Tips Membuat Sales Pitch yang Efektif dan Contohnya

sales pitch adalah

Ada banyak cara yang bisa Anda terapkan untuk mengubah lead menjadi pelanggan. Salah satunya adalah dengan melakukan sales pitch atau pitching. Melalui pitching yang menarik, maka akan ada semakin banyak sales lead yang bisa Anda konversi menjadi pelanggan.

Pitching sendiri sejatinya menjadi salah satu cara paling efektif untuk menarik calon pelanggan agar mereka mau menggunakan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Ini adalah proses di mana Anda harus menunjukkan kualitas produk yang Anda tawarkan dengan waktu yang terbatas dalam sebuah presentasi penjualan.

Presentasi tersebut harus Anda kemas dengan seefektif dan semenarik mungkin guna menunjukkan poin-poin penting yang ingin Anda tawarkan. Lantas, bagaimana cara melakukan sales pitch yang efektif?

Apa Itu Sales Pitch?

Melansir dari Marketing Craft, pitching atau sales pitch adalah semua aktivitas yang tim sales lakukan untuk meyakinkan calon pelanggan atau klien. Biasanya, pitching dilakukan dengan metode presentasi singkat kepada orang yang ingin Anda yakinkan. Misalnya calon pelanggan maupun calon mitra bisnis.

Tujuan dari pitching adalah untuk memperkenalkan perusahaan, meningkatkan brand awareness, serta melakukan branding untuk meningkatkan conversion rate. Proses pitching sendiri biasanya memakan waktu antara satu atau dua menit. Dalam selang waktu tersebut, Anda harus mampu menjabarkan apa saja kelebihan produk atau jasa, serta manfaat apa yang akan klien dapatkan jika menggunakannya (customer value).

Sales pitch terbaik harus secara spesifik mampu menjawab tantangan unik dari bisnis yang Anda luncurkan.

Cara Melakukan Sales Pitch yang Efektif

Untuk melakukan pitching, Anda perlu menggunakan strategi yang tepat agar presentasi lebih mudah menarik perhatian klien. Melansir dari Entrepreneur, berikut ini adalah tips melakukan sales pith yang efektif dan bisa Anda terapkan:

1. Ketahui Masalah Klien

Pada dasarnya, sebuah produk tercipta untuk menjadi solusi atas permasalahan yang klien hadapi. Dengan demikian, maka produk tersebut akan berguna dan memberikan manfaat untuk mereka. Sehingga klien akan mendapatkan brand value setelah menggunakannya.

digital marketing agency

Maka dari itu, langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah mengetahui masalah apa yang sedang klien hadapi. Dengan begitu, Anda bisa merancang materi pitching denga lebih terstruktur dan tepat sasaran pada target pasar.

Baca Juga :

2. Dekati Klien

Langkah selanjutnya adalah mendekati klien. Maksudnya adalah menjalin hubungan baik dengan mereka, selayaknya buddy approach dalam sales approach. Sebab dengan menjalin interaksi dan hubungan yang baik, klien akan lebih terbuka pada Anda. Anda pun akan lebih mudah melakukan pitching sebab trik ini juga menjadi salah satu strategi relationship marketing yang memengaruhi emosional klien. Dengan demikian, mereka akan cenderung lebih memercayai apa yang Anda tawarkan.

3. Gunakan Unique Value Proposition

Trik selanjutnya adalah dengan menggunakan unique value proposition (UVP) yang Anda miliki. Melansir dari Inc, UVP adalah pernyataan, penjelasan, atau uraian terkait unique selling point dari produk yang Anda tawarkan. Dengan menggunakan UVP, Anda pun bisa menunjukkan bahwa produk Anda berbeda dari kompetitor dan memiliki keunikan tersendiri.

Sehingga, klien akan lebih mudah tertarik dan terpikat pada produk yang Anda tawarkan.

4. Perhatikan Hal-Hal Teknis

Bukan hanya tentang konten apa yang akan Anda tampilkan dalam presentasi, Anda juga harus memerhatikan hal-hal teknis.  Mulai dari persiapan presentasi, mengecek dokumen dan kelengkapannya, cara berbicara dan penyampaian yang jelas, hingga kemampuan public speaking yang Anda miliki.

