Penerapan Sentiment analysis untuk Analisa Perilaku Konsumen

sentiment analysis adalah

Sebagai pelaku bisnis, memahami sentiment analysis konsumen tentunya menjadi hal yang wajib untuk Anda perhatikan guna membantu menganalisa perilaku konsumen.

Sebab, hal ini penting untuk mengetahui apakah emosi atau sentimen konsumen terhadap brand Anda bernada positif, negatif, atau netral. Dengan mengetahuinya, maka Anda pun bisa mengambil perencanaan bisnis dan strategi pemasaran yang tepat demi kemajuan brand kedepannya.

Sentiment analysis sendiri menggunakan text analytics untuk mendapatkan berbagai sumber, baik dari internet maupun platform media sosial. Tujuannya adalah untuk mendapatkan opini dari konsumen yang ada pada platform tersebut. Dengan begitu, perusahaan dapat memperoleh masukan dari konsumen secara efisien.

Sebagaimana kita tahu, di era Marketing 5.0 seperti saat ini, aktivitas pemasaran memang lebih bergantung pada kemampuan teknologi dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Hal ini karena para konsumen cenderung menggunakan sebagian besar waktu mereka untuk berselancar di internet.

Dengan demikian, Anda bisa memanfaatkan sentiment analysis sebagai salah satu AI yang berguna untuk mengetahui pendapat atau sentimen konsumen terhadap brand Anda. Lalu, bagaimana cara menerapkannya?

Apa Itu Sentiment Analysis?

Melansir dari Brand24sentiment analysis adalah proses menganalisis tulisan online untuk menentukan nada emosional dari penulisnya. Sedangkan menurut MonkeyLearn, analisis sentimen adalah proses memahami dan mengelompokkan emosi (positif, negatif, dan netral) yang terdapat dalam tulisan menggunakan teknik analisis teks.

Analisis sentimen ini penting untuk mengetahui consumer behavior dan mengukur reputasi brand. Sebab, setiap konsumen tentunya akan memiliki pengalaman (customer experience) dan pendapat yang berbeda saat berinteraksi dengan brand Anda. Mereka bisa saja suka, biasa saja, atau bahkan tidak suka dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Analisis sentimen sering juga disebut sebagai opinion mining. Hal ini menunjukkan bahwa Anda akan menggali emosi apa yang ada di balik setiap kata-kata pelanggan. Namun, perlu Anda ingat bahwa bagaimanapun pendapat pelanggan, hal tersebut tentunya akan memiliki pengaruh besar untuk kemajuan bisnis. Entah itu untuk evaluasi, perbaikan, atau merencanakan strategi marketing yang tepat kedepannya.

digital marketing agency

Keunggulan dari analisis sentimen adalah menghemat waktu dan tenaga. Sebab, analisis sentimen dapat Anda lakukan secara otomatis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi melalui berbagai tools khusus. Tools-tools tersebut telah dilengkapi oleh algoritma untuk menganalisis data dalam jumlah yang besar (big data).

Sebab, mengutip dari Lexalytics, sistem analisis sentimen sendiri memang menggabungkan natural language processing (NLP) dan teknik machine learning. Paduan kedua teknik tersebut dapat menentukan skor sentimen sesuai topik, tema, dan kategori dalam sebuah kalimat atau frasa.

Baca Juga :

Tipe-Tipe Sentiment Analysis untuk Analisa Perilaku Konsumen

Ada berbagai macam tipe analisis sentimen yang dapat Anda gunakan untuk mengidentifikasi respons dan menganalisa perilaku konsumen terhadap brand Anda. Berikut ini adalah beberapa tipe sentiment analysis yang perlu Anda ketahui :

1. Fine-Grained Sentiment Analysis

Ini merupakan tipe analisis sentimen yang memiliki penilaian spesifik. Tipe ini memungkinkan Anda untuk memiliki range penilaian dengan batasan tertentu. Hal ini karena fokusnya ada pada tingkat polaritas pendapat.

Biasanya, tipe analisis ini akan mengelompokkan respons atau pendapat ke dalam beberapa kategori seperti sangat positif, agak positif, netral, agak negatif, dan negatif. Umumnya, Anda akan menemui fine-grained sentiment analysis ini pada review e-commerce berupa lima bintang.

Di mana bintang satu menyatakan nilai yang sangat negatif, sedangkan bintang lima menyatakan nilai yang sangat positif.

2. Emotion Detection

Yang kedua adalah emotion detection. Sesuai namanya, tipe analisis sentimen yang satu ini bertujuan untuk mendeteksi emosi konsumen. Misalnya bahagia, marah, atau sedih. Sayangnya, salah satu kelemahan dari emotion detection adalah cara pengekspresian emosi orang yang berbeda-beda.

3. Aspect-Based Sentiment Analysis

Tipe aspect-based sentiment analysis berguna untuk mengetahui aspek apa yang mendapat penilaian positif, netral, atau negatif dari konsumen. Contohnya dalam sebuah review produk, ada pelanggan yang memberikan komentar tentang kualitas bahan dari produk Anda. Maka kesimpulannya adalah aspek yang mendapatkan nilai positif dari pelanggan tersebut adalah bahan produk.

4. Multilingual Sentiment Analysis

Sesuai namanya, analisis sentimen yang satu ini bermanfaat untuk menganalisis kata-kata dalam berbagai bahasa. Namun, tipe analisis yang satu ini terbilang cukup sulit karena Anda harus memiliki daftar kata dari bermacam bahasa. Selain itu, Anda harus terus meng-update daftar tersebut sesuai perkembangan bahasa.

