Cara Menghitung Return On Sales (ROS) dan Tips Meningkatkannya

Seorang manajer perusahaan akan melakukan berbagai strategi bisnis dalam mengukur kesuksesan pertumbuhan brand bisnis (business growth) sekaligus keuntungan atau profitabilitas bisnis. Salah satunya adalah dengan melacak dan menghitung rasio pengembalian atau laba atas segala strategi penjualan yang juga dikenal dengan return on sales.

Perhitungan dan analisis keuntungan laba ini sangatlah penting karena manajer beserta stakeholder bisnis dapat melihat persentase keuangan perusahaan (financial statement). Di mana didasarkan pada hasil analisis kompetitor, benchmark bisnis, dan pendapatan atau revenue selama periode tertentu, misalnya dalam jangka waktu bulanan (monthly recurring revenue) atau bahkan tahunan.

Dengan berkolaborasi bersama pengukuran metrik bisnis lainnya seperti customer lifetime value (CLV), return on sales juga berguna dalam menganalisis dan membandingkan performa bisnis dengan perusahaan kompetitor yang berada di niche industri serupa (competitive analysis). Sehingga, tak jarang pelaku bisnis akan meluangkan waktu dan tenaganya untuk mempelajari sekaligus memaksimalkan rasio pengembalian ini.

Nah, melalui artikel berikut, kita akan bersama-sama menyelam lebih dalam seputar return on sales. Mulai dari pengertian teori dasarnya, perbedaannya dengan beberapa jenis rasio keuangan lain, rumus atau cara hitung, serta strategi meningkatkannya.

Pengertian Return On Sales (ROS)

Menyadur dari laman situs Investopedia, ROS atau return on sales adalah rasio keuangan yang menjelaskan jumlah keuntungan atau profit yang bisnis peroleh dari penjualan bisnis. Di mana berperan penting dalam membantu bisnis mengevaluasi efisiensi kinerja dan/atau operasional perusahaan, khususnya dalam hal kesehatan dan efektivitas organisasi penjualan bisnis.

Baca Juga:

Apabila hasil ROS tinggi atau mengalami kenaikan, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan mengalami peningkatan efisiensi penjualan bisnis (incremental sales). Selain itu, perusahaan lebih mampu membuat keputusan bisnis yang tepat, mengembangkan produk dengan lebih efektif. Serta berkesempatan merencanakan hingga melaksanakan pendekatan penjualan yang terbaik bagi basis konsumen (customer base) atau prospek.

Sedangkan hasil ROS yang rendah atau mengalami penurunan dapat menandakan adanya masalah pada manajemen keuangan bisnis di masa yang akan datang (financial forecasting).

digital marketing agency

ROS menjadi salah satu metrik pengukuran keuntungan bisnis yang lebih andal untuk mengukur pertumbuhan kinerja bisnis dari tahun ke tahun (year-over-year growth). Karena pendapatan dan pengeluaran perusahaan dapat bervariasi dari waktu ke waktu.

Sehingga pada akhirnya, return on sales adalah metrik yang menunjukkan seberapa banyak pendapatan penjualan (sales revenue) untuk diolah menjadi laba yang relatif terhadap biaya operasional bisnis (business cost).

Return On Sales (ROS) vs Return On Investment (ROI)

Return On Sales (ROS) vs Return On Investment (ROI)

Sudah cukup lama ROS sering disamakan dengan ROI atau return on investment karena memiliki kemiripan fungsi, yaitu untuk mengukur efisiensi. Padahal keduanya memiliki perbedaan spesifik pada metrik yang ada di masing-masing titik referensi untuk pengukuran.

ROI menunjukkan seberapa efisien kinerja manajemen bisnis dalam mengelola aktivitas investasinya serta membandingkan efisiensi sejumlah investasi dalam saham (price earning ratio), manajemen proyek, atau aset bisnis yang berbeda. Sedangkan ROS menunjukkan seberapa efisien kinerja bisnis dalam mengelola pendapatan penjualannya.

Return On Sales (ROS) vs Return On Equity (ROE)

Tak hanya dengan ROI, istilah ROS juga acap kali disalahartikan sebagai ROE atau return on equity. ROE berbeda dengan ROS dalam hal titik referensi yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan.

ROE lebih mempertimbangkan ekuitas pemegang saham atau stockholder untuk mengevaluasi saham dan rasio keuangan lainnya serta memperkirakan tingkat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan (sustainable growth rate). Oleh sebab itu, ROE lebih mirip dengan ROI karena keduanya sama-sama mengukur efisiensi kinerja bisnis dari keterlibatan investor.

