Tips Melakukan Riset Pasar di Media Sosial

Media sosial sebenarnya bukanlah sumber riset pasar yang sempurna, karena kurang memberikan sampel yang representatif, terutama untuk bisnis kecil. Tetapi untuk brand yang lebih besar, riset pasar di media sosial bisa berdampak besar. Mengapa demikian dan bagaimana tipsnya?

Apa itu Riset Pasar di Media Sosial?

Riset pasar di media sosial adalah praktik mengumpulkan data historis dan real-time dari saluran media sosial untuk lebih memahami target pasar merek Anda. Anda bisa melakukan riset pasar secara umum di platform sosial maupun menggunakan tools analisis.

Hal ini memungkinkan Anda untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari semua akun sosial brand Anda dalam satu platform terpusat.

Manfaat Riset Pasar Online di Media Sosial

Mengapa brand-brand besar maupun perusahaan ternama kerap melakukan riset di media sosial mereka? Sebab, keuntungannya banyak. Ini dia beberapa manfaat melakukan riset di media sosial.

  1. Terjangkau

Media sosial jauh lebih murah daripada survei atau focus group, yang dapat menghabiskan biaya jutaan rupiah, tergantung pada ukuran dan kompleksitas panel penelitian Anda. Sebagian besar fitur media sosial dalam aplikasi (misalnya polling) dapat mengumpulkan data riset pasar tanpa biaya yang terkait dengan panel riset.

  1. Cepat

Sementara metode riset pasar tradisional dapat memakan waktu, media sosial selalu memperbarui secara real-time dan Anda dapat menarik datanya secara langsung. Satu studi kasus mengungkapkan bahwa media sosial tiga kali lebih efisien dibandingkan dengan melacak umpan balik pelanggan melalui email.

  1. Luas

Dengan jumlah pengguna yang mencapai 4,2 milyar di awal tahun 2021 ini, Anda bisa dengan mudah menganalisis tren dari seluruh dunia. Tapi itu juga tidak bisa dimanfaatkan untuk semua bisnis. Sebab, jika akun sosial Anda tidak memiliki ratusan ribu atau bahkan jutaan followers, media sosial bukanlah sumber riset pasar yang layak.

Jika Anda menghasilkan 20 tanggapan terhadap jajak pendapat, umpan balik kuantitatif itu kemungkinan besar akan menyesatkan Anda untuk membimbing Anda ke arah yang benar. Anda lebih baik berfokus pada metode kualitatif yang akan membantu Anda mengembangkan persona pelanggan yang memberikan sejumlah kecil tanggapan.

Baca juga : Apa Itu Paid Marketing

Apa Itu Affiliate Marketing dan Keuntungannya

Tips Melakukan Riset Pasar di Media Sosial

Ada beberapa hal yang harus Anda siapkan sebelum bisa melakukan riset pasar melalui media sosial.

  1. Bidik Target Sasaran

Tujuan mengetahui siapa atau kelompok mana yang akan Anda sasar dalam melakukan riset adalah untuk mendapatkan data yang lebih valid. Cara menentukannya adalah dengan mengetahui terlebih dahulu data apa yang diinginkan perusahaan.

Apakah sedang melakukan pengembangan produk, peluncuran produk, mendapatkan informasi mengenai kepuasaan pelanggan atas layanan yang diberikan, atau untuk mengamati perilaku konsumen yang ditargetkan.

  1. Pilih Metode yang Tepat

Fitur di dalam media sosial memungkinkan Anda untuk melakukan tiga pendekatan kualitatif maupun kuantitatif. Jumlah likes, komentar, dan share merupakan data kuantitatif yang bisa menajdi metrik untuk menilai tingkat keterlibatan konsumen.

Sedangkan metode kualitatif biasanya dengan cara social listening, yaitu brand akan menginterpretasikan sendiri berdasarkan topik tertentu dari riset yang sudah dilakukan. Anda bisa melakukan jajak pendapat atau polling ketika ingin memberikan suatu pilihan jawaban pada audiens Anda.

  1. Pilih Platform Media Sosial

Menentukan media sosial mana yang bisa Anda manfaatkan untuk melakukan riset pasar merupakan hal yang penting. Masing-masing media sosial punya demografi pengguna dan perilaku yang berbeda pula.

Anda harus memilih mana yang relevan dengan merek Anda. Sebagian besar brand menggunakan Facebook, Twitter, dan Instagram karena memiliki penguna yang lebih besar daripada media sosial yang lain.