Sebab dengan memerhatikan hal-hal teknis tersebut, Anda akan terlihat profesional. Hal ini akan memengaruhi tingkat kepercayaan klien pada brand Anda (brand authority). Sehingga peluang mereka untuk mau menggunakan produk yang Anda tawarkan pun akan semakin besar.

5. Tunjukkan Keunggulan Produk dengan Hasil Nyata

teknik sales pitch

Ini merupakan poin penting yang tidak bisa Anda abaikan untuk mendapatkan kepercayaan dari klien. Selain menggambarkan tentang kegunaan, manfaat, hingga keunggulan produk Anda ketimbang milik kompetitor, jangan lupa untuk membuktikannya dengan hasil nyata.

Misalnya fitur produk yang Anda tawarkan mampu menyelesaikan permasalahan tertentu setelah dilakukan pengujian. Contohnya apabila Anda menawarkan produk body lotion dengan klaim mencerahkan kulit dalam pemakaian seminggu. Tunjukkan kandungan apa saja yang terdapat dapat produk tersebut dan berikan bukti nyata bahwa produk itu memang mampu mencerahkan kulit setelah pemakaian rutin selama satu minggu.

Contoh lainnya bagi Anda yang berbisnis di bidang makanan. Anda bisa menunjukkan testimoni dari pelanggan-pelanggan sebelumnya tentang cita rasa masakan Anda. Berikan juga hasil survei kepuasan pelanggan seperti customer satisfaction score agar klien semakin percaya.

Baca Juga :

6. Pastikan Durasi Presentasi Tidak Terlalu Lama

Sebagaimana pemaparan di atas, umumnya presentasi pitching hanya memakan waktu singkat. Jadi, pastikan Anda tidak memakan waktu lama saat melakukan sales pitch di depan klien.

Maka dari itu, pastikan Anda merancang materi sebaik mungkin agar tetap padat, jelas, namu singkat. Sampaikan poin-poin penting dalam presentasi agar Anda tidak membuang-buang waktu dengan percuma. Ingat, hindari membicarakan hal-hal yang kurang penting atau out of topic dan usahakan tetap fokus pada tujuan.

7. Akhiri dengan CTA

Tips terakhir adalah mengakhiri sales pitch Anda dengan Call to Action atau CTA. Tujuannya adalah agar klien mengetahui apa yang harus mereka lakukan. Sebab pada dasarnya, CTA sendiri merupakan ajakan agar orang lain melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang Anda instruksikan. Pastikan Anda memberikan CTA yang catchy dan menarik perhatian.

Selain di akhir presentasi, Anda juga bisa menyisipkan CTA pada bagian tengah atau awal presentasi. Intinya, Anda bisa menyesuaikannya sesuai dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan.

Contoh Sales Pitch

Untuk menambah pemahaman Anda, berikut ini adalah contoh sales pitch yang bisa Anda pelajari:

Sebuah perusahaan bekerja di bidang aplikasi CRM untuk merampingkan proses kerja. Anda bisa merancang pitching dengan menggunakan telling story seperti berikut ini.

“Mengandalkan dokumen manual tentu akan memakan waktu. Bahkan risiko besar (pure risk) seperti kehilangan dokumen bisa berakibat fatal untuk keseluruhan proses produksi, pelaporan, hingga penjualan dan operasi perusahaan.

Menilik dari permasalahan ini, kami menawarkan kemudahan agar Anda dapat memindai dokumen ke cloud dari pemindai jaringan atau bahkan ponsel Anda. Anda bisa mengedit dan mencari dokumen tersebut dengan lebih mudah. Bayangkan saja berapa banyak waktu dan tenaga yang bisa Anda pangkas dengan menggunakan aplikasi ini. Bahkan, klien kami meningkatkan produktivitas mereka dengan menghemat ribuan sumber daya setiap tahun.”

Itulah penjelasan tentang sales pitching beserta tips membuat dan contohnya. Pada dasarnya, pitching sendiri adalah salah satu strategi pemasaran B2B yang bisa Anda maksimalkan untuk menarik minat klien, terutama mitra bisnis untuk menjalin afiliasi atau partnership.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.