Baca Juga:

Cara Menghitung Return On Sales (ROS) Beserta Contoh Kasus

Rumus perhitungan ROS relatif sederhana dan penerapan yang mudah di mana hasilnya terepresentasikan ke dalam persentase. Adapun cara menghitung ROS yakni:

ROS = Laba atau Keuntungan dari Operasional Bisnis : Jumlah Penjualan Bersih

Atau

ROS = (Pendapatan – Pengeluaran) : Jumlah Penjualan Bersih

Sebagai contoh, katakanlah bisnis A memiliki total penjualan Rp50.000.000 dan total pengeluaran Rp40.000.000 pada kuartal terakhir tahun 2021. Lalu, bisnis A ingin menghitung ROS melalui perhitungan keuntungan bisnis yang di kurangi angka pengeluaran dari pendapatan bisnis. Maka diperoleh hasil bahwa bisnis A mendapatkan jumlah keuntungan Rp10.000.000.

Setelah itu, barulah bisnis A dapat membagi jumlah keuntungan itu dengan total pendapatan sebesar Rp50.000.000. Berikut detail penghitungannya.

ROS = 10.000.000 / 50.000.000 = 0,2

Nah, karena umumnya hasil ROS berupa persen, maka hitungannya menjadi seperti ini.

ROS = 0,2 x 100 = 20%

Cara Meningkatkan Return On Sales (ROS)

Cara Meningkatkan Return On Sales (ROS)

Menurut HubSpot, satu-satunya cara untuk meningkatkan return on sales adalah dengan menempatkan kesenjangan (gap) yang lebih besar antara jumlah pendapatan bisnis dan biaya yang di perlukan untuk strategi menghasilkan produk beserta peluncuran produk. Berikut adalah beberapa cara terbaik untuk meningkatkan ROS.

1. Naikkan Harga Produk

Cara pertama ini seringkali di anggap sebagai cara yang paling mudah untuk meningkatkan ROS. Perusahaan perlu mempertimbangkan untuk menerapkan strategi penetapan harga dengan teknik skimming pricing atau menaikkan harga produk, alih-alih menetapkan harga yang rendah (konsep penetration pricing).

Kendati begitu, cara ini bisa dengan mudah menjadi bumerang bagi siklus perkembangan bisnis (business life cycle). Karena apabila tim produk menaikkan harga sampai merusak harga pasaran, maka bisnis berpotensi kehilangan posisi pasar di segmentasi pelanggan potensialnya (leads). Untuk itu, tim manajemen perusahaan terlebih dulu harus mempertimbangkan penetapan harga yang terbaik bagi pelanggannya. Bila perlu, lakukan riset pasar atau market research untuk hasil ROS yang efektif.

2. Terapkan Diskon dan Kurangi Biaya Inventaris atau Bahan Baku Produk

Selain menaikkan harga, perusahaan juga bisa menerapkan sejumlah diskon atau potongan harga pada produk-produk flagship yang potensial menjadi penghasil keuntungan utama bisnis. Taktik ini dapat mendorong adanya perubahan jumlah permintaan (supply) dan penawaran produk (demand) akibat dari perubahan harga pasar dan nilai produk (price elasticity).

Selain itu, perusahaan dapat mengurangi biaya inventaris produk (COGS) dan/atau biaya ketersediaan sumber daya produksi barang bisnis dengan menjangkau supplier terbaik. Pada intinya, upayakan strategi kedua ini dengan lebih bijak agar aliran pendapatan atau revenue stream bisnis lebih sehat.

3. Gunakan Tools Penjualan Terbaik

Cara meningkatkan return on sales selanjutnya melibatkan penggunaan platform atau tools penjualan yang sekaligus dapat mendorong peningkatan kepuasan dan pengalaman pelanggan terhadap perusahaan (brand experience). Misalnya dengan memanfaatkan fitur dan fungsionalitas CRM atau customer relationship management yang sangat optimal dalam membangun hubungan baik antara bisnis dengan pelanggan (relationship) dan sekaligus untuk prospecting.

Berkat CRM, perusahaan berkesempatan mengakuisisi hingga mengonversi audiens target (lead conversion) untuk menjadi pelanggan yang membeli (sales lead) serta mengelola proses penjualan yang efektif dan sesuai dengan persona pembeli. Dengan begitu, perusahaan akan menghasilkan banyak keuntungan bisnis dengan mudah dan persentase ROS yang setinggi mungkin.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.