  1. Memaksimalkan Fitur di Media Sosial

Setelah menentukan platform mana yang relevan dengan bisnis Anda, kini maksimalkan fitur yang ada di dalamnya untuk melakukan riset pasar secara online. Tentukan dengan tepat konten sosial apa yang sesuai dengan audiens Anda

Dengan jutaan posting yang diterbitkan di media sosial setiap hari, brand harus strategis tentang konten apa yang mereka posting untuk menarik perhatian audiens mereka. Jika Anda ingin mendorong percakapan, lihat unggahan dengan interaksi tinggi (misalnya, komentar dan berbagi) yang memiliki kesamaan.

Juga, tidak ada salahnya untuk menanyakan langsung kepada audiens Anda tentang topik atau konten sosial apa yang ingin mereka lihat dari brand Anda di masa mendatang. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

Jajak Pendapat

Menurut penelitian, postingan di Facebook yang yang berupa pengajuan pertanyaan menerima lebih banyak suka daripada jenis postingan lainnya. Anda bisa memanfaatkannya dengan membuat polling di Facebook, dan mendapatkan umpan balik yang berharga.

Anda tidak perlu menggunakan tone yang serius layaknya penelitian akademis dalam membuat konten jajak pendapat. Gunakan gaya yang lebih kasual, bernada jenaka, atau hal-hal menarik lainnya untuk menggaet banyak orang untuk berpartisipasi dalam polling Anda.

Platform lain yang memungkinkan Anda mencoba fitur polling adalah Twitter dan Instagram.

Giveaway

Kesempatan untuk memenangkan hadiah dapat memotivasi penggemar untuk terlibat dalam konten Anda. Mereka juga dengan sukarela akan memberikan alamat email, berbagi foto, video, testimonial, atau bahkan menawarkan feedback yang Anda perlukan dalam produk Anda.

Anda juga bisa mendapatkan banyak followers baru karena potensi untuk likes, share, dan repost bisa lebih banyak. Misalnya saja sebuah brand kamera mengajak kerjasama seorang traveller terkenal untuk mengadakan giveway beerupa produk terbaru mereka.

Peserta kontes harus membuat video review saat menggunakan produk kamera tersebut. Selain bermanfaat mendapatkan feedback, hal ini bisa memicu keterlibatan orang yang lebih banyak untuk turut serta dalam kompetisi yang Anda buat. Banyak orang membuat konten giveaway menarik melalui platform Instagram, Twitter, maupun YouTube.

Postingan Call to Action

Ini hanya sebuah gambaran. Sebuah brand permen coklat baru saja peluncuran produk baru. Merek ini mengumumkan tiga rasa dalam sebuah unggahan konten, dengan call to action yang meminta pengikut mereka memberikan komentar atas produk barunya.

Sekilas terlihat sederhana, tapi jajak pendapat dengan pertanyaan terbuka terbuka seperti ini bisa langsung mengumpulkan data kuantitatif.

Brand Mention

Ada banyak cara untuk mendapatkan perhatian orang, salah satunya adaah dengan me-mention sebuah brand. Sasaran kelompok yang bisa Anda bidik adalah mereka yang tidak mengikuti merek Anda. Anda bisa mengajak kerjasama para selebgram, infliencer, atau bahkan untuk me-mention sebuah brand dalam melakukan riset pasar.

Secara aktif meminta umpan balik sebagai bagian dari kampanye influencer bisa meningkatkan nilai investasi, yaitu Anda mendapatkan awareness dan sejumlah feedback konsumen. Apalagi influencer marketing saat ini bisa dibilang menjadi salah satu teknik digital marketing ampuh dewasa ini.

Contohnya saja sebuah merek daster rumahan menggandeng selebriti yang terkenal suka memakai daster oleh para penggemarnya. Dengan jumlah pengikut yang besar, dengan brand mention dari sang influencer, satu postingan bisa menghasilkan peluang bagi brand untuk mendapatkan umpan balik pelanggan, sekaligus menaikkan penjualan.

Anda bisa memanfaatkan Instagram, Twitter, dan Facebook untuk mendapatkan riset pasar model ini.

Itulah beberapa tips melakukan riset pasar di sosial media. Semoga Anda bisa memanfaatkan fitur-fitur di sosial media dengan lebih baik, untuk mendapatkan feedback yang baik mengenai bisnis atau produk Anda. Selamat mencoba!