai memahami mengenai persamaan yang dimiliki keduanya.

Persamaan Remarketing dan Retargeting

Dibawah ini adalah persamaan diantara remarketing dan retargeting :

  • Keduanya sama memiliki target dari orang-orang yang sudah familiar menggunakan brand Anda
  • Sama-sama untuk ditujukan bagi orang yang berpotensi dalam melakukan pembelian
  • Kedua nya juga sama-sama membangun branding serta meningkatkan brand awareness.

Perbedaan Remarketing dan Retargeting

Selanjutnya kami akan memberikan perbedaan antara remarketing dan retargeting diantaranya yaitu :

  • Untuk retargeting ini akan menggunakan iklan agar bisa menarik kembali pengunjung ke website Anda
  • Remarketing ini memiliki fokus dalam merayu kembali konsumen melalui email yang relevan.

Mana yang Terbaik Retargeting vs Remarketing?

Sebelum Anda memilih untuk menggunakan remarketing dan retargeting, anda harus tahu bahwa keduanya juga mempunyai tujuan yang sama.

Tujuan nya tersebut adalah mendekati calon konsumen yang sudah tertarik terhadap brand yang ditawarkan.

Kemudian perbedaan diantara keduanya yaitu pada cara untuk mewujudkannya. Untuk retargeting ini dengan memanfaatkan iklan berbayar yang muncul di website, media sosial, serta aplikasi yang digunakan.

Beberapa contoh strategi yang bisa di gunakan oleh digital marketer growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing untuk memastikan jangkauan campaign digital bisa lebih akurat.

Kemudian untuk remarketing ini memanfaatkan email yang digunakan untuk merayu atau menggaet konsumen.

Baca Juga :