Baca Juga :

Penerapan Sentiment Analysis

penggunaan sentiment analysis

Setelah mengetahui tipe-tipe analisis sentimen, maka Anda bisa menerapkannya untuk menganalisa sentimen pelanggan dalam aspek-aspek berikut ini :

1. Social Media Monitoring

Seiring dengan perkembangan teknologi, tentunya media sosial menjadi hal yang tidak terpisahkan dari sebuah bisnis. Mulai dari strategi marketing, branding bisnis, hingga menganalisa perilaku konsumen.

Sebab, saat ini mayoritas konsumen cenderung lebih suka mengekspresikan opini melalui media sosial. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui sentimen apa yang sedang publik bicarakan tentang bisnis Anda. Dengan melakukan monitoring, Anda pun bisa menilai apakah mereka banyak membicarakan hal positif, negatif, atau netral tentang brand Anda.

Selain itu, manfaatkan juga social media scoring untuk mengukur kesuksesan dan seberapa efektif strategi pemasaran Anda di media sosial. Tak hanya berguna untuk menganalisa sentimen konsumen, dengan ini Anda juga dapat meningkatkan brand awareness dan penjualan.

2. Brand Monitoring

Pada dasarnya, cakupan brand monitoring lebih luas daripada social media monitoring. Hal ini lantaran brand monitoring berguna untuk mengetahui sentimen dari opini publik di berbagai situs. Misalnya portal berita, blog, forum diskusi, dan platform lainnya di internet. Maka dari itu, Anda pun bisa mengetahui pandangan orang tentang brand dengan lebih luas.

3. Customer Feedback

Selain melakukan analisa sentimen secara luas melalui media social monitoring dan brand monitoring, Anda pun juga wajib menerapkannya lewat customer feedback. Sebab, customer feedback bertujuan untuk mengumpulkan pendapat dari konsumen Anda.

Untuk melakukannya, Anda pun bisa menggunakan metode survei dan menganalisisnya dengan teknik sentiment analysis. Misalnya dengan menggunakan survei kepuasan konsumen (customer satisfaction score), net promoter score, hingga survei customer effort score.

4. Customer Service

Selanjutnya adalah melakukan analisis sentimen melalui customer service. Hal ini karena Anda bisa menilai apakah pelanggan memiliki sentimen positif, netral, atau negatif ketika mereka menghubungi staf customer service Anda.

Caranya, Anda bisa menerapkan strategi proactive customer service untuk menjalin komunikasi dengan konsumen. Apabila mereka cenderung memberikan respons negatif dan merasa terganggu, berarti brand Anda meninggalkan sentimen negatif untuk konsumen tersebut.

5. Market Research

Hal yang tidak kalah penting dalam suatu bisnis adalah melakukan market research atau riset pasar. Anda bisa memanfaatkan sentiment analysis untuk menilai apa yang sedang tren, apa yang disukai, ataupun tidak disukai pasar. Kemudian, hasil analisis tersebut dapat Anda gunakan untuk mengambil keputusan dalam bisnis Anda kedepannya.

Baca Juga :

Tools Sentiment Analysis

Ada beberapa tools yang bisa Anda manfaatkan untuk melakukan sentiment analysis. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Awario

Ini merupakan tools analisis dan monitoring media sosial. Awario mencakup semua jaringan media sosial, berita, blog, forum dan situs. Terdapat fitur sentiment analysis di dalamnya yang dapat menunjukkan bagaimana sentimen terhadap brand dari waktu ke waktu.

2. Brandwatch

Yang kedua adalah brandwatch. Ini adalah tools analitik dan monitoring media sosial yang dapat Anda pakai untuk menganalisa sentimen terhadap brand untuk menunjukkan tren yang ada.

Kelebihan tools ini adalah memiliki fitur “image insight” yang dapat mengidentifikasi gambar logo brand Anda dengan topik yang berkaitan dengan nama brand Anda. Sehingga Anda dapat menemukan gambar di situs-situs yang menyertakan logo brand Anda.

3.  Lexalytics

Berbeda dengan tools sebelumnya, lexalytics menawarkan analisis teks yang berfokus untuk menjelaskan mengapa pelanggan merespon bisnis Anda dengan cara tertentu. Tools ini dapat menjalankan sentiment analysis untuk menentukan maksud di balik pesan pelanggan.

4. Social Mentions

Yang terakhir adalah social mentions. Ini merupakan tools analisa media sosial yang dapat Anda gunakan secara gratis untuk menarik data tentang kata kunci (keyword) tentang brand Anda dari setiap situs media sosial. Kemudian tools ini akan mengompilasikannya ke dalam ringkasan yang komprehensif sehingga Anda mudah memahaminya.

Berdasarkan ringkasan ini Anda dapat mengetahui rasio orang yang berbicara positif tentang kata kunci brand Anda maupun sebaliknya.

Itulah ulasan mengenai sentiment analysis yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, sentiment analysis adalah metode untuk memperoleh data dan opini pelanggan dari berbagai platform yang tersedia di internet tentang bisnis Anda.

Data-data dan opini tersebut berperan penting untuk mengetahui reputasi brand, serta menjadi bahan untuk melakukan evaluasi, pengembangan bisnis, serta merumuskan strategi business development maupun jenis strategi pemasaran yang tepat kedepannya.

Sementara itu, selain menerapkan analisis sentimen konsumen